Showing posts with label One Month One Direction. Show all posts
Showing posts with label One Month One Direction. Show all posts

Tuesday, August 9, 2016

One Month One Direction (4): Manado

Tadi malam saya mendarat di Sam Ratulangi Airport. Cuaca menyambut pendaratan tidak terlalu bersahabat. Ini merupakan perjalanan saya kesekian kalinya untuk dinas kerja. Lumayan seru sebab saat ini saya dinasnya bareng senior-senior kuliah saya dulu. Senior yang sempat kerja di Belanda, senior waktu di tempat kerja yang lama, senior yang di instansi pemerintahan. Pas ngobrol dengan orang-orang sekitar, ternyata banyak alumni teknik kimia, bertebaran, rame juga.

(Pemandangan dari kamar hotel: Gunung, Laut dan Kota)

Tapi dasar cupu, saya memang tidak dilahirkan untuk bisa basa basi. Sering frustasi melihat tingkah  yang lebih sering menguap di antara riuhnya percakapan orang-orang di sekitar. Orang-orang terbahak-bahak, tapi ketika saya ikut-ikutan tertawa, rasanya tone nya kurang enak didengar, buahhaha. Fiuh, hidup di Divisi Business Development harusnya saya lebih pandai membawa diri. Heran, kenapa saya bisa berprofesi di bidang ini. Hahahah.

Sunday, January 31, 2016

One Month One Direction (2): Cilegon

Cilegon merupakan salah satu kota industri dengan hawa tipkal, panas menyengat. Kunjungan ke lokasi ini pun sebenarnya bukanlah kunjungan dengan tujuan wisata, melainkan kunjungan ke rumah sahabat sebelum saya beranjak dan kembali ke kampung halaman di Sumatera.

Pemandangan 3 jama silih berganti, dimulai dari hiruk pikuk terminal bus, jalan-jalan tak berpenghuni, perumahan padat hingga bumbungan asap bangunan-bangunan industri. Jalan yang dilalui adalah jalan-jalan gersang dengan tumbuhan merangas. Pepohonan hijau tetap menemani namun dedaunan telah berubah warna menjadi kelabu karena endapan udara kotor jalanan yang belum tersiram hujan.

Di akhir perjalanan, saya berhenti di sebuah persimpangan yang tak lagi saya ingat. Dari tempat berdiri, saya melihat mobil terios hitam berkecepatan sedang menghampiri dan disanalah teman cemen saya duduk di sisi kemudi dengan sendal jepit swallow yang dilepas sembarangan menjemput saya dengan gayanya. Aah, saya rindu dia, teman untuk bergosip dan bekerja.

Dia menjemput saya untuk singgah di rumahnya, yang notabenenya akan jadi tempat menginap saya selama 1 hari ini. Saya sangat senang bisa berkunjung dan dia dengan senang untuk dikunjungi. Jalur yang dilewati menuju rumahnya adalah jalur kota yang berpindah menjadi jalur perumahan. Suasana perumahannya sungguh asri, meskipun pada beberapa titik terlihat tumbuhan ilalang merambat dengan ganasnya. Rumahnya berada pada daerah dataran tinggi yang mendaki, bersisian dengan rumah-rumah lain yang menanjak hingga jalanan lain. Rumahnya asri dan tenang. Suasana paginya tak kalah dengan suasana pagi di daerah pegunungan, meskipun saya sama sekali tidak bangun pagi. Hahaha.

Pantai Anyer

Berkunjung ke Cilegon, sungguh sayang rasanya jika tak bertandang ke tempat lain. Jadilah kami memutuskan untuk ke Pantai Anyer di hari berikutnya. Pantai Anyer adalah salah satu pusat wisata yang banyak dikunjungi di daerah Cilegon, jadi tak heran ketika berada di sana, saya bertemu dengan banyak orang yang datang untuk sekedar berjalan-jalan di pasir pantai, bermain layang-layang atau sengaja datang berombongan sambil menghirup udara pantai. Karena saya hobi berburu spot bagus, jadi saya pun melakukan perburuan dalam beberapa kurun waktu. Obsesi mendapatkan objek artistik mulai merambat. Tetapi tetap saja, saya bukan orang yang fotogenik sehingga objek tanpa wajah saya lebih terlihat menarik dibandingkan adanya saya disana. Hahha.

"The most important trip you may take in life is meeting people halfway"
Henry Boye
(DY, February 2015)

Ringkasan Pengeluaran Wajib untuk acuan Traveler ke Cilegon dari Jakarta:
  1. Biaya Tiket Bus, Pulang Pergi Jakarta-Cilegon: 2 x 45.000 rupiah
  2. Biaya makan selama di Cilegon: 100.000 rupiah per orang per 2 hari 1 malam
  3. Biaya penginapan: 0 rupiah karena saya menumpang. Kalaupun menginap, mungkin sekitar 200.000 rupiah per malam.
Semoga Bermanfaat!!!



