Apa yang engkau rasakan, jika engkau tidak bisa jadi dirimu sendiri?
Sakit
Serasa ada beban di dalam hati
Ada yang menikam
Ada yang mengikat saluran pernapasanmu
Sehingga engkau merasa sesak
Itu yang kurasakan ketika aku tidak bisa jadi diri sendiri
Aku bukan seorang pendiam
Aku suka pusat perhatian
Namun, sifat itu selalu muncul ketika aku tidak merasa nyaman
Aku akan menjadi introvert
Dan sejujurnya aku benci itu
Wednesday, August 17, 2011
DIRGAHAYU INDONESIA KE 66
SELAMAT ULANG TAHUN INDONESIA
Semoga perjuangan pahlawan di masa yang lalu tidak sia-sia
Semoga kami bisa membuat Indonesia menjadi lebih baik
Semoga kami tidak hanya menjadi komentator negara
Semoga seluruh bangsa Indonesia berpikiran sama
Menjadikan Indonesia lebih baik lagi
Karena kami cinta INDONESIA
Semoga perjuangan pahlawan di masa yang lalu tidak sia-sia
Semoga kami bisa membuat Indonesia menjadi lebih baik
Semoga kami tidak hanya menjadi komentator negara
Semoga seluruh bangsa Indonesia berpikiran sama
Menjadikan Indonesia lebih baik lagi
Karena kami cinta INDONESIA
Thursday, August 11, 2011
T-Backpackers
Iseng-iseng punya cerita.
Saat ini ada sebuah klub backpacker baru. Klub ini diketuai oleh Mbak Anti (penunjukan sepihak). Belum resmi sih. Ini pun baru sekedar chit chat sederhana di blackberry messanger (bbm). Dan nama perkumpulan ini juga baru dibuat sebagai nama group di bbm saja, sementara teman kita yang menggunakan tipe telepon selular berbeda pun belum tahu ini.
Grup ini juga baru mengadakan satu perjalanan, ke Pulau Tidung. Dan itu adalah awal kita berkenalan satu sama lain. Untuk saat ini, isinya adalah anak-anak yang sudah bekerja (apa masih pantas dibilang anak-anak ya?). Saat ini, grup berencana untuk melakukan perjalanan kedua yaitu ke Ujung Kulon. Yippiiieeee. Semoga bisa dapat yang murah, secara kita cuma backpackeran modal dengkul. Hehehe.
Saya sih berharap, grup ini akan tetap ada meski BB bu ketua dicuri orang (tidak nyambung sama sekali, sungguh). Memang nggak tahu kapan musibah datang. Hari kedua grup dibentuk, bu ketua malah kecurian. Yang jelas, yang saya tahu saat ini orang yang bergabung disini adalah orang-orang yang asik versi saya. Semuanya friendly dan nggak mengelompok. Semua sama, semua teman. Like you all. T backpackers... >.<
Bikin Passport yuuuk!!!
Baru saja senior saya mengirimkan sebuah posting mengenai seorang dosen yang memberikan tugas untuk membuat passport kepada mahasiswanya. Dan menurut saya, ini adalah sebuah cara yang unik untuk memberikan sebuah dukungan keberanian buat si mahasiswa mengenal dunia Global, dunia kita terlalu sempit, ada dunia luar yang sangat luas di balik kehidupan yang kita jalani selama ini. Dukungan keberanian untuk mencoba hal baru.
Menurut saya, hal itu benar juga. Passport itu ibarat tools buat kita untuk ke luar negeri. Dan nggak ada salahnya kita urus dahulu, meski belum ada rencana. Kalau seandainya ada kebutuhan dadakan, seperti tiba-tiba ditugaskan untuk rapat ke luar negeri (I wish) atau tiba-tiba dapat undian ke luar negeri (hidup di dongeng banget sih gueee), kita nggak perlu repot lagi mengurus passport. Hanya cukup mengurus Visa saja untuk daerah tujuan. Terkadang, apabila kita ingin pergi melancong selalu saja muncul pertanyaan di benak kita "Mau pakai uang dari mana?" dan menurut si Dosen "Dalam hidup ini, setahu saya hanya orang bodohlah yang selalu memulai pertanyaan hidup, apalagi memulai misi kehidupan dan tujuan hidupnya dari uang. Dan begitu seorang pemula bertanya uangnya dari mana, maka dia akan terbelenggu oleh constrain. Dan hampir pasti jawabannya tidak ada uang, tidak bisa, dan tidak mungkin."
