Saturday, November 20, 2010

Final search..

20 November 2010
Akhirnya setelah sekian lama (4 bulan) mencari kerja, ada juga kerja yang mau ama saya. Saya akan bekerja sebaik-baiknya dan berusaha memberikan yang terbaik. Makasih ya.

Thursday, November 11, 2010

4 Tahun Bersama

Seminggu yang lalu saya sama teman-teman foto-foto bareng. Dengan semangat empat lima datang ke Jonas. Kami emang sering ngumpul, tapi jarang banget yang ngumpul buat foto ke Studio foto pula. Kami udah 4 tahun bareng di asrama dan menghabiskan hari demi hari bersama (nggak segitu juga sih). Nah, tipe fotonya ada 3. Ini saya masukin hasil fotonya buat cuci mata. Mana tau ada yang lagi sepet atau mau cari jodoh. Hohoho


1. Foto dengan JAHIM (Jaket Himpunan masing-masing).
Posisi kiri-kanan: (Saya, Liza, Anne, Tita, Fitri, Citra, Sarah, dan Henny)
PAMERAN JAKET HIMPUNAN

2. Foto dengan menggunakan TOGA dan pernak perniknya.

Posisi berdiri kiri-kanan: (Fitri, Liza, Saya, dan Anne)
Posisi duduk kiri-kanan: (Sarah, Citra, Henny, dan Tita)
PAMERAN TOGA

3. Foto dengan hanya menggunakan Kebaya (foto sudah diedit secukupnya demi kenyamanan saya)


Posisi kiri-kanan: (Fitri, Henny, Liza, Sarah, Citra, Tita, Anne, dan Saya)
PAMERAN KEBAYA

Sayang nggak ada Evy.
Cherio!!!


Kedodolan Tingkat Tinggi


Judul ini saya buat kedodolan tingkat tinggi karena ini benar-benar dodol rasa beda. Ada rasa pengen nginjak-nginjak, nendang-nendang, ngegebuk orang, dsb.

Tren masa kini yang lagi digandrungi anak muda adalah memakai lensa kontak. Ada banyak pilihan warna dan seiring berjalannya waktu harganya semakin terjangkau. Singkat cerita, saya lagi bersemangat untuk memakai lensa kontak yang baruuuuuuuuuu aja saya beli hari senin. Dengan direndam selama 4 jam terlebih dahulu di air oksigen yang dijual di optik yang sama. Karena ingin lebih mantap, saya rendam hampir selama 24 jam + 9 jam. Jadi sekarang adalah hari-H nya saya bakal makai tu lensa. Lensa yang saya beli itu lensa transparan. Ceritanya biar nggak keliatan saya pake lensanya. Dengan semangat 45 dan membaca aturan saya mulailah prosesi pemakaian lensa.

Berikut tahapannya (lebih tepatnya tahap kedodolan):

1. Cucilah kembali lensa yang akan dipasang dengan menggunakan air oksigen untuk membunuh bakteri (ingat, tangan juga harus bersih ya).

2. Tempatkan di ujung jari telunjuk, dan buka mata lebar-lebar. Posisikan agar lensa bagian atas menempell terlebih dahulu, maka setelah itu akan diikuti oleh bagian bawah. Untuk ini saya udah coba berkali-kali, dan akhirnya bisa. Tapi saya jadi bingung, karena lensa ini transparan jadinya kurang pede dan bertanya-tanya. Ini lensa udah nempel belum sih?? Liat tangan nggak ada, periksa yang jatuh juga nggak ada. Kesimpulan udah nempel.

