Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

Tuesday, February 3, 2015

Kemana kita akan melangkah?

Hallo dunia!! Hallo Indonesia tercinta.
Sudah lama tak bersua. 

Dua hari yang lalu, saya akhirnya memaksa untuk menyempatkan diri untuk baca buku yang membuat hati saya berdarah-darah sebagai bangsa Indonesia. Pernah dengar kan, istilah "Kita terjajah di negara sendiri". Banyak yang menyadarinya, banyak yang memakluminya, tetapi samasekali tak punya kekuatan untuk mengubah kenyataan itu. Seperti saya, setidaknya untuk saat ini.

(Source: here)

Monday, November 24, 2014

Pagar-Pagaran


(Source: here)

Kerjaan sudah beres, jadinya saya curi mencuri waktu buka blog. Hehehe, hey hey kaleem. Kan saya sudah mendahulukan kewajiban sebelum hak untuk bersenang-senang. Anggap saja sekarang lagi istirahat makan siang, belum makan soalnya, haha.

Berbicara tentang makan siang, saya belum bisa makan siang. Kenapaa? Karena saya lagi ikut-ikutan anak muda zaman sekarang, memakai pagar di gigi. Sekarang saya menjadi sangat kagum dengan teman-teman yang sudah memakai pagar ini dari kapan tahun. Oh Em Ji, saya bingung mau ngunyah makanan di bagian mana di dalam mulut, kebentok pagar kemana-mana, dan itu sakit jendral!! Mampus!!

Keputusan ini sudah saya wacanakan setahun yang lalu dan Alhamdulillah terwujud. Berbekal kebulatan tekad karena sama sekali nggak punya target hidup yang jelas, beda banget dengan sahabat saya yang punya target, akhirnya saya putuskan untuk memulai suatu impian saya dan dapat saya kontrol, yaitu memagar gigi. Proses dari wacana serius sampai terealisasi hanya memakan waktu 1 minggu saja. Cepat bukan?

Jujur saja, saya tidak punya masalah gigi yang serius. Bahkan kata dokter, saya tidak punya masalah kesehatan pada gigi. Yes, yes. Jadinya, waktu ingin merapatkan barisan gigi, saya cukup deg-degan bloon. Karena saya grogi bakal diapakan. Setelah mengalami, ternyata saya selamat sampai tujuan.

Saat Pemasangan Kawat
Hal pertama yang dilakukan bu Dokter asik adalah membersihkan gigi saya sebelum dipasang semacam lem khusus untuk tempat menopangnya braket. Proses pemasangan memakan waktu 2 jam. Mulut saya disumpal pake kapas supaya air liurnya nggak mengganggu proses pemasangan. Dengan posisi tersebut, saya sibuk memperhatikan apa saja yang dilakukan bu Dokter asik.

Saya bersyukur bahwa saya bukan dokter gigi atau dokter lain (dulu waktu saya masih anak bocah yang lucu dan imut, kalau ditanya mau jadi apa, selalu bilang mau jadi dokter. Maaf ya, saya hanyalah anak kebanyakan. Nggak variatif, buahhaha). Tidak terbayang sama sekali saya harus sabar melakukan pekerjaan mengutak-atik organ tubuh manusia dengan sabar. Bukan berarti, dengan pekerjaan saya saat ini tidak butuh ketelitian. Tetapi, ya, you knowlah, ini orang lho. 

Saya sibuk menghayal kalau saya jadi si Dokter ini, saya bakal nempelin si braket suka-suka saya. Yaah, miring dikit nggak papalah. Anggap aja seni. Buakakkak.

Setelah Pemasangan Kawat
Sebelum menggunakan kawat ini dan memberanikan diri mengambil keputusan, saya sering membaca artikel dan juga blog orang yang menceritakan pengalaman mereka memasang kawat. Mereka bilang, sakitnya itu sakiiit bangeeet. Mulut terasa luar biasa sakit karena ditarik-tarik. Jadilah saya mempersiapkan mental luar biasa untuk mengantisipasi momen ini.

