Sunday, April 29, 2012

Bermain dengan senja

(Source: here)
Senja yang membatasi antara siang dan malam
Perubahan yang memperlihatkan sesuatu yang tak pasti di saat setelahnya
Membutuhkan pelita untuk menerangi jalan-jalan yang akan dilewati
Meskipun begitu, pemandangan senja selalu menawan
Memperlihatkan corak warna alam yang beraneka ragam

Saturday, April 28, 2012

Geli Sendiri

Menatap layar dan membaca tulisan sendiri
Dan saya merasa geli sendiri
Sori kalau kalian baca pengalaman saya di Bali merasa geli
Orang saya yang punya badan dan nulis juga merasa geli

hehehe
Peace

Thursday, April 26, 2012

8th: Tanah Dewata (Final Part)

Saya sudah mulai eneg nulis, gara-gara digangguin sama anak-anak kantor ini. Sebenarnya banyaaaak sekali yang ingin saya ceritakan. Yang jelas hal yang saya ingat orang yang saya tanyai baik semua. Heran deh. Coba saya urut saja ya dalam poin-poin.
1. Sempat saya singgung di Part 3, mengenai keinginan saya bertanya pada Mr. Stephan. Waktu saya mengode-ngode bahwa saya akan ke sana dan bertanya padanya, malah dia yang datang ke saya dan menjelaskan. Itu tempat duduk dia cukup jauh dari posisi saya, dan dia kemari. Ya ampuuuun baiknyaaaa. Saya yang perlu, kok dia yang datang. Si Mr. Stephan sungguh tidak pelit ilmu. Dia mau berbagi dan kalau dilihat-lihat, cakep. Bwahahahah, saya tidak akan memungkirinya. Umurnya berapa sih, jabatan udah setinggi itu kok wajahnya masih imut gitu. Saya galakan mungkin dari dia. Hahaha. Waktu saya meminta fotonya, dia terbahak. "Oooh, of course," begitu katanya.

(Bersama Mr. Stephan)
 

8th: Tanah Dewata, Konferensi yang menyenangkan (Part 3 Tanah Dewata)

Saya sengaja membagi menjadi part-part. Sebab ada banyak yang ingin saya sampaikan dan harus sekarang. Kalau tidak sekarang, saya bisa lupa dan tidak mood lagi. Ini cerita tentang konferensi.

DAY ZERO|23 April 2012
Mencoba untuk membaca bahan dan bingung. Saya ke sini kan mau belajar. Kebetulan saya juga sangat kelelahan. Jadinya pukul 11:30 PM waktu setempat saya tertidur pulas. Untung kamarnya nyaman.

DAY ONE| 24 April 2012
Pagi
Menghabiskan banyak waktu untuk berdandan biar tak lagi dibilang anak-anak. Sehubungan dengan konferensi ini yang akan datang adalah bagian managerial, business development, president director, general manager, dan level sebangsanya, kami harus tidak terlihat kacangan, meski umur ilmu bisnis kami masih sebangsa ciki-cikian. Berbekal blazer baru dan perlengkapan perang seadanya, kami menghabiskan waktu satu jam. Bravo-bravo. Berkat dandan kami melewatkan sarapan. Walhasil perut keroncongan karena waktu sudah menunjukkan pukul 8 pagi. 

8th: Menginjakkan Kaki di Tanah Dewata (Part 2)

Ini adalah Part 2 dari perjalanan singkat saya ke Bali. Reli panjang saya ke Tanah Dewata tersebut akhirnya berakhir juga dengan keinginan ingin balik ke sana. Bukan karena tempatnya yang membuat saya ingin kembali, seperti yang banyak dikatakan orang-orang, bahwa Bali itu begitu indah dan tempat yang sangat cocok buat berwisata, bukan juga karena makanannya, tetapi karena saya mendapat banyak teman di sana. Saya suka suka sukaaaaa. Ternyata memang benar saya cinta berteman, dan pastinya dengan orang yang nyambung dengan saya. Hahaha. Btw, ini cerita sepertinya akan panjaaaaaang sekali.

