Showing posts with label Work. Show all posts
Showing posts with label Work. Show all posts

Tuesday, August 9, 2016

One Month One Direction (4): Manado

Tadi malam saya mendarat di Sam Ratulangi Airport. Cuaca menyambut pendaratan tidak terlalu bersahabat. Ini merupakan perjalanan saya kesekian kalinya untuk dinas kerja. Lumayan seru sebab saat ini saya dinasnya bareng senior-senior kuliah saya dulu. Senior yang sempat kerja di Belanda, senior waktu di tempat kerja yang lama, senior yang di instansi pemerintahan. Pas ngobrol dengan orang-orang sekitar, ternyata banyak alumni teknik kimia, bertebaran, rame juga.

(Pemandangan dari kamar hotel: Gunung, Laut dan Kota)

Tapi dasar cupu, saya memang tidak dilahirkan untuk bisa basa basi. Sering frustasi melihat tingkah  yang lebih sering menguap di antara riuhnya percakapan orang-orang di sekitar. Orang-orang terbahak-bahak, tapi ketika saya ikut-ikutan tertawa, rasanya tone nya kurang enak didengar, buahhaha. Fiuh, hidup di Divisi Business Development harusnya saya lebih pandai membawa diri. Heran, kenapa saya bisa berprofesi di bidang ini. Hahahah.

Friday, November 7, 2014

Grey Area..

Sudah hampir 4 tahun saya berkutat di bidang ini. Ada sedikit ruang yang membuat saya berpikir ulang lagi dan lagi tentang tujuan hidup saya ke depan. Apakah tahun depan saya akan tetap disini? Apakah tahun depan saya akan tahan untuk melakukan hal yang sama lagi tanpa mengetahui jelas kemana arah hidup saya? Ya, jujur saja, saya mulai kehilangan arah.

Dalam diam saya sering mempertanyakan semua yang saya alami. Well, saya bukanlah orang yang dapat membagi-bagi waktu saya dengan baik. Saat ini, yang ada dipikiran saya, hanya kerja kerja kerja. Tetapi bukanlah sebuah kepuasan yang saya rasakan. Saya bekerja tanpa paham kemana karir saya akan mengarah. Tidak ada peningkatan karir yang jelas di sini. Dan saya sering bertanya-tanya, apakah dengan 4 tahun saya di sini, saya memberi manfaat bagi orang-orang di sini? Entahlah. Dari sekian banyak proyek yang saya tangani, tidak ada yang benar-benar jadi. Apakah itu karena rencana berubah atau karena dihentikan untuk sementara atau karena ketidakjelasan yang menyita waktu saya dengan melakukan pola berulang, melakukan hal itu lagi dan lagi.

Terlempar ingatan saya pada suatu sore yang muram, setelah saya memborbardir sebuah perusahaan asing mengenai sebuah perhitungan yang detail, setelah sedikit terbantu oleh pihak asing ini (yang saya yakin rasanya yang diminta sudah melebihi batas dari yang diperjanjikan) dan sedikit memberikan kejelasan pada apa yang kami butuhkan, klien saya berkata bahwa mereka tertarik menggunakan teknologi lain dari yang ditawarkan dan bisa jadi tak lagi berniat menggunakan teknologi dari pihak asing itu. D**n!! Again!! I have been through this path before, and still with the same client.

Wednesday, October 15, 2014

Random Note: Sad but Happy

Yeeaaayy, akhirnya balasan email dari Houston datang juga. Isinya bukanlah sesuatu yang menyenangkan tetapi sebuah penolakan. Tetapi saya tetap senang dengan kondisi ini. Karena akhirnya mereka mengungkapkan apa yang mereka rasakan.

PS: It is better to know what they feel rather than stay in quiet moment

Thursday, September 25, 2014

Cungkiii, See You Soon My Friend

"Cung, lu udah dengar?"
"Apaan?"
"Gue disuruh masuk tanggal 7 Oktober ini."
"Yaah cuungkii, Sumpah luuu? Cepet amat sih?"

Itu yang dikatakan sahabat seperjuangan saya di kantor. Oke, saya belum siap (inhale, exhale). Saya siapnya dia pindah bulan Februari tahun depan, bukan Oktober tahun ini, yang berarti satu minggu lagi (guling-guling di trotoar). Ikut senang tapi juga sedih. Mendoakan yang terbaik tetapi setengah tidak rela melepas. Hahaha, sindrom perpisahan yang tidak bisa terelakkan.

Hampir empat tahun  bersama-sama membuat dia jadi bagian penting dalam hidup saya yang tidak bisa saya pisahkan. Pokoknya kalau masuk kantor, saya pasti akan lihat dia duduk di mejanya sambil mengunyah (ya tempe, ya tahu, ya mie ayam, ya nasi kuning dan semua jenis makanan yang dia temui di jalan) atau memakai jilbab yang lagi-lagi berwarna sama dengan saya. Kalau bercerita sama sekali tidak bisa saya tertawakan karena kurang pandainya dia bercerita, tetapi rasa frustasi dan ekspresinya lah yang membuat saya terbahak-bahak. Atau niat dietnya yang hanya bertahan sehari dua hari namun terhapuskan  seketika dengan semua makanan yang tersedia di kantor.

Paling aktif kalau sudah membicarakan makanan, meskipun sedang diet. Paling cekatan menghabisi kepiting atau ceker. Sparing partner saya untuk makan semua makanan hingga habis tak bersisa, bahkan untuk menghabisi semangkok mie ayam basi karena tidak mau rugi.

Teman diskusi pekerjaan kalau saya sudah mencapai titik nadir. Sering satu tim pada masa-masa awal saya bekerja membuat semua percakapan kami lebih hidup karena sama-sama mengalami. Paling sering memberi masukan kalau saya sudah jalan di tempat atau sudah mulai jerawatan memikirkan pekerjaan. Sering sekali saya memaparkan isi hati saya, sampai dia bosan mendengarnya. Berkat sifatnya yang jarang mengeluh dan selalu ceria itulah yang terkadang memacu saya untuk pantang menyerah dan terus berusaha.

Pokoknya saya sama sekali belum bisa membayangkan kalau di kantor tidak ada dia. Saya tabah kok, sungguh, tapi nanti sepiii. Sekarang saya belum nangis, tetapi nanti saya akan nangis. Lihat aja. Pokoknya, kalau lu ada niat jalan, ajak gue yaaa. Terlepas dari saran lu untuk solo backpacker supaya segera mendapat tambatan hati.

Cungkii, gue pasti bakal kangen banget sama luuu, ditambah lagi, lu akan pindah ke pojok barat Jawa sana.

Monday, September 8, 2014

What am I working?

Learning from the draft or any published information. Compiling with my case and adjusting to the right term. Somehow, I don't know what I am doing right now. Is it right? I don't know. It is so frightening when you should draft about something that you are not an expert on it.

People say, you will learn by doing. It just puts me in uncomfortable area. Should learn about the Contract, should I become a Contract Engineer. Hellowww, I am an engineer. Fine, if I work in specific area, but what if I should put my shoes in every aspect. Lately, I act as a Cost Engineer as well as a Process Engineer as well as a Contract Engineer as well as an Environmental Engineer as well as a Project Engineer. Who am I? I am not focusing on one area. It is good but also bad. Maybe, I can call myself as the Project Manager. Hell yeah!! It seems to be like that.
 

Wednesday, June 25, 2014

Best Time on Yogyakarta

Pukul 3 sore lewat 45 menit. Rabu sore yang mendung.
Malam nanti akan berkunjung ke salah satu mall terbesar di Indonesia untuk menyaksikan penampilan salah satu sahabat sekaligus teman sekantor saya di konser sebuah musik. Siapkan diri untuk terbangun dan menikmati acara.