Friday, November 7, 2014

Grey Area..

Sudah hampir 4 tahun saya berkutat di bidang ini. Ada sedikit ruang yang membuat saya berpikir ulang lagi dan lagi tentang tujuan hidup saya ke depan. Apakah tahun depan saya akan tetap disini? Apakah tahun depan saya akan tahan untuk melakukan hal yang sama lagi tanpa mengetahui jelas kemana arah hidup saya? Ya, jujur saja, saya mulai kehilangan arah.

Dalam diam saya sering mempertanyakan semua yang saya alami. Well, saya bukanlah orang yang dapat membagi-bagi waktu saya dengan baik. Saat ini, yang ada dipikiran saya, hanya kerja kerja kerja. Tetapi bukanlah sebuah kepuasan yang saya rasakan. Saya bekerja tanpa paham kemana karir saya akan mengarah. Tidak ada peningkatan karir yang jelas di sini. Dan saya sering bertanya-tanya, apakah dengan 4 tahun saya di sini, saya memberi manfaat bagi orang-orang di sini? Entahlah. Dari sekian banyak proyek yang saya tangani, tidak ada yang benar-benar jadi. Apakah itu karena rencana berubah atau karena dihentikan untuk sementara atau karena ketidakjelasan yang menyita waktu saya dengan melakukan pola berulang, melakukan hal itu lagi dan lagi.

Terlempar ingatan saya pada suatu sore yang muram, setelah saya memborbardir sebuah perusahaan asing mengenai sebuah perhitungan yang detail, setelah sedikit terbantu oleh pihak asing ini (yang saya yakin rasanya yang diminta sudah melebihi batas dari yang diperjanjikan) dan sedikit memberikan kejelasan pada apa yang kami butuhkan, klien saya berkata bahwa mereka tertarik menggunakan teknologi lain dari yang ditawarkan dan bisa jadi tak lagi berniat menggunakan teknologi dari pihak asing itu. D**n!! Again!! I have been through this path before, and still with the same client.

Thursday, November 7, 2013

Bonsoir!!

Hari ini luar biasa!!! Saya benar-benar dalam hal ini.
Setidaknya itu yang saya rasakan.
Saya tertawa lepas di kelas. Hihihi, saya menjadi seorang murid sekarang. Setelah sekian lama tidak duduk di bangku dan berkonsentrasi mempelajari sesuatu, rasanya benar-benar nikmat. Apalagi karena saya menaruh minat di sana, karena saya sendiri yang memilih. Hihihi.

Saya memiliki semangat sekali. Setiap diminta ke depan, saya melengos saja, tak pernah gugup apalagi demam pangung. Sungguh!! Menulis yang saya bisa, dan tidak pernah khawatir akan dicela karena saya tak perduli. Saya bahagia di sana, saya bahagia mempelajarinya. Mungkin inilah yang dirasakan apabila seseorang memang berminat ya? Yang langsung dari hati, tanpa paksaan. Teman saya juga mulai menyenangkan, karena didasari kepolosan dan ketidaktahuan pada taraf yang sama, jadi kami sama-sama belajar. Derai tawa menjadi sering terdengar, entah karena kita serempak menjadi anak gagu, entah sama-sama cengok memandangi professour karena sama sekali nggak paham apa yanh diperintahkan, atau langsung pusing mendengarkan percakapan yang sama sekali tidak dipahami bunyinya.