Sebuah pernyataan yang sangat menggugah sekali dan beneran nempel serta tepat mengena. Ada sebuah pepatah mengatakan "There is a will, there is a way" bahwa kita harus memasang target terlebih dahulu. Entah bagaimana caranya, jalan yang kita lalui akan mengarah untuk melakukan pemenuhan terhadap target yang ingin kita capai. Beberapa waktu lalu, ketika saya masih kuliah, saya mengalami hal itu. Satu per satu list target yang saya inginkan sudah ada check-list disampingnya. Meskipun target itu tidak terpenuhi pada kurun waktu yang saya tentukan, tapi akhirnya target itu tercapai juga.
Menurut dosen tersebut: "Jangan melakukan perjalanan ke daerah yang masih serumpun dengan kita. Melayu. Carilah daerah yang menggunakan bahasa selain bahasa Melayu." Tidak ada salahnya menambahkan passport jadi salah satu target kita untuk dipenuhi. Dan sekarang passport juga akan saya tulis sebagai salah satu target saya, baru melancong jadi target berikutnya.
Target saya: saya akan melakukan perjalanan di Eropa dan Amerika. (Hanya perlu sabar, usaha, dan banyak doa. Manusia hanya berencana dan berusaha, Tuhan yang mengabulkan).
Bacaan itu berjudul: Passport, sebuah tulisan oleh Rhenald Kasali
Menurut saya, hal itu benar juga. Passport itu ibarat tools buat kita untuk ke luar negeri. Dan nggak ada salahnya kita urus dahulu, meski belum ada rencana. Kalau seandainya ada kebutuhan dadakan, seperti tiba-tiba ditugaskan untuk rapat ke luar negeri (I wish) atau tiba-tiba dapat undian ke luar negeri (hidup di dongeng banget sih gueee), kita nggak perlu repot lagi mengurus passport. Hanya cukup mengurus Visa saja untuk daerah tujuan. Terkadang, apabila kita ingin pergi melancong selalu saja muncul pertanyaan di benak kita "Mau pakai uang dari mana?" dan menurut si Dosen "Dalam hidup ini, setahu saya hanya orang bodohlah yang selalu memulai pertanyaan hidup, apalagi memulai misi kehidupan dan tujuan hidupnya dari uang. Dan begitu seorang pemula bertanya uangnya dari mana, maka dia akan terbelenggu oleh constrain. Dan hampir pasti jawabannya tidak ada uang, tidak bisa, dan tidak mungkin."
Sebuah pernyataan yang sangat menggugah sekali dan beneran nempel serta tepat mengena. Ada sebuah pepatah mengatakan "There is a will, there is a way" bahwa kita harus memasang target terlebih dahulu. Entah bagaimana caranya, jalan yang kita lalui akan mengarah untuk melakukan pemenuhan terhadap target yang ingin kita capai. Beberapa waktu lalu, ketika saya masih kuliah, saya mengalami hal itu. Satu per satu list target yang saya inginkan sudah ada check-list disampingnya. Meskipun target itu tidak terpenuhi pada kurun waktu yang saya tentukan, tapi akhirnya target itu tercapai juga.
Menurut dosen tersebut: "Jangan melakukan perjalanan ke daerah yang masih serumpun dengan kita. Melayu. Carilah daerah yang menggunakan bahasa selain bahasa Melayu." Tidak ada salahnya menambahkan passport jadi salah satu target kita untuk dipenuhi. Dan sekarang passport juga akan saya tulis sebagai salah satu target saya, baru melancong jadi target berikutnya.
Target saya: saya akan melakukan perjalanan di Eropa dan Amerika. (Hanya perlu sabar, usaha, dan banyak doa. Manusia hanya berencana dan berusaha, Tuhan yang mengabulkan).
