Wednesday, December 14, 2011
La Tahzan
Menari di atas awan. Ini ada penggalan ayat Al-Quran.
Ketika kita mengeluh : “Capek banget gw....”
Allah menjawab : “...dan KAMI jadikan tidurmu untuk istirahat.” (QS.An-Naba :9)
Ketika kita mengeluh : “Berat banget yah, gak sanggup rasanya...”
Allah menjawab : “AKU tidak membebani seseorang, melainkan sesuai kesanggupan.” (QS. Al-Baqarah : 286)
Ketika kita mengeluh : “Stressss nih...Panik...”
Allah menjawab : “Hanya dengan mengingatku hati akan menjadi tenang”. (QS. Ar-Ro’d :28)
Ketika kita mengeluh : “Yaaaahh... ini mah semua bakal sia-sia..”
Allah menjawab :”Siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar biji dzarah sekalipun, niscaya ia akan melihat balasannya”. (QS. Al-Zalzalah :7)
Ketika kita mengeluh : “Gile aje..gw sendirian..gak ada seorangpun yang mau bantuin...”
Allah menjawab : “Berdoalah (mintalah) kepadaKU, niscaya Aku kabulkan untukmu”. (QS. Al-Mukmin :60
Ketika kita mengeluh : “ Duh..sedih banget deh gw...”
Allah menjawab : “La Tahzan, Innallaha Ma’ana. Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita:. (QS. At-Taubah :40)
Monday, December 12, 2011
Burn
Rasa ini membunuh saya hingga ke rongga dada. Ingin rasanya mencabik jantung dan menguliti lemak-lemak yang menyelubunginya. Lemak yang secara kasat mata menutup pernapasan saya. Mempersempit rongga dada perlahan dan menusuk tulang rusuk dengan beringas. Helaan napas berulang-ulang tak lagi menjadi alasan untuk melegakan. Hanya kesempitan yang menutup hingga tulang punggung belakang.
Rasa itu muncul dari sebuah pertanyaan. Pertanyaan dari sebaris kalimat dalam kotak pesan. Pertanyaan sederhana yang menanyakan seulas kabar mengenai saudara yang entah dimana. Pertanyaan yang langsung ditanyakan kepada saya. Tapi, pertanyaan sederhana itu tidak bisa saya jawab. Karena pertanyaan itu juga menjadi pertanyaan saya. Saya tidak bertanya kepadanya, saya hanya memendamnya. Memberi waktu baginya untuk lebih dewasa menghadapi hidup. Memberi waktu baginya untuk mengenal dari sisi yang berbeda.
Butuh waktu hingga 3 jam untuk menjawabnya. Melayangkan balasan yang sama sekali tidak menjawab. Hanya mungkin lebih menjadi sebuah pertanyaan lain tentang betapa saya tidak becus jadi seorang saudara. Saudara yang mungkin dianggap sangat tidak perduli tentang yang lain dan pikiran ini membunuh saya. Perlahan-lahan dan dimulai dari rongga dada. Susah sekali rasanya berkonsentrasi. Susah sekali rasanya bercerita. Yang ada hanyalah tangisan terpendam yang menggema di dalam dada ini, dada yang semakin menyempit.
Maafkan saya yang tidak becus ini. Maafkan saya yang tidak terlihat perduli ini. Memikirkan saja rasanya saya ingin menangis. Mengenai kabar tentangnya yang begitu mengiba. Tapi tidak apa-apa, inilah saatnya bagimu untuk bersikap lebih dewasa. Tidak hanya berpikir untuk hari ini, tapi nanti. Agar kamu lebih mandiri dan lebih bertanggung jawab lagi. Saya tahu kamu baik, saya juga merasakan kebaikanmu. Tapi yang saya lakukan, yang lain lakukan, semua adalah untuk kebaikanmu.
This feeling is burning me from inside.
And I sick of that
Redundan saja
Deringan weker jam 4 membangunkan saya.
Deringan weker jam 6 membangunkan saya.