3. Lanjut ke mata sebelah kiri. Lensa saya perlakukan sama, dan saya mulailah prosesi itu lagi. Berulangkali dipasang, dia (lensa) bengkok ke kiri lah, mata malah merem lah, jari miringlah, dan berbagai macam pose yang nggak diharapkan. Waktu saya kira udah kepasang, saya bingung lagi, ini udah kepasang apa belum. Sumpah nggak ada bedanya dan langsung nanya sama teman saya Anne. Apakah udah kepasang atau belum? Dan ternyata belum. Pertanyaannya, kemana lensa itu lenyap?? Tidaaaak, uang gueeee hangus dalam sekejap. Jadilah saya cari lagi, menelusuri rak-rak, kaca rias, dan lanjut ke tahap berikutnya.

4. Saya putus asa, dan jadi nggak yakin apa lensa yang dikanan emang bener2x ke pasang. Dan saya coba praktek pencubitan lensa di kelopak mata. Masa Angelina Jolie bisa buka lensa mata tanpa liat kaca di film SALT, saya nggak bisa?? Saya kan 11 12 ama dia (Ngarep-ngareep).
Berhasil!! Ternyata di kanan emang kepasang. Saya lepas aja dan masukin ke tempat penyimpanan lensa, karena yang kiri udah hilang (wajah putus asa). Tiba-tiba Anne teriak, bahwa dia telah menemukan lensa kiri saya. Alhamdulillah.

5. Lensa saya ambil dari Anne, dan karena di tangan saya adalah lensa kiri, jadi saya langsung memasang lensa kiri. Dan akhirnya berhasil. Sekarang giliran lensa yang kanan, karena saya merasa udah agak experd, jadilah saya pakai lagi. Dan.. dan..dan... sekarang giliran lensa kanaaaaaan yang hilaaaaaaaaaaaaang. OMG, jeger!!! Saya teriak lagi dan minta tolong Anne buat nolong saya nyariiin. Dan sekarang bener2x nggak ketemu. Saya sedih banget, padahal umurnya baru sehari. Sehari dan nggak pernah dipakai. Saya cari pake gaya suster ngesot, tetep nggak ketemu. Hiks hiks hiks, saya sedih banget lihat umurnya yang pendek banget, sekaligus ingat uang saya yang hilang dengan sia-sia. Tapi saya tetap berdoa semoga segera diketemukan.

Jadi buat kalian para pembaca (syukuur kalo dibaca), kalo memang pengen pake lensa kontak, pake aja yang berwarna. Biar kalian tahu bedanya udah dipasang atau belum. Kalo milih yang transparan bakal ragu apakah lensa bener-bener udah kepasang apa belum. Nggak kentara banget perbedaannya. Biar kalian nggak merasakan yang namanya kedodolan tingkat tinggi..

Diet oh Diet


Sekarang saya lagi berusaha menguruskan diri. Dengan mengikuti tips hidup sehat, pola makan sehat, latihan kardio, dan latihan barbel. Semuanya saya jalankan dengan menyeimbangkan bentuk tubuh saya yang sangat kekar. Masa teman saya bilang saya seperti wanita rambo. Meskipun saya anteng-anteng saja, hati kecil saya menjerit-jerit minta difeminimkan. Jadilah saya mengikuti program hidup sehat, tapi kalau di zoom pake kacamata kuda, sama sekali nggak sehat. Saya jadinya hanya makan satu kali sehari, tepatnya di siang hari. Ya Allah itu adalah penderitaan yang amat sangat bagi saya yang sangat hobi makan ini.

