Journey

(Sumber gambar: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjvSY09Ny64VorShNEn1aIRQvUvAjHveYQL_OlOQukoTno34pu-_LAvAA0Y_qgqVn3s1ZVEIbBF8fGvzfdRZ7wIsKsUYxiU1yUQ7W8dTaqZlsGqWgg3hMsMOhem3MMXVIqguq0N9tiP84A/s1600/sunshine.jpg)

Jalanan di depan masih sepi
Lampu-lampu jalan masih menyala, melebur bersama cahaya kuning keemasan di ufuk timur sana
Di sana, dijalanan yang sepi itu ditemani bayang-bayang tiang yang memanjang
Saya berjalan dengan langkah terseok-seok ke sebuah arah yang tidak pasti

Mereka bilang saya diam atau kaku atau sombong atau ribut atau konyol
Mereka bilang sepi tanpa saya, biasa saja tanpa saya, ada atau pun tidak ada saya tak ada bedanya
Entahlah, apa itu hanya ungkapan saja atau benar-benar dari lubuk hati mereka
Tak ada yang tahu, kecuali di sana, di atas sana, Dia yang serba tahu yang memandang saya bagaikan titik kecil dari ribuan manusia lainnya
Saat ini saya hanya dan mau perduli dengan kata-Nya tentang saya
Bukan mereka, bukan saya, bukan dia, bukan juga kamu
Dia yang menjaga saya, Dia tempat saya mengadu, Dia yang ada selalu untuk saya
Kalau bukan Dia, saya bukan apa-apa
Toh saya hanya manusia biasa yang masih terseok-seok mencari jati diri saya ditemani cahaya yang masih redup, jati diri yang harus saya temukan sebelum saya memudar tertiup angin dan hilang tanpa bekas bersama cahaya redup yang melembut

Hanya kepada Engkaulah aku berlindung
Dan Hanya kepada Engkaulah tempatku meminta pertolongan


Note baru:
Perjalanan waktu yang saya lalui lebih dari dua tahun ini sudah memberikan banyak pelajaran bagi saya. Gambar-gambar ini hanya semacam tempat bagi saya untuk menyimpan memori yang sempat saya abadikan dan agar saya dapat mengaksesnya dimanapun saya berada, entah di belahan dunia yang mana.







No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...