Thursday, November 7, 2013

Bonsoir!!

Hari ini luar biasa!!! Saya benar-benar dalam hal ini.
Setidaknya itu yang saya rasakan.
Saya tertawa lepas di kelas. Hihihi, saya menjadi seorang murid sekarang. Setelah sekian lama tidak duduk di bangku dan berkonsentrasi mempelajari sesuatu, rasanya benar-benar nikmat. Apalagi karena saya menaruh minat di sana, karena saya sendiri yang memilih. Hihihi.

Saya memiliki semangat sekali. Setiap diminta ke depan, saya melengos saja, tak pernah gugup apalagi demam pangung. Sungguh!! Menulis yang saya bisa, dan tidak pernah khawatir akan dicela karena saya tak perduli. Saya bahagia di sana, saya bahagia mempelajarinya. Mungkin inilah yang dirasakan apabila seseorang memang berminat ya? Yang langsung dari hati, tanpa paksaan. Teman saya juga mulai menyenangkan, karena didasari kepolosan dan ketidaktahuan pada taraf yang sama, jadi kami sama-sama belajar. Derai tawa menjadi sering terdengar, entah karena kita serempak menjadi anak gagu, entah sama-sama cengok memandangi professour karena sama sekali nggak paham apa yanh diperintahkan, atau langsung pusing mendengarkan percakapan yang sama sekali tidak dipahami bunyinya.

Tadi siang juga saya presentasi lagi di depan klien. Menarik sekali tadi, saya samasekali tak ragu, tadi mengalir begitu saja. Yang saya rasakan sekarang adalah sama sekali tidak ada demam panggung. Tak ada lagi panas dingin. Awalnya karena saya sadar bahwa saya tidak bisa lari dari kewajiban itu, tapi lama-lama saya menikmatinya. Akibatnya, meskipun saya baru menyelesaikan presentasi yang akan saya sampaikan tepat setengah jam sebelumnya dan sama sekali belum membuat ancang-ancang mengenai alur yang akan saya sampaikan, Alhamdulillaaah, saya bisa menyampaikannya. Meskipun dikritik terlalu cepat, hahaha, saya senang. Karena hari ini, saya sudah bisa berkomunikasi saat presentasi. Tak lagi berbicara dengan papan. Hihihihi. Benar juga kata pepatah bahwa "Kamu akan menjadi sangat kuat, ketika kuat itu hanya satu-satunya pilihan yang bisa kamu pilih". Saya menangis, saya stres, saya mengeluh, saya ingin lari, tetapi saya tetap harus melaksanakannya. Lama kelamaan, ada pada satu titik saya berkata, ini harus dihadapi, ini harus diselesaikan. Dan salah satu hal positif yang saya rasakan di tempat saya bekerja sekarang adalah kepercayaan diri yang meningkat sangat tajam. Alhamdulillaaah.

Oh iya, saya akan menghadapi ujian pada hari kamis depan. Wihihihi, saya mau ujiaaannn!!! Sudah lama rasanya tidak mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian. Yang lucunya lagi, saya diajak untuk belajar kelompok hari Minggu. Hahaha, belajaar kelompoook boo. Lucu amat yaa, belajarnya sama anak-anak yang teriak panggil kakak ke saya. Pokoknya seruu lah dan saya akan berusaha untuk menjadi ahli disini. Berusahaaaa!!!

Je m'appelle Dina. Je suis Indonesien. Je parle Anglais.
Je suis etudient. Je travaille dans les affaires. J'habite a` Jakarta.
Pourquoi etudier le francais? Pour parle avec de amis, puor le plaisir, et pour le CV.
(Coretan acak, persiapan ujian)

Sunday, November 3, 2013

Un-essential things for un-essential thought

Saya baru saja menyelesaikan kerjaan saya beberapa menit yang lalu
Dengan mengerjakannya seefektif mungkin dengan pikiran hampa
Tak disangka lebih cepat dari yang saya targetkan meskipun dengan pikiran melayang

Perlu tekad yang kuat untuk membuka benda itu
Menimbang dengan janji yang saya lontarkan pada atasan,
"Saya akan kirim proposal hari Minggu", demikian saya berkata
Dan pikiran itu mengikat saya. Meskipun saya dalam keadaan jenuh dan malas luar biasa, saya bersyukur karena masih bisa menepati apa yang saya janjikan

