Showing posts with label Friend. Show all posts
Showing posts with label Friend. Show all posts

Sunday, January 31, 2016

One Month One Direction (2): Cilegon

Cilegon merupakan salah satu kota industri dengan hawa tipkal, panas menyengat. Kunjungan ke lokasi ini pun sebenarnya bukanlah kunjungan dengan tujuan wisata, melainkan kunjungan ke rumah sahabat sebelum saya beranjak dan kembali ke kampung halaman di Sumatera.

Pemandangan 3 jama silih berganti, dimulai dari hiruk pikuk terminal bus, jalan-jalan tak berpenghuni, perumahan padat hingga bumbungan asap bangunan-bangunan industri. Jalan yang dilalui adalah jalan-jalan gersang dengan tumbuhan merangas. Pepohonan hijau tetap menemani namun dedaunan telah berubah warna menjadi kelabu karena endapan udara kotor jalanan yang belum tersiram hujan.

Di akhir perjalanan, saya berhenti di sebuah persimpangan yang tak lagi saya ingat. Dari tempat berdiri, saya melihat mobil terios hitam berkecepatan sedang menghampiri dan disanalah teman cemen saya duduk di sisi kemudi dengan sendal jepit swallow yang dilepas sembarangan menjemput saya dengan gayanya. Aah, saya rindu dia, teman untuk bergosip dan bekerja.

Dia menjemput saya untuk singgah di rumahnya, yang notabenenya akan jadi tempat menginap saya selama 1 hari ini. Saya sangat senang bisa berkunjung dan dia dengan senang untuk dikunjungi. Jalur yang dilewati menuju rumahnya adalah jalur kota yang berpindah menjadi jalur perumahan. Suasana perumahannya sungguh asri, meskipun pada beberapa titik terlihat tumbuhan ilalang merambat dengan ganasnya. Rumahnya berada pada daerah dataran tinggi yang mendaki, bersisian dengan rumah-rumah lain yang menanjak hingga jalanan lain. Rumahnya asri dan tenang. Suasana paginya tak kalah dengan suasana pagi di daerah pegunungan, meskipun saya sama sekali tidak bangun pagi. Hahaha.

Pantai Anyer

Berkunjung ke Cilegon, sungguh sayang rasanya jika tak bertandang ke tempat lain. Jadilah kami memutuskan untuk ke Pantai Anyer di hari berikutnya. Pantai Anyer adalah salah satu pusat wisata yang banyak dikunjungi di daerah Cilegon, jadi tak heran ketika berada di sana, saya bertemu dengan banyak orang yang datang untuk sekedar berjalan-jalan di pasir pantai, bermain layang-layang atau sengaja datang berombongan sambil menghirup udara pantai. Karena saya hobi berburu spot bagus, jadi saya pun melakukan perburuan dalam beberapa kurun waktu. Obsesi mendapatkan objek artistik mulai merambat. Tetapi tetap saja, saya bukan orang yang fotogenik sehingga objek tanpa wajah saya lebih terlihat menarik dibandingkan adanya saya disana. Hahha.

"The most important trip you may take in life is meeting people halfway"
Henry Boye
(DY, February 2015)

Ringkasan Pengeluaran Wajib untuk acuan Traveler ke Cilegon dari Jakarta:
  1. Biaya Tiket Bus, Pulang Pergi Jakarta-Cilegon: 2 x 45.000 rupiah
  2. Biaya makan selama di Cilegon: 100.000 rupiah per orang per 2 hari 1 malam
  3. Biaya penginapan: 0 rupiah karena saya menumpang. Kalaupun menginap, mungkin sekitar 200.000 rupiah per malam.
Semoga Bermanfaat!!!



Thursday, September 25, 2014

Cungkiii, See You Soon My Friend

"Cung, lu udah dengar?"
"Apaan?"
"Gue disuruh masuk tanggal 7 Oktober ini."
"Yaah cuungkii, Sumpah luuu? Cepet amat sih?"

