Thursday, December 30, 2010

Hanya ingin Tahu Bagaimana Bahagia, itu saja...

Tulisan ini dibuat hanya untuk melepas semua kepenatan yang menempel di otak akhir-akhir ini. Aku bukanlah seorang penulis yang baik, sehingga rangkaian kata yang mengalir bukanlah puisi indah penghapus penat yang lelah atau pun pelipur lara yang duka.

Aku, hanya seorang manusia yang juga punya ego layaknya manusia lainnya. Berlari dari satu titik tak tampak ke titik lain untuk mencari sesuatu yang terkadang membuatku sendiri pun bingung dengan apa yang dicari. Haruskah aku bertanya pada angin yang bertiup di pagi hari, atau pun pada udara yang memenuhi atmosfer bumi. Mungkin dia tahu apa yang ku cari? Karena dia ada dimana-mana, bisa melihat apa saja dari sisi-sisi yang berbeda. Mungkin aku sedang berusaha mencari rasa bahagia? Ya, jarak kadang tak terlukiskan dengan kata-kata hanya untuk memenuhi hati hingga mencapai sebuah sebutan bahagia.

Apa bahagia itu?
Apakah saat materil yang engkau peroleh cukup tapi hatimu kosong?
Atau apakah sebuah bangunan besar yang bisa engkau tempati dengan keluargamu?
Atau apakah saat engkau menonton sebuah film di suatu waktu untuk mengobati pikiranmu?

Jika engkau bertanya kepadaku, maka aku akan bilang Entahlah. Semua itu bergantung padamu. Saat ini, aku sama sekali tidak tahu apa itu bahagia? Kadang aku bertanya, mengapa aku tidak bisa tertawa lepas seperti mereka. Berekspresi seperti mereka untuk tertawa. Apa yang salah denganku? Aku hanya bisa melihat mereka dari kungkungan kaca yang mengelilingiku. Memagarikubagai beton yang terpancang kuat, namun terlihat begitu rapuh.

Kucoba bertanya kepada teman-temanku, jika aku layak menyebut mereka begitu. Ada apa denganku? Mengapa aku begitu kaku? Mengapa aku tidak selues kalian? Apa itu bahagia? Jika aku mendapat sesuatu yang aku inginkan, wajahku akan tertawa. Tetapi hatiku tidak secerah wajahku. Aku merasa bukan itu yang kucari. Sungguh, bukan itu.

Apa engkau kira aku tidak berusaha?
Aku sudah berusaha.
Ku coba menghabiskan waktuku untuk menonton film seperti orang-orang. Tetapi setelah film berakhir, aku merasa hampa.
Ku coba menghabiskan waktu dengan makan sesuatu yang kuinginkan. Tetapi setelah itu terasa hampa, mungkin hanya perut yang sudah terisi.
Ku coba menghabiskan waktu untuk berjalan-jalan, tetapi setelah itu aku merasa biasa saja.

Oh Tuhan, mengapa aku seperti ini? Selalu selalu selalu selalu merasa hampa. Apa yang kucari dalam hidup ini. Apa tujuan hidupku? Uangkah? Kekayaankah? Kedudukankah? Pandangan di mata orangkah? Apa? Apa? Apa ini dikategorikan sebagai mengeluh? Mungkin dengan cepat engkau akan bilang "Iya Dina, berhentilah mengeluh". atau tidak bersyukur?Aku bersyukur atas apa yang ku terima. Sungguh. Hanya saja aku selalu merasa hampa.

Aku akan berusaha, selalu berusaha untuk mengusir rasa hampa ini. Jika saat itu singgah dalam hidupku, aku yakin bahwa aku akan bisa dengan bangga menyatakan bahwa aku bahagia.


Saturday, December 18, 2010

First Destination: KOTA TUA (Part 1)

Pagi tadi tepatnya pukul 08:00 WIB, saya, Lia, dan Ayu menghabiskan hari dengan berjalan-jalan ke KOTA TUA. Perjalanan ini adalah rencana yang saya dan Lia buat dengan tiba-tiba di tengah derasnya pekerjaan kami. H-1, kami belum mengetahui jalur transportasi yang tepat yang akan kami tempuh, bahkan posisi KOTA TUA ada di Jakarta bagian mana saja kami nggak tau. Di sini lah letak menariknya, keinginan ke suatu tempat berbekal cerita dari orang-orang bahwa tempat tersebut menarik. Karena ini adalah tempat wisata terdekat yang bisa kami tempuh. Kami selalu mengelu-elukan istilah bacpakeran (kebetulan saya dan Lia punya hobi yang sama, yaitu bertualang). Jadi, mengapa tidak langsung saja kami kesana?

Singkat cerita, ternyata Kota Tua berada di dekat tempat kerja Ayu, jadi masalah transportasi selesai. Perjalanan ke sana kami habiskan sekitar 1 jam dengan menggunakan Busway/TransJakarta jurusan Kwitang-Harmoni-KOTA. Lalu perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 5 menit ke site Kota Tua. Tinggal lurus saja dari perhentian Busway, atau cara mengetahui yang paling mudah adalah Bertanya kepada petugas Busway (modal mulut dan senyuman lebar doang).

Ketika kaki kami menginjak pertama kali ke kawasan itu, bangunan tua lah yang menyambut. Suasana zaman dulu sangat terasa, walau di kiri kanan jalan telah dipenuhi dengan penjual makanan, minuman, dan pernak pernik buah tangan. Jujur saja, ini pertama kalinya kami ke sana. Sehingga kami belum tahu arah terbaik kemana kaki kami harus melangkah, hanya mereka-reka kemana keramaian berada. Kami menelusuri jalan tersebut dan berhenti di sebuah lapangan besar yang telah diberi pavilin block. Tempat itu seperti pusat kegiatan wisata di Kota Tua ini dan disekeliling lapangan dipenuhi sepeda onthel yang digantungi topi berwarna warni. Sekitar 10 menit, kami hanya mondar mandir di sana, sambil sedikit mengambil gambar. Saya sedikit kecewa karena saya melihat hanya tempat itu saja yang dikelilingi jalan raya, yang berarti kawasan itu sajalah yang diberi julukan Kota Tua.

Dalam keadaan mondar-mandir, kami mencengokkan kepala ke arah salah satu barisan sepeda onthel. Dan benar saja, cengok-an kami berhasil menjerat seorang guide wisata Kota Tua (atau lebih tepatnya kami yang terjerat) yang berjalan ke arah kami bertiga, dengan memegang brosur. Sebenarnya, saya nggak sadar-sadar amat, eh si bapaknya udah ada aja di antara kami bertiga. Brosur yang dipegangnya berisi tujuan wisata yang akan kami tempuh, jika kami menggunakan jasa sepeda onthel. Dan jelast saja, kami (tepatnya saya yang awalnya kecewa beraat) terperangah mendengar luasnya kawasan sepeda onthel, eh maksudnya Kota Tua yang bisa kami tempuh (sluurrrp). Katanya bisa menghabiskan waktu antara 1-2 jam. Aseeek, kagak sia-sia saya kemari.


Bersambung (nunggu foto dulu dari Lia, biar berasa hehehe)

Wednesday, December 15, 2010

Surat Peringatan 1 (Selingan cerita awal kerja)

Hmm, saya sedikit bingung. Mengapa? Karena akhir-akhir ini saya sudah berubah menjadi Ms. Trouble Maker di tempat kerja saya. Sebenarnya kalo boleh membela diri, hehehe, ini masalah teknis. Teknis banget, dan saya bingung mau bagaimana menanggapinya (saya nggak tahu juga, teknisnya di sistem ato malah di otak saya). Hehehe. Nah, seiring berjalannya waktu, saya bikin masalah ini sampe 3 x. Seperti kata teman saya Tita, Din, lu bakal dapat payung cantik karena mengerjakan 1 hal yang sama ampe 3 kali. hahahha.

Monday, December 6, 2010

Career World

Ini pengalaman yang menyenangkan pokoknya. Kecebur di dunia baru yang namanya kerja. Yippiiie, sekarang saya udah kerja dan menghabiskan waktu di kantor. Masih pekerjaan yang ringan, karena saya baru belajar hal-hal berbau beda di sini. Memang, kalo diingat-ingat pekerjaan saya sekarang 180 derajat berbeda dengan apa yang saya rencanakan, yaitu sebagai Field Engineer. Saya nggak ngebor di lapangan, nggak jalan berpanas-panasan, nggak mengangkat pipa, atau membersihkan busi seperti yang saya pikirkan dulu. Tapi saya duduk di kursi, di depan PC, mengikuti rapat-rapat yang jadwalnya tidak mengenal waktu, ikut mendengar para senior memaparkan pendapat mereka, sampai menge-print di setiap kesempatan.

Overall, lingkungan yang saya rasakan saat ini sangat menyenangkan. Saya bisa belajar dari para mantan bos besar dunia migas Indonesia yang tergabung di perusahaan saya sebagai pemegang saham, saya mengenal teman kerja yang sifatnya nggak jauh beda dari saya sehingga lebih gampang berkomunikasi, dan saya juga tinggal di tempat yang tidak terlalu mahal dan bersih. Dan yang pasti, saya selalu mempunyai hal untuk dikerjakan, dan deg-degan dengan hasil kerja saya, apakah sesuai atau nggak.

Beberapa hal menarik yang sudah saya lakukan selama 12 hari masa kerja saya adalah:
1. Kebagian kerja yang langsung deadline esok hari di hari pertama kerja
2. Bbisa menginap di hotel megah Jakarta Pusat selama 3 hari 3 malam untuk mengikuti Rapat
3. Ikut rapat dengan perusahaan minyak asing dan dalama bahasa Inggris, seneng banget
4. Ikutan rapat, meskipun nggak ada andil sama sekali mengikuti senior saya, di sebuah perusahaan LNG yang bonafit di Indonesia.
5. Mengantar laporan ke salah satu Bank bonafit di Indonesia, sendirian, dan memberanikan diri ke sana sendiri.
6. dan ada banyak hal lagi yang saya kerjakan.

Plan-nya: saya mau belajar dan belajar sampai saya jadi professional di bidang ini, dan mensyukuri apa yang saya peroleh.





Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...