Seumur-umur, baru sekarang saya ikutan English Debate. Ikutan pun karena direkomendasikan sama senior di kantor alias ditodong dan dicaplok semena-mena. Kan nggak keren kalau saya nolak, meski hati berdebar-debar, tetapi tetap terselip perasaan tertandang buat naklukin ni lomba.
Perjuangan sampai hari-H, beeh luar biasa lah. Soalnya perjuangan saya nggak ada urusannya sama ni lomba, karena kerjaan wajib saya. Rapat tak berkesudahan, laporan yang terus-terusan, after effect rapat yang juga harus dikerjakan plus persiapan debat yang baru mulai saya kerjakan H-1, which is malamnya. So sweet banget kantor saya ini sebenarnya. Setelah saya selesai rapat jam setengah 5 dan harus kembali ke kantor lagi bersama macet Jakarta di sore hari, sebab VP Legal nungguin saya buat di-coaching. Udah dipaksa ngomong sama beliau, saya bilang, maaf Pak, saya nggak mood. Hahaha, sejujurnya saya grogi aja disuruh bicara Inglis gitu.
Sebenarnya materinya nggak susah-susah amat, ada 5 materi, saya kebagian untuk ngerjain 3 materi dan partner saya 2 materi. Untungnya saya bareng partner, satu tim berdua. Materinya oke banget lah buat debat, Importing Gas for fullfil domestic demand, Regulated Gas Price, Government City Gas Program Benefits for us, Holding BUMN and Need of Specialist in our company.