Acara televisi tak juga menyelesaikan kebosanan yang saya rasakan
Entah karena umur yang semakin bertambah, entah karena memang keadaannya demikian
Saya benar-benar kesal dengan acara-acara yang ditayangkan semua stasiun televisi di Indonesia saat ini, pada jam utama
Kalau bukan sinetron yang sudah hilang intinya, ya acara tarian yang tak jelas maksudnya
Tetapi sepertinya memang itulah yang disukai orang Indonesia saat ini. Berbondong-bondong datang menggunakan kostum dan menari dengan latah terhadap gerakan para pengisi acara.
Dan itu diputar setiap 7 hari dalam seminggu, yang artinya bahwa selain hidup saya yang akan berputar dengan ritme yang konstan dalam kehidupan nyata, saya juga akan dihadapkan dengan acara televisi yang sama pada jam yang sama setiap harinya
Saya hanya sedih, jika memang hal itu yang disukai masyarakat kita saat ini, alangkah mengkhawatirkannya. Kita terlalu terlena dengan sesuatu yang samasekali tidak ada esensinya
Bagaimana menurut kalian? Apa saya salah tentang ini? Acara televisi bukannya memberikan relaksasi, tetapi gejolak emosi yang timbul karena kebosanan yang ditimbulkan
Saya cukup tidak menontonnya, itu lebih baik daripada menggerutu

Saya melemperkan mata saya ke salah satu acara tari masal tanpa minat
3 jam dihabiskan untuk porsi acara ini
Wow, luar biasa sekali penempatannya, pada jam utama
Ketika diyakinkan semua orang di rumah pada saat itu
Apa sih yang terbayang oleh badan sensor negara kita dengan acara ini?
Pendidikan apa?

Saya kembali lagi ke topik ini. Miris.
Ada apa dengan dunia akhir-akhir ini?
Muram sekali
Mungkin saya perlu memakai kacamata berbeda memandangi dunia
Bukan dengan kacamata minus 4 yang selalu setia bertengger di mata saya
Mungkin pandangan saya memang sudah kabur
Sehingga sulit melihat dunia yang sebenarnya
Mungkin acara tersebut-tarian masal- dimaksudkan untuk bersenang-senang saja
Mungkin memang tak ada inti disana
Seperti layaknya saya, belum punya inti, belum punya jati diri


Bahkan ibuk-ibuk diminta menari sambil ngutip sampah. Tapi mau aja ya? 
Ya ampuuun, ampun deh ni acara. Mendidik banget. Tapi mereka senang sepertiny
Sudahlah, saya harus berhenti menjadi penasihat siaran.
Nanti saja, kalau saya punya kekuatan dan itu bukan sekarang
(3 November 2013)

Friend of Fren

"Mbak, kapan pulang?"
"Mbak ada di kosan?"
"Mbak, mau kemana hari ini?"

Itulah, bbm yang selalu kukirimkan kepadanya, jika rasa bosanku membumbung tinggi
Aku tak terlalu paham dengan jenis pertemanan yang terjadi di antara kami
Walaupun kadang dia membuatku kesal dan merasa sulit untuk memujiku,
Well, sebenarnya aku juga sering membuatanya kesal, kami memang sulit terlihat mesra sebagai teman. Memikirkannya saja sudah membuatku mual. Yang ada adalah perang argumen dan tak mau kalah yang diiringi dengan dada yang naik turun, nada suara yang tinggi dan berakhir dengan tawa terpingkal-pingkal
Tetapi yang kutahu dia selalu ada untukku
Untuk hal yang rasanya akan membuang waktu jika dia telaah dengan baik
Sama sekali tak ada untungnya baginya

Aku akan merengek-rengek kepadanya melaporkan bahwa charger laptopku rusak
Dan dia, pasti akan memarahiku, karena sudah merusak barang tersebut
Tidak sekali dua kali aku merusaknya
Sudah kurusak benda itu hingga kali ke empat
Sampai dia murka dan lelah lagi-lagi untuk menemaniku membeli benda yang sama
Meski marah dan terlihat terganggu, aku tahu dari sorot matanya bahwa dia terlihat geli

Aku akan datang kepadanya berlagak bak tamu tak diundang
Dan menggelinding di kamarnya sambil merecokinya
Tak bosan aku ke kamarnya, padahal 8 jam sebelumnya kami berada di kantor yang sama dan duduk bersebelahan
Ya, aku yang sering ke kamarnya. Dia hanya ke kamarku, jika benar-benar dalam kondisi darurat atau sedang menyeprot nyamuk