Persiapan yang Dadakan (11,12, 20 April 2012)
Entah bagaimana ceritanya, saya dan partner kerja saya, Lia a.k.a Cungki, yang dijatahkan hanya mengikuti satu konferensi saja selama setahun, mendapat jack pot untuk mengikut satu konferensi lainnya, dan lucky-nya berdua. Jadilah kita melakukan persiapan dadakan. Pembagian tugas pun dilakukan dengan tak sadar. Lia mengatur untuk pendaftaran dan tiket pesawat, saya mengatur hotel dan segala budget untuk kegiatan selama di Bali.

Persiapan dadakan juga dilakukan dengan diri, seperti membeli blazer (wkwkwk, ngakak guling-guling). Memang lah wanita yaa, kalau berhubungan sama acara, mikirnya "sebaiknya saya memakai apa yaa?"  Selain itu, bwahhahaha, selama ini kami berpakaian masih layaknya anak kuliah. Belum terlihat profesional. Berhubung (ngakak lagi berkali-kali karena ini memang bodoh banget) selama ini, kami hanya berpakaian sangat santai, bahkan pas rapat pernah disangka anak KP. Doeng, tepok jidat.

Monday, April 23, 2012

8th: Menginjakkan Kaki di Tanah Dewata

Pesawat saya terbang malam..
Ditemani lampu-lampu temaram bandara yang mengantarkan pesawat yang saya tumpangi untuk terbang ke tanah dewata
Cuaca bersahabat juga
Dan kini saya menelungkup di sudut kamar memandangi layar
Mencoba menuangkan cerita yang saya simpan dan meminta untuk dikeluarkan
Namun, sepertinya sinyal tidak bersahabat
Jadi saya mau sedikit cerita yang paling saya ingat

Saya dan sahabat saya merasa sedikit asing
Kami yang berjilbab menjadi pemandangan aneh di lokasi tempat kami menginap saat ini
Most of them adalah wisatawan asing yang sedang bercakap-cakap di bar-bar sepanjang jalan
Dan kami, dua orang wanita berjilbab dipandangi aneh berjalan malam di tempat ini
Jadi ini sedikit menggantung dan menarik
Berhubung sinyal sangat menyedihkan, jadi saya benar-benar harus berhenti sekarang..

 -To be continued-

Efek setelah kembali ke Jakarta..
Saya mau ke Bali lagi, ikut konferensi lagi, menjalin networking lagi..
Senaaaaaannnnngg..
It was one of the best moment in my life. Alhamdulillaaaah..


Thursday, April 19, 2012

Kesal

PSV saya sudah nge-pop.. Arrrggghhhh
Hari ini saya merasa diremehkaaaaan...
Kesaaaaaal Tingkat Dewaaaaaaaaaaaaa..
Kesal
Kesal
Kesal
Dan rasa ini menyebalkan..
Hah!!!

Ngomongnya sombong banget..
Memang dia mengingatkan tetapi lebih ke arah meremehkan..
Seolah-olah tidak percaya dengan apa yang saya katakan..
Saya memang sangat reaktif dan itu membuat saya gampang terpancing kesal..

Tuesday, April 17, 2012

Tenis-Tenis..

(Source: here)

Saya bermain Tennis pemirsa. Bwakakakak. Sudah jalan dua kali dan besok jadi kali ketiga. Bermain dua kali dan jadi pemenang dalam beberapa bagian. Lumayaaan (hidung kembang kempis, padahal mungkin karena saya partneran sama yang jago main. Tetapi tidaklah mungkin sebuah team bisa menang tanpa kerja sama satu sama lain. Khotbaah-khotbaaah).

Saya jadi punya kegiatan di malam Rabu dan pagi Sabtu. Menarik-menarik. Dan saya meyakinkan diri sebaik-baiknya bahwa saya tidak akan melewatkan satu latihan tenis sekalipun jika tidak ada kegiatan yang mendesak. Sebab, jika kami tidak datang, maka potong gajilah akibatnya. Bwahhhahahaha. Yes, ini fasilitