Sunday, May 13, 2012

Twinkle Dream

Saya ingin memiliki rumah nantinya
Mungkin seperti gambar ini, meski hanya gambar sebuah jendela yang memperlihatkan pemanandangan luarnya
Sederhana pemandangannya tetapi terasa hangat

Saya tak ingin rumah yang besar
Hanya ngin rumah yang nyaman
Yang memberikan ketenangan ketika saya memasukinya
Yang memberikan kenyamanan bagi siapa saja yang mendatanginya
Tempat pulang yang nyaman bagi keluarga saya kelak

Pikiran ini langsung terlompat ketika saya tak sengaja menemukan gambar ini
Kesan nyaman yang tersirat
Kesan hangat yang melekat
Bahkan dari gambarnya saja bisa dirasakan

Home should be the place for you to come back
Make you conform, Make you be yourself
(13 May 2012) 

My Day in this Week

(Source: here)

Menghitung detik yang sudah terlewat
Akhir-akhir ini pikiran saya melayang-layang
Tak jelas kemana, menelpon ke rumah pun rasanya mengambang
Serasa ada yang tak benar, aaaah
Memang cukup banyak yang terjadi minggu ini 

Thursday, May 10, 2012

Catatan Acak

Saat ini saya belajar meloncat dari proyek yang satu ke proyek yang lain.
Belajar multitasking
Dan sekarang sedang mengumpulkan nyawa ke proyek berikutnya

Semangaaaat
Demi masa depan dan ilmu yang lebih baik

Catatan acak

Tuesday, May 8, 2012

Cerita tentang Sippo

Pertama kali saya bertemu dengannya, dia masih kecil dengan berbadan gendut dan sangat lincah. Bergerak ke sana kemari, membuat saya ingin memeluknya erat-erat. Jika adik-adiknya diam, dia akan mengejar mereka dan mengajak adik-adiknya untuk ikut bermain dengannya. Tiba-tiba mendatangi adiknya dan memandikan mereka. Saat bermain ke tingkat atas rumah, dia akan selalu menanti adik-adiknya untuk tetap bersamanya. Saat saya berlari mencari posisinya, dia duduk dalam diam, memandangi saya dengan mata bulatnya.
 (Pertama kali berjumpa Sippo)

Sunday, May 6, 2012

Mood Booster

(Source: here)

Sudah lama sekali saya tidak menyentuh novel yang sempat saya tulis. Saya sudah vakum hingga 2.5 tahun. Lama sekali. Bukannya saya malas untuk menulis, tapi hup hup hup susah sekali rasanya untuk mengarahkan ceritanya mau kemana. Karena saat ini, ceritanya bisa saya drive kemana aja, terlalu banyak cabang dan saya harus mempersempit scope-nya.

Saya terlalu banyak berpikir, yang jadinya membuat novel itu jalan di tempat. Sempat saya edarkan ke teman-teman saya dan tentunya dengan tanggapan "Lanjutkanlah Diiin". Saya mau tapi susah, ditambah dengan kerjaan yang 180 derajat berbeda dengan cerita yang saya tuliskan. Setiap akan memulai, benak saya lompat kemana-mana, tidak fokus, ngantuk karena kurang ide, dsb.

Saya butuh mood booster untuk menulis. Tapi apa ya? Motivasi? Target? apa semacam Tantangan? Jika benda itu tak jua rampung dalam waktu tertentu, saya harus hukum diri saya. Kata orang menulis saja sesuka hati, nanti dipikirkan arahnya kemana, tapi ada juga yang bilang buat Outlinenya biar tidak melebar kemana-mana. Saran dua sedikit rumit untuk dipraktekkan, sebab saya pun tak tahu ceritanya mau kemana.

Sebenarnya dulu rasanya saya tahu mau kemana, tapi karena PC tempat pengetikan awal rusak dan membuat data itu hilang membuat semangat saya sedikit decline layaknya produksi minyak saat ini. Tapi haruuuuus dimulai. Saya terlalu banyak mengemukakan alasan. Saya penasaran, kapan saya saya bisa publish novel saya di blog ini sebagai tanda bahwa novel saya terbit. Mimpiii.. tapi bermimpi itu baik bukan? *wink

"The key to happiness is having dreams. The key to success is making your dreams come true"
(Anonymous)

Friday, May 4, 2012

Memori tentang Noni

 Tiba-tiba saja pemikiran ini melompat ke otak saya. Teringat kembali masa kecil yang suka saya habiskan dengan membaca. Mungkin itulah salah satu penyebab mengapa kacamata selalu bertengger di wajah saya (berasa burung saja, bertengger). Saya tipe pembaca yang membaca dengan konsentrasi tinggi dan tidak bisa ada gangguan. Penganut paham ketenangan. (Bwakakkaa, ketawa dulu).

Kalau membaca sesuatu membutuhkan waktu yang sangaaaat lama, karena ketika membaca otak saya ikut menggambarkan apa yang saya baca dan hati saya menghayati apa saja yang saya baca. Jadi seringnya,  saya sangat ingat semua ceritanya, bahkan sangat detail sekali. Bahkan saya bisa sama sekali tidak mendengar apa yang terjadi di sekeliling saya kalau membaca, pikiran saya terpusat saja ke sana. Tapi,, hwhahaha (makin banyak ketawanya) konsentrasi yang menakjubkan ini hanya terjadi saat saya membaca novel dan komik, jarang sekali terjadi pada pelajaran. Karena kalau pelajaran, selalu sering munculnya tanda tanya, mengapa-mengapa. Mengapa rumusnya begitu atau kok gitu sih dasar pemikirannya, dasarnya apa? Jadinya saya malah sibuk mencari yang saya mau cari, terjebak di dunia maya dan akhirnya tercebur karena malah melihat yang lain, jadi lihat ini- itu. Hwahaha, kok jadi menjelaskan ini ya??

Tuesday, May 1, 2012

Krik Krik Krik

Saat saya menanti para atasan berdiskusi dengan klien, saking lamanya saya menanti waktu sebab si bapak (ini perasaan saya saja ya) menyuruh saya untuk mempresentasikan pekerjaan yang baru saja saya pahami (semoga ini perasaan saya saja, mendadak begini. Kan saya jadi grogi). Tiba-tiba ide ini tercetus:
"Cungki? Gw boleh pulang cepat nggak? Ya, pulang cepat. Maksud gw, gw mau pulang sekarang."

Saya deg-degan setengah mati, menanti dieksekusi. Kelamaan jadinya feelnya rada-rada kurang. Huhuhu, saya mau balik sekaraaang Cungkiiii. Rada krik krik krik ni suasana. Saya memang harus belajar service excellence.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...