Aku akan selalu menjadi si tukang protes menyebalkan ketika duduk di bangku menumpang dan melihat temperamennya ketika berkendaraan
Atau dengan semangat memaksanya mendandaniku ketika aku harus pergi ke pesta
Dia sangat paham jenis makanan apa yang kusukai
Memesankannya dengan dosis yang tepat
Berbalik jengkel ketika aku menyebarkan aura menyebalkan
Atau merasa berat mengakui bahwa dia sedikit sedih waktu aku bertanya padanya jika aku mengambil tawaran pekerjaan yang sempat ku dapatkan kemaren
"Hmmm, sedih juga sih. Tapi gapapalah, mungkin kalau kau nggak ada. Aku jadi pendiam"
Pernyataannya membuatku terpingkal-pingkal. Seolah-olah, akulah penyebab dia menjadi cerewet seperti sekarang

Yang jelas, yang kutahu
Dia selalu ada untukku dan aku akan berusaha begitu juga
Dia bertindak seperti seorang kakak, walau kutahu akan sulit baginya unuk mengakui
Seperti diriku, tidak ada pengakuan dalam bentuk kasih sayang secara lisan
Hal itu hanya akan menyebabkan kami berakting tercekik dan terserang mual
Dia akan menghalau kelakuanku, jika saja aku mencoba menggodanya
Wajahnya berjengit ngeri memandangku. Tentu saja, aku akan meneruskannya sambil terbahak-bahak

Untuk itu aku menuliskannya disini
Karena sebelum ini, aku baru saja mengiriminya bbm
Bosan di kamar dengan kekosongan

Kadang, kita menemukan keluarga ketika jauh dari keluarga itu sendiri
(November 3, 2013)

Missing Link

Saya rindu pada cahaya mentari yang memberkas melewati jendela
Tetapi saya menyadari, saya tak bisa mendapatkannya sekarang
Saya masih berada di tempat yang sama dengan yang dulu
Dikelilingi jendela yang sama sekali tidak terhubung dengan dunia luar

Saya merindukan kicauan burung di pagi hari
Lagi lagi itu harapan hampa
Disini, di tempat saya sekarang, di kediaman yang hanya mampu saya sewa untuk satu ruangan
Mana mungkin saya bisa mendengarkan, kecuali hiruk pikuk kehidupan yang saling berhimpit di gang sempit ini

Berkali kali setiap Minggu, saya mencari penghiburan
Mencoba mengenyahkan dengan paksa bahwa saya bisa melewati satu hari tanpa memikirkan pekerjaan
Ada yang salah di sini, mengapa sulit sekali bagi saya merasa tenang

Ya, disinilah saya sekarang
Mencoba mengulur waktu untuk tidak melihat layar
Mengingatkan berulang-ulang, bahwa saya harus mencoba menikmati hari
Tetapi tetap saja pikiran ini bercokol di kepala
Menari-nari dan membuat saya merasa bersalah
Bersalah karena mengulur waktu dan tidak langsung melaksanakan pekerjaan

Saya tidak tahu, apakah saya sudah berjalan ke arah yang salah
Tetapi saya tak lagi menikmati liburan
Saya tak tahu apakah dengan tidak mengerjakan pekerjaan di kala libur datang adalah sebuah kesalahan
Apakah saya seorang pemalas karena tidak bekerja di hari libur? Hei, ini jelas salah
Saya tahu ini salah
Saya harus segera merampungkannya dan mengambil waktu liburan
Ya, saya tahu. Saya butuh liburan
Liburan yang jauh dari pekerjaaan. Liburan yang layak. Liburan yang pantas
Liburan yang membuat saya bersemangat kembali ketika kembali
No email, No phone, ya, saya butuh libur
Libur yang sebenarnya

Jenuh. Semua penuh. Tak ada ruang kosong.
Saya harus mengosongkannya
(November 3, 2013)

Tuesday, October 8, 2013

Less Patient!!!


http://www.viz4u.net/v3/img/cover/actual/Let%27s%20Lose%20Track%20of%20Time.jpg
(Source: here)
Hidup dan berkembang
Stres saya ngembang terus kayak dikasih pengembang kue
Tiap hari bersemedi, tapi sama sekali nggak ada gunanya
Kenapa sih saya ini? Otak saya sudah mulai miring ya? Koordinatnya sudah bergeser ya?
Yayaya, orang bilang you are what you think
Huhuhuhu
Mau liburan, liburan yang bener-bener liburaaan
Liburan yang sama sekali nggak mikirin pekerjaan

Tau nggak sih, kata orang, kita harus melakukan pekerjaan yang kita cintai dan cobalah cari pekerjaan itu
Soalnya kan, separuh hidup kita akan dihabiskan untuk melakukannya
Apa saya jadi penulis novel aja kali ya? #belagu, novel hampir 8 tahun di laptop aja belum ada perkembangan.