Monday, March 2, 2015

One Month One Direction (3): Magelang

Ular raksasa besi yang saya naiki terus menerus menghembuskan napasnya dengan diiringi bunyi yang memekakkan. Getaran statis pergesekan tubuhnya dengan landasan dan pertukaran cepat pemandangan dari sisi kanan saya memperjelas bahwa saya akan sampai ke tujuan.

Hari itu adalah hari terakhir saya melakukan trip di Jawa karena saya harus kembali ke kampung halaman. Tetapi bukan itu yang akan saya bahas disini, sesuai janji, akan ada One Month One Direction tiap bulannya kan?

25 Februari 2015 adalah waktu perjalanan ketiga di tahun ini. Sesuai dengan target yang digadang-gadangkan di awal tahun, bersama dengan 2 penghuni sementara D.I Yogyakarta, Dino dan Lidia, saya mengunjungi salah satu lokasi wisata sejarah teshoro, Borobudur.

Berhubung dua bocah ini jago mengendarai motor dan saya tetap saja belum bisa, jadilah kami memutuskan untuk menyewa motor di KM 12 Kaliurang. Berbekal motor sewaan seharga 60.000 rupiah dan setangki pebuh bensin, maka kami mulailah petualangan kami ke Borobudur.

Karena saya buta arah, Dino yang pernah ke Merbabu tapi lupa-lupa ingat jalannya dan Lidia yang tahu "pokoknya Borobudur dekat dengan Yogyakarta cuma 1 jam dan pokoknya ke arah Magelang", maka kami sangat mengandalkan kekuatan modernisasi bernama GPS, lagi-lagi, untuk sampai ke target operasi. Ternyata benar, perjalanan hanya memakan waktu 1 jam dari titik awal. Tepuk tangan buat Iliiiid!!! Tidak sulit ternyata menuju ke Borobudur, yang jelas tetap saja saya ingatnya dengan GPS. Tanpa GPS, saya lagi-lagi lupa ingatan. Maklum disorientasi jalan, buahhahaha.

Setelah menemukan tempat parkiran motor yang hanya 3.000 rupiah, kami dengan semangat menuju Pintu Masuk Borobudur. Kami memasuki lokasi dengan tiket seharga 30.000 rupiah per orang. Cuaca yang terik menyambut kami dengan riangnya, memberikan efek tanning segera pada kulit kami yang sudah eksotis dari sononya. Meskipun banyak yang memberikan jasa penyewaan payung di depan gerbang, kami sama sekali tidak tergerak untuk menggunakannya. Wkwkwkw, ribet nenteng-nenteng payung. Cukuplah tas saya yang tidak memiliki zipper dan diikat dengan sistem ikat pinggang sajalah yang menyusahkan usaha kami untuk menjangkau air minum di dalam tas.

Perjalanan kali ini berdurasi 2.5 jam. Puas? Tentu saja, karena saya jalannya dengan 2 makhluk yang sangat-sangat suka melakukan hal-hal yang tidak wajar dan memancing keributan dimanapun kami berputar. Sejujurnya, tidak ada sama sekali yang bisa saya ceritakan tentang situs itu sendiri karena memang kami tidak menyewa tour guide dan saya dengan sebenar-benarnya lupa dengan pelajaran sejarah tentang Borobudur. Hehehe.

Bukannya kami berusaha mempelajari sejarah, kami malah sibuk berkodak ria di setiap spot yang disinari cahaya matahari dengan niat yang tulus agar terlihat lebih putih di kamera. Bukannya memperhatikan dengan baik gambar di badan candi, kami malah sibuk mengagumi para tour guide yang fasih berbahasa Jepang dan Inggris. Maafkanlah kami yang kurang paham sejarah dan kurang fokus ini, Tuhaaan.

Keluarga kami adalah keluarga yang suka berpose, ternyata. Ckckckck, kebiasaan ini tidak pandang umur. Terbukti dengan berhentinya kami setiap 5 menit berjalan dan mengambil pose yang sama berkali-kali. Adik saya memang benar-benar. Yang satu sibuk dengan betapa flawlessnya wajahnya di kamera, sementara yang satu sibuk agar diusahakan semaksimal mungkin diabadikan dengan wajah yang terlihat tirus.

Buah dari perjalanan ini adalah rencana kami untuk jangka panjang. Ide tahun 2015 yang awalnya hanya untuk pribadi juga diamini oleh kedua bocah ini. Ketika mereka sudah bekerja, mereka juga akan menyisihkan waktu untuk traveling bersama keluarga dengan tema "One Month One Direction" juga dan rencana besar berikutnya menjadi "One Year One Country". Cihuiii, senang rasanya kalau rencana saya sudah bisa terwujud hingga 2 bulan ini dan senang lagi kalau rencana ini jadi gayung bersambut.

Sejauh ini, perjalanan saya dengan kedua bocah ini tidak pernah berakhir dengan adu ngotot yang berakhir tidak menyenangkan. 100 persen hepi-hepi dan tidak ada deadair. Kami juga senang kalau isinya kami-kami saja. Bukan diskriminatif, tapiii kami bisa berkelakuan apa adanya. Hahahha.

The Best Journey is when you can enjoy it together with your companion. And my family is one of my best candidate.
(Bogowonto, 26 Februari 2015)

Ringkasan Pengeluaran Wajib untuk acuan Traveler ke Borobudur dari Yogyakarta:
  1. Sewa motor: 60.000 rupiah per motor untuk 24 jam. Motor tanpa bensin. Biaya untuk bensin setangki penuh adalah 20.000 rupiah.
  2. Biaya parkir motor di Borobudur: 3.000 rupiah per motor tanpa batas waktu a.k.a nggak nambah lagi saat diambil.
  3. Biaya masuk situs Borobudur: 30.000 rupiah per orang.
Lihat!! Tidak sampai 100.000 rupiah, kalian sudah bisa menikmati Lokasi wisata Borobudur. Asal dari Yogyakarta ya. Semoga Bermanfaat!!!

Sunday, January 18, 2015

One Month One Direction (1): Malang and Batu - Remaining Day

DAY 2

Hari kedua di Batu, kami melakukan perjalanan ke Alun-Alun Batu dan Jatim Park II. Di dalam Jatim Park II terdapat 3 lokasi wisata, yaitu Ecogreen Park, Batu Secret Zoo dan Museum Satwa. Namun, karena kami baru berada di sana pukul 12 siang, jadilah tempat yang sempat kami kunjungi hanya 2 lokasi.

1. Alun Alun Batu
Menurut cerita, dulunya Alun Alun Batu merupakan taman yang didalamnya terdapat Bebatuan yang disusun sedemikian rupa. Namun, icon ini tidak dipertahankan kota Batu. Setiap pergantian walikota, maka juga dilakukan pergantian dekorasi Alun-Alun. Icon yang ada saat saya mengunjunginya kemarin adalah buah Apel dan Strawberi.

2. Jatim Park II
Harga tiket masuk Jatim Park II dibagi menjadi beberapa paket. Kami mengambil paket 3 seharga 120.000 rupiah per orang dan berhak untuk mengunjungi 3 lokasi. Meskipun hanya 3 lokasi, kami hanya mampu mengunjungi 2 lokasi karena luasnya.

a. Ecogreen Park
Spot utama yang ingin kami kunjungi pada lokasi ini adalah Rumah Terbalik. Menduplikasi konsep yang berasal dari Belanda, konsep ini merupaka konsep pertama di Indonesia. Antrian menuju wahana ini selalu panjang, atau memakan waktu 15-20 menit sampai tiba giliran kami masuk. Selain itu, juga terdapat miniatur beberapa candi yang ada di Indonesia yang didalamnya merupakan area simulasi berbagai macam peristiwa alam seperti gempa, angin atau salju.

b. Batu Secret Zoo
Ada banyak sekali binatang di kebun binatang ini. Sangat cocok untuk membawa anak-anak sebagai arena belajar. Berbeda dengan kebun binatang lain yang saya kunjungi pada umur segini, binatang-binatang yang ada di kebun binatang ini cukup terawat. Koleksi binatangnya mulai dari berbagai jenis primata sampai karnivora, mulai dari reptil sampai singa, bahkan binatang-binatang kecil lain yang sama sekali tidak pernah kita tahu. Secara garis besar, saya lebih puas berkunjung ke lokasi ini daripada ke Taman Safari.

DAY 3
Kami melakukan perjalanan dengan berjalan kaki ke lokasi wisata Paralayang dan Pemandian Air Panas Sanggoriti. Untuk ke lokasi Paralayang, kami hanya mampu menempuh setengah jalan karena ternyata lokasi berada 12 km dari tempat tinggal kami di Batu plus dengan medan yang menanjak dan berputar-putar.
Sementara untuk ke Pemandian Air Panas Sanggoriti, kami menaiki angkutan umum dan berakhir dengan membeli bakso dan sate kelinci di lokasi.

