Wednesday, June 29, 2011

Feeling Blue


Rasanya pengen nemplok di lantai kayak gini

Aaaaaarrrrrrrrrrrrrrrggggggggggggggggggggggghhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh.
..

Entah yang gw lakuin sekarang dikategorikan ngeluh, nggak bersyukur, lemah, cengeng, atau bagaimanapun. Tapi saat ini, saat gw nulis blog ini, gw sedang atau rasanya gw berada di titik nadir. Di titik puncak kejenuhan. Sebenarnya sudah beberapa hari gw begini. Seperti mayat hidup. Sedih rasanya liat raga gw begitu. Seperti orang yang g punya arah. Huhuhu.

Rasanya pengen tereeaaaak keras-keras. Tapi gimana mau teriak, gw hidup di daerah padat penduduk gini. Bisa-bisa gw dilempar ama panci karena teriak atau parahnya lagi diusir dari kosan karena disangka orang gila. Banyak yang bilang sedih atau senang tergantung kita sendiri, dan gw adalah salah satunya yang bilang gitu ke teman gw. Tapi saat ini gw berada di puncak kebosanan. Karena gw di kosan meluluuuuu saat libur. Dan kerjaan gw redundan melulu, hal yang sama diulang-ulang karena sumber yang nggak pasti. Iya, kalo langsung nge-run beres, ini gw mesti develop lagi dari awal karena most of that dirombak habis-habisan. Banyak yang nasihatin ke gw, itu sebagai ajang latihan buat gw. Awalnya gw kuat-kuatin hati gw bahwa ini emang tantangan. Tapi dengan semua ketidakpastian gini, gw jadi makin nggak jelas gini.

Aah, nggak tau juga ini bagian dari sebab gw jadi madesu gini. Atau ada hal lain karena dengan kerja gw sekarang adakalanya pergaulan gw ya itu-itu aja. Bisa dibilang bosan karena nggak juga ketemu sama hal baru. Huhuhu. Ya Allah, gw mesti ngadu kemana niiih. Mau nangis rasanya. Kayaknya kalo nangis bisa lega nggak yaa? Kalo habis nangis gw tetep begini-begini aja sih, buang-buang energi nangisnya. Kasian air mata gw. Hiks.

Bosan

Saking desperadonya, gw ampe cari artikel "Cara Mengatasi Rasa Malas." Dan setelah baca itu, kayaknya emang gw bisa dikategorikan rada jadi pemalas sekarang (Ya Allah, ampuni hambamu yang malas ini). Eh, kok sekarang hati gw jadi lega gini yaaa. Huaaah, agak plong abis dicurahkan. Aduuh, gw rinduuu...tapi gw rindu apaaa? Nonton bosan, jalan-jalan kalo langsung pulang juga yang ada capeknya, Aaarrrrrrggghhhhh, kayaknya otak gw lagi korslet. Hufhhh hufhhh hufhhh... Pokoknya gw harus SEMANGAT!!! SEMANGAT!!! SEMANGAT.. ~(^__^~)(-_-)(~^__^)~

Monday, June 27, 2011

Next To You

Guten Morgen, Ich heissen DY. Ich komme aus Minas.
Out of topic.. I just want to share one of the nice song that I already heard.
This call : "Next to You by Justin Bieber ft Chris Brown"



You've got that smile,
That only heaven can make.
I pray to God everyday,
That you keep that smile.

[Justin Bieber]
Yeah, you are my dream,
There's not a thing I won't do.
I'll give my life up for you,
Cos you are my dream.

[Bridge]
And baby, everything that I have is yours,
You will never go cold or hungry.
I'll be there when you're insecure,
Let you know that you're always lovely.
Girl, cos you are the only thing that I got right now

[Chorus]
One day when the sky is falling,
I'll be standing right next to you,
Right next to you.
Nothing will ever come between us,
I'll be standing right next to you,
Right next to you.

[Chris Brown]
You had my child,
You will make my life complete.

Thursday, June 23, 2011

Fifth Destination: East Kalimantan


Oleh-oleh dari Bontang (Mini Kalimantan) dan USB kantor

Semua yang ada di muka bumi ini memiliki jalan cerita masing-masing, memiliki porsi rezeki masing-masing. Jadi, idealnya kita jangan mempertanyakan apa yang kita dapat kepada Dia. Tapi disyukuri dan berusaha untuk mendapatkan yang lebih baik lagi dengan cara yang makin baik lagi.

So, the real story which I want to tell you was about my trip to East Kalimantan. Maybe, I will call as my first trip to Kalimantan and I hope there will be the other trips to Kalimantan. Saya sangat senang sekali ketika atasan saya mengatakan tentang kesempatan buat dua orang engineer dari perusahaan saya untuk dapat ikut bergabung dengan kunjungan klien kita ke dua perusahaan LNG besar di Indonesia. Berhubung saya sama sekali belum pernah ke perusahaan pembuat LNG yang ada di Bontang, maka atasan saya mempercayakannya kesempatan itu kepada saya. Sementara, untuk perusahaan LNG yang ada di Aceh menjadi bagian dari teman saya.

Perjalanannya itu cukup memakan waktu. Karena posisinya yang cukup jauh dari Balikpapan. Pesawat dari Jakarta mendarat di Balikpapan. Sayangnya tidak ada penerbangan dari Balikpapan ke Bontang saat kami tiba. Jadilah perjalanan menuju Bontang dilakukan melalui jalan darat. Memakan waktu sekitar 6 - 7 jam. Tapi saya semangat dan sangat semangat. Karena saya bisa melihat perusahaan LNG raksasa itu.