Saya coba menetralisir ledakan amarah saya. Masak tiap saya mau bikin keekonomian, harus berurai air mata dulu sih? Soalnya saya binguuuuung. Rasanya sendiri. Apa saya aja yang nggak mau berdiskusi?
Entahlah. Saya pengen diskusi, tapi orang sibuk semua. Tahaaan, tahaaan.
Lagian saya nggak suka diskusi, kalau pemetaan di otak saya saja berantakan nggak karu-karuan. Pasti nggak ada isinya entar apa yang saya omongin.

Banyaaak yang nggak saya tahu
Makanya dari itu, saya harus belajar
Tapi, banyaaak banget yang mau dikerjain
Proyek A lah, Proyek B lah, tiba-tiba disuruh ngerjain yang C lah
Jadinya, si A keteteran nggak karu-karuan
Itu sih yang saya rasakan saat ini. Tiap saya mau ngerjain dia, yang selalu dimulai dengan kepala pusing, mata berkaca-kaca, dan berusaha didongkrak dengan kopi 2 bungkus dan jiwa selapang-lapangnya, terus datanglah suatu hal yang membuat saya mengesampingkannya
Padahal saya merasa sendiriiiiiiiiiiiiiiiiiii. Tiap nanya sama yang lain, kadang nggak ada solusi
Gimana mau ada solusi? Saya yang berkecimpung di sana aja, sakit kepala terus kalau mau memulai, plus selaluuu aja dipotong-potong

Saya mau nenangin jiwa dulu
Sabaaar-sabar
Kuat-kuatin diri aja lah dulu, kalau memang udah limitnya. It is time to STOP!!
Maybe, this is not your place.
Harus mulai nyari-nyari pekerjaan yang membuat saya lupa waktu, karena saking menikmatinya
Soalnya kalau ditanya sekarang siih, saya tersiksa

I lost my time. But I am definitely not enjoying it. I think, this is the wrong place for me
I am dying, here
(08 October 2013)


Saturday, October 5, 2013

Last Breath


(Source: would be updated)

Kemaren, saya masih tertawa hingga tengah malam. Bertandang ke kamar teman dan melakukan hal lain. Ketika saya kembali ke kamar, saya mendapatkan kabar buruk, yang tergeletak kaku di sudut kamar yang sepi.

Tante saya sudah tiada. Saya mengenalnya dengan panggilan Tante I. Tidak terlalu sering saya bertemu dengannya karena posisi tempat tinggal yang tak sama. Setidaknya yang saya tahu, dia adalah orang yang baik. Namun sayang, saya jarang sekali bercengkrama ketika ada kesempatan. Percaya atau tidak, saya diam di lingkungan keluarga besar.

Waktu

Dia pergi dengan tenang di atas kursi di depan rumah. Sebelum menyiapkan kepergiannya, dia meminta maaf ke semua orang yang bersamanya saat itu. Suaminya, supir angkutan yang dia tumpangi, dan tetangganya yang saat itu pulang dari pasar bersamanya.

Dia sempat berkata ketika sedang makan ditengah perjalanan   pulang, "Mungkinkah ini aroma yang saya bawa?" Entah apa maksud pernyataan Tante. Yang jelas, dia seperti merasa kepergiannya sudah dekat.

Tak banyak yang dapat saya ceritakan tentangnya. Kecuali wajah sumringahnya sewaktu saya masih duduk di bangku SMP dan berkunjung ke rumahnya. Atau bagaimana saya duduk di dapurnya. Bermain dengan anaknya.

Saya berharap semoga Tante I beristirahat dengan tenang diperaduan yang terakhir. Dunia memang sudah tak lagi memilikimu, tapi Tante akan selalu saya ingat dengan kenangan yang baik.



You never know about your last breath. Use it as wisdom as you can.
(Saturday, 5 October 2013)

Monday, September 30, 2013

13th: Perjalalan ke Negeri Tirai Bambu (Part 1)

Helloo, woorrllldd!! Long time without any news about happy-happy. Berapa kali kalau saya kilas balik, yang sedih syahdu selalu. Malesin yak. Hehehe.

Memang sudah lamaaa sekali rasanya saya tidak menceritakan pengalaman traveling saya. Perjalanan terakhir dengan ongkos backpacker yang saya lakukan itu, lebih kurang tepat 2 tahun yang lalu. Sudah lama sekali yaa. Naah, sekarang saya mau pemanasan lagi aah, cerita ceriti mengenai pengalaman heng out ke Negeri Tirai Bambu.

Namanya juga anak-anak kampung yang tiba-tiba dapat kabar untuk ditugaskan untuk berkunjung ke Cina.  Jelas lah saya bahagia tralalala. Dapat kesempatan gratis-tis berkunjung ke sana dengan alibi melihat perkembangan kilang LNG Mini. Hehehe, saya beneran kerja kok disana, nyambi lihat-lihat dunia luar. Asoiii.

Ada banyak lokasi yang saya kunjungi saat itu, dimulai dari Timur nya Cina hingga ke Barat Lautnya. Dari Shanghai hingga ke Mongolia. Berbagai macam bangunan, kebudayaan, dan perbedaan sudut pandang saya lihat di sana. Mulai dari ketinggalan pasmina, koper dibongkar sampai kehilangan sekotak jarum pentul.

1. Hangzhou, Kota Paling Romantis di Cina
Perjalanan dengan lama penerbangan total 6 jam akhirnya berakhir juga. Dengan membawa satu tas punggung, saya bersama dengan penumpang lain berbaris di konter imigrasi yang panjang mengular. Namanya baru pertama keluar dari regional Asia Tenggara, saya masih nyambi celingak celinguk melihat manusia-manusia yang sibuk sendiri mengisi lembar kedatangan.

Sampai disana, saya bukannya berselonjor di kasur, tapi langsung berganti baju dengan pakaian formal demi melanjutkan kunjungan ke salah satu kontraktor yang ada di Cina, tanpa mandi tentunya pemirsa. Buahahha. Perjalanan tersebut ditujukan ke sebuah kota yang memakan waktu 3 jam dengan kendaraan darat. Yap, 6 jam di udara plus 3 jam di darat tidak menyurutkan niat kami untuk dinas. Luar biasaa. "Mau gimana lagi yaa?" hehe.

Setelah haha hihi dengan si kontraktor, plus makan siang, plus kunjungan ke sebuah workshop, akhirnya acara tersebut rampung jam 5 sore. Kita pun melakukan perjalanan selama 1.5 jam menuju pusat kota Hangzhou. Benar sekali, tepat di Pusat Kota itulah Hotel saya berada. Syukuuur deeh, saya jalannya atas nama kantor. Kalo nggak manalah kuat hidup dengan biaya mahal begitu. Huahahaha.

Tempatnya luar biasa. Sangat teratur dan tersusun rapi. Ada berbagai macam moda transportasi di sana. Karena saya dan teman menggunakan jilbab, jelaslah kadang-kadang kita menjadi center of attention. Beda sendiri dari orang-orang yang berpakaian minim. Masalah komunikasi, parah banget. Jaraaang banget penduduk setempat yang mau diajak berkomunikasi dengan Bahasa Inggris, ujung-ujungnya kami berlaga menggunakan bahasa rimba.

Perasaan asing yang seru itu muncul saat saya dan teman saya berencana melakukan perjalanan singkat sore itu. Melihat-lihat danau yang katanya menjadi pusat wisata di daerah itu. Kata mereka, hanya memakan waktu 10 menit dari lokasi hotel yang kami tempati. Dasar oneng dan nggak tahu arah, plus sinyal tak punya, karena saya nggak langsung membeli nomor setempat, jadilah kita melakukan perjalanan dengan meraba-raba. Jalan saja kemana kaki melangkah. Walhasil, hari itu kami sama sekali tidak menemukan lokasi danau yang dicari, tetapi malah sampai ke sebuah lokasi lain yang juga dipenuhi penduduk setempat yang sedang bersantai.

Kiri kanan jalan disuguhi etalase mobil-mobil dengan merek terkenal. Mulai dari Porsche, Ferrari, BWM, sampai mobil lokal Cina yang tidak kalah mutakhirnya. Gedung-gedungnya juga tinggi dengan jalan setapak yang aman untuk pejalan kaki. Bahkan disediakan juga terowongan untuk melakukan penyebrangan dari bawah tanah. Tapi sayang sungguh disayang, kalau kalian berusaha bertanya, mereka akan menatap kalian aneh. Heloooo!!! Berasa jadi salah tingkah deeh. Kadang-kadang bertanya dalam hati, mereka nggak ngerti atau mereka nggak mau tahu, atau mereka merasa aneh dengan kain yang menutup kepala kami ini. Hahaha, whatever lah. Mengpa kami mencoba bertanya, karena melihat tanda dijalan tak membatu. "Waah ini ada Danaunya, tapi cara lihat petanya gimana ya? Ini posisi kita dimana sih? Trus arahnya mesti kemana?" begitulah percakapan bodoh dengan teman saya, sambil tertawa. Menertawakan kenyatan kocak ini.

Tapi tak masalah. Tempatnya oke punya kok. Tempat yang salah tuju tadi. Setengah jam saja kami habiskan dengan berpose di sana. Berhubung hari sudah mulai menghitam.


Esok harinya, barulah kami sempat berkunjung ke Danau West Lake ini. Malamnya juga ding. Berjalan-jalan sebentar setelah ditraktir makan malam di restoran Italia setempat. Begah lah perut pokoknya. Porsinya bejibun. Hoek dah buat perut orang Indonesia. Hahahha. Tempatnya memang luaaaar biasa indah kalau dilihat pada pagi hari. Udara di danau sangat segar, makin segar lagi, saat kami kunjungi sedang hujan deras nan lebat.

Waktu itu, saya dan teman saya jalan sama dua orang rekan seperjalanan lain. Heboh lah, heboh masing-masing maksudnya. Hehehe. Semua spot didatangi, karena memang bener-bener indah, bersih dan sejuk. Semua tempat disusun detail dan terlihat sekali perawatannnya. Katanya si pemandu kami, seenak jidat ngangkat orang jadi pemandu, Hangzhou merupakan kota paling romantis se Cina, banyak orang memilih lokasi ini untuk menghabiskan waktu berbulan madu. Beruntungnyaa sayaaa, nggak harus bulan madu dulu untuk bisa ke sini. Hahaha.

Bersambung...

Thursday, September 26, 2013

September Kelabu

Pertanyaan hari ini yang bikin setengah mateng "kamu udah longgar ya?"
Excuse me... Nggak lihat emang ya, gue ngos-ngosan kerja. Dikit-dikit dipanggil, inilah itulah, bantuin si onolah, beginilah, begitulah. Kayak yang gue ongkang-ongkang kaki aja. Bete banget. Mana tiba-tiba disuruh buat ngubah sesuatu lagi, pas saat gue mencurahkan jiwa raga gue buat ngerjain proyek
yang bisa dibilang mikir sendiri buat simulasinya.

Alamat gue lembur lagi, besok. Mana bakal presentasi sendirian pula. Bahan belum beres karena ngerjain yang lain, plus dianggap nggak punya kerjaan. Siaaal siaal. Susah juga gue diminta sabar. Sering jadi bemper.

Hufff, Septembeer september. Memang kelabu banget buat gue. Nggak ada habisnya. Mau marah, marah ke siapa? Mau nangis, nangis ke siapaa lagi. Sebenarnya, bisa-bisa aja gue ngerjain. Tapi waktunyaaa, waktunyaaaa. Udah gue bela-belain ngerjain kerjaan lain yang katanya "rush". Padahal kerjaan gue nggak kalah rush. Gue belain bantuin orang, pas gue mau kerjain kerjaan gue sendiriii, adaaaa aja.

Sori yee, banyak banget kata negatif. Soalnya, udah palak kali lah rasanya. Tapi bener deh, kesal banget gue dianggap nggak ada kerjaan. Mentang-mentang nilai proyek yang gue pegang nggak seberapa, bukan berarti kerjaan gue gampang.

Tuhaaaaaaan, kapan keadilan itu dataang #stres, pengen tidur, tapi harus bangun buat ngerjain. Hiks. Bisa nggak sih gue cuti, yang bener-bener cuti?