Tadi siang juga saya presentasi lagi di depan klien. Menarik sekali tadi, saya samasekali tak ragu, tadi mengalir begitu saja. Yang saya rasakan sekarang adalah sama sekali tidak ada demam panggung. Tak ada lagi panas dingin. Awalnya karena saya sadar bahwa saya tidak bisa lari dari kewajiban itu, tapi lama-lama saya menikmatinya. Akibatnya, meskipun saya baru menyelesaikan presentasi yang akan saya sampaikan tepat setengah jam sebelumnya dan sama sekali belum membuat ancang-ancang mengenai alur yang akan saya sampaikan, Alhamdulillaaah, saya bisa menyampaikannya. Meskipun dikritik terlalu cepat, hahaha, saya senang. Karena hari ini, saya sudah bisa berkomunikasi saat presentasi. Tak lagi berbicara dengan papan. Hihihihi. Benar juga kata pepatah bahwa "Kamu akan menjadi sangat kuat, ketika kuat itu hanya satu-satunya pilihan yang bisa kamu pilih". Saya menangis, saya stres, saya mengeluh, saya ingin lari, tetapi saya tetap harus melaksanakannya. Lama kelamaan, ada pada satu titik saya berkata, ini harus dihadapi, ini harus diselesaikan. Dan salah satu hal positif yang saya rasakan di tempat saya bekerja sekarang adalah kepercayaan diri yang meningkat sangat tajam. Alhamdulillaaah.

Oh iya, saya akan menghadapi ujian pada hari kamis depan. Wihihihi, saya mau ujiaaannn!!! Sudah lama rasanya tidak mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian. Yang lucunya lagi, saya diajak untuk belajar kelompok hari Minggu. Hahaha, belajaar kelompoook boo. Lucu amat yaa, belajarnya sama anak-anak yang teriak panggil kakak ke saya. Pokoknya seruu lah dan saya akan berusaha untuk menjadi ahli disini. Berusahaaaa!!!

Je m'appelle Dina. Je suis Indonesien. Je parle Anglais.
Je suis etudient. Je travaille dans les affaires. J'habite a` Jakarta.
Pourquoi etudier le francais? Pour parle avec de amis, puor le plaisir, et pour le CV.
(Coretan acak, persiapan ujian)

Thursday, April 18, 2013

Project Management Overview

(Source: here)
Heyho, berikut penjelasan singkat tentang melakukan kerja.
Yayaya, dalam hidup, nggak kerjaan aja yang dipikirin. Supaya waktu nggak habis terbuang, maka susunlah strategi dalam melakukan pekerjaan. Biar pekerjaan jadi efisien. Tetapi tetap aja nggak bisa dipungkiri akan ada faktor eksternal dan internal yang akan mempengaruhi kinerja kerja kita. Internal, mungkin masih bisa diatasi, karena itu berhubungan dengan diri kita. Sementara bagaimana dengan eksternal? Nah, itu yang harus kita coba atasi dengan berusaha menerapkan kesamaan persepsi antara kedua belah pihak.

Baiklah, sekarang saya akan mereview sedikit kepada teman-teman sekalian, mengenai tahapan pekerjaan. Sehubungan dengan seringnya saya nyebur ke proyek (eitss, jangan bayangkan bahwa proyek saya adalah proyek pembangunan jalan raya atau kilang minyak. Beluum, saya masih proyek yang di depan-depannya. Proyek pembuatan kajian kelayakan), maka sedikit dan juga banyak, saya memahami prosedur yang sebaiknya dilalui oleh seorang pelaksana proyek dalam pekerjaannya.

Tidak mempengaruhi bahwa itu adalah proyek tahap kajian kelayakan, FEED ataupun EPC, tahapan dalam masing-masing fasa adalah tahapan berulang. Dan setiap fasa akan bisa dimasuki selama fasa sebelumnya sudah memenuhi standar yang dibutuhkan. Kalau bahasa bos saya, setiap fasa akan dihubungkan dengan pintu-pintu keputusan. Ketika pintu itu sudah dibuka untuk ke fasa berikutnya, there is no turning back (*asiiik).

Sunday, March 31, 2013

Live your Dream, Wake Up!!

