Saturday, October 22, 2011

Next Target

Pengen belajar:
a. buat jadi technical writer
b. pake adobe photoshop dan ahli
c. pake corel draw dan ahli juga (dasar kemaruk)

poin a dalam progress
poin b dan c: bisa nggak yaa.. akhir-akhir ini kalo pulang kerja suka kecapean.. hiks
(Source gambar: http://bisnisukm.com/wp-content/uploads/2011/04/Target.jpg)

Friday, October 7, 2011

Love Travelling Very Much

Like travelling so much. Jika ada yang nanya pada saya, apa hobi saya? Dulu, saya akan menjawab saya suka baca (novel,komik), suka nulis (cerpen,novel..in progress), dan suka tidur. Tapi sekarang hobi saya sudah nambah: saya suka travelling, sangat suka. Tapi sesuka-sukanya saya untuk bepergian, sama sekali nggak ada dalam kamus hidup saya untuk datang lagi ke tempat sama. Mungkin pengertian saya ke suatu tempat, ya sedikit dangkal. Cukup kesana, nikmati sepenuhnya. Kalau ada keluhan, ya boleh aja. Namun, jangan jadikan hal itu bagian dari merusak kesenangan kita dalam travelling dan bla bla bla.

Saya mulai rajin travelling itu, baru akhir-akhir ini loh (siapa juga yang nanya..ahiakahiak). Saat saya sudah bisa menghasilkan uang sendiri, a.k.a nggak mau ngerepotin orang tua hanya untuk kesenangan pribadi (ceritanya lagi jadi anak berbakti kepada kedua orang tua). Hobi ini muncul awalnya karena saya bosan banget dengan rutinitas kerja saya akhir-akhir itu. Hanya duduk di depan laptop, mengerjakan kerjaan yang sama, daan orang-orang yang sama, daan dalam jangka waktu yang lama. Kalaupun kosong saya hanya mendekam di kamar, jagain kosan supaya nggak hilang ketiup angin, tapi Alhamdulillah nggak ada angin yang berniat menerbangkan kosan. Jadilah saya memulai perjalanan ke Kota Tua. Jalan-jalan pertama saya pakai uang gaji. Dan sejak hari itu, saya sudah melakukan travelling ke 6 lokasi loh. Sebut saja, Kota Tua, Berlayar di Kepulauan Seribu, Green Canyon, Pantai Batu Hiu, Pulau Tidung, dan yang baru-baru ini ke Ujung Kulon (saya belum lengkap ni review ni daerah, entar pas ada mood tak tulis deeh).

Lumayan banyak juga ya, dalam 1 tahun ini. Menurut saya, perjalanan ini sudah banyak banget dibanding saat saya masih sekolah dulu (Dulu lebih sering jaga gawang sekaligus malas jalan karena nggak punya penghasilan, serta terpaksa demen nonton dorama korea atau jepang. Hahahaha) Belum lagi, kalau Tuhan mengijinkan pada akhir Oktober ini, saya akan ikut bisnis trip ke Bali, Lombok, dan Kupang (dulu juga jadi bisa menginjakkan kaki ke Bontang, Kaltim berkat kerjaan). Syudududu. Senang sekali, pergi ke tempat yang saya targetkan mau dituju di akhir tahun (tapi saya nggak jadi berangkat mengingat hal-hal lain yang lebih penting), dibiayai kantor pula. Kurang apa coba. Nginapnya kemungkinan di Hotel pula (saya udah browsing hotel yang ciamik punya dah. Paling ngos-ngosan browsing hotel di Kupang, sedikit mengerikan deskrispsi dari para turis. Entar baca bismillah ajalah pas kesana). Yeyeyeye.


