Sunday, January 18, 2015

One Month One Direction (1): Malang and Batu - Remaining Day

DAY 2

Hari kedua di Batu, kami melakukan perjalanan ke Alun-Alun Batu dan Jatim Park II. Di dalam Jatim Park II terdapat 3 lokasi wisata, yaitu Ecogreen Park, Batu Secret Zoo dan Museum Satwa. Namun, karena kami baru berada di sana pukul 12 siang, jadilah tempat yang sempat kami kunjungi hanya 2 lokasi.

1. Alun Alun Batu
Menurut cerita, dulunya Alun Alun Batu merupakan taman yang didalamnya terdapat Bebatuan yang disusun sedemikian rupa. Namun, icon ini tidak dipertahankan kota Batu. Setiap pergantian walikota, maka juga dilakukan pergantian dekorasi Alun-Alun. Icon yang ada saat saya mengunjunginya kemarin adalah buah Apel dan Strawberi.

2. Jatim Park II
Harga tiket masuk Jatim Park II dibagi menjadi beberapa paket. Kami mengambil paket 3 seharga 120.000 rupiah per orang dan berhak untuk mengunjungi 3 lokasi. Meskipun hanya 3 lokasi, kami hanya mampu mengunjungi 2 lokasi karena luasnya.

a. Ecogreen Park
Spot utama yang ingin kami kunjungi pada lokasi ini adalah Rumah Terbalik. Menduplikasi konsep yang berasal dari Belanda, konsep ini merupaka konsep pertama di Indonesia. Antrian menuju wahana ini selalu panjang, atau memakan waktu 15-20 menit sampai tiba giliran kami masuk. Selain itu, juga terdapat miniatur beberapa candi yang ada di Indonesia yang didalamnya merupakan area simulasi berbagai macam peristiwa alam seperti gempa, angin atau salju.

b. Batu Secret Zoo
Ada banyak sekali binatang di kebun binatang ini. Sangat cocok untuk membawa anak-anak sebagai arena belajar. Berbeda dengan kebun binatang lain yang saya kunjungi pada umur segini, binatang-binatang yang ada di kebun binatang ini cukup terawat. Koleksi binatangnya mulai dari berbagai jenis primata sampai karnivora, mulai dari reptil sampai singa, bahkan binatang-binatang kecil lain yang sama sekali tidak pernah kita tahu. Secara garis besar, saya lebih puas berkunjung ke lokasi ini daripada ke Taman Safari.

DAY 3
Kami melakukan perjalanan dengan berjalan kaki ke lokasi wisata Paralayang dan Pemandian Air Panas Sanggoriti. Untuk ke lokasi Paralayang, kami hanya mampu menempuh setengah jalan karena ternyata lokasi berada 12 km dari tempat tinggal kami di Batu plus dengan medan yang menanjak dan berputar-putar.
Sementara untuk ke Pemandian Air Panas Sanggoriti, kami menaiki angkutan umum dan berakhir dengan membeli bakso dan sate kelinci di lokasi.

DAY 4
Perjalanan pada hari keempat adalah perjalanan terakhir saya dengan adik-adik pada kunjungan ke Malang ini karena mereka akan kembali ke Yogyakarta pada hari ke-5. Setelah diskusi yang cukup alot dan saran dari Om kami yang tinggal di Batu, jadilah kami memutuskan bersama-sama dengan kakak sepupu berkunjung ke Coban Rondo. Salah satu wisata air terjun terdekat dari Batu.

Kami menempuh perjalanan dengan bis sekitar 30 menit (harga: 4000 rupiah dari Batu) dan 15 menit dengan ojek (mereka mematok 45.000 rupiah per orang, sudah termasuk tiket masuk ke lokasi wisata ini).

Suasana Coban Rondo sangat padat pengunjung. Udaranya sangat sejuk dan airnya sangat dingin. Kalau berkunjung ke Batu, saya sarankan untuk berkunjung ke lokasi ini. Dalam keadaan ramai saja saya masih berminat untuk berkunjung, apalagi ketika bukan pada musim liburan dan sepi.

Dapat disimpulkan bahwa perjalana Series 1 dari One Month One Direction ini sangat menarik. Perjalanan dengan rekan yang sepaham juga membuat perjalanan ini semakin berkesan.

See you on the next trip, guys!!!

Thursday, January 15, 2015

One Month One Direction (1): Malang and Batu - DAY 1

One Month One Direction Series (1) dilakukan dengan daerah tujuan Malang dan Batu. Lebih tepatnya, eksekusi lebih banyak dilakukan di Batu, Malang. 1 jam perjalanan dari Kota Malang dengan menggunakan bus jurusan Malang - Jombang atau Malang - Kediri.

