Klik. Sebuah cepretan kamera ibarat sebuah cara mempertahankan kisah. Kisah dapat diperoleh darimana saja. Kisah bisa dalam bentuk apa saja. Kisah bisa senang, bisa sedih, bisa mendebarkan, bisa mengesalkan, bisa menjemukan, bisa menantang, dan bisa memuakkan. Namun, semua itu berhubungan dengan perasaan makhluk yang paling mulia, bernama manusia.
Seorang manusia bisa membolak balik perasaan manusia yang lain. Seorang manusia bisa mempengaruhi apa yang dirasakan yang lain. Seorang manusia dapat membuat masalah bagi yang lain sebesar kemungkinan membuat bahagia yang lain. Seperti layaknya sebuah kalimat kolosal, dan terinspirasi dari berbagai hal yang pernah dibaca, bahwa semua yang ada di depan mata harus dihadapi. Hadapi hingga akhir, hadapi meski itu pahit, hadapi dan jangan lari. Karena masalah itu ibarat sebuah soal yang harus kamu jawab di lembar ujian. Mau lulus? Jadi selesaikan soal itu.
Kenapa saya jadi rajin nulis gini ya? Apa karena saya tiba-tiba jadi pujangga yang berakar pada logika. Itu kata teman saya. Karena saya mulai berpola pikir seperti pria.
No comments:
Post a Comment