Pemandangan 3 jama silih berganti, dimulai dari hiruk pikuk terminal bus, jalan-jalan tak berpenghuni, perumahan padat hingga bumbungan asap bangunan-bangunan industri. Jalan yang dilalui adalah jalan-jalan gersang dengan tumbuhan merangas. Pepohonan hijau tetap menemani namun dedaunan telah berubah warna menjadi kelabu karena endapan udara kotor jalanan yang belum tersiram hujan.
Di akhir perjalanan, saya berhenti di sebuah persimpangan yang tak lagi saya ingat. Dari tempat berdiri, saya melihat mobil terios hitam berkecepatan sedang menghampiri dan disanalah teman cemen saya duduk di sisi kemudi dengan sendal jepit swallow yang dilepas sembarangan menjemput saya dengan gayanya. Aah, saya rindu dia, teman untuk bergosip dan bekerja.
Dia menjemput saya untuk singgah di rumahnya, yang notabenenya akan jadi tempat menginap saya selama 1 hari ini. Saya sangat senang bisa berkunjung dan dia dengan senang untuk dikunjungi. Jalur yang dilewati menuju rumahnya adalah jalur kota yang berpindah menjadi jalur perumahan. Suasana perumahannya sungguh asri, meskipun pada beberapa titik terlihat tumbuhan ilalang merambat dengan ganasnya. Rumahnya berada pada daerah dataran tinggi yang mendaki, bersisian dengan rumah-rumah lain yang menanjak hingga jalanan lain. Rumahnya asri dan tenang. Suasana paginya tak kalah dengan suasana pagi di daerah pegunungan, meskipun saya sama sekali tidak bangun pagi. Hahaha.
Pantai Anyer
Berkunjung ke Cilegon, sungguh sayang rasanya jika tak bertandang ke tempat lain. Jadilah kami memutuskan untuk ke Pantai Anyer di hari berikutnya. Pantai Anyer adalah salah satu pusat wisata yang banyak dikunjungi di daerah Cilegon, jadi tak heran ketika berada di sana, saya bertemu dengan banyak orang yang datang untuk sekedar berjalan-jalan di pasir pantai, bermain layang-layang atau sengaja datang berombongan sambil menghirup udara pantai. Karena saya hobi berburu spot bagus, jadi saya pun melakukan perburuan dalam beberapa kurun waktu. Obsesi mendapatkan objek artistik mulai merambat. Tetapi tetap saja, saya bukan orang yang fotogenik sehingga objek tanpa wajah saya lebih terlihat menarik dibandingkan adanya saya disana. Hahha.
"The most important trip you may take in life is meeting people halfway"
Henry Boye
(DY, February 2015)
Ringkasan Pengeluaran Wajib untuk acuan Traveler ke Cilegon dari Jakarta:
- Biaya Tiket Bus, Pulang Pergi Jakarta-Cilegon: 2 x 45.000 rupiah
- Biaya makan selama di Cilegon: 100.000 rupiah per orang per 2 hari 1 malam
- Biaya penginapan: 0 rupiah karena saya menumpang. Kalaupun menginap, mungkin sekitar 200.000 rupiah per malam.