Monday, March 28, 2011

Pajak yang ruet

Saya baru tau kalau urusan pajak itu ruet sekali. Saya cuma liat senior saya ngurusin. Masih mengamati dan ada banyak sekali aturan yang saling bersangkut paut satu sama lain. Saya pengen juga sih memahami, tapi nggak sekarang. Saya agak malas, karena time consuming sekali. Segitu saja ceritanya, saya ada juga banyak cerita. Tapi karena masih banyak hal yang mesti saya kerjakan dan sayangnya agak susah saya mulai, saya berdoa saja sama Tuhan, supaya saya diberi motivasi untuk memulai. Cherioo!!!

Sunday, March 13, 2011

Jeritan Kaki

Tuhaaan, kakiku sakit sekali
Pegal sana pegal sini

Thursday, March 10, 2011

Hk. Newton III

 (Skak Match .. You make hole in my heart..Source: here)

Heart beats fast
Colors and promises
How to be brave
How can I love
When I'm afraid to fall
(Christina Perri - A Thousand Years)

Hukum Newton III: Aksi = Reaksi
Hukum Jual Beli: Anda jual = Saya beli

Friday, March 4, 2011

Fakta Kehidupan I akhir akhir ini

Ini cerita saya akhir-akhir hari. Banyaaaak banget urusan nggak beres-beres mengenai KEUANGAN. Pengen muntah ya, rasanya. Untung saya nggak daftar jadi acounting. Nggak kebayang deh, kalo saya kuliah disana. Pastii udah kuruuus dan stress. Mengapa? Karena tidak balance neraca uang. Tanggung jawabnya itu booooi. Melelahkan.

Sebagian besar hari saya, ya ngurusin uang aja. Kadang ni ya, proyek yang penting jadi lewat dah gara-gara ngurusin uang. Ditambah dengan tipe kerja saya yang harus beres satu, baru bisa melakukan yang lain. Maka dari itu, jikalau ada bos saya ngasih kerjaan dan saat itu saya sedang mengurus UANG yang sebenarnya bikin saya pengen muntah, maka saya tidak akan dengar. Bukan nggak dengar juga sih. Tetapi mereka akan melihat saya tidak terlalu perduli dengan apa yang mereka perintahkan.

Tau nggak masalah yang paling nggak enak? Saat uang nggak sesuai antara yang tertulis dan yang ada di tangan. Mulai deh saya melakukan imajinasi. Mereka ulang kejadian, seperti DERAP HUKUM itu no. Ini dimulai darimana? Berakhir dimana? Apa aja yang sudah saya lakukan? Eneg banget dah, kalo untuk soal keuangan. Kalo uang sendiri, ya nggak apa-apa. Kalo uang orang, apalagi perusahaan. Bisa-bisa saya berakhir di jeruji besi. TIDAAAAK!!! Memang agak berlebihan. Tapi, hidup itu kejam. Jadi kita nggak tahu siapa yang teman dan siapa yang bukan (kagak nyambung apa yang gw omongin)

Monday, February 21, 2011

Antara Saya dan Lepi


Percakapan singkat ini terjadi baru-baru ini antara saya dan Lepi saya yang baru berumur 3,5 tahun.
Saya: Lepi, kamu ngambek ya? Kok dari tadi nggak mau bangun??
Lepi: *diam seribu bahasa.
Saya: Lepi, kok gini sama aku. Udah lama lo kita barengan, masak tiba-tiba diamin gini.
Lepi: *mengeluarkan bunyi, ngek-ngek.
Saya: Lepi, aku tahu kamu yang paling dekat sama aku selama ini. Menemani masa-masa kuliahku yang banyak tugasnya. Kamu sabar banget. Ngasih aku suara-suara merdu sampe nemenin aku bobo. Aku sayaaang banget sama kamu. (sambil mengelus-elus benda flat itu)
Lepi: *tetep diam seribu bahasa
Saya: Lepi, aku masih mau punya hubungan sama kamu. Jangan bilang, gara-gara ada benda ketiga. Jangan bilang gara-gara aku jarang main sama kamu lagi. Kan, kemaren aku sibuuk banget.
Lepi: *tetep diam, sekarang ngeliatin wajah biru dan banyak kata-kata
Saya: Aku bingung ni, kamu maunya apa? Jangan tinggalin aku gitu aja. Selesain dulu baik-baik, sampe aku bisa menetralisir semuanya.
Lepi:*tetep menampilkan wajah biru
Saya: Aku akan berjuang terus, sampe kamu mau baikan lagi sama aku. Walau aku mesti begadang, nemenin kamu. Aku rela kok.
Lepi: *tetep nggak memperlihatkan wajah antusias, seperti My Computer, atau My Document.
Saya: Lepi, kamu janji ya mau berjuang sama aku. Melewati masa-masa tua ini dengan bahagia.. *menatap jauh ke depan.


Percakapan ini nggak bisa juga dibilang singkat, dan percakapan ini masih tetap berlangsung hingga blog ini dibuat. Asal tau Lepi, aku sedih banget kamu tinggalin, jadi jangan tinggalin aku.

Keahlian setelah bekerja

Kan ada yang bilang, kalau kita sudah bekerja maka ada keahlian lain yang muncul. Jujur saja, saya sebenarnya adalah tipe orang yang praktis, nggak mau ribet, nggak mau mikirin hal-hal nggak penting, dan mau enaknya aja. Setelah saya kerja, saya dihadapkan dengan kenyataan untuk mengurus hal-hal yang ribet, detail, dan njelimet.

Saya yang biasanya tau beres, sekarang mesti ngontak sana ngontak sini, bayar sana bayar sini, siapin ono dan ini. Awalnya sih saya sangat rajin untuk bingung mau ngapain, tapi seiring berjalannya waktu, walaupun sedikit, rasa pede saya ngubungin orang semakin meningkat. Hohohoho.

Jadi keahlian sampingan saya yang bertambah, selain ilmu kerja. Ya itu tadi, ilmu negosiasi.

Sunday, February 20, 2011

7 hari 1 Minggu


Nggak saya sangka kerjaan saya sangat menyita waktu. Sudah 7 hari dalam 1 minggu ini saya bekerja di kantor, di rumah bos, di ruang meeting, dan di hotel. Ya, kalo ditanya perasaan, saya bakal menjawab ada senang ada sedihnya.

Senangnya, ya dapat banyak ilmu, jadi mengerti banyak hal, dan nggak cengok-cengok amat kalo orang ngomongin hal ini. In case, saat si bos saya ngobrol, saya nggak goblok-goblok amat. Cuma, masalahnya susah cari teman buat ngebahas hal ini. Yang langsung klop kalo ngomong. Yang benar-benar berbagi ilmu dan tetap LOW PROFILE. Sama sekali nggak menyombongkan jabatan. Yang bener-bener bisa share ilmu, intinya adalah yang ngomongnya nyambung ama frekuensi saya. Pada intinya sih, saya mau cerita tentang ilmu yang saya dapat (emang saya ingin banget berbagi), udah terlalu overloaded di otak saya dan benar-benar pengen keluar. Tapi, susahnya saya nggak dapat teman ngobrol yang sengaja duduk di depan saya dan ngedengarin dongeng saya dengan antusias (agak egois emang, bahwa saya ingin didengar).

Sedihnya, ya agak kurang istirahatlah ya. Nggak ada istilah libur, meski tanggal di kalender ke cetak merah kek, pake huruf tebal kek, Sabtu, atau Minggu, kalau mesti kerja ya kerja. Kerja saya masih kayak kura-kura ninja, bawa ransel dan sepatu kets (agak lebai yang ini). Tapi kalo mau ngeluh-ngeluh, nggak sesuai juga sih. Secara, bos saya juga ikutan kerja juga. Ya, tapi itu tadi waktu tidur saya jadi berkurang (sungguh manusia tak berguna saya kadang-kadang, lebih mementingkan tidur). Kondisi saya saat bekerja, kurang semangat karena kurang tidur (padahaal tidur saya dari jam setengah 10 malam sampe setengah 6 pagi, terus Solat Shubuh, dan disambung lagi ampe jam 8. Akibatnya lagi, teman saya jadi sangat harus sabar menunggu saya untuk sadar). Tapi, kalau lagi nggak ada kerjaan saya juga stress gila. Bengong aja nggak ngapa-ngapain itu lebih melelahkan daripada mengerjakan apa-apa (bingung saya mau saya apa).

Berdasarkan hasil pengamatan saya setelah 3 bulan kerja, berikut flow kerja saya:

  1. 1. Bulan pertama à sibuk gila karena langsung ketemu proyek segede gajah, dan pertama di dunia yang dilakukan. Dan asiknya nginap di Hotel Bintang Kejora yang mahal di Jakarta (senang sekaliii, entah karena mahalnya, entah karena proyeknya).
  2. 2. Bulan kedua à masih sibuk, tapi nggak sesibuk yang pertama, sehingga kami jadi agak bengong juga karena jarangnya kerjaan. Hasilnya jadi rajin ngemil dan menyikat makanan yang ada di kantor à jadi makin mengembang bak pake soda kue.
  3. 3. Bulan ketiga à bahagia karena dapat fasilitas baru, banyak ikutan reuni, main ke Bandung, ngabisin uang banyak (menyesal sedikit), kerjaan seperti air yang ke sumbat, kadang banyak kadang dikit, jadi dikala senggang bengong saya stress, dikala sibuk kerja mulu badan saya serasa patah-patah dan saya stress.
  4. 4. Bulan keempat à saya siap-siap buat menuju proyek baru yang akan menemani hari-hari saya ke depan.
Ya, untuk saat ini sih, begini begini saja perkembangan saya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...