Tetapi deringan itu semua hanya membangunkan saya, tanpa bisa membuat saya bergerak dan mengerjakan pekerjaan saya. Dan sekarang saya malah menulis blog ini. Entah kenapa akhir-akhir ini saya sama sekali tidak produktif. Pikiran yang selalu melayang kemana-mana.
Ya Allah, jika ini terus berlanjut, saya merasa apalah gunanya kehidupan ini.
Hanya dihabiskan dengan tidur. Alasan karena lelah bukanlah alasan kuat.
Saat ini hati saya tidak tenang. Saya bingung harus bagaimana bersikap.
Saya bingung. Kata mama, saya tidak terlalu bisa nangis sekarang. Lantas, apa yang mengganjal. Mengapa semua ini rasanya membutuhkan waktu lama untuk dikerjakan??
Aaaah, ini hanyalah tulisan redundan.
Saturday, December 10, 2011
Saturday: What a Day (Lost Experience)
Misscall melantunkan theme song "Pirates of Carribeannya Johnny Depp" yang ke-5 kalinya itu akhirnya membangunkan saya. Jam pada BB memperlihatkan pukul 05:28 WIB pagi. Sedikit bermalas-malasan saya bergerak ke kamar mandi dan berwudhu untuk menunaikan solat subuh.
Ada sebuah janji dengan Lia. Berlari pagi setelah hampir setahun tidak pernah berolahraga. Rumah yang dekat untuk Lia, dan tak ada teman untuk berlari untuk saya adalah alasan utama mengapa kami jarang berolahraga di Sabtu pagi. Dan selepas saya solat, dia sudah datang dengan pakaian larinya. Ada bunyi bbm di bb saya, pasti dari Lia tadi, jadi saya tidak repot-repot membacanya, toh dia sudah di depan saya.
Percakapan bodoh dalam masa lari pagi dimulai. Mulai dari apa yang akan kami lakukan jika tiba-tiba direkrut jadi anggota Badan Intelijen Nasional hingga kelakuan anjing hitam centil melewati anjing lainnya.
Saat saya melemperkan pertanyaan bodoh itu ke Lia, dia dengan songgongnya menjawab "kalau tiba-tiba gw direkrut jadi anggota BIN, hal pertama yang akan gw lakukan adalah beli kacamata hitam".. Hahha, what a brilliant idea.
Perjalanan masih terasa menyenangkan, saat saya menceritakan mengapa saya tiba-tiba melepas cincin saya, meskipun dia tidak bertanya. Topik itu terlompat saja di benak saya. Pacarnya Lia menasehati saya untuk tidak menggunakan cincin di jari manis kiri saya. Saat itu, geng backpackeran kita sedang mengadakan perjalanan dan saya kebetulan duduk tidak jauh dari dia. "Dari sudut pandang laki-laki, kalau lihat perempuan pakai cincin di jari manis, dia langsung mundur duluan." "Tapi kan cincin yang aku pake gambarnya Mickey Mouse, mas?? Masa itu juga?" saya mencoba berkilah dengan polosnya. "Tapi tetap saja kan. Ini dari sudut pandang laki-laki ya." Sekali lagi dia menekankan. Saat menceritakan itu, kita masih tertawa-tawa.
Kita berlari di sekitaran rumah duta besar yang ada di Jakarta, jalanan yang rapi dan asri. Rumah-rumah dengan aksen unik dengan berbagai macam model dengan dinaungi pohon-pohon besar. Berhenti sebentar untuk memperbaiki posisi tali sepatu dan berjalan lagi sedikit. Saat saya berdiri, Lia bilang "Hadooh, gw lupa pake ikat pinggang ni" sambil mengangkat celananya yang sedikit kedodoran. Saya ikut-ikutan menarik celana sambil memasukkan tangan ke dalam kantong celana. Benak saya teriak-teriak supaya memindahkan bb ke kantong belakang, tapi lagi-lagi saya tidak gubris.