Itu yang dikatakan sahabat seperjuangan saya di kantor. Oke, saya belum siap (inhale, exhale). Saya siapnya dia pindah bulan Februari tahun depan, bukan Oktober tahun ini, yang berarti satu minggu lagi (guling-guling di trotoar). Ikut senang tapi juga sedih. Mendoakan yang terbaik tetapi setengah tidak rela melepas. Hahaha, sindrom perpisahan yang tidak bisa terelakkan.

Hampir empat tahun  bersama-sama membuat dia jadi bagian penting dalam hidup saya yang tidak bisa saya pisahkan. Pokoknya kalau masuk kantor, saya pasti akan lihat dia duduk di mejanya sambil mengunyah (ya tempe, ya tahu, ya mie ayam, ya nasi kuning dan semua jenis makanan yang dia temui di jalan) atau memakai jilbab yang lagi-lagi berwarna sama dengan saya. Kalau bercerita sama sekali tidak bisa saya tertawakan karena kurang pandainya dia bercerita, tetapi rasa frustasi dan ekspresinya lah yang membuat saya terbahak-bahak. Atau niat dietnya yang hanya bertahan sehari dua hari namun terhapuskan  seketika dengan semua makanan yang tersedia di kantor.

Paling aktif kalau sudah membicarakan makanan, meskipun sedang diet. Paling cekatan menghabisi kepiting atau ceker. Sparing partner saya untuk makan semua makanan hingga habis tak bersisa, bahkan untuk menghabisi semangkok mie ayam basi karena tidak mau rugi.

Teman diskusi pekerjaan kalau saya sudah mencapai titik nadir. Sering satu tim pada masa-masa awal saya bekerja membuat semua percakapan kami lebih hidup karena sama-sama mengalami. Paling sering memberi masukan kalau saya sudah jalan di tempat atau sudah mulai jerawatan memikirkan pekerjaan. Sering sekali saya memaparkan isi hati saya, sampai dia bosan mendengarnya. Berkat sifatnya yang jarang mengeluh dan selalu ceria itulah yang terkadang memacu saya untuk pantang menyerah dan terus berusaha.

Pokoknya saya sama sekali belum bisa membayangkan kalau di kantor tidak ada dia. Saya tabah kok, sungguh, tapi nanti sepiii. Sekarang saya belum nangis, tetapi nanti saya akan nangis. Lihat aja. Pokoknya, kalau lu ada niat jalan, ajak gue yaaa. Terlepas dari saran lu untuk solo backpacker supaya segera mendapat tambatan hati.

Cungkii, gue pasti bakal kangen banget sama luuu, ditambah lagi, lu akan pindah ke pojok barat Jawa sana.

Sunday, November 3, 2013

Friend of Fren

"Mbak, kapan pulang?"
"Mbak ada di kosan?"
"Mbak, mau kemana hari ini?"

Itulah, bbm yang selalu kukirimkan kepadanya, jika rasa bosanku membumbung tinggi
Aku tak terlalu paham dengan jenis pertemanan yang terjadi di antara kami
Walaupun kadang dia membuatku kesal dan merasa sulit untuk memujiku,
Well, sebenarnya aku juga sering membuatanya kesal, kami memang sulit terlihat mesra sebagai teman. Memikirkannya saja sudah membuatku mual. Yang ada adalah perang argumen dan tak mau kalah yang diiringi dengan dada yang naik turun, nada suara yang tinggi dan berakhir dengan tawa terpingkal-pingkal
Tetapi yang kutahu dia selalu ada untukku
Untuk hal yang rasanya akan membuang waktu jika dia telaah dengan baik
Sama sekali tak ada untungnya baginya

Aku akan merengek-rengek kepadanya melaporkan bahwa charger laptopku rusak
Dan dia, pasti akan memarahiku, karena sudah merusak barang tersebut
Tidak sekali dua kali aku merusaknya
Sudah kurusak benda itu hingga kali ke empat
Sampai dia murka dan lelah lagi-lagi untuk menemaniku membeli benda yang sama
Meski marah dan terlihat terganggu, aku tahu dari sorot matanya bahwa dia terlihat geli

