Wednesday, June 27, 2012

Mabok Perfectionist

(Source: here)


Mabok dan semua mendesak.
Gila banget
Semua minta diselesaikan
Semua menuntut
Oh Tuhaaaaan, tolong ridhai pekerjaan saya
Saat ini saya sedang deplesit sekali
Saya tidak bisa multitasking, tetapi ada 8 item pekerjaan yang berasal dari proyek berbeda yang diminta
Hoeks..Ujung-ujungnya kalau pulang saya langsung tepar dan nggak bisa mikir
Saya harus angsur segera, sebelum penugasan dinas ke kota di ujung sana

Ya Allaaaaah, sungguh saya tidak  bermalas-malasan
Tetapi kok kesan yang ditangkap begitu
Saya berusaha, tetapi kan saya butuh waktu untuk saya juga
Saya memang hanya bisa mengerjakan satu pekerjaan dalam satu waktu
Jangan harap saya akan menanggapi dengan seksama jika saya sedang tercebur di satu pekerjaan
Saya harus menuntaskannya hingga akhir, baru saya bisa move on

Mungkin ini dikategorikan mengeluh
Tetapi sungguh, saat ini saya sedang berada pada titik klimaks
Klimaks karena banyaknya
Klimaks karena tidak jelasnya
Klimaks karena saat ini butuh guideline
Hei, meski berusaha, ada titik titik dimana kita mencapai limit dan tak tahu harus berbuat apa
Karena ilmu masih terbatas

Arrggggghhhhhhhhhhhhhhhh...
Begini ni nasib jadi perfeksionis.. Mabok

Monday, June 25, 2012

So, Tell me When will the story begin?

Rhythm of Love
(Source: here)

Hearing this song, just remind me about him.
Ternyata dalam kehidupan nyata pun, saya bisa punya theme song tersendiri akan suatu hal yang saya alami
Saya juga tidak mengerti, hal apa yang menyebabkan saya selalu terngiang-ngiang jika mendengarkan ini
Otomatis otak saya merekam segala ingatan yang saya punya dan merewind nya kembali
Hahahaha, entahlah ini maksudnya apa. Saya juga masih tidak mengerti ini arahnya kemana?

Yang jelas, pikiran saya saat ini sedang tidak stabil alias labil
Aaaaarrrgggghhhh,
Kalau malam datang dan saya sedang sendirian plus tidak punya kerjaan, saya sering mendengarkan lagu ini berulang-ulang. Iramanya yang menenangkan, setenang dulu yang saya ingat
Ini tidak baik, saya sudah tahu itu,
Ini tidak benar jika saya terus berlarut-larut dalam keadaan seperti ini
But who knows, life is suprising
And I just need to wait when will the story begin

We may only have tonight, but till the morning sun your mine, All mine
Play the music low, and sway for the rhythm of love
(Plain White T's - Rhythm of Love)





Friday, June 22, 2012

Potongan Kenangan bersama Papa

(Source: here)

#Scene 1
Gambar di layar petak itu memperlihatkan bayangan bergerak dengan kecepatan yang tak wajar. Suara teriakan ketakutan mengalun, mengiringi gerakan dengan lengkingan tajam yang semakin tinggi dan tinggi. Dia yang merasa pemberani dan mampu melahap semua tayangan yang ditampilkan di sana, bergerak mundur dan bersembunyi di punggung ayahnya.

"Aku nanti tidur dekat Papa, yaaa!" rengeknya lebih kearah perintah.

#Scene 2
Matanya menatap nanar ke arah bahan masakan yang akan dia buat bersama ayahnya. Dia sangat bersemangat sekali hari itu, ikut dalam kegiatan eksperimen memasak. Dapur kecil yang terbuat dari kayu, tempat dia dan ayahnya berada sekarang, berderak-derak ketika dia dan ayahnya sibuk menyiapkan bumbu masak. Tidak jelas juga dia sedang menyiapkan apa, yang penting bergerak. Begitu pikirnya. Hal ini terpaksa mereka lakukan sebab ibunya sedang bersama kedua adiknya di kampung halaman.

Ayahnya dengan semangat mencoba menggiling cabe. Hal yang tak pernah dia lakukan jika ibunya ada di rumah. Dia, gadis itu, hanya duduk bersimpuh disamping ayahnya dengan mata sipit yang semakin menyipit, saat ayahnya menambahkan bumbu tak biasa saat menggiling. Inovasi, begitu kata ayahnya.

Saat dia duduk bersimpuh lagi di depan nasi dan lauk yang sudah masak, dia tetap makan dengan lahapnya. Makanan itu tetap terasa nikmat dengan perut yang lapar.

#Scene 3
Ayahnya marah besar hari itu. Dia tak ingat mengapa. Yang jelas, saat yang dia ingat adalah saat dengan semangatnya dia mengemasi pakaiannya di kamar dengan berurai air mata. Dia merasa sangat sedih saat itu, merasa sangaaat tidak berdaya dan tidak disayangi. 

Bertanya-tanya mengapa nasibnya begini, padahal dia baru kelas 3 SD. Dia sudah siap, siap untuk lari dari rumah. Buat apa dia tetap berada di sana, jika dia tidak disayangi. Namun, tindakan itu tidak jadi dia lakukan, saat ayahnya menyapa dia lagi dengan hangat. Dia lupa dan dia senang.

Bermain Karakter

(Source: here)

Sebuah percakapan maya yang dilakukan beberapa anggota keluarga saya pada grup keluarga mengarahkan saya untuk iseng-iseng melihat suatu topik yang sedang mereka bicarakan. Topik itu membahas mengenai karakter, pemirsa. Karakter yang didasarkan pada ramalan tanggal lahir. Saya tidak dalam rangka berusaha mempercayai isi yang dituliskan, tetapi ahahhaa, isinya sangat saya sekali. Kok bisa ya?

Isi dari ramalan itu memborbardir karakter saya habis-habisan. Teman saya yang tak sengaja dan sengaja saya perlihatkan mengenai cerita di sana, mengangguk dengan bersemangat mengenai penelanjangan karakter yang dituliskan. Dari hasil hitung-hitungan, saya diperkirakan memiliki Numerologi 1 yang mengatakan bahwa saya adalah orang yang:
"Cara bicaranya blak-blakan, to the point, tidak peduli orang lain telinganya merah atau tidak. Apa yang ada di pikiran itu yang diucapkan. Tidak mau kalah, gengsinya tinggi. Egosentris, tidak akan mengerjakan hal – hal yang tidak memberi keuntungan bagi dirinya ( materi atau non materi ). Mendominasi. Emosinya mudah naik mudah turun. Pagi marah siang sudah bisa tertawa. Tidak menyimpan dendam. Jago dealing tapi malas berurusan dengan administrasi"
Iseng-iseng ini menarik juga. Pantas saja, sehari yang lalu, wajah saya mengkerut luar biasa saat saya tidak menyukai suatu hal. Dan itu terpapar jelas pada wajah saya yang baik ini. Ahhahaha. Kalau teman-teman juga ingin iseng untuk mengetahui karakter kalian, check it out link ini (Numerologi).

Note: Ini jangan dijadikan sebuah tolak ukur ya. Ini hanya iseng-iseng saja.

Thursday, June 21, 2012

Intisari Itu..

(Source: here)

Mencoba mengorganisir adalah sesuatu hal yang sebaiknya dilakukan saat melakukan sebuah pekerjaan.
Mencoba menyampaikan dengan baik adalah sesuatu hal yang sebaiknya dipelajari dalam melakukan sebuah penyampaian
Mencoba mendistribusikan semua informasi kepada semua anggota adalah sesuatu yang sebaiknya diterapkan dalam sebuah team
Mencoba mengendalikan emosi adalah sesuatu yang sebaiknya dihayati dalam melakukan sebuah negosiasi
Mencoba mendengarkan adalah sesuatu yang sebaiknya diprioritaskan dalam menerima sebuah informasi dan pendapat orang lain
Mencoba menghargai adalah sesuatu yang sebaiknya dihiaskan dalam setiap pergaulan

Banyak hal yang saya pelajari dalam dunia pekerjaan yang saya lakukan
Saya memang tipikal yang mudah tersulut emosi
Saya memang tipikal yang hanya bisa fokus pada satu pekerjaan
Saya memang tipikal yang susah terkesan akan seseorang