(Source: here)

Fyuuuh, serasa sudah seabad nggak menulis. Maklum, musim pancaroba. Perubahan kehidupan. Jadi ngebet nulis, gara-gara baca blog teman yang sangaaat passion sekali. Lah, saya?? Sibuk sama kesibukan sendiri, menulis novel aja udah hampir 8 tahun nggak kelar-kelar. Masih jalan di tempat. Oooh meeen. Jiakakakkak

Coba ya, saya sok-sokann nulis passion:
Jadi passion saya adalaah .......
Hmmm, apa yaaaa? Buahahahha
Yang jelas ada 3 passion teratas bersama printilannya.

Kalo teman saya benar-benar melakukan semua yang dia rencanakan, saya masih belum. Kurang 100% effort, masih 25% sepertinya. Gubrak. Yaa, setidaknya saya mengakui kegagalan saya saat ini.

Saturday, November 24, 2012

Time is moving!!

That spark just went, leave me burning without sense of knowing..
There are a lot of moment that I missed, in my real or my dream.
I stepped up without knowing what would I become, winner or loser.
In fact, that the reason why there is a life, am I right?
Don't go far, dude. It just some piece of useless note
Well, You should know by now

Duduk ditemani deru kipas yang semakin berdebu. Dunia bergerak perlahan meninggalkan patahan-patahan yang tak beraturan. Banyak orang besar berkata dengan berbagai kata bijak mereka, simpang siur dalam keinginan untuk pembuktian yang nyata.

Redundan, adalah pikiran yang mengalir tak beraturan, saling berkait satu sama lain dalam pemaksaan yang berusaha untuk menghubungkan. Jiwa tak lagi tenang dengan keadaan, terus membentuk cabang-cabang yang abstrak dalam kelam. Cahaya sudah lama memudar, sebatang lilin kecil tak lagi bisa menjadikan penerangan. Pikiran ini begitu mencekam. Jeritan ketidakpuasan atau kehilangan yang tak terbantahkan. Tapi jangan biarkan, tolong jangan biarkan jiwa ini pudar. Karena kelamlah yang akan datang, bersiap menanti di ujung jalan.

Saturday, October 13, 2012

Life Travelling


(Suatu saat ingin ke sana. Menikmati kedamaian dalam ketenangan. Rasa-rasanya saya melihat gambaran tempat di novel yang saya tulis. Kasian sudah terkubur hingga 2 tahun belum saya lanjutkan)

Sudah lama sekali rasanya saya tak mencoba mengaitkan kata tanpa aturan
Bidang yang saya geluti mewajibkan saya menulis mengikuti grammar dan semua antah berantah yang terkadang membutuhkan tanggapan orang, kritikan, dan hal-hal membangun yang sedikit banyak membuat saya juga terluka, meski saya tahu ada ilmu di sana
Saya sedang tidak mencoba menjadi buta, tuli atau keras kepala
Hanya saja, akan ada kan rasa kecewa dengan buah karya yang tak dirasa sempurna, baik bagi mereka dan tentu saja bagi saya selaku subjeknya

Saya teringat tulisan saya yang sudah terkubur dalam folder folder komputer yang tak lagi sempat saya jamah
Rencana-rencana dan jadwal pembunuh waktu yang saya siapkan sebelumnya sebagai amunisi saya menghabiskan malam sepi sudah tergantikan dengan lembur tak berujung dan sikap tepar sempurna
Entah saya saja yang malas, entah sudah bosan menatap layar selama bekerja, entah inspirasi saya yang sudah terbenam jauh ke dasar sana, yang jelas, tulisan yang sudah saya rangkai masih menanti untuk dilanjutkan.

Monday, September 17, 2012

Update Pertengahan Tahun Lebih Sedikit 2012

Matahari bulan September dengan nanarnya menyirami saya di ruangan ber-AC ini. Sengaja mengambil posisi di dekat jendela, posisi teman saya yang sedang terbang ke pojok Barat Indonesia, supaya tidak ketahuan sedang membuat blog oleh kolega saya. Hahaha. Tapi sebenarnya tak salah juga, kebetulan saya tidak punya jadwal mencekik. Yaaah, setidaknya semuanya sudah saya kerjakan kemaren. Alhamdulillaaah.

Sebenarnya tak ada yang spesifik dengan catatan saya pagi ini. Hanya catatan-catatan akumulasi yang redundan melompat-lompat di otak saya, mengenai hari-hari, yang tentunya tidak seintens dulu saya paparkan di blog ini. Urat menulis saya sedang kembang kempis, tertimbun lautan pekerjaan yang tak ada habisnya. #sedikit hiperbola (haha, saya sampai mencari kata yang tepat di google untuk mengungkapkan ini. Tumpul sekali kosakata saya dengan tidak menulis).

Saya
Kemaren, waktu hanya saya habiskan di kamar saja. Rasa malas mendera untuk bergerak. Tetapi saya tidak semalas itu, hanya untuk tidur-tiduran di hari yang senggang. Mata saya mencari-cari sesuatu yang rasa-rasanya bisa dibaca untuk membunuh waktu yang bergulir dengan sesuatu yang dinamis, sesuatu yang ada tambahan, tak statis.

99 Cahaya di Langit Eropa

Thursday, September 6, 2012

My Rule


Rule No.1
Never try, then never know
Whether you success or fail

Rule No.2
Clear your mind..
Take a breath, inhale.. exhale.. inhale.. exhale..
Be patient and control your self

Sunday, August 5, 2012

Am I Coward?

(Source: here)

Hari ini sepi sekali. Teman-teman saya pada sibuk dengan kesibukan masing-masing. Membuat saya tak ada teman untuk tarawihan ke mesjid seperti malam-malam sebelumnya. Saya sedih luar biasa, plus kemaren saya sempat bercakap-cakap dengan salah seorang teman saya, bahwa Minggu malam adalah malam nuzulul qur'an. Namun, teman saya itu terkena program bulanan wanita.

Entahlah, apa saya sedang sok alim atau bagaimana, tetapi bulan ini entah kenapa saya ingin selalu saja pergi ke mesjid. Tak seperti bulan suci yang dulu, yang kadang saat teman saya berhalangan hadir, saya pun ikut-ikutan tak datang ke mesjid.

Jadi saya putuskan dengan berat hati untuk datang ke mesjid lain. Dan alasan memilih itu karena saya terlalu pengecut untuk menyebrang jalan. Alasan sepele bagi saya yang berumur sudah tidak bisa dibilang remaja ini. Hiks, sungguh saya memang takut untuk menyeberang. Meski saya bisa, tetapi selalu saja ada sikap dikejar setan yang menggelendot di hati saya kalau melakukannya. Berlari-lari tak tentu arah. Kalau biasanya saya pergi dengan teman saya, secara otomatis tangan saya akan bersemayan di lengan mereka, dan tentu saja berdiri berlawanan arah dengan arah datangnya kendaraan. Yaaaah, saya pengecut luar biasa.

Sesampai di mesjid yang lain itu, prok prok prok, saya wanita pertama. Mesjid masih sepi, belum ada tanda-tanda jamaah berkumpul. Dan tentu saja saya sendirian. Khusus untuk wanita, di mesjid ini, di tempatkan di luar ruangan. Kebayangkan bagaimana krik krik nya. Saya tidak membawa al-quran untuk dibaca, dan tanda-tanda kehidupan belum ada. Saya kirimkan pesan ke teman dan yaah dia cukup gembira bahwa saya tetap ke mesjid. Tetapi saya bilang ke dia, hati saya tidak di sini, hati saya di mesjid sana. Yang jam segini, saya harus berusaha mencari lokasi untuk sholat saking ramainya. Tetapi sifat pengecut saya masih bersemayam kuat.