Sudah hampir 3 bulan tidak mencorat-coret dunia maya. Sayang sekali, blog ini ibarat rumah yang jarang dihuni, dibersihkan dan diberi perlengkapan baru. Perkembangan yang terjadi dalam hidup saya, well, murni tentang karir. Still didn't have some kind of romance story. Kenapa?? Hahahha, sedang tidak ada saja. Tuhan sedang meminta saya fokus dengan dunia karir, itu kilah saya selalu.

Seminggu yang lalu, saya menjadi Speaker di sebuah acara bergengsi di Indonesia bagi Industri Perpipaan. Target saya untuk menjadi seorang Key Note Speaker di tahun 2018, dapat diwujudkan pada tahun 2014. Lebih cepat 4 tahun dari target. Yeyeyye, loncat-loncat pakai trampolin. Mengutip dari kata bos saya menghadapi keadaan seperti ini adalah Ngeri-ngeri Sedap. 

Saturday, March 22, 2014

Korean Visit: between work and fun (DAY 1)

It has been a long time since I wrote my last blog. With the new story of traveling. And I just forgot to finish my writing about China and the last vacation I had, Thailand. And here I am now, sitting in front of my laptop in South Korea, alone in my journey. Never think to be like this, but it is, alone. So, I should find my way to have a great visit to this country. Not only about my work, but I should explore it. 7 days should be enough.

Switch to bahasa by the way.

DAY (-) 14 to DAY (-) 1| Preparing but not really preparing

Awalnya, saya ada rencana dengan teman kuliah untuk pergi ke Makassar dengan salah satu pesawat komersial, tapi karena suatu alasan kepailitan, kami gagal berangkat. Namun, Tuhan punya rencana lain, saya diikutseratakan dalam salah satu Konferensi Gas Dunia di Negeri Ginseng, Gastech 2014. Yuhuu.
In fact, saya bukanlah orang yang sangat-sangat preparing untuk melakukan perjalanan, kecuali itu adalah mandatori yang harus dipenuhi. Saya tak terlalu menyukai administrasi, tapi saya tahu itu harus dilalui. Jadi, apa yang saya persiapkan sebelum ke Negara Ginseng ini? Ya, khusus administrasi saja. Hehe.

Berikut hal-hal yang administrasi yang dipersiapkan jauh-jauh hari untuk berangkat ke Korea:

Monday, September 30, 2013

13th: Perjalalan ke Negeri Tirai Bambu (Part 1)

Helloo, woorrllldd!! Long time without any news about happy-happy. Berapa kali kalau saya kilas balik, yang sedih syahdu selalu. Malesin yak. Hehehe.

Memang sudah lamaaa sekali rasanya saya tidak menceritakan pengalaman traveling saya. Perjalanan terakhir dengan ongkos backpacker yang saya lakukan itu, lebih kurang tepat 2 tahun yang lalu. Sudah lama sekali yaa. Naah, sekarang saya mau pemanasan lagi aah, cerita ceriti mengenai pengalaman heng out ke Negeri Tirai Bambu.

Namanya juga anak-anak kampung yang tiba-tiba dapat kabar untuk ditugaskan untuk berkunjung ke Cina.  Jelas lah saya bahagia tralalala. Dapat kesempatan gratis-tis berkunjung ke sana dengan alibi melihat perkembangan kilang LNG Mini. Hehehe, saya beneran kerja kok disana, nyambi lihat-lihat dunia luar. Asoiii.

Ada banyak lokasi yang saya kunjungi saat itu, dimulai dari Timur nya Cina hingga ke Barat Lautnya. Dari Shanghai hingga ke Mongolia. Berbagai macam bangunan, kebudayaan, dan perbedaan sudut pandang saya lihat di sana. Mulai dari ketinggalan pasmina, koper dibongkar sampai kehilangan sekotak jarum pentul.