Tapi sekarang saya tahu, dalam masa bekerja saya
Saya harus banyak belajar hal-hal yang berhubungan dengan manusia
Karena manusia itu unik, manusia itu berbeda-beda

Karakter Manusia itu Ada Banyak. Kita harus selalu, selalu belajar untuk memahami semua karakter itu
(DY - Wednesday night Office) 

Friday, June 15, 2012

Gagahnya Indonesia

Selama banteng-banteng Indonesia
Masih mempunyai darah merah
Yang dapat membikin secarik kain putih,
Merah dan Putih
Maka selama itu tidak akan kita mau menyerah
Kepada siapapun juga

(Bung Tomo)

Monday, June 11, 2012

Disemprot untuk Mengenal

(Source: here)

Lengkap sudah pembelajaran.. Dengan indahnya telepon itu berdering dan memperdengarkan semprotan emosi dari lokasi seberang. Saya belajar banyak hari ini, dari hasil semprotannya. Ada sebuah kalimat yang membuat saya yang awalnya ikut main semprot-semprotan jadi memutar arah keran emosi saya kearah yang berlawanan, mengecil.

Saya ingat bagaimana susahnya kami menembus lapisan ini. Dan tentu saja ini bukan sesuatu yang membanggakan ketika kita dinyatakan sebagai yang terburuk. Entah karena dia tidak mengakui kesalahan, entah karena dia begitu emosinya, atau entah apa memang kami yang salah, atau mungkin saya saja yang tidak becus menghandle semua ini.

Saturday, June 9, 2012

Mencari Si Satu Frekuensi

(Bertemu dengan si dia - Source: here)

Kalau boleh saya meringkas kisah merah jingga saya dengan baik
Terlalu banyak kisah kocak saya mengenai yang berhubungan sama hati
Selama dua tahun terakhir ini tentunya, karena memang heboh baru sekarang
Mulai dari yang disia-siakan pas saya lagi semangat sampai yang katanya dijadikan cadangan

Oh mameeeeen, dijadikan cadangan?? Kayak gas aja ada cadangan (gayaaa lah ngomongnya)
Cadangan gas masih mending, ada gunanya
Lah inii, dijadikan cadangan yang akan didekati??? Aiiih maaak, nggak enak kali pun (keluar bahasa riau)
Memang sih mereka katanya berusaha mencari yang terbaik, seperti kata orang, pria cenderung mengumpulkan sekian orang wanita yang akan nanti dipilihnya sesuai kecocokan
Tapi tapi tapi untuk mengetahui bahwa saya adalah orang selanjutnya yang akan didekati karena dia tidak cocok dengan si A, bener dah nggak asik banget.. Hwhahaha, nggak asik meen, sumpah nggak asik

Jika Rasa sudah Kadaluarsa - There is No Turning Back

(Source: here)

Saya akan coba membuang masa lalu
Masa lalu dengan berbagai macam kisah itu
Saya akan membuang bayang-bayang yang tidak lagi perlu saya pikirkan
Saya tidak akan lagi menunggu seperti yang sempat saya katakan
Toh momennya sudah lewat dan ritmenya sudah tidak lagi sama
Semua sudah berubah
Hati saya sudah datar

Mungkin dulu saya masih labil
Mungkin dulu saya terlalu berlebihan dalam menanggapi
Mungkin dulu saya terlalu mudah untuk menyukai
Mungkin Tuhan malah mengarahkan saya untuk bertanya dan malah mengakhiri semuanya

Cukup lama bagi saya untuk menerima semuanya
Cukup lama bagi saya untuk mencerna semuanya
Cukup lama bagi saya untuk sadar bahwa itu sudah tidak ada gunanya
Cukup lama bagi saya untuk mengerti untuk tidak perlu menyia-nyiakan waktu saya

Ya, saya rasa hati saya sudah kembali lagi seperti dahulu kala
Datar tak ada rasa
Dan jika perasaan itu sudah mulai merasuki,
Maka seringnya tak ada jalan lagi untuk mengulang lagi perasaan itu
Semua sudah tertutup dan tak ada jalan kembali
Sesempurna apapun perasaan yang sempat saya rasakan itu
Yang jelas itu sudah kadaluarsa dan logika saya sudah berjalan sebagaimana adanya

Yang jelas dari semua itu saya sadar
Bahwa Tuhan akan memberikan yang terbaik buat saya
Saya tidak akan ragukan itu