(Sumber Gambar: http://paulstoutonghi.files.wordpress.com/2007/08/traveling.jpg)

Sebenarnya inti jalan-jalan saat ini bagi saya untuk menghilangkan kebosanan, berusaha mengenal dan berdialog dengan diri sendiri untuk mencapai ketenangan sembari melihat keindahan alam. Mengapa? Karena ketika kalian berusaha mengenal alam sekitar, melihat kegiatan apa saja yang ada di alam kalian pasti akan menyadari bahwa pada hakikatnya manusia juga hidup seperti alam. Menyesuaikan diri atau beradaptasi. Tetapi jalan-jalan bagi saya belum sampai ke tahap sengaja mengejar situs wisata untuk mengenal nilai sejarah. Sekarang juga saya masih belum se-suhunya temen-temen travelling saya yang di T-backpacker, secara umur travelling saya masih seumur toge. Gila deh mereka, organize banget. Pergi ke suatu tempat, otak mereka langsung kalkulasiin harga, tanya para pekerja yang ada di lokasi wisata buat men-survei harga, dan langsung merunut itenari kalau-kalau berniat lagi kesana. Saya masih cuek-cuek aja, masih mengekor sama mereka (untung ada mereka). Hahaha. Tetapi saya rada heran juga ya, kenapa kalau kerjaan saya bisa mengorganize, giliran backpackeran saya malah seperti nggak ngerti apa-apa. Hmm, kalau dipikir-pikir backpackeran saya baru dua kali ya, jadi masih dikitlah ilmu saya dibanding mereka, mesti banyak belajar lagi nih. Ajari saya ya mbak-mbak, mas-mas, kakak-kakak, dan teman-teman. (>.<) mohon tunjuk ajarnya.

Saya baru terpikir quote hari ini:
-Belajar backpackeran itu adalah belajar untuk mengenal dunia dengan harga yang sederhana-
DY

Pesan: Please banget ya teman-teman, kalau yang suka backpackeran jangan buang sampah sembarangan ya. Kalau mau mengenal alam, belajar juga untuk menjaganya. Kasian anak cucu kita entar, mau jalan-jalan ke pantai bukan pasir pantai yang dilihat, malah sampah yang menumpuk. Ironis sekali ya.

Wednesday, October 5, 2011

Ujung Penantian

Deburan air yang menabrak karang terdengar jauh dipesisir pantai, menyisakan buih-buih ombak yang mengalir lambat di sela-sela batu. Gemerisik dedaunan yang terbang dipermainkan angin bergerak menelusup di antara pepohonan yang berbaris rapat di dalam hutan. Jalan setapak yang melintasi hutan ditumbuhi rumput dan semak belukar, beberapa pohon tumbang menghalangi jalan, mempersempit jarak yang ada.

Bunyi langkah yang bergerak perlahan menelusuri jalan setapak itu tak henti-hentinya terdengar. Seolah-olah ada belasan manusia yang berusaha berpindah dari satu titik menuju ujung yang tidak sabar mereka lihat. Belasan manusia yang membawa segenggam harapan mengenai sesuatu yang akan mereka temui di ujung sana. Sesuatu yang mereka rasa adalah sesuatu yang berharga. Sesuatu yang sengaja mereka cari hingga menyisihkan waktu, tenaga, bahkan uang untuk mencapai tempat itu. Manusia-manusia itu adalah manusia yang haus akan perjalanan, haus akan petualangan, dan juga haus akan pertemanan. Bergabung dalam sebuah rombongan yang tidak terlalu mereka kenal, namun sama sekali tidak menjadi masalah karena toh mereka memiliki satu tujuan. Tujuan sederhana untuk mengenal alam.

Perjalanan yang cukup memakan waktu. 45 menit di bawah naungan pepohonan yang menelusupkan cahaya keemasan matahari yang mulai menenggelamkan diri. Rasa lelah itu terlupakan saja ketika mereka sampai di ujung penantian sana. Pepohonan yang rimbun dan rapat tergantikan dengan padang rumput yang dikelilingi tebing dan batu karang. Cahaya matahari tak lagi bersinar malu-malu, namun dengan lantang menyinari rumput yang menghampar. Deburan ombak tak lagi terdengar jauh dan dengan berani menghantam karang yang berdiri kokoh melindungi daratan. Manusia-manusia itu bergerak menyebar. Mencari tempat menarik bagi mereka masing-masing. Berkumpul di sana sambil melihat pemandangan yang disuguhkan alam, menikmati dengan cara mereka masing-masing, mungkin hanya dengan berdiam diri, berlari kesana kemari, atau mengambil gambar sebagai kenang-kenangan....

-dibuat setelah trip ke Tanjung Layar, Ujung Kulon, 30 Sept s/d 2 Okt 2011-
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...