Aku akan datang kepadanya berlagak bak tamu tak diundang
Dan menggelinding di kamarnya sambil merecokinya
Tak bosan aku ke kamarnya, padahal 8 jam sebelumnya kami berada di kantor yang sama dan duduk bersebelahan
Ya, aku yang sering ke kamarnya. Dia hanya ke kamarku, jika benar-benar dalam kondisi darurat atau sedang menyeprot nyamuk

Aku akan selalu menjadi si tukang protes menyebalkan ketika duduk di bangku menumpang dan melihat temperamennya ketika berkendaraan
Atau dengan semangat memaksanya mendandaniku ketika aku harus pergi ke pesta
Dia sangat paham jenis makanan apa yang kusukai
Memesankannya dengan dosis yang tepat
Berbalik jengkel ketika aku menyebarkan aura menyebalkan
Atau merasa berat mengakui bahwa dia sedikit sedih waktu aku bertanya padanya jika aku mengambil tawaran pekerjaan yang sempat ku dapatkan kemaren
"Hmmm, sedih juga sih. Tapi gapapalah, mungkin kalau kau nggak ada. Aku jadi pendiam"
Pernyataannya membuatku terpingkal-pingkal. Seolah-olah, akulah penyebab dia menjadi cerewet seperti sekarang

Yang jelas, yang kutahu
Dia selalu ada untukku dan aku akan berusaha begitu juga
Dia bertindak seperti seorang kakak, walau kutahu akan sulit baginya unuk mengakui
Seperti diriku, tidak ada pengakuan dalam bentuk kasih sayang secara lisan
Hal itu hanya akan menyebabkan kami berakting tercekik dan terserang mual
Dia akan menghalau kelakuanku, jika saja aku mencoba menggodanya
Wajahnya berjengit ngeri memandangku. Tentu saja, aku akan meneruskannya sambil terbahak-bahak

Untuk itu aku menuliskannya disini
Karena sebelum ini, aku baru saja mengiriminya bbm
Bosan di kamar dengan kekosongan

Kadang, kita menemukan keluarga ketika jauh dari keluarga itu sendiri
(November 3, 2013)

Monday, February 4, 2013

Changing!!!

Hem hem hem, ternyata waktu berdetak cepat banget.
Banyak hal yang saya lalui selama hampir sebulan ini. Mau itu perubahan cuaca, perubahan teman-teman maupun perubahan hati saya sendiri.

Mau ceritaaaa panjang lebar, tetapi waktu saya hanya setengah jam saja pemirsa, karena saya sudah mulai menerapkan efektifitas kerja. Jam 9 teng, harus fokus!!!

Well, for top of the record, teman saya Cungki Marungki sudah menikah sekarang. Nggak terasa aja sudah dua tahun berlalu sejak pertemuan kami pertama kali, dan sekarang dia sudah memasuki tahap selanjutnya dalam siklus hidup manusia. Well, ini adalah pasangan yang berhasil di tim backpackeran kami. Selamaaaat. Sayang anak backpacker cuma seuprit, dan tiba-tiba nama tim kami adalah Tim Index Backpacker. Ngarang abis ni si bapak MC.

 (Cungki's Wedding dan Teman Sekantor)

Tuesday, November 13, 2012

11th: From Jakarta to Karanganyar (Wedding Session)

(Source: here)

Thursday, Hectic Day..
Pekerjaan menumpuk tidak menyurutkan tekad bulat kami (baca: saya dan teman sekantor yang juga sahabat saya sejak zaman batu, *menggenggamkan tangan dengan pandangan menyipit) untuk segera terbang ke Solo. Sebenarnya tujuan utama bukanlah kota Solo, tetapi Karanganyar. Tempat resminya sahabat saya "Ayu", mengakhiri masa lajangnya.

Memang persiapan yang kami lakukan tidaklah begitu matang, karena satu-satunya yang sempat kami pikirkan adalah tiket pesawat promo ke sana yang itu pun diinfokan Ayu dan menjahit baju seragam yang jahitnya pun mepet. Dengan meninggalkan pekerjaan dengan catatan sudah dihand-over dengan member yang lain, kami pun melenggang ke bandara, menenteng satu travel bag dan oh meen tas punggung saya yang entah bagaiman tiba-tiba putus saat saya akan terbang. Bagus-bagus, terpaksa saya melakukan jalan keluar dengan penusukan jarum pentul pada titik-titik yang diperlukan. Hahaha, ketawa ngakak dulu.