1. Hangzhou, Kota Paling Romantis di Cina
Perjalanan dengan lama penerbangan total 6 jam akhirnya berakhir juga. Dengan membawa satu tas punggung, saya bersama dengan penumpang lain berbaris di konter imigrasi yang panjang mengular. Namanya baru pertama keluar dari regional Asia Tenggara, saya masih nyambi celingak celinguk melihat manusia-manusia yang sibuk sendiri mengisi lembar kedatangan.

Sampai disana, saya bukannya berselonjor di kasur, tapi langsung berganti baju dengan pakaian formal demi melanjutkan kunjungan ke salah satu kontraktor yang ada di Cina, tanpa mandi tentunya pemirsa. Buahahha. Perjalanan tersebut ditujukan ke sebuah kota yang memakan waktu 3 jam dengan kendaraan darat. Yap, 6 jam di udara plus 3 jam di darat tidak menyurutkan niat kami untuk dinas. Luar biasaa. "Mau gimana lagi yaa?" hehe.

Setelah haha hihi dengan si kontraktor, plus makan siang, plus kunjungan ke sebuah workshop, akhirnya acara tersebut rampung jam 5 sore. Kita pun melakukan perjalanan selama 1.5 jam menuju pusat kota Hangzhou. Benar sekali, tepat di Pusat Kota itulah Hotel saya berada. Syukuuur deeh, saya jalannya atas nama kantor. Kalo nggak manalah kuat hidup dengan biaya mahal begitu. Huahahaha.

Tempatnya luar biasa. Sangat teratur dan tersusun rapi. Ada berbagai macam moda transportasi di sana. Karena saya dan teman menggunakan jilbab, jelaslah kadang-kadang kita menjadi center of attention. Beda sendiri dari orang-orang yang berpakaian minim. Masalah komunikasi, parah banget. Jaraaang banget penduduk setempat yang mau diajak berkomunikasi dengan Bahasa Inggris, ujung-ujungnya kami berlaga menggunakan bahasa rimba.

Perasaan asing yang seru itu muncul saat saya dan teman saya berencana melakukan perjalanan singkat sore itu. Melihat-lihat danau yang katanya menjadi pusat wisata di daerah itu. Kata mereka, hanya memakan waktu 10 menit dari lokasi hotel yang kami tempati. Dasar oneng dan nggak tahu arah, plus sinyal tak punya, karena saya nggak langsung membeli nomor setempat, jadilah kita melakukan perjalanan dengan meraba-raba. Jalan saja kemana kaki melangkah. Walhasil, hari itu kami sama sekali tidak menemukan lokasi danau yang dicari, tetapi malah sampai ke sebuah lokasi lain yang juga dipenuhi penduduk setempat yang sedang bersantai.

Kiri kanan jalan disuguhi etalase mobil-mobil dengan merek terkenal. Mulai dari Porsche, Ferrari, BWM, sampai mobil lokal Cina yang tidak kalah mutakhirnya. Gedung-gedungnya juga tinggi dengan jalan setapak yang aman untuk pejalan kaki. Bahkan disediakan juga terowongan untuk melakukan penyebrangan dari bawah tanah. Tapi sayang sungguh disayang, kalau kalian berusaha bertanya, mereka akan menatap kalian aneh. Heloooo!!! Berasa jadi salah tingkah deeh. Kadang-kadang bertanya dalam hati, mereka nggak ngerti atau mereka nggak mau tahu, atau mereka merasa aneh dengan kain yang menutup kepala kami ini. Hahaha, whatever lah. Mengpa kami mencoba bertanya, karena melihat tanda dijalan tak membatu. "Waah ini ada Danaunya, tapi cara lihat petanya gimana ya? Ini posisi kita dimana sih? Trus arahnya mesti kemana?" begitulah percakapan bodoh dengan teman saya, sambil tertawa. Menertawakan kenyatan kocak ini.

Tapi tak masalah. Tempatnya oke punya kok. Tempat yang salah tuju tadi. Setengah jam saja kami habiskan dengan berpose di sana. Berhubung hari sudah mulai menghitam.