Hingga langkah saya terhenti di dekat sebuat taman. Ada banyak orang berkegiatan di sana. Iseng tangan saya bergerak lagi ke kantong dan disana terasa ringan. Guud, I thought I lost my BB, yang tersisa hanya pengaman chasing yang berada pada posisi terbalik. Tidak ada BB. Saat itu saya sedikit cuek, sedikit khawatir dan merasa seolah-olah ikhlas. Entahlah, perasaan jenis apa yang melayang di otak dan di hati saya. Hampa dan mungkin ikhlas.. Entahlah.. Hingga saya menuliskan di blog ini saya merasa bingung. Yang heboh malah Lia, dia berjalan di depan saya. Setelah menyadari benda kecil itu hilang, kami kembali lagi ke arah pulang sambil menelusuri semua track yang kami lewati. Mengulang semua percakapan yang dilakukan. Semuanya. Bertanya dengan polisi, satpam, tukang sapu, orang lewat, semuanya. Bahkan saya sempat mencurigai orang yang lewat dan terus bersikap seperti psikopat (mungkin deskripsinya berlebihan).
Jalan itu sudah kami lalui sebanyak 3 kali untuk menelusuri posisi jatuhnya benda itu. Tapi memang sudah suratan, BB sama sekali tidak ditemukan. Dengan bermalas-malasan, saya mengajak Lia untuk duduk di trotoar jalanan. Salah satu tukang sapu yang tadi kami tanya melewati kami dan bilang bahwa dia dengar ada orang yang menemukan BB. Saya rasa memang sudah diambil orang (ikhlaaaas, ikhlaas), saat ada telepon ada nada sambung lantas mati. Lelah mengontak BB yang sudah dinon-aktifkan, mata saya bergerak liar memandangi jalan yang ada di depan kami. Jalanan sudah semakin ramai, mobil-mobil canggih hilir mudik bergerak dengan kecepatan yang cukup tinggi. Iseng menghitung ada 3 mobil Porche yang melewati kami.. So Coool..
Ada seekor anjing di seberang jalanan, awalnya saya kira seekor beruang. Ternyata seekor anjing dengan warna bulu hitam legam yang terawat. Sulit menerima, tetapi kelihatannya bulunya sangat hitam dan berkilau seperti rambut bintang iklan yang sering ditayangkan di media massa. Setelah melihat itu lantas kami mulai berjalan, dan tidak menyadari bahwa si anjing juga berjalan ke arah yang sama dengan kami. Dan disana si anjing ini berjalan dengan centilnya melewati seekor anjing pemburu berwarna putih yang terikat di sebuah rumah besar. Pintu pagar yang terbuka membuat si anjing hitam (baru sadar dia betina) terekspos dengan sempurna. Dan saya lihat perubahan jalannya, berjalan dengan sedikit lari-lari kecil tanpa mau menoleh sementara si anjing gagah terus menggonggong hingga hilang ditelan jarak.
Sejenak saya lupa dengan BB yang hilang. What a Day.. So many signals told me, but what can I say.. There was a hole in my pocket. Thin layer in my pocket could not handel some weight of my BB..
"Cungki, gw udah di depan kosan lu ya"
"Cungki, gw nggak bawa hp ya"
Pesan dari Lia pagi tadi yang saya anggap tidak terlalu perlu dibaca.
If only I read that messages, maybe my BB still in my hand..
Sunday, December 4, 2011
Feel Uneasy, Sad or Bad side of me
Don't ever ask me to do something, in case to help the other people. Let me choose, whether I help them or not. Because if you do so, I completely hard to do that, and that's not good for me nor for you.
Don't ever want to know a lot about my self, in case you only ask without remember.
You know what, sometimes I am being stubborn and feel uneasy, when you come to me only talk about that thing. I just feel, that's my value in your eyes and I'm really sad to remember about that..
Maybe, you only think that I just care about myself, but you are wrong. I care about my family, A LOT.. I care about my family, but I only care about someone who also care about their family.. Not only themselves..
Oh GOD, just help me please..please..
I am nothing without you..
Wednesday, November 23, 2011
23 th
Fakta tentang 23:
1. Sekarang tanggal 23
2. Umur saya juga sekarang 23
3. Kamar saya nomornya 23
4. Nggak jauh dari tanggal 23, saya bakal gajian (maksa.com)
5. Adik saya lahir tanggal 23
6. Sehari setelah saya ulang tahun itu tanggal 23
Pada intinya, semua mungkin jadi alasan kan?