Sunday, July 8, 2012

Bila Hati Bicara

(Source: here)

Sebenarnya saya sudah dalam posisi tengkurap menuju pingsan. Tetapi sebuah bbm membuyarkan bayangan saya untuk memejamkan mata. Sebuah pesan bertubi-tubi memenuhi layar bb. Dalam masa-masa seperti ini dan malam-malam begini, apa lagi yang akan dibahas, selain masalah merah jingga itu. Masalah yang kadang-kadang juga menjebak saya untuk terjebak dalam gejolak emosi luar biasa. Wkwkwkkw.

Intinya sahabat saya sangat butuh pelampiasan. Biasanya, dahulu, kita sering duduk-duduk sambil gelendotan di kasur (saya bingung ngebayangin posisinya ini gimana. Au ah gelap), bercerita tentang hal-hal serupa. Kalau bukan dia yang bercerita, ya saya. Dan dengan melihat bbm yang bertubi-tubi itu, saya bisa menganalisa (kebetulan saya itu konsultan pemirsa,, hwhaha) dan tahu dia sedang emosi luar biasa. Pas saya baca apa yang dia kesalkan, bagi saya, yaaa masalah tipikal laah.

Masalah yang kalau ditilik secara logika, bisa dikatakan "Nggak Penting Banget", namun kalau pakai hati akan menjadi masalah yang menguras emosi luar biasa. Yaa, seperti tukang becak yang disuruh ngebecakin sapi gendut sebanyak tiga ekor. Ahahah, nggak penting banget. Tapi ya begitulah, namanya juga merah jingga. Segumpal aja di rongga kiri dada, tapi kita bisa terombang-ambing dengan perasaan yang ditimbulkan dari sana.

Friday, May 18, 2012

Menu Hari Ini

(Source: here)

Pagi yang cerah, saat saya masih menggelindingkan tubuh dari sisi yang satu dan sisi yang lainnya. Menelentang menatap langit-langit kamar yang dicat putih, saya teringat dengan seorang teman. Lalu mengambil bb, mengetikkan pesan dan menanyakan dimana posisinya. 

Dia malah mengajak saya untuk pergi ke pasar, "Aku mau bikin sop, Din.". Saya bilang "Oke" dan mau mandi dulu. Dia bilang nggak usah, nanti juga keringatan. Saya bilang mau mandi dulu pokoknya. Dan akhirnya saya mandi. Hahhaa. Selepas mandi dan berpakaian, dia memburu saya lagi. Hiaaaat, katanya mau nungguin 15 menit, ini belum 15 menit udah gedor-gedor pintu. Saya kan harus tampil fresh kemanapun melangkah, hahahha.

Thursday, May 17, 2012

Finding My Self

(Source: here)

Saya merasa canggung malam ini
Serasa ada lubang kosong yang menganga, menyedot semua kemampuan saya
Lubang itu rasanya besar, memaksa saya untuk menambal lubang dengan potongan kisah yang saya coba rangkum di kepala, memasukkannya dengan paksa
Berharap lubang itu tak lagi memiliki ukuran yang sama, berharap lebih kecil

Saya duduk dalam diam di ruangan ini, ruangan tempat saya berteduh di kala malam datang menyapa
Di ruangan itu hanya ada saya seorang yang ditemani bunyi tuts yang dihentak jari jemari dan derak kipas yang berputar mencoba mengusir panas yang terperangkap
Pikiran saya menggembara kemana-mana setelah pertemuan dengan teman lama
Biasalah, wanita, butuh didengar, butuh diperhatikan, butuh dimengerti

Monday, April 16, 2012

Happy For You, My Dear Friend

(Source: here)
My friend told me about something
Then I felt excited to hear her story
I am happy for you, my dear friend
Hope Allah always bless your way
Amiiin