Bacaan itu berjudul: Passport, sebuah tulisan oleh Rhenald Kasali
Wednesday, August 3, 2011
Rumus Jika dan Hanya Jika

Quote hari ini:Jika saya belum beli tiket
Maka saya sedih lihat harga tiket naik
Jika saya sudah beli tiket
Maka saya bahagia lihat harga tiket naik
Saya akan bahagia hanya jika harga tiket turun saat saya belum beli tiket
Saya akan sedih hanya jika harga tiket turun saat saya sudah beli tiket
PS: Namanya juga manusia. Ibarat jangan ampe menyesal di kemudian hari. Walau saya rada nyesal juga, tapi nggak apa-apa. Meski harganya udah dua kali lipat dari harga pertama kali saya lihat. Nggak apa-apa, yang penting nggak sampe empat kali lipat. *buang muka, terbang kayak hantu perempuan cina diiringi musik mendayu-dayu (*maaf kadang saya suka nggak penting)
Tips: pantau selalu situs ini!!! (www.utiket.com). Satu-satunya situs yang saya tahu dari teman dan powerfull banget. , buat kamu yang berkantong gepeng,, yaaah like me. Sangat menarik liat fluktuasi harga tiket sementara hati deg-degan berharap harga tiket turun...
Tuesday, August 2, 2011
Mama + Rumah + Pesan + Keluarga = Home Sick
Hari ini, saya mendapatkan sebuah pesan dari mama. Pesan yang tersusun dengan kalimat yang sangat indah dan disusun dengan penuh kiasan. Tulisan yang mengingatkan saya betapa besar sayang mama dengan anaknya. Terkadang tulisan dari mama, membuat saya ingin menangis. Membuat saya sadar bahwa saya harus bersyukur dengan yang saya miliki.
Mama adalah seorang ibu yang sangat menginspirasi saya. Dulu saya sudah pernah menceritakan tentang bagaimana hebatnya mama. Saya mengibaratkannya seperti wonder woman. Entah bagaimana nasib saya, kalau saya bukan anak mama saya yang sekarang ini. Saya sangat ingat sekali bahwa mama saya bisa sangat kejam (kalau mama mulai mencubiti bemper saya karena saya nakal, atau bagaimana kejamnya mama mematikan tv yang mempertontonkan adegan telenovela saat saya mau ujian). Biasalah masa kecil, lebih menarik duduk di depan TV daripada tengkurap mengerjakan soal matematika 1+1 yang menguras otak.
Mama juga bisa sangat lembut. Pantas saja saya sangat susah pisah dari mama. Dikit-dikit langsung mewek kalo pulang dari TK nggak liat mama lagi masak. Bahkan saya rela berkorban untuk tidak ke Jakarta waktu SD meski tiket sudah dibeli demi liburan sama mama aja. Tapi pengorbanan yang satu ini nggak berhasil, karena saya malah kena marah. *Helloo lu kira berapa harga tiket masa itu nyeng. Yakin deh, itu cobaan terberat bagi saya "saat itu". Mama lebih mementingkan kami anak-anaknya. Ingat lagi bagaimana susahnya mama menjahit ke tempat orang, dan di kala mama sudah menerima hasilnya malah dibelikan berbagai macam coklat kesukaan saya seperti coklat silverqueen karena alhamdulillah saya dapat juara waktu SD. Hahaha, euforia masa muda.
Saya heran, bagaimana mama bisa memiliki kata-kata ajaib yang disampaikannya kepada saya tentang bagaimana bersyukur pada rezeki, seperti apa sebaiknya figur suami yang saya cari (saya suka malu kalo ngomongin ini, berat-berat), bagaimana menghadapi orang, bagaimana seharusnya kegiatan saya selepas subuh bukan malah tidur lagi *peace, dan ada banyak lagi yang tidak bisa saya sebutkan.
Mama juga jago banget bikin cerita. Kami yang nakal (note: mama punya 5 anak nakal), akan jadi diam kalo mama sudah cerita. Kita akan tiduran di ruang tamu, bentangin kasur, tidur bergelimpangan sambil dengerin cerita. Mulai dari cerita hantu, nenek ronce, nenek rubiah -note ini semua horror- (suka banget) sampai cerita mistis (naga dan teman-temannya, ini kisah dari kampung mama, Solok) -hobi juga dengernya-, sampai cerita dongeng daerah seperti Malin Kundang, atau Batu Menangis atau apa aja. Pokoknya mama selalu mengiaskan sesuatu sebelum ke masalah inti. Memberi kami bayangan dengan cerita orang lain, sebelum menasehati kami. Heran lagi, seberapa banyak sih cerita yang ada di database memori mama. Buanyak banget, dan mama nggak pernah megang buku kalo cerita. Sukaa sekali.
Mama itu tempat curhat anak-anaknya. Mama tau karena mama seru. Mama bisa jadi ibu, bisa jadi teman, bisa juga jadi komandan. Mama kayaknya nggak cemen deh, selalu gerak di depan kalo ada apa-apa. Mama berani, meski kami nakal macam-macam, tetap aja langsung keok kalo ketemu mama, apalagi kalo udah liat air mata mama. Langsung jadi anak kucing, ketakutan. Takut durhaka. Suatu saat, saya ingin seperti mama. Jadi ibu yang super power. Bisa masak enak, bisa jahit baju, bisa semua yang umumnya saya agak-agak nggak bisa. Saya juga mau kayak mama, yang tangguh, berani ngomong dan jago diskusi. Kata mama, waktu kecil saya suka banget nanya sampai saya puas dengan jawabannya. Jadi mama adalah tempat saya untuk bertanya. Saya juga mau seperti itu nantinya. Jadi saya harus banyak baca kan, Ma? Mamaaaa, aku ingin pulang (Ebiet G. Ade song).
Ditulis karena entah kenapa pengen banget pulang ke rumah. Apa karena tiket mahal ya? Hahaha, nasib perantauan, berharap harga tiket gambling. Hohoho
Proyek buat Dino
Pas bulan Ramadhan ini, saya lagi ada kerjaan proyek buat adik saya. Hahhaha.
Proyeknya belum bisa disebut. Masih bersifat rahasia. Yang jelas di proyek ini, saya dukung dia sepenuhnya.
Tiap hari saya harus putar otak untuk membantu agar proyek ini berlangsung. Untungnya, Alhamdulillah saya suka baca. Jadi nggak begok-begok amat kalo ditanya. Bacanya juga nggak berat-berat. Bacaan yang sesuai dengan hobi saya.
Buat adik saya. Ini pesan sederhananya: Hei kamu harus berjuang ya. Kakak disini selalu berdoa demi suksesnya proyek ini berlangsung. Harapannya sih, kalo kakak pulang pas libur lebaran nanti sudah ada hasilnya. Hahhaha. "Hei, kutunggu cerita darimu"
Untung saya dilahirkan di keluarga yang sepertinya menjunjung keinginan anak-anaknya. Dalam artian positif tentunya. Tidak memaksakan kehendak orang tua. Dan alhamdulillah semua terbuka. Kalau kita ada masalah, jarang yang disimpan. Mama sebagai kuncen rumah tau segala hal yang terjadi. Bukan karena mama suka gali-gali, tapi karena kami otomatis aja curhat sendiri. Jadinya kalau saya kumpul dengan keluarga jadi seru. Obrolannya seru, curhatnya seru, dan pastinya kita ya jadi diri kita sendiri. Pokoknya, gimana pun keadaan kami, saya suka ada di rumah. Asik.
PS: lagi dalam sikon sangat pengen pulang ke rumah..
Proyeknya belum bisa disebut. Masih bersifat rahasia. Yang jelas di proyek ini, saya dukung dia sepenuhnya.
Tiap hari saya harus putar otak untuk membantu agar proyek ini berlangsung. Untungnya, Alhamdulillah saya suka baca. Jadi nggak begok-begok amat kalo ditanya. Bacanya juga nggak berat-berat. Bacaan yang sesuai dengan hobi saya.
Buat adik saya. Ini pesan sederhananya: Hei kamu harus berjuang ya. Kakak disini selalu berdoa demi suksesnya proyek ini berlangsung. Harapannya sih, kalo kakak pulang pas libur lebaran nanti sudah ada hasilnya. Hahhaha. "Hei, kutunggu cerita darimu"
Untung saya dilahirkan di keluarga yang sepertinya menjunjung keinginan anak-anaknya. Dalam artian positif tentunya. Tidak memaksakan kehendak orang tua. Dan alhamdulillah semua terbuka. Kalau kita ada masalah, jarang yang disimpan. Mama sebagai kuncen rumah tau segala hal yang terjadi. Bukan karena mama suka gali-gali, tapi karena kami otomatis aja curhat sendiri. Jadinya kalau saya kumpul dengan keluarga jadi seru. Obrolannya seru, curhatnya seru, dan pastinya kita ya jadi diri kita sendiri. Pokoknya, gimana pun keadaan kami, saya suka ada di rumah. Asik.
PS: lagi dalam sikon sangat pengen pulang ke rumah..
Subscribe to:
Posts (Atom)