Tergantung kita mau lihat dari sudut pandang mana.. *rolling of laugh
Spending my short time to write some notes..
Tuesday, November 22, 2011
Getting Low
- Jantung berdetak cepat
- Saluran darah menyempit
- Saluran pernapasan juga menyempit
- Badan panas dingin
- Berulang kali menarik napas dan mengatur pernapasan
Penyebab:
- Deadline kerjaan
- Bingung dengan kerjaan
- Ada banyak kerjaan dalam satu waktu
- Bingung lagi dengan kerjaan dan nggak ada tempat bertanya karena yang lain juga bingung sama kerjaan masing-masing
Akibat:
- Cari pelarian
- Cari makanan
- Cari lagu bagus
- Malah lama disitu dan kerjaan juga makin menumpuk
- Langsung tidur, tapi tetap saja implikasi tidak menurun
- Saat kerja mikir tidur, dan saat tidur malam mimpi kerja
Cara pencegahan:
- Lebih berusaha lagi
- Lebih banyak nanya lagi
- Cari orang yang bisa ditanya sambil terus juga belajar
- Jangan kerja ketika deadline
Pembenaran:
- Mulai bisa kerja jika sudah deadline karena idenya sering muncul saat deadline
- Merasa waktu kurang dan pengen refreshing
Just Tell Me
Tapi saya akan bantu, sebisa saya tapi yaa..
Buat keluarga saya, bilang ke saya ceritamu
Kalau saya bisa bantu, InsyaAllah saya bantu
Hiraukan muka saya yang sedikit berkerut
Itu bukan berarti saya nggak mau bantu, saat itu saya sedang berpikir
Cari jalan keluar di otak saya buat bantu masalah kamu
Terkadang saya juga ada sedikit egois, tapi yakinlah
Dengan berjalannya waktu, dengan adanya waktu buat saya berpikir, dengan adanya waktu buat saya berdoa, nanti pasti Dia kasih jalan keluarnya, yang baik buat kamu dan juga buat saya
Kalau istilah kerennya "win win solution"
Buat abang saya, yang sedang bersedih
Abang saya yang merasa belum ketemu jati dirinya
Mungkin cerita hidup kamu beda dengan apa yang sedang saya jalani
Dan kamu bilang kamu sudah lelah jalani semua ini
Dan kamu bilang kamu sudah berusaha tapi tetap saja jadi beban
Yang jelas ya bang, kamu jangan menyerah sama yang sedang kamu hadapi ya
Kita sama-sama usaha bang
Kalau mau cerita, maka berceritalah
Karena nanti, nanti kita mungkin bertemu jalan keluarnya
Kamu cuma perlu memilih orang yang tepat untuk bercerita, dan jika kamu merasa sayalah orang yang tepat itu, "Tell me, then"
Saya akan berusaha buang egois saya ke sudut hati saya yang paling dalam dan menimbunnya
Buat adik-adik saya
Kalian sudah jadi anak yang baik
Kalian sudah punya tujuan hidup, maka tekankan baik-baik dalam hati kalian
Kalau kita harus berusaha bahagiakan mama yaa
Mama sudah berusaha memberikan yang terbaik buat kita dengan membanting tulang mencari uang buat kita
Nanti, ketika kita sudah bisa menapaki bumi ini dengan kaki kita sendiri, kita harus membahagiakan mama
Mungkin kapan kita bisa sampai ke tahap itu, tak ada yang tahu
Yang jelas dengan pertolongan-Nya, kita akan sampai ke tahap itu InsyaAllah
Dan saat kalian berusaha menapaki tahap itu, kakak akan dukung kalian dengan segala yang kakak bisa
Kakak sudah janji kan? Dan kakak akan usaha memenuhi janji itu, supaya kakak nggak jadi orang jahat.. Hehehe
Dan yang pasti untuk mencapai semua itu, dalam melalui semua itu, kalian juga harus cerita ke kakak, sama-sama kita berusaha
Cari jalan keluarnya kalau ada masalah
Dan tentu saja kakak butuh kerjasama kalian kan? Kalian juga harus semangat menjalani hidup ya
Kalian harus menargetkan apa yang kalian kejar, dan kakak butuh itu seperti kalian butuh itu
Karena untuk sekarang, kalianlah salah satu target kakak
Kalian harus menjalani hidup kalian seperti yang kalian inginkan, dan berusaha mencapai cita-cita kalian sesuai dengan apa yang ingin kalian jalani
Kakak tidak akan mengarahkan kalian mau jadi apa, kalian sendiri yang menentukan
Dan jika kalian butuh saran, tanyalah..
Dan jika kalian ada cerita dan butuh teman bercerita, lantas merasa kakak sebagai orang yang tepat untuk bercerita, "Tell me, then"
We find solution, together..
Buat keluarga saya, saya sayang kalian..
Buat saudara saya, saya sayang kalian..
Mungkin saya tidak biasa mengungkapkan dengan baik, karena kita punya cara berbeda kan dalam mengungkapkannya..
Family is supposed to have your back,
Family is supposed to know you,
There are supposed to be no secret with family,
There are supposed to be no lies with family,
Family is supposed to love each other unconditionally,
Family is supposed to be there for you,
There is supposed to be understanding in a family,
There is supposed to be trust in a family,
Family is supposed to be there for you,
Family is supposed to understand.
(Violet Creek)
Monday, November 21, 2011
Satu Pintaku
Ya Allah Pemilik Segala Hati, Berikan aku ketenangan hingga Kau tunjukkan saat yang tepat itu..Ya Allah Pemilik Segala Kebahagiaan, Berikan aku kesabaran untuk menanti hingga saat itu tiba..Ya Allah Pemilik Segala Rasa, Berikan aku kekuatan untuk mengendalikan rasa yang kadang tak bisa lagi kutahan..Ya Allah Pemilik Segala Cinta, Pertemukan aku dengan dia, belahan jiwa yang Kau janjikan untukku..
Satukan kami di jalan keridhoan-Mu..
Jauhkan kami dari rasa ingkar atas ketentuan-Mu
Jauhkan kami dari hal-hal yang tak Kau Ridhoi
Dan teruntuk “belahan jiwaku” yang ku tak tahu kau ada di mana,
Saat ini..
Kuyakin bahwa kita sedang bersama-sama membangun kualitas diri kita di tempat yang berbeda..
Kuyakin bahwa kita sedang sibuk dengan aktivitas kita, demi masa depan kita berdua kelak..
Kuyakin bahwa kita sedang mempersiapkan diri hingga Allah memantaskan diri kita..
Kuyakin bahwa kita berdua berkeinginan untuk segera bertemu.. dan bersatu..
Dan kuyakin pula bahwa kita berdua sama-sama menantikan saat yang tepat itu, saat kita bertemu..
Ya Rabb, di manapun dia berada..
Jagalah dia agar selalu berada di jalan-Mu..
Tegurlah dia jika dia berbuat kesalahan..
Ingatkan dia ketika dia melenceng dari jalan-Mu..
Berikan keyakinan padanya saat dia mengambil keputusan..
Limpahkan selalu rahmat-Mu untuknya..
Teruntuk “belahan jiwaku” yang kehadiranmu sangat kunantikan..
Saat kita bertemu kelak,
Kuingin agar kau tak menunda..
Kuingin agar kau tak berbelit kata-kata..
Kuingin agar kau tak menghindar..
Kuingin agar kau memperlihatkan kesungguhan dan keseriusanmu padaku..
Kuingin agar kau memperjuangkan aku dan tak melepasku..
Perlihatkan padaku bahwa kau yakin padaku..
Teruntuk “belahan jiwaku” yang bersamamu akan kuhabiskan sisa waktu,
Ingatlah Allah selalu..
Ingatlah Allah dalam setiap nafasmu..
Ingatlah Allah dalam setiap langkahmu..
Ingatlah Allah dalam setiap niatmu..
I’ll wait for you ‘til we meet..