Monday, July 29, 2013

Terombang Ambing

Yaah, saya benar-benar terjebak. Berasa kerja rodi atau romusha. Tak henti-hentinya berpacu dengan berbagai macam deadline dan mulai menuju ke proses yang tidak sehat. Berasa proyek yang dikerjakan proyek ecek-ecek, padahal kami berusaha mati-matian dan berurai air mata. Ya, itu yang saya rasakan. Tepat pada saat ini, sekarang, saat saya menulis di sini.

Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat dan Senin lagi. Baru menarik napas, sudah Jumat saja. Baru merem dikit, sudah Senin lagi. Rasanya Sabtu dan Minggu lewat begitu saja. Saya sempat berdoa, Wake Me Up, When September End. Serasa berlari terus-terusan di bulan ini. Waktu yang sempit, apa kerja saya yang kebanyakan??


Tuesday, May 28, 2013

Jenuh

Mungkin saya yang salah, tetapi saya jenuh luar biasa. Luarrrr biasaaa sangaaat jenuh dengan semuanya.
Mungkin saya nggak cocok
Mungkin saya nggak pantas
Saya sangat jenuh sekali, sangat
Hingga outputnya saya mengeluh selalu

Sunday, April 21, 2013

Anarki

"Keluar cepat! Jangan sembunyi woi".

Teriakan terdengar begitu keras, dengan bunyi pecahan kaca mengikutinya selepas itu. Campuran suara hiruk pikuk itu langsung membangunkan saya dengan debaran jantung yang kacau balau. Ingatan saya terlempar cepat menuju malam tahun baru yang cukup mengerikan dulu.

Waktu yang mencekam itu berlangsung lebih kurang setengah jam, hilang timbul dalam kejaran-kejaran tak beraturan. Simpang siur membolak balik perut saya yang langsung terduduk dan menyudut di kamar.Saya tak bisa berpikir jernih, selain ketakutan sempurna dengan aksi anarkis di belakang sana.

Lama berselang, setelah sedikit bertanya dengan penjaga rumah, dia mengatakan itu adalah tawuran anak-anak. Haaaah, sungguh benar-benar tidak bisa saya mengerti jalan pikiran mereka. Tidak memikirkan orang-orang disekitarnya dengan kericuhan yang mereka timbulkan.


http://farm4.static.flickr.com/3576/3652702115_1d18f474c9_o.jpg
(Source: here)

Thursday, April 18, 2013

Project Management Overview

(Source: here)
Heyho, berikut penjelasan singkat tentang melakukan kerja.
Yayaya, dalam hidup, nggak kerjaan aja yang dipikirin. Supaya waktu nggak habis terbuang, maka susunlah strategi dalam melakukan pekerjaan. Biar pekerjaan jadi efisien. Tetapi tetap aja nggak bisa dipungkiri akan ada faktor eksternal dan internal yang akan mempengaruhi kinerja kerja kita. Internal, mungkin masih bisa diatasi, karena itu berhubungan dengan diri kita. Sementara bagaimana dengan eksternal? Nah, itu yang harus kita coba atasi dengan berusaha menerapkan kesamaan persepsi antara kedua belah pihak.

Baiklah, sekarang saya akan mereview sedikit kepada teman-teman sekalian, mengenai tahapan pekerjaan. Sehubungan dengan seringnya saya nyebur ke proyek (eitss, jangan bayangkan bahwa proyek saya adalah proyek pembangunan jalan raya atau kilang minyak. Beluum, saya masih proyek yang di depan-depannya. Proyek pembuatan kajian kelayakan), maka sedikit dan juga banyak, saya memahami prosedur yang sebaiknya dilalui oleh seorang pelaksana proyek dalam pekerjaannya.

Tidak mempengaruhi bahwa itu adalah proyek tahap kajian kelayakan, FEED ataupun EPC, tahapan dalam masing-masing fasa adalah tahapan berulang. Dan setiap fasa akan bisa dimasuki selama fasa sebelumnya sudah memenuhi standar yang dibutuhkan. Kalau bahasa bos saya, setiap fasa akan dihubungkan dengan pintu-pintu keputusan. Ketika pintu itu sudah dibuka untuk ke fasa berikutnya, there is no turning back (*asiiik).

Sunday, March 31, 2013

Live your Dream, Wake Up!!