When I heard her story, suddenly I wanna jump
Jump and jump and laugh and laugh
Feel the happiness through in my soul
Yeyyy.. you know. Like there is a butterfly in my stomach or a soda in my heart
I am really really happy
Hope you always have a good story my dear friend
You are definitely worth it

Friday, April 6, 2012

Known Your Surrounding

 (Source: here)

Pernah dengarkan bahwa manusia adalah makhluk sosial? Bahwa pada dasarnya, seberapa kuatnya kita menyangkal bahwa kita bisa hidup sendiri, kita tak akan bisa hidup tanpa orang lain. Saya sudah menyadarinya sedari dulu, namun terkadang bersifat acuh dan tak perduli dengan keadaan sekeliling saya.

Saya sudah menempati kosan saya yang sekarang, hampir mencapai 5 bulan. Tapi kalau ada yang bertanya kepada saya, siapa saja yang saya kenal di tempat ini, yang jumlah kamarnya hingga 25 kamar, maka saya hanya bisa bilang tak lebih dari seperlimanya saya kenal penghuni kosan ini. Ironis sekali.

Thursday, March 15, 2012

Lulur Bali #Eaaaa.. Doeng banget

(Source: here)

Ini salah satu cerita lucu yang saya alami kemaren. Sebenarnya saya di sini hanya peran pembantu yang tiba-tiba tersedot dalam drama mereka. Tapi drama ini diciptakan oleh pihak pria. Eaaaa...Saya pernah cerita tentang seorang mantan pacar teman yang menghubungi saya dan tiba-tiba jadi sok perhatian. Ternyata dia ngejar banget buat tahu nomor teman saya yang mantannya itu.

Thursday, March 1, 2012

Sensitive lah.. Terkadang Itu Perlu

(Source: here)
Selesai dengan permasalahan saya. Saya harus anggap masalah kemaren itu sudah berakhir. Harus!! Life Must Go On!!

Saya mulai memandangi orang-orang di sekitar saya. Mencoba mengamati tingkah laku mereka, kebiasaan mereka, atau kesibukan mereka. Duduk di ruangan yang berukuran 3.6 m x 5.4 m membuat interaksi saya dengan yang lain lebih gampang. Dan saya lebih mudah mengamati ekspresi mereka, sedih kah, bete kah, senang kah, atau mesem-mesem malu malu di sudut meja mereka, mudah saya lihat.

Mereduksi Uncertainty

(Source: here)
Optional

Hujan turun dengan deras tadi pagi
Hujan yang menjadi buah pikiran teman saya yang sedang bersemedi di kamar saya, mengenai bagaimana dia akan menuju tempat wawancaranya, menggunakan taksi kah? ojek kah? atau bajaj kah?
Lantas saya bilang, "Yah kalau saya urusan melamar pekerjaan, opsi taksi jadi pilihan. Biarlah mahal sedikit, asal sampai pada tujuan tanpa basah dan tidak terlambat."

Sunday, February 26, 2012

Newby kedua - Vie for B

(Source: here)

Welcome neeeng Vie..(Vie for B)
Hadooh makin rame aja ni yang jadi blogger di kantor saya. 4 dari 5 pekerja sudah punya blog sekarang (nari-nari juga). Mbak, kamu nggak bikin kata pengantar ngata-ngatain saya di blog ini?
Gara-gara baca blog saya yaaa *Mulai rada blegong, kepedean orang ngikut

Welcome to the blog world..
You just need to explore your ability in this exciting world..
Menulis menulis menulis
Semangat Semangat

Saturday, February 25, 2012

Newby - Gado-Gado

(Source: here)

Selamat Datang Buat Gado-Gado..
Di dunia maya ini..
Semoga isi tulisan lu, enggak makanana melulu
Ataupun Technical Writing melulu
Jadi.. Selamat Datang Cungkii (nama sapaan yang dipertanyakan banyak orang, kenapa juga gw ngejelasin di sini, coba??)..