Esok harinya, barulah kami sempat berkunjung ke Danau West Lake ini. Malamnya juga ding. Berjalan-jalan sebentar setelah ditraktir makan malam di restoran Italia setempat. Begah lah perut pokoknya. Porsinya bejibun. Hoek dah buat perut orang Indonesia. Hahahha. Tempatnya memang luaaaar biasa indah kalau dilihat pada pagi hari. Udara di danau sangat segar, makin segar lagi, saat kami kunjungi sedang hujan deras nan lebat.

Waktu itu, saya dan teman saya jalan sama dua orang rekan seperjalanan lain. Heboh lah, heboh masing-masing maksudnya. Hehehe. Semua spot didatangi, karena memang bener-bener indah, bersih dan sejuk. Semua tempat disusun detail dan terlihat sekali perawatannnya. Katanya si pemandu kami, seenak jidat ngangkat orang jadi pemandu, Hangzhou merupakan kota paling romantis se Cina, banyak orang memilih lokasi ini untuk menghabiskan waktu berbulan madu. Beruntungnyaa sayaaa, nggak harus bulan madu dulu untuk bisa ke sini. Hahaha.

Bersambung...

Thursday, April 18, 2013

Project Management Overview

(Source: here)
Heyho, berikut penjelasan singkat tentang melakukan kerja.
Yayaya, dalam hidup, nggak kerjaan aja yang dipikirin. Supaya waktu nggak habis terbuang, maka susunlah strategi dalam melakukan pekerjaan. Biar pekerjaan jadi efisien. Tetapi tetap aja nggak bisa dipungkiri akan ada faktor eksternal dan internal yang akan mempengaruhi kinerja kerja kita. Internal, mungkin masih bisa diatasi, karena itu berhubungan dengan diri kita. Sementara bagaimana dengan eksternal? Nah, itu yang harus kita coba atasi dengan berusaha menerapkan kesamaan persepsi antara kedua belah pihak.

Baiklah, sekarang saya akan mereview sedikit kepada teman-teman sekalian, mengenai tahapan pekerjaan. Sehubungan dengan seringnya saya nyebur ke proyek (eitss, jangan bayangkan bahwa proyek saya adalah proyek pembangunan jalan raya atau kilang minyak. Beluum, saya masih proyek yang di depan-depannya. Proyek pembuatan kajian kelayakan), maka sedikit dan juga banyak, saya memahami prosedur yang sebaiknya dilalui oleh seorang pelaksana proyek dalam pekerjaannya.

Tidak mempengaruhi bahwa itu adalah proyek tahap kajian kelayakan, FEED ataupun EPC, tahapan dalam masing-masing fasa adalah tahapan berulang. Dan setiap fasa akan bisa dimasuki selama fasa sebelumnya sudah memenuhi standar yang dibutuhkan. Kalau bahasa bos saya, setiap fasa akan dihubungkan dengan pintu-pintu keputusan. Ketika pintu itu sudah dibuka untuk ke fasa berikutnya, there is no turning back (*asiiik).

Sunday, August 5, 2012

Sepenggal Kisah di Negeri Jiran

(Source: Trip to KL)

Ruangan itu cukup besar untuk didiami saya seorang. Cahaya emas temaram dari lampu-lampu menyinari ruangan, membentuk bayang-bayang memanjang di dinding kamar. Bunyi keriuahan kendaraan tidak terlalu terdengar dari lantai 31 itu. Ya, saya tenang di sana, memandangi lampu kendaraan yang menghiasi gelapnya jalan.

Malam itu, saya duduk sendiri memandangi tumpukan timeline dan schedule acara konferensi yang berserakan tak beraturan di meja panjang di depan saya. Sofa yang saya duduki cukup empuk, membuat posisi duduk saya merosok malas di sandaran. Duduk. Duduk dengan pikiran yang melayang-layang.

Friday, July 13, 2012

Saat Kerupuk menjadi Primadona

 (Tak ada Croissant, Kerupuk pun jadi)

Serpihannya bertebaran dimana-mana. Di meja, di lantai, di karpet. Bunyi kriuk kriuk tak karuan pun sering terdengar akhir-akhir ini. Dan saya, ketawa dulu, merupakan salah satu penyumbang suara terbanyak. 

Strukturnya (kerupuk.red) yang gurih, rasanya yang pas sekali di lidah Indonesia raya tercinta, menjadikan makanan ringan ini sebagai primadona di kantor saya. Teman di kala makan nasi, makan gado-gado, bahkan teman saat tidak melaksanakan apa-apa. Bengong memandangi keadaan luar dari jendela, sambil tangan sibuk mengambil kerupuk yang tergeletak tak berdaya di kotaknya, mulut yang mengunyah dengan gegap gempita, atau lidah yang berkoordinasi dengan gigi, memposisikan pada tempat yang eat catching. wkwkwkkw.

Kalau dalam pekerjaan saya, saya mengenal proses ekpansi LNG Plant, kalau di kehidupan baru-baru ini, saya mengenal proses ekspansi box kerupuk. Dari dua jadi satu, hanya dalam hitungan satu minggu. Dan ternyata dua box itu masih kurang, pemirsa. Entah siapa yang berkontribusi nyata terhadap kotak yang tertindas itu.

Monday, July 2, 2012

Preliminary Note -

Yubuuhuhuhu..
Esok saya sudah di Tanah Rencong.
Negeri paling ujung kiri Indonesia..
Hup hup hup, semangaaat!!!!

Wednesday, June 27, 2012

Mabok Perfectionist

(Source: here)


Mabok dan semua mendesak.
Gila banget
Semua minta diselesaikan
Semua menuntut
Oh Tuhaaaaan, tolong ridhai pekerjaan saya
Saat ini saya sedang deplesit sekali
Saya tidak bisa multitasking, tetapi ada 8 item pekerjaan yang berasal dari proyek berbeda yang diminta
Hoeks..Ujung-ujungnya kalau pulang saya langsung tepar dan nggak bisa mikir
Saya harus angsur segera, sebelum penugasan dinas ke kota di ujung sana

Ya Allaaaaah, sungguh saya tidak  bermalas-malasan
Tetapi kok kesan yang ditangkap begitu
Saya berusaha, tetapi kan saya butuh waktu untuk saya juga
Saya memang hanya bisa mengerjakan satu pekerjaan dalam satu waktu
Jangan harap saya akan menanggapi dengan seksama jika saya sedang tercebur di satu pekerjaan
Saya harus menuntaskannya hingga akhir, baru saya bisa move on

Mungkin ini dikategorikan mengeluh
Tetapi sungguh, saat ini saya sedang berada pada titik klimaks
Klimaks karena banyaknya
Klimaks karena tidak jelasnya
Klimaks karena saat ini butuh guideline
Hei, meski berusaha, ada titik titik dimana kita mencapai limit dan tak tahu harus berbuat apa
Karena ilmu masih terbatas

Arrggggghhhhhhhhhhhhhhhh...
Begini ni nasib jadi perfeksionis.. Mabok

Thursday, June 21, 2012

Intisari Itu..

(Source: here)

Mencoba mengorganisir adalah sesuatu hal yang sebaiknya dilakukan saat melakukan sebuah pekerjaan.
Mencoba menyampaikan dengan baik adalah sesuatu hal yang sebaiknya dipelajari dalam melakukan sebuah penyampaian
Mencoba mendistribusikan semua informasi kepada semua anggota adalah sesuatu yang sebaiknya diterapkan dalam sebuah team
Mencoba mengendalikan emosi adalah sesuatu yang sebaiknya dihayati dalam melakukan sebuah negosiasi
Mencoba mendengarkan adalah sesuatu yang sebaiknya diprioritaskan dalam menerima sebuah informasi dan pendapat orang lain
Mencoba menghargai adalah sesuatu yang sebaiknya dihiaskan dalam setiap pergaulan