DAY 4
Perjalanan pada hari keempat adalah perjalanan terakhir saya dengan adik-adik pada kunjungan ke Malang ini karena mereka akan kembali ke Yogyakarta pada hari ke-5. Setelah diskusi yang cukup alot dan saran dari Om kami yang tinggal di Batu, jadilah kami memutuskan bersama-sama dengan kakak sepupu berkunjung ke Coban Rondo. Salah satu wisata air terjun terdekat dari Batu.

Kami menempuh perjalanan dengan bis sekitar 30 menit (harga: 4000 rupiah dari Batu) dan 15 menit dengan ojek (mereka mematok 45.000 rupiah per orang, sudah termasuk tiket masuk ke lokasi wisata ini).

Suasana Coban Rondo sangat padat pengunjung. Udaranya sangat sejuk dan airnya sangat dingin. Kalau berkunjung ke Batu, saya sarankan untuk berkunjung ke lokasi ini. Dalam keadaan ramai saja saya masih berminat untuk berkunjung, apalagi ketika bukan pada musim liburan dan sepi.

Dapat disimpulkan bahwa perjalana Series 1 dari One Month One Direction ini sangat menarik. Perjalanan dengan rekan yang sepaham juga membuat perjalanan ini semakin berkesan.

See you on the next trip, guys!!!

Thursday, January 15, 2015

One Month One Direction (1): Malang and Batu - DAY 1

One Month One Direction Series (1) dilakukan dengan daerah tujuan Malang dan Batu. Lebih tepatnya, eksekusi lebih banyak dilakukan di Batu, Malang. 1 jam perjalanan dari Kota Malang dengan menggunakan bus jurusan Malang - Jombang atau Malang - Kediri.

Informasi singkat terkait perjalanan ini, Series 1, adalah sebagai berikut:
  • Tim Pelaksana: 3 orang (Dina, Dino, dan Lidia)
  • Waktu Pelaksanaan: 30 Desember 2014 s.d 5 Januari 2015
  • Tujuan/Lokasi: Malang dan Batu
  • Total Pengeluaran: rata-rata 1 juta per orang, sudah termasuk tiket kereta api pulang balik. Akomodasi tidak termasuk karena kami menginap di rumah saudara. Hahaha.

Persiapan dan Perjalanan ke Stasiun Malang
Berhubung kami niatnya pelit dengan biaya transportasi dan akomodasi tapi hepi-hepi dengan wisata kuliner, maka kami putuskan secara musyawarah mufakat yang dipaksakan untuk naik kereta ekonomi dari daerah asal masing-masing. Saya dari Stasiun Pasar Senen pada tanggal 30 Desember 2014, pukul 17:20 WIB dan adik-adik saya dari Stasiun Tugu pada tanggal 31 Desember 2014, pukul 03:00 WIB.

Titik pertemuan kami putuskan di Stasiun Malang, saya datang 1 jam lebih cepat dari Tim Yogyakarta, sekitar pukul 10:00 WIB di tanggal 31 Desember 2014, sedangkan Tim Yogyakarta sampai di Malang pukul 11:00 WIB. Kegiatan tunggu menunggu tidak terlalu lama, saya habiskan waktu dengan searching lokasi yang akan dituju di kota Malang pada siang itu, sebelum melanjutkan perjalanan ke Kota Batu.

Ya, cerdas bukan, searchingnya pada hari H. Berhubung saya lah yang mengajak adik-adik saya ke Malang dan berhubung saya yang paling tua dan berhubung mereka juga belum pernah melakukan backpackeran kayak saya, maka saya tetiba menjadi kakak yang baik dan bertanggungjawab untuk membahagiakan adik-adik saya selama backpackeran ini, buahhahaha. Yaah, rasa tanggungjawab ini lebih karena situasi bukan karena hobi, pemirsa!!

Malang - Day 1
Setelah pertemuan dan semua tim lengkap, kami langsung menuju ke tempat yang dirasa perlu untuk dikunjungi pada hari itu. Berhubung lagi, adik saya ayuk-ayuk aja untuk diajak kemana aja jadilah kami ke beberapa tempat pada hari pertama. Tentunya dengan menggunakan petunjuk Google Map dan koneksi internet (thanks to technology), kami melenggang bak orang yang paham jalan, padahal mata saya selalu menuju smartphone. Empat

1. Tugu Malang
Stasiun Malang berada pada posisi strategis di Kota Malang ini, hanya membutuhkan waktu lebih kurang 10 menit dengan berjalan santai untuk sampai ke Tugu Malang. Area dari Tugu Malang ini lebih besar daripada Tugu Yogyakarta dan dikelilingi dengan taman-taman dan juga kolam yang ditumbuhi tanaman eceng gondok.
(Tugu Tani, Si Petualang Courtesy)


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...