Hanya dalam berkirim pesan singkat itu, saya lalu sadar sesuatu. Bahwa tidaklah bijaksana jika hal itu jadi hambatan saya untuk beribadah. Dua orang wanita sudah mendatangi mesjid, tetapi dengan kecepatan tinggi dan tanpa pikir panjang, saya kemasi barang-barang saya dan melesat ke mesjid yang biasa saya kunjungi. Dan tahukah teman, bahwa jalanan saat itu sepi, tak ada yang menghalangi saya untuk menyebrang, sesuatu yang saya takutkan.

Sunday, July 1, 2012

Suram


                                 (Source: here)

Sepi sekali rasanya.
Sesepi perasaan Dian Sastro saat membacakan puisi, yang entah berjudul apa,
"Sepi, sepi dan sendiri aku benci. Aku ingin bingar, aku ingin di pasar. Bosan aku dengan penat, enyah saja kau pekat"

Sedang tidak ada cerita menarik, setidak menarik acara televisi yang ditayangkan.
Hidup yang saya lalui, kalau tidak membosankan, ya datar-datar saja. Hanya sesekali percikan menarik yang numpang lewat dan membias hilang entah kemana.

Sudah berapa kali menulis hal yang berbau muram dan frustasi ini di blog. Sudah jarang menulis sesuatu yang menyenangkan. Suram sekali hidup akhir-akhir ini. Sudahlah, hanya ingin menulis random saja. Tak berniat sengaja menulis sebuah cerita, toh memang sedang tidak ada yang ingin diceritakan.

Gelap dan suram sekali rasanya. Bosan dengan kejenuhan yang sama. Bosan..bosan..bosan. Kata-kata ini menggema berulang-ulang dipikiran ini. Saya sedang sempit hati sekali, dalam keadaan tidak mudah puas. Labil. Ababil. Tak tahu diri.

Mungkin ini sedang menuju fajar dalam hidup saya. Sesuai kata pepatah, bahkan saat paling gelap adalah saat menjelang fajar. Tetapi, apa fajarnya masih lama datangnya? Jika memang begitu, "Turn on the light, please!"......

Flat Flat Flat. Hidup sedang datar, sedatar triplek.

Wednesday, June 27, 2012

Mabok Perfectionist

(Source: here)


Mabok dan semua mendesak.
Gila banget
Semua minta diselesaikan
Semua menuntut
Oh Tuhaaaaan, tolong ridhai pekerjaan saya
Saat ini saya sedang deplesit sekali
Saya tidak bisa multitasking, tetapi ada 8 item pekerjaan yang berasal dari proyek berbeda yang diminta
Hoeks..Ujung-ujungnya kalau pulang saya langsung tepar dan nggak bisa mikir
Saya harus angsur segera, sebelum penugasan dinas ke kota di ujung sana

Ya Allaaaaah, sungguh saya tidak  bermalas-malasan
Tetapi kok kesan yang ditangkap begitu
Saya berusaha, tetapi kan saya butuh waktu untuk saya juga
Saya memang hanya bisa mengerjakan satu pekerjaan dalam satu waktu
Jangan harap saya akan menanggapi dengan seksama jika saya sedang tercebur di satu pekerjaan
Saya harus menuntaskannya hingga akhir, baru saya bisa move on

Mungkin ini dikategorikan mengeluh
Tetapi sungguh, saat ini saya sedang berada pada titik klimaks
Klimaks karena banyaknya
Klimaks karena tidak jelasnya
Klimaks karena saat ini butuh guideline
Hei, meski berusaha, ada titik titik dimana kita mencapai limit dan tak tahu harus berbuat apa
Karena ilmu masih terbatas

Arrggggghhhhhhhhhhhhhhhh...
Begini ni nasib jadi perfeksionis.. Mabok

Thursday, June 21, 2012

Intisari Itu..