Banyak hal yang saya pelajari dalam dunia pekerjaan yang saya lakukan
Saya memang tipikal yang mudah tersulut emosi
Saya memang tipikal yang hanya bisa fokus pada satu pekerjaan
Saya memang tipikal yang susah terkesan akan seseorang

Tapi sekarang saya tahu, dalam masa bekerja saya
Saya harus banyak belajar hal-hal yang berhubungan dengan manusia
Karena manusia itu unik, manusia itu berbeda-beda

Karakter Manusia itu Ada Banyak. Kita harus selalu, selalu belajar untuk memahami semua karakter itu
(DY - Wednesday night Office) 

Monday, June 11, 2012

Disemprot untuk Mengenal

(Source: here)

Lengkap sudah pembelajaran.. Dengan indahnya telepon itu berdering dan memperdengarkan semprotan emosi dari lokasi seberang. Saya belajar banyak hari ini, dari hasil semprotannya. Ada sebuah kalimat yang membuat saya yang awalnya ikut main semprot-semprotan jadi memutar arah keran emosi saya kearah yang berlawanan, mengecil.

Saya ingat bagaimana susahnya kami menembus lapisan ini. Dan tentu saja ini bukan sesuatu yang membanggakan ketika kita dinyatakan sebagai yang terburuk. Entah karena dia tidak mengakui kesalahan, entah karena dia begitu emosinya, atau entah apa memang kami yang salah, atau mungkin saya saja yang tidak becus menghandle semua ini.

Thursday, May 10, 2012

Catatan Acak

Saat ini saya belajar meloncat dari proyek yang satu ke proyek yang lain.
Belajar multitasking
Dan sekarang sedang mengumpulkan nyawa ke proyek berikutnya

Semangaaaat
Demi masa depan dan ilmu yang lebih baik

Catatan acak

Thursday, April 26, 2012

8th: Tanah Dewata (Final Part)

Saya sudah mulai eneg nulis, gara-gara digangguin sama anak-anak kantor ini. Sebenarnya banyaaaak sekali yang ingin saya ceritakan. Yang jelas hal yang saya ingat orang yang saya tanyai baik semua. Heran deh. Coba saya urut saja ya dalam poin-poin.
1. Sempat saya singgung di Part 3, mengenai keinginan saya bertanya pada Mr. Stephan. Waktu saya mengode-ngode bahwa saya akan ke sana dan bertanya padanya, malah dia yang datang ke saya dan menjelaskan. Itu tempat duduk dia cukup jauh dari posisi saya, dan dia kemari. Ya ampuuuun baiknyaaaa. Saya yang perlu, kok dia yang datang. Si Mr. Stephan sungguh tidak pelit ilmu. Dia mau berbagi dan kalau dilihat-lihat, cakep. Bwahahahah, saya tidak akan memungkirinya. Umurnya berapa sih, jabatan udah setinggi itu kok wajahnya masih imut gitu. Saya galakan mungkin dari dia. Hahaha. Waktu saya meminta fotonya, dia terbahak. "Oooh, of course," begitu katanya.

(Bersama Mr. Stephan)
 

8th: Tanah Dewata, Konferensi yang menyenangkan (Part 3 Tanah Dewata)

Saya sengaja membagi menjadi part-part. Sebab ada banyak yang ingin saya sampaikan dan harus sekarang. Kalau tidak sekarang, saya bisa lupa dan tidak mood lagi. Ini cerita tentang konferensi.

DAY ZERO|23 April 2012
Mencoba untuk membaca bahan dan bingung. Saya ke sini kan mau belajar. Kebetulan saya juga sangat kelelahan. Jadinya pukul 11:30 PM waktu setempat saya tertidur pulas. Untung kamarnya nyaman.