Semoga lu menjadi makhluk punah.. Dan jadilah Follower gw
Baru ada dua tu, dikit amat dua biji follower gw.. Bwakakakak

Sunday, February 19, 2012

Minggu Mendung

Pagi ini hujan turun di Jakarta. Menuangkan titik-titik air yang jatuh bersama menabrak jalan, pohon-pohon, atau manusia yang berjalan di bawahnya. Mungkin saja air yang turun itu merepresentasikan kisah dari manusia-manusia yang tinggal di sini. Menuangkan banyak kisah yang tak terungkap. Setidaknya, begitulah menurut saya yang samar-samar mendengar hujan tersebut menghantam teras batu di luar rumah.

Saturday, February 4, 2012

Tingkat 8

(Sumber: di sini)

Siang ini saya berkunjung ke kamar seorang teman. Bersenda gurau dan mendengarkan kisah cintanya. Kisah redundan yang sering saya dengar dari televisi atau roman picisan. Dia bercerita melompat dari satu titik ke titik lain. Tapi selalu kembali ke titik yang sama, tentang pria yang disukainya.

Mungkin dia akan marah jika saya menjabarkannya di sini. Sempat saya tanya "Bolehkah aku menuliskan kisah cintamu di blogku?" Dia langsung berteriak "Jangan-jangan Dina. Aku maluu." Saya rasa tidak juga berdosa saya menulisnya, toh saya tak menuliskan nama dan alamat lengkapnya. Cukup ceritanya saja tentang dia dan pujaannya.

Entah mengapa, apakah itu yang dikatakan cinta. Jika dia bercerita tentang pria itu, dia selalu melakukan tingkah polah aneh. Aneh bagi saya tapi normal baginya. Aaah, cinta. Memang tak ada habisnya. Saat ini, saya tak berniat menceritakan tentang kisah cinta mereka. Tidak, saya tak terlalu tahu tentang itu. Hanya sepotong-sepotong cerita yang saya coba rangkum di kepala saya, atau sebuah cerita lengkap yang rasanya tidak bijaksana saya ceritakan. Itu rahasianya yang dia percayakan kepada saya. Temannya untuk bercerita.

Dia duduk di depan saya. Saya yang sedang menggenggam mug berisi air putih yang disodorkannya, bersandar santai di salah satu dinding kamar. Saya diam, saya mengamati, saya tertawa melihat tingkah polahnya. Kembali seperti seorang anak yang terlihat ceria. Di sana dia bercerita, jikalau pria nya menyapa setelah sekian lama. Menanyakan sebuah pertanyaan retorikal sederhana dalam satu baris saja. Dan di sana dia duduk, memperlihatkan kepada saya suatu reaksi senang yang tersimpan malu. Pipinya yang sedikit tembem langsung memperlihatkan semburat merah. Ya, warna itu sedikit mendominasi wajahnya. Dia menjawabnya, dan si pria pun kembali membalas dengan rentang waktu yang cukup lama. Waktu akan terasa begitu lama, jika engkau terlalu mengharapkan sesuatu. Bingung akan balasan membuatnya berpikir tidak rasional. Rasa rindunya yang membuncah membuatnya mengetikkan dua buah kalimat singkat yang menggambarkan perasaannya selama ini. Tapi pesan itu tak kunjung dia kirim. Dia takut akan ketidak jelasan atau bahkan respon negatif dari seberang.

Dan kembali, dia duduk di depan saya. Bercerita yang memamerkan perasaan yang bingung untuk diungkapkan. Malu, senang, bingung membaur menjadi satu. "Matii, pesan itu terkirim. Tak sengaja aku menindihnya ketika tidur." Benar saja, dia tak sengaja mengirimkan sebuah pesan rahasia yang tersimpan di dalam telepon selulernya, yang langsung dengan kejam membeberkan rahasia hatinya selama beberapa bulan ini.

Kecepatan tangannya melihat telepon seluler, berulang-ulang terlihat dengan jelas. Keraguan dan wajah was-was dia perlihatkan. Apakah dia akan membalas atau tidak? Berulang-ulang dia berbicara pada diri sendiri, berdiskusi pada hati apa dia matikan saja telepon itu. Memutus hubungan dengan dunia luar. Tapi kembali dia ragu, menguatkan diri "Nggak boleh. Nanti ada yang penting."