Perubahan signifikan yang saya jalankan (sumpah berat beeng!!!) 1. Makan sekarang hanya1 kali sehari dari dulunya sampe 3 atau 4 kali sehari.
2. Harus sit-up tiap malam sebanyak 2 x 12, dan 2 x 12 setelah bangun tidur. Untuk yang bangun tidur, saya teteep aja melanjutkan tidur setelah solat shubuh, dan kadang-kadang ampe jam 10. Padahal di agenda sudah diplot akan bangun pagi (ngimpi doang).
3. Saya juga jadi rajin barbel-an, demi memperkencang otot lengan saya yang sangat berLEMAK, sangat annoying waktu ngeliat kaca ada lemak bergelantungan nggak sopan di sana.
4. Rajin minum teh hijau tanpa gula (baru juga sehari) untuk menghilangkan toksit di tubuh saya (udah kayak jualan obat aja gue!!) dan makan roti gandum karena mengandung serat yang baik untuk tubuh (ngemeng apa lagiii ni??)
5. Mengikuti latihan kardio. Pilihannya adalah lari, jalan cepat, aerobik, senam, dsb. Saya memilih jalan di tempat, karena saya malas keluar kosan (???), Sabuga jaraknya jauh amat ditambah nggak ada aerobik karena blm hari Sabtu (alasan), saya juga udah sering jalan kok (NB:kamar-kamar mandi-dapur-tempat tidur).

Ngomong-ngomong tentang barbel-an, saya baru beli lho barbel yang 1 kg, dua buah. Saya tau dari teman saya Henny bahwa di BORMA dijual barbel dengan harga terjangkau. Jadilah saya semangat banget belinya, secara biasanya saya barbelan pake aqua 600mL yang disi dengan air (beratnya 600gram). Nggak ngefek banget pokoknya. Dan memang aja, harga barbel 1 kg berkisar antara Rp.6500 - Rp.12000, tergantung jenis bahan yang digunakan. Kalo saya, secara masih jobless, belinya yang 6500 (belinya 2, biar seimbang). Setelah berbelanja belinji, saya langsung browsing mengenai cara barbelan yang baik untuk memperkecil lengan. Apa yang saya dapat, banyak istilah dunia pem-fitnes-an yang bikin otak saya agak gepeng. Dumbell crull dan apapunlah itu, nggak ada yang dimengerti. Saya bisa aja sih browsing, tapi semua malah menuju kemana-mana yang bikin saya nggak ngerti lagi. Jadi saya tarik kesimpulan, ntar-ntar aja saya praktekin. Sekarang cukup dengan gerakan senam yang ada tambahan megang barbel.

Godaan semasa diet, baru saya sadar berat banget. Terutama adalah godaan makanan, disamping godaan lainnya seperti godaan tidur, godan ngemil, godaan ngupil, godaan nyungkil telingga. Oke, yang dua terakhir nggak usah dibahas!! Berhenti di situ!! Jangan dilanjutkan!!

Singkat cerita, teman saya Citra yang lagi kuliah S2 pulang dari kampus. Dan dia membawa AYAM BAKAR TALAGO BIRU. Buseeet daaah, baunya amboi. Bikin perut yang nggak lapar pun jadi keruyukan. Tapi saya lapar sih, kan lagi diet. Teman saya nawarin, dan dengan wajah perkasa dan tabah saya bilang "Aku udah makan koook". Baruu aja (tadi siang bisa dibilang baru aja kan, iyakan iyakan)". Padahal cacing-cacing diperut saya bikin orkestra supaya dikasiih makan. Maka dengan gagahnya saya berjalan ke arah kotak roti gandum, dan saya pun makan dengan lahapnya (nyam..nyam..nyam).

FYI, Talago Biru adalah nama warung ayam bakar versi PADANG. Rasanya enaaak banget. Pas banget di lidah siapa aja. Nggak pedas-pedas amat (bdsrkan lidah padang dan sunda). Cabang pertama ada di dekat BALUBUR, dan Cabang kedua ada di SIMPANG DAGO. Harganya sekitar 8500 - 12000. Standar mahasiswa lah pokoknya. Jadi saya saranin, bagi siapa yang lagi jalan-jalan ke Bandung dan pengen makan yang enak dan murah meriah a.k.a standar, belanjalah di TALAGO BIRU.

Sekian cerita saya. keliatan nggak konsen, karena lebih semangat ngebahas ayam panggang talago biru. Hohoho. Dan semoga saja diakhir bulan ini ada PERUBAHAN yang signifikan, sehingga si lemak yang nggak sopan nemplok itu bisa menghilang.

Sudududu. Cherioo!!

Wednesday, November 10, 2010

Priority...????

Yuhuuuuu, lama tak bersua

Sekarang waktunya bahasa indonesia.. Yippieeeeeeee, akhirnya ada panggilan wawancara buat saya. Semoga ini "the one" saya deh. Kira-kira sudah hampir 2 minggu nggak ada progress dan bener aja saya cuma tiduran nggak jelas. Buat mengisi waktu, jadilah saya mencari info tentang perusahaan yang mau saya tembak. Pertama saya liat lokasi wawancara, widiiiih Hotel Aryaduta (aseeeek), kemudian cari info perusahaan dan hal-hal yang bersangkut paut sama "dia" dan ternyata ada banyak beeng (aji gile, mabook mabook). Setelah asik browsing and surfing, tiba-tiba tanpa saya sadari saya terjebak di sebuah media "social network" yang sekarang loadingnya paling cepet, paling update, paling sering dijabanin ampe mampus, yaitu FB. Dan kembalilah saya ke kebiasaan lama, sama malah ngenet kemana-mana. Layar laptop saya dipenuhi dengan FB. Fbnya si A, si B, dan si C. Atau si anu udah jadian sama si ono dan bla bla bla info terkini yang langsung ditulis oleh si empunya (bleduk).

Saya sering bertanya-tanya mengapa kita lebih sering menghabiskan waktu di FB (gue aja kaliiii) dan pekerjaan utama (browsing ilmu, halah) jadi prioritas kedua. Apakah dalam tubuh kita sudah mendarah daging yang namanya 'tukang gossip??' , saya juga ora mudeng. Saya sudah sering berusaha untuk meminimalisir kebiasaan saya akhir-akhir ini dengan men-deaktivasinya. Sumpah, saya mau tobat dari yang namanya pengen tahu urusan orang. Tapi selaluuuuu saja ada yang menarik untuk di cari tahu (syu dududu), jadilah saya aktivasi lagi. Dan itu sudah terjadi berkali-kali (gepeng lu!!). Sebenarnya ada bagusnya ada FB, karena umumnya ketika berkeluh kesah, eh entah siapa dan darimana ngasih solusi dan aha masalah itu sedikitnya terselesaikan (based on true story), tapi ada juga yang alay banget, dikit-dikit pasang status (mis: aku lagi ini, aku begono, mengapa dunia ini tak adil, kurelakan kau pergi dan banyak status-status lainnya yang bikin saya geli, sedih, gemes, deg-degan, dsb). Ya itu sih hak dia mau nulis apa di FB dia. Karena itulah saya berusaha buat ngurangin, jadinya kadang-kadang kayak bikin dosa (ngatain orang mulu, devil laugh).

Syalalalalal...
See you soon

Monday, November 1, 2010

It JUST some Note!!!

Yesterday was one of good day for me. Me and my friends from Asrama Putri went to jonas to make some memories about us. Maybe, it was like farewell parties before we continue our life to the next step. Next exit: Career.

We just graduated from one of Institut in Indonesia, and we had made a good relationship during we studied in it. But we could not get together, because one of our friend, Evy, back to her hometown to spend her day with her mother. Her hometown just different like you think, it is Bekasi. Not some remote area in nowhere. Yee, she have a job, different with me who still looking for a job. And, she treated her mother yesterday, because she just received her salary. Hmmm, I also want to treat my mother too, like her. I envy of her, hahaha.

By the way, I got a good news today. My sister, Lidia, became a winner in Cerdas Cermat with English as communication language. She is great, I adore her. She has good talent, balance between right brain and left brain. She is popular in her senior high school. Sometimes, she said that some of the teachers called her as noise starter, always laugh in class, made some noises, etc. But I think, because of that she became popular in teachers neighborhood. Hoohoo

Oke, I want to watch some movie. It's call Red. Red stand for Retired Extremely Dangerous...
See you.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...