DAY ONE| 24 April 2012
Pagi
Menghabiskan banyak waktu untuk berdandan biar tak lagi dibilang anak-anak. Sehubungan dengan konferensi ini yang akan datang adalah bagian managerial, business development, president director, general manager, dan level sebangsanya, kami harus tidak terlihat kacangan, meski umur ilmu bisnis kami masih sebangsa ciki-cikian. Berbekal blazer baru dan perlengkapan perang seadanya, kami menghabiskan waktu satu jam. Bravo-bravo. Berkat dandan kami melewatkan sarapan. Walhasil perut keroncongan karena waktu sudah menunjukkan pukul 8 pagi. 

8th: Menginjakkan Kaki di Tanah Dewata (Part 2)

Ini adalah Part 2 dari perjalanan singkat saya ke Bali. Reli panjang saya ke Tanah Dewata tersebut akhirnya berakhir juga dengan keinginan ingin balik ke sana. Bukan karena tempatnya yang membuat saya ingin kembali, seperti yang banyak dikatakan orang-orang, bahwa Bali itu begitu indah dan tempat yang sangat cocok buat berwisata, bukan juga karena makanannya, tetapi karena saya mendapat banyak teman di sana. Saya suka suka sukaaaaa. Ternyata memang benar saya cinta berteman, dan pastinya dengan orang yang nyambung dengan saya. Hahaha. Btw, ini cerita sepertinya akan panjaaaaaang sekali.

Persiapan yang Dadakan (11,12, 20 April 2012)
Entah bagaimana ceritanya, saya dan partner kerja saya, Lia a.k.a Cungki, yang dijatahkan hanya mengikuti satu konferensi saja selama setahun, mendapat jack pot untuk mengikut satu konferensi lainnya, dan lucky-nya berdua. Jadilah kita melakukan persiapan dadakan. Pembagian tugas pun dilakukan dengan tak sadar. Lia mengatur untuk pendaftaran dan tiket pesawat, saya mengatur hotel dan segala budget untuk kegiatan selama di Bali.

Persiapan dadakan juga dilakukan dengan diri, seperti membeli blazer (wkwkwk, ngakak guling-guling). Memang lah wanita yaa, kalau berhubungan sama acara, mikirnya "sebaiknya saya memakai apa yaa?"  Selain itu, bwahhahaha, selama ini kami berpakaian masih layaknya anak kuliah. Belum terlihat profesional. Berhubung (ngakak lagi berkali-kali karena ini memang bodoh banget) selama ini, kami hanya berpakaian sangat santai, bahkan pas rapat pernah disangka anak KP. Doeng, tepok jidat.

Monday, April 23, 2012

8th: Menginjakkan Kaki di Tanah Dewata

Pesawat saya terbang malam..
Ditemani lampu-lampu temaram bandara yang mengantarkan pesawat yang saya tumpangi untuk terbang ke tanah dewata
Cuaca bersahabat juga
Dan kini saya menelungkup di sudut kamar memandangi layar
Mencoba menuangkan cerita yang saya simpan dan meminta untuk dikeluarkan
Namun, sepertinya sinyal tidak bersahabat
Jadi saya mau sedikit cerita yang paling saya ingat

Saya dan sahabat saya merasa sedikit asing
Kami yang berjilbab menjadi pemandangan aneh di lokasi tempat kami menginap saat ini
Most of them adalah wisatawan asing yang sedang bercakap-cakap di bar-bar sepanjang jalan
Dan kami, dua orang wanita berjilbab dipandangi aneh berjalan malam di tempat ini
Jadi ini sedikit menggantung dan menarik
Berhubung sinyal sangat menyedihkan, jadi saya benar-benar harus berhenti sekarang..

 -To be continued-

Efek setelah kembali ke Jakarta..
Saya mau ke Bali lagi, ikut konferensi lagi, menjalin networking lagi..
Senaaaaaannnnngg..
It was one of the best moment in my life. Alhamdulillaaaah..


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...