(Source: here)

Mencoba mengorganisir adalah sesuatu hal yang sebaiknya dilakukan saat melakukan sebuah pekerjaan.
Mencoba menyampaikan dengan baik adalah sesuatu hal yang sebaiknya dipelajari dalam melakukan sebuah penyampaian
Mencoba mendistribusikan semua informasi kepada semua anggota adalah sesuatu yang sebaiknya diterapkan dalam sebuah team
Mencoba mengendalikan emosi adalah sesuatu yang sebaiknya dihayati dalam melakukan sebuah negosiasi
Mencoba mendengarkan adalah sesuatu yang sebaiknya diprioritaskan dalam menerima sebuah informasi dan pendapat orang lain
Mencoba menghargai adalah sesuatu yang sebaiknya dihiaskan dalam setiap pergaulan

Banyak hal yang saya pelajari dalam dunia pekerjaan yang saya lakukan
Saya memang tipikal yang mudah tersulut emosi
Saya memang tipikal yang hanya bisa fokus pada satu pekerjaan
Saya memang tipikal yang susah terkesan akan seseorang

Tapi sekarang saya tahu, dalam masa bekerja saya
Saya harus banyak belajar hal-hal yang berhubungan dengan manusia
Karena manusia itu unik, manusia itu berbeda-beda

Karakter Manusia itu Ada Banyak. Kita harus selalu, selalu belajar untuk memahami semua karakter itu
(DY - Wednesday night Office) 

Friday, June 15, 2012

Gagahnya Indonesia

Selama banteng-banteng Indonesia
Masih mempunyai darah merah
Yang dapat membikin secarik kain putih,
Merah dan Putih
Maka selama itu tidak akan kita mau menyerah
Kepada siapapun juga

(Bung Tomo)

Monday, May 28, 2012

Being a Parent

(Source: here)

I learn to be a parent in my age. Not because I gonna married right now (of course, I want to have that status: married woman, wkwkwk) or have a foster child. But because I made a promise. Will not let them alone until they can stand in their own foots. Wkwkwkwk. What do I feel? It is feel so amazing. Doing something faster than it should be. Hope that I can through all of this with a nice move.

I hope this gonna work. I will try doing my best and I hope my brother will also try doing his best effort. 
I hope he can trust me. Do not want he worry about that things, I try to fulfill that. 
I just believe that there will be many ways to reach our dream. Of course in a Good Way. 
Just do not block your dream, brother, because of many things that you should not think. Let me do that, thinking.
As long as I breath, I can be your protector.
Maybe I am not the good one, but I am trying the be a good one.
I am still learning, so let's we through all of this together, brother!!
I can not walk alone, I also need you. Me in my part and you in your part.

Maybe this is not gonna be an easy way. 
But we need to believe and do our best for reach that.
And for the next move, lets Allah decide it.

Amazing Month for Amazing Year
(DY, 28 May 2012) 

Tuesday, May 22, 2012

Find New Hobby

 Menyulaaaam ituuu, bukan saya banget
(Source: here)

Akibat menggeje yang tak jelas selama 4 hari membuat saya berinisiatif cari hobi baruuuu. Hwahaha, saya belum niat bilang planning saya mengenai hobi ini. Sebab apa? Sebab saya itu seringnya kalau gembar gembor apa yang saya rencanakan, akan berakhir pada: Saya tak jadi melaksanakannya (#memandangi langit, berpikir keras, ngakak guling-guling).

New Hobby ini nggak ada hubungannya sama seni gerak tubuh (ada siih dikiit), karena saya tahu kalau di urusan itu saya nggak asik. Nggak asik ngerjainnya dan nggak asik diliat orang kalau ngerjainnya. Hwahaha. Atau hobby ini juga nggak bangeet deh ada hubungannya sama nyulam. Saya tahu saya hanya bisa jahit kancing kemeja di kala dibutuhkan saja, meski mama saya jagooo banget jahit. Anak macam apa saya ini? Hehehe, jadi gambar di atas sama sekali nggak merepresentasikan apa yang pengen saya kerjakan. Namanya juga rahasia, jadi belum niat digembar-gemborkan. Sudaah, jangan paksa saya untuk bercerita. Pokoknya saya E-N-G-G-A-K mau bilang apa-apa saat ini. Saya tutup mulut (korban-sinetron-mode-on).