Sebegitu hebatnya perasaan manusia terhadap manusia lain. Membolak balikkan logika dan naluri. Rasa suka juga dibarengi dengan beban, beban untuk kekhawatiran, beban untuk kebimbangan, beban untuk ketidakpastian. Begitu yang saya lihat dari kisahnya. Dia kembali melihat dan melakukan kesalahan. "Ohh, ini kenapa ya? Ada hubungannya nggak ya? Aduh aduh,' ucapnya lirih dalam kebingungan. Dan hei, apakah rasa itu juga disertai dengan beban kebingungan?

Ah, entahlah. Ini hanya sepenggal kisah anak manusia tentang virus merah jingga. Masih ada lagi banyak kisah yang saya simpan dan meminta untuk diceritakan. Saya suka bercerita tentang mereka, tentang teman saya. Tentang kisahnya yang unik. Karena manusia mempunyai kisahnya masing-masing.

"Aku rindu kamu. Rindu Tingkat 8"
(Sebuah sms yang tak sengaja terkirim. Ruang rindu seorang teman)

Thursday, August 11, 2011

T-Backpackers

Iseng-iseng punya cerita.

Saat ini ada sebuah klub backpacker baru. Klub ini diketuai oleh Mbak Anti (penunjukan sepihak). Belum resmi sih. Ini pun baru sekedar chit chat sederhana di blackberry messanger (bbm). Dan nama perkumpulan ini juga baru dibuat sebagai nama group di bbm saja, sementara teman kita yang menggunakan tipe telepon selular berbeda pun belum tahu ini.

Grup ini juga baru mengadakan satu perjalanan, ke Pulau Tidung. Dan itu adalah awal kita berkenalan satu sama lain. Untuk saat ini, isinya adalah anak-anak yang sudah bekerja (apa masih pantas dibilang anak-anak ya?). Saat ini, grup berencana untuk melakukan perjalanan kedua yaitu ke Ujung Kulon. Yippiiieeee. Semoga bisa dapat yang murah, secara kita cuma backpackeran modal dengkul. Hehehe.

Saya sih berharap, grup ini akan tetap ada meski BB bu ketua dicuri orang (tidak nyambung sama sekali, sungguh). Memang nggak tahu kapan musibah datang. Hari kedua grup dibentuk, bu ketua malah kecurian. Yang jelas, yang saya tahu saat ini orang yang bergabung disini adalah orang-orang yang asik versi saya. Semuanya friendly dan nggak mengelompok. Semua sama, semua teman. Like you all. T backpackers... >.<

Thursday, November 11, 2010

4 Tahun Bersama

Seminggu yang lalu saya sama teman-teman foto-foto bareng. Dengan semangat empat lima datang ke Jonas. Kami emang sering ngumpul, tapi jarang banget yang ngumpul buat foto ke Studio foto pula. Kami udah 4 tahun bareng di asrama dan menghabiskan hari demi hari bersama (nggak segitu juga sih). Nah, tipe fotonya ada 3. Ini saya masukin hasil fotonya buat cuci mata. Mana tau ada yang lagi sepet atau mau cari jodoh. Hohoho


1. Foto dengan JAHIM (Jaket Himpunan masing-masing).
Posisi kiri-kanan: (Saya, Liza, Anne, Tita, Fitri, Citra, Sarah, dan Henny)
PAMERAN JAKET HIMPUNAN

2. Foto dengan menggunakan TOGA dan pernak perniknya.

Posisi berdiri kiri-kanan: (Fitri, Liza, Saya, dan Anne)
Posisi duduk kiri-kanan: (Sarah, Citra, Henny, dan Tita)
PAMERAN TOGA

3. Foto dengan hanya menggunakan Kebaya (foto sudah diedit secukupnya demi kenyamanan saya)


Posisi kiri-kanan: (Fitri, Henny, Liza, Sarah, Citra, Tita, Anne, dan Saya)
PAMERAN KEBAYA

Sayang nggak ada Evy.
Cherio!!!


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...