Informasi singkat terkait perjalanan ini, Series 1, adalah sebagai berikut:
  • Tim Pelaksana: 3 orang (Dina, Dino, dan Lidia)
  • Waktu Pelaksanaan: 30 Desember 2014 s.d 5 Januari 2015
  • Tujuan/Lokasi: Malang dan Batu
  • Total Pengeluaran: rata-rata 1 juta per orang, sudah termasuk tiket kereta api pulang balik. Akomodasi tidak termasuk karena kami menginap di rumah saudara. Hahaha.

Persiapan dan Perjalanan ke Stasiun Malang
Berhubung kami niatnya pelit dengan biaya transportasi dan akomodasi tapi hepi-hepi dengan wisata kuliner, maka kami putuskan secara musyawarah mufakat yang dipaksakan untuk naik kereta ekonomi dari daerah asal masing-masing. Saya dari Stasiun Pasar Senen pada tanggal 30 Desember 2014, pukul 17:20 WIB dan adik-adik saya dari Stasiun Tugu pada tanggal 31 Desember 2014, pukul 03:00 WIB.

Titik pertemuan kami putuskan di Stasiun Malang, saya datang 1 jam lebih cepat dari Tim Yogyakarta, sekitar pukul 10:00 WIB di tanggal 31 Desember 2014, sedangkan Tim Yogyakarta sampai di Malang pukul 11:00 WIB. Kegiatan tunggu menunggu tidak terlalu lama, saya habiskan waktu dengan searching lokasi yang akan dituju di kota Malang pada siang itu, sebelum melanjutkan perjalanan ke Kota Batu.

Ya, cerdas bukan, searchingnya pada hari H. Berhubung saya lah yang mengajak adik-adik saya ke Malang dan berhubung saya yang paling tua dan berhubung mereka juga belum pernah melakukan backpackeran kayak saya, maka saya tetiba menjadi kakak yang baik dan bertanggungjawab untuk membahagiakan adik-adik saya selama backpackeran ini, buahhahaha. Yaah, rasa tanggungjawab ini lebih karena situasi bukan karena hobi, pemirsa!!

Malang - Day 1
Setelah pertemuan dan semua tim lengkap, kami langsung menuju ke tempat yang dirasa perlu untuk dikunjungi pada hari itu. Berhubung lagi, adik saya ayuk-ayuk aja untuk diajak kemana aja jadilah kami ke beberapa tempat pada hari pertama. Tentunya dengan menggunakan petunjuk Google Map dan koneksi internet (thanks to technology), kami melenggang bak orang yang paham jalan, padahal mata saya selalu menuju smartphone. Empat

1. Tugu Malang
Stasiun Malang berada pada posisi strategis di Kota Malang ini, hanya membutuhkan waktu lebih kurang 10 menit dengan berjalan santai untuk sampai ke Tugu Malang. Area dari Tugu Malang ini lebih besar daripada Tugu Yogyakarta dan dikelilingi dengan taman-taman dan juga kolam yang ditumbuhi tanaman eceng gondok.
(Tugu Tani, Si Petualang Courtesy)


Monday, January 12, 2015

One Month One Direction Series

Kalau dipandang-pandang dan dihayati, blog saya akhir-akhir ini tidak terlalu merepresentasikan Judul dari blog saya "Si Petualang". Saya sedikit merasa berdosa dengan passion saya yang suka bepergian tetapi sama sekali tidak terwujud dengan baik 2 tahun terakhir ini. Kebanyakan perjalanan yang saya lakukan adalah perjalanan karena pekerjaan namun sering terlupakan untuk saya ceritakan. Oleh karena itu, di tahun yang baru ini, 2015, saya berniat untuk mewujudkan sebuah wacana yang sempat saya rencanakan bersama anak sekantor, kami beri tema "One Month One Direction".

(Source: here)
Lantas, apa maksudnya?
Naah, maksud dari tema yang kami angkat, namun akhirnya saya saja yang mewujudkan adalah bahwa kami akan berpergian secara backpackeran ke suatu tempat, baik di Indonesia maupun di dunia, sekali dalam sebulan. Terlalu optimis memang, tetapi sesuatu yang direncanakan dan dituliskan akan lebih cenderung diwujudkan daripada sesuatu yang direncanakan hanya dalam pikiran. Yaah, akhir tahun nanti saya mau lihat persentase perwujudannya. Apakah saya bisa pergi ke 12 tempat selama tahun 2015 ini. Hehehe.

Realisasinya?
Berhubung baru berjalan 12 hari pada bulan Januari ini, saya sudah mendatangi satu daerah di bulan ini. One Month One Direction Pertama saya ini dilakukan bersama dengan adik-adik saya. Apakah seru jalan bareng mereka? Seru banget!! Mereka juga tipenya sama dengan saya, nggak masalah backpackeran dan suka juga jalan kaki. Suatu hari nanti saya mau jalan bareng mereka ke Eropa, hahaha, impian kami kalau lagi ngumpul keluarga.

See you!!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...