Thursday, May 10, 2012

Catatan Acak

Saat ini saya belajar meloncat dari proyek yang satu ke proyek yang lain.
Belajar multitasking
Dan sekarang sedang mengumpulkan nyawa ke proyek berikutnya

Semangaaaat
Demi masa depan dan ilmu yang lebih baik

Catatan acak

Sunday, May 6, 2012

Mood Booster

(Source: here)

Sudah lama sekali saya tidak menyentuh novel yang sempat saya tulis. Saya sudah vakum hingga 2.5 tahun. Lama sekali. Bukannya saya malas untuk menulis, tapi hup hup hup susah sekali rasanya untuk mengarahkan ceritanya mau kemana. Karena saat ini, ceritanya bisa saya drive kemana aja, terlalu banyak cabang dan saya harus mempersempit scope-nya.

Saya terlalu banyak berpikir, yang jadinya membuat novel itu jalan di tempat. Sempat saya edarkan ke teman-teman saya dan tentunya dengan tanggapan "Lanjutkanlah Diiin". Saya mau tapi susah, ditambah dengan kerjaan yang 180 derajat berbeda dengan cerita yang saya tuliskan. Setiap akan memulai, benak saya lompat kemana-mana, tidak fokus, ngantuk karena kurang ide, dsb.

Saya butuh mood booster untuk menulis. Tapi apa ya? Motivasi? Target? apa semacam Tantangan? Jika benda itu tak jua rampung dalam waktu tertentu, saya harus hukum diri saya. Kata orang menulis saja sesuka hati, nanti dipikirkan arahnya kemana, tapi ada juga yang bilang buat Outlinenya biar tidak melebar kemana-mana. Saran dua sedikit rumit untuk dipraktekkan, sebab saya pun tak tahu ceritanya mau kemana.

Sebenarnya dulu rasanya saya tahu mau kemana, tapi karena PC tempat pengetikan awal rusak dan membuat data itu hilang membuat semangat saya sedikit decline layaknya produksi minyak saat ini. Tapi haruuuuus dimulai. Saya terlalu banyak mengemukakan alasan. Saya penasaran, kapan saya saya bisa publish novel saya di blog ini sebagai tanda bahwa novel saya terbit. Mimpiii.. tapi bermimpi itu baik bukan? *wink

"The key to happiness is having dreams. The key to success is making your dreams come true"
(Anonymous)

Tuesday, April 17, 2012

Tenis-Tenis..

(Source: here)

Saya bermain Tennis pemirsa. Bwakakakak. Sudah jalan dua kali dan besok jadi kali ketiga. Bermain dua kali dan jadi pemenang dalam beberapa bagian. Lumayaaan (hidung kembang kempis, padahal mungkin karena saya partneran sama yang jago main. Tetapi tidaklah mungkin sebuah team bisa menang tanpa kerja sama satu sama lain. Khotbaah-khotbaaah).

Saya jadi punya kegiatan di malam Rabu dan pagi Sabtu. Menarik-menarik. Dan saya meyakinkan diri sebaik-baiknya bahwa saya tidak akan melewatkan satu latihan tenis sekalipun jika tidak ada kegiatan yang mendesak. Sebab, jika kami tidak datang, maka potong gajilah akibatnya. Bwahhhahahaha. Yes, ini fasilitas kantor. Ternyata sepatu tenis yang sempat dibeli untuk persiapan-survei-namun-gagal-dipakai-gara-gara-survei-dimana-lokasi-yang ditunjuk-buat-saya-ditiadakan terpakai juga. Memang sudah ter-Maktub, sudah tertulis (hahahha, gaya deeh saya sebab sudah baca Sang Alkemis).
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...