(Source: here)

Fyuuuh, serasa sudah seabad nggak menulis. Maklum, musim pancaroba. Perubahan kehidupan. Jadi ngebet nulis, gara-gara baca blog teman yang sangaaat passion sekali. Lah, saya?? Sibuk sama kesibukan sendiri, menulis novel aja udah hampir 8 tahun nggak kelar-kelar. Masih jalan di tempat. Oooh meeen. Jiakakakkak

Coba ya, saya sok-sokann nulis passion:
Jadi passion saya adalaah .......
Hmmm, apa yaaaa? Buahahahha
Yang jelas ada 3 passion teratas bersama printilannya.

Kalo teman saya benar-benar melakukan semua yang dia rencanakan, saya masih belum. Kurang 100% effort, masih 25% sepertinya. Gubrak. Yaa, setidaknya saya mengakui kegagalan saya saat ini.

Monday, February 4, 2013

Changing!!!

Hem hem hem, ternyata waktu berdetak cepat banget.
Banyak hal yang saya lalui selama hampir sebulan ini. Mau itu perubahan cuaca, perubahan teman-teman maupun perubahan hati saya sendiri.

Mau ceritaaaa panjang lebar, tetapi waktu saya hanya setengah jam saja pemirsa, karena saya sudah mulai menerapkan efektifitas kerja. Jam 9 teng, harus fokus!!!

Well, for top of the record, teman saya Cungki Marungki sudah menikah sekarang. Nggak terasa aja sudah dua tahun berlalu sejak pertemuan kami pertama kali, dan sekarang dia sudah memasuki tahap selanjutnya dalam siklus hidup manusia. Well, ini adalah pasangan yang berhasil di tim backpackeran kami. Selamaaaat. Sayang anak backpacker cuma seuprit, dan tiba-tiba nama tim kami adalah Tim Index Backpacker. Ngarang abis ni si bapak MC.

 (Cungki's Wedding dan Teman Sekantor)

Saturday, January 5, 2013

01. Monumen Pancasila Sakti

(Gerbang Masuk Monumen Pancasila Sakti)

Gerbang masuknya berdiri dengan gagahnya, pepohonan menemani perjalanan saya memasuki area tersebut. Berkat janji dengan teman, target tahun 2013 saya ini terlaksana untuk pertama kalinya. Doakan saya untuk ke depannya yaa *dadah-dadah ala Lady Di.

Sebelum lanjut, saya mau bilang kalau perjalanan yang saya lakukan saat ini cukup berat. Baik dari segi konten maupun dari apa yang saya lihat. Beruntungnya saya punya partner ke sana, yang pengennya disebut NN, prok prok prok, kalau nggak, bisa terkapar di tempat kayaknya. Hehhe.

Ya, yang namanya wisata sejarah, pastilah harus ada bekal yang kita miliki ke sana. Dengan semangat 45, saya mulai melakukan pencarian alamat untuk menuju ke sana, berhubung saya sudah lumayan kebayang ke tempat apa yang saya tuju. Sering membacanya di buku sejarah, tetapi belum benar-benar pernah ke sana. Berkat tanya sana tanya sini sehubungan dengan tanggung jawab sebagai orang yang ngajakin teman plus kami berdua sama-sama disorientasi, akhirnya kami menemukan rute murah untuk mencapainya dan nggak pake lama. Hehhe.

Tuesday, January 1, 2013

Happy New Year 2013!!

Happy New Yeaaaaar 2013!!! Wish a New Year filled with peace prosperity and happiness!!

Sebenarnya saya nggak dalam kondisi rajin-rajin amat ngebloging ampe dini hari begini bela-belain ngebloging. Tapi saya mau cerita bagaimana saya menghabiskan detik-detik pergantian tahun saya. Apa yang kalian lakukan selama pergantian tahun?

Lihat kembang api? Yaaa, paling gitu-gitu aja, lihatin senyawa phosphor dibakar dan mengeluarkan ledakan indah. Saya nggak hobi-hobi amat lihatin itu.
Berbondong-bondong keliling kota? Tapi macetkaaaan? Saya juga nggak hobi-hobi amat desak-desakan dan keringatan walau notabenenya saya suka jalan-jalan. Catet, suka jalan-jalan, bukan empet-empetean.
Menghitung mundur waktu dengan orang yang disayangi? Beruntunglah kalian, hahaha. Saya lagi tidak dalam kondisi punya orang yang disayang amat ampe bela-belain lihatin kembang api yang dibakar sambil dengerin orang nyanyi. Hahahha.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...