Saya tidak berniat membuka pintu itu lebar-lebar
Saya akan menanti si pemilik kunci itu, yang memiliki kunci yang tepat untuk membuka pintu itu
(Pintu dan Kunci)
Saya tidak tahu siapa yang akan membukanya
Semua masih kabur, masih buram, dan masih tanda tanya
Tetapi tidak masalah, saya akan sabar saja hingga waktu itu datang

Ini bukanlah perkataan putus asa
Ini adalah sebuah kata-kata yang mengingatkan saya bahwa saya harus dan harus selalu percaya bahwa Tuhan akan memberikan yang terbaik kepada hamba-Nya

 Apa yang terlihat, belum tentu seperti yang terlihat
(9 June 2012)


Friday, June 8, 2012

9th Destination: KL - Walking around

Atasan saya pulang duluan dan saya terdampar sendiri di sini. Apa yang harus saya lakukan?? Saya kan berstatus accompanying person, dan hanya memiliki akses yang terbatas. Sangat terbatas. Saat saya berjalan dan melihat pameran, adrenalin sudah turun dan nggak terlalu semangat lagi. Lagian stand yang pengen banget saya kunjungi tidak ada orang teknisnya, jadi ya sudahlah saya ngetem dulu di musholla.

Berbekal peta asal comot, saya mencoba mencari cara untuk membawa oleh-oleh ke tanah air. Anak-anak pada berharap di kampung halaman sana. Saya menatap peta dengan seksama, mengestimasi waktu menuju ke tempat apa dan berpikir ulang. Melihat bawaan tas punggung saya yang cukup aduhai dan berukuran bombastis, sebab saya sudah check out dari Hotel. Akhirnya saya putuskan, saatnya berangkaaat. Lihat kemana kaki akan melangkah dan membawa saya. Hwahahaha.

Thursday, June 7, 2012

9th Destination: Kuala Lumpur (The Day is not really Delicious for Me)


Yey, Kuala Lumpur. Going abroad pertama yang berakhir dengan syukur yang dibarengin sumpah serapah.
Syukur karena akhirnya ke luar negeri, sumpah serapah karena kemaren udah bikin blog panjang-panjaaaang, eeh malah ke blockir sama internet hotel. Damn damn damn!!! Dan sekarang mood saya udah nggak semeletup-letup kemaren saking emosinya.

Saya mau cerita apa yang saya ingat dulu. Rewind ke seminggu sebelum waktu keberangkatan.

Sunday, June 3, 2012

Shock Therapy Journey - Again

My business trips are always being a shock therapy for me. And tomorrow will be the next shock therapy. Suddenly had been assigned to the abroad without planning, when I should back up my friend's work.

Tomorrow, I should go to airport on 12 am, but I still do not have money on me.
Budgeting still on the way. Still counting it.
Tomorrow will be a killer time for me, more deadline, hand over work, go to money changer, run to airport, and should think the other things related to registration procedure. Late to register, so we have to register on-site.

Prok..prok..prok.
Excited and worry have been mixed together..

Shock Therapy Journey..

Lame..

(Source: here)
Saya merasa aneh hari ini..
Rasanya kosong, hampa.
Padahal besok saya mau pergi, momen pertama passport saya akan menerima cap.
Tapi tak ada sparkle excited. Benar-benar K-O-S-O-N-G.
My mood is easy to swing. Sometimes good and suddenly bad.

Kenapa sih saya hari ini?
Sedikit menyebalkan rasanya. Persiapan dan packing pun sama sekali belum saya mulai.
Apa karena saya kurang bersyukur? Atau ada sesuatu yang hilang?
Mungkin silaturahmi saya kurang,
atau mungkin saya banyak dosa,
atau mungkin saya harus menerapkan semua teori yang ada..
Semua teori tentang kehidupan..
Semua teori tentang motivasi..
Mungkin sekarang saya juga sedang sedih..
Karena teman saya mau pulang kampung ke negaranya..
Dasar norak, baru dapat teman orang luar, noraknya luar biasa..
Hahaha..

So tomorrow will be my journey to 9th destination. And it will call "Going Abroad".
Hope there will be another journey..
"Life is suprising, so who knows" like my friend quote.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...