Batu Bara yang dibawa melalui Sungai Mahakam, Samarinda

2 jam menuju Bontang

Pada dasarnya kunjungan ini sama saja dengan kunjungan saat saya masih kuliah dahulu. Melihat control room, equipment process, dan sedikit technical discussion dengan engineer di sana. Perbedaannya terletak pada beberapa hal, yang bagi saya cukup berpengaruh, yaitu dengan siapa saya pergi dan ilmu apa yang saya dapat.

Jujur saja, selama saya masih sekolah saya memang diberikan kenikmatan mendapatkan nilai yang baik untuk mata pelajaran bahasa inggris tapi sayangnya saya sangat jarang mempraktekkan kemampuan saya dalam kehidupan sehari-hari. Jarang mempergunakannya. Bertemu dengan native speaker juga sangat jarang. Ya, pada intinya jarang semua. Jikalau saya melakukan perjanjian dengan teman kuliah saya bahwa kita akan melakukan english day, maka saya akan berubah menjadi orang paling pendiam sedunia karena otak saya buntu mencari topik pembicaraan. My weakness!!.

Lantas, apa hubungan semua ini dengan perbedaan yang muncul pada trip saya ke Kalimantan. Karena saya ikut bergabung dengan klien yang berasal dari Jepang, Inggris, dan untungnya ada 1 orang berkebangsaan sama dengan saya, Indonesia. Inilah hubungannya, saya dapat kesempatan untuk menggunakan kemampuan saya berbahasa inggris. Trying to understand for all of their statements. Ya, pendapat saya. Wew, mereka sipit-sipit sekali, atau wew bapak bule ini gede sekali. Perasaan saya cukup ketar ketir berhubung saya hanya perempuan seorang. Namun, ternyata saya bisa bertahan hingga pulang dengan keadaan lengkap saat kembali ke Indonesia. Senangnya. Hahaha.

Apa yang bisa saya rangkum dengan perjalanan saya dengan Japanese itu:
1. Mereka sangat tertib. Meski jabatan mereka adalah GM, Topside Head Engineer, or anything nggak bakal menjadi constrain bagi mereka untuk melakukan kegiatan bersih-bersih. Ruang rapat yang awalnya sudah kayak kapal pecah karena kotak-kotak snack dalam sekejap bersih dan rapi kembali. Wew, they have a great culture!!
2. Mereka datang bukan hanya untuk jalan-jalan. Tapi mereka benar-benar belajar. Ada tujuan yang mereka kejar, ada sesuatu yang harus mereka tampung saat kembali ke Jakarta. Mungkin dahulu beginilah Jepang belajar kepada negara kita. Mereka sama sekali tidak malu bertanya dan benar-benar terstruktur. Ada polanya dan mereka tahu apa yang mereka cari. Kalau saya lihat sih, their head fill with full of theories. So, they came to this company to compare between their theories with the existing plant. Ada satu orang yang terus menghilang saat kunjungan lapangan dan ternyata si Bapak ada di sela-sela pipa proses melihat semua alat proses. Jujur aja, jam terbang saya masih bongkok kalau untuk proses, jadi masih di tahap melihat. Kalaupun naya masih teknis banget berapa tingginya, ini process line arahnya kemana. Jadi saya nggak ngerti juga apa yang si Bapak itu cari disana.

Suasana langit yang sedang mendung di dekat sea water inlet (saya lupa yang kayak jembatan itu apa)

Tangki paling gede di Bontang, diameternya sekitar 50-60 m

3. Mereka sangat ramah. Dua malam saya berada di sana, dua kali saya diajak makan malam dan nggak pernah menampakkan batang hidung. Saya lebih memilih untuk liat Bontang di malam hari. Daripada saya jadi orang bisu. Pokoknya saya sangat senang bisa gabung dengan mereka.

Saya mojok sendiri di belakang..

Untuk ilmu yang saya dapat. Banyak banget. Sebenarnya saya sudah pernah tahu tentang teknologi AGRU atau Liquefaction Process secara teoritikal. Cuma saya belum pernah melihat bentuk nyata yang ada di lapangan. Saya tinggal mengsinchronize ilmu yang saya punya dengan kenyataan di lapangan. Dan memang sesuai. Bagi saya pribadi, sebenarnya kunjungan lapangan satu hari itu sama sekali tidak cukup. Saya mau training juga, suatu hari. Mau belajar yang banyak disana, mau belajar pipeline flownya, process linenya, memahami dasar filosofi pembangunannya, mau paham proses nya sendiri.

Akhirnya saya berfoto juga dengan rombongan (-3 orang), ini adalah hasil cepretan ke-5 karena kameranya goyang terus. Jadi tertawa mereka semakin lebar karena ngetawain keadaan

Kalau mengenai hal lain, seperti kata pepatah, jangan takut pergi ke negeri yang jauh. Karena niscaya kamu akan bertemu dengan orang baru yang akan menjadi temanmu. Ya dan disana saya bertemu teman yang mengajak saya mencoba makanan di sana dan ditraktir pula. Hehehe. Bontang itu kota kecil seperti Minas, daerah dimana saya dibesarkan. Mirip sekali seperti Riau. Bedanya disini ada tempat oleh-olehnya nggak kayak Minas, hanya di situ saja. Kalau liat Bontang, jadi pengen ke Minas. (Sindrom pengen pulkam).

Well, ini adalah kisah saya dalam melangkahkan kaki ke negeri Kalimantan bersama orang-orang yang baru saya kenal. Saya sangat senang dengan kesempatan ini dan berharap ada kesempatan lain yang akan membawa saya bertemu dengan hal-hal baru, orang-orang baru, dan suasana baru. Auf Wiedersehen (mau belajar bahasa Deutsch)...

Wednesday, June 8, 2011

PRAY...

PRAY TO GOD. BERSYUKUR. ALHAMDULILLAHIRABBILALAMIN. :)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...