Pintu itu tertutup sementara
Terkunci jauh dalam ruang dan waktu tak berdimensi di sudut hati
Dia rasa dia belum menemukan kunci yang tepat untuk membukanya
Bukan karena dia tak mau membuka
Bukan juga karena dia sengaja menguncinya rapat
Tetapi karena memang pintu itu sedang tertutup begitu saja
Tertutup dengan rapat
Membiarkan ruang di balik pintu itu tetap kosong
Tanpa isi, tanpa jendela, tanpa cahaya
Mengedapkan udara di dalamnya
Dia hanya bisa diam, tak bisa berbuat apa-apa
Sudah ada kunci yang sepertinya mencoba lagi untuk membuka pintu itu
Mencoba untuk memaksa, begitu yang dia rasa
Hanya saja kunci itu tetap tak berguna
Pintu tetap terkunci dan lebih terkunci lagi dan lagi
Semakin rapat dan rapat
Mungkin dia bisa saja membukanya sekarang ini, begitu pikirnya
Tetapi buat apa dipaksakan, toh nanti hanya muncul kesia-siaan
Dia tidak bisa melihat apa-apa di sana
Ruangan itu tetap kosong
Ruangan itu tetap tak juga bercahaya
Ruangan itu tetap tak berjendela
Ruangan itu tetap kelam sebagaimana adanya
Hingga rasa enggan untuk membuka pintu itu semakin kuat dia rasa
Jadi, buat apa? Tak ada gunanya. Setidaknya untuk saat ini.
Biarkan sajalah pintu itu tertutup untuk sementara waktu
Hingga dia menemukan penghuni baru yang mengantarkan kunci yang tepat untuk membukanya
Biarkan sajalah ruangan itu kosong untuk sementara waktu
Hingga dia menemukan penghuni baru yang akan mengisi tempat itu bersamanya
Biarkan sajalah ruangan itu tak bercahaya sementara waktu
Hingga dia menemukan penghuni baru yang menyalakan lilin kecil dan menerangi ruangan itu bersamanya
Biarkan saja ruangan itu tidak berjendela untuk sementara waktu
Hingga dia menemukan penghuni baru yang akan membuatkannya jendela untuknya
Pintu itu hanya satu dengan hanya satu kunci. Ruangan itu hanya satu, hanya cukup untuk satu penghuni lagi.
Kini dia tak mau banyak bicara dan mengira-ngira. Biarkan sajalah penghuni baru itu yang mencarinya.
Jika nantinya ada bunyi KLIK yang menggema, maka PINTU itu terbuka saja.
Dan dia akan berada di sana, menyambut penghuni baru itu dengan senyum tulusnya.
"Welcome Home, my Dear. I have waited you Until the Day"
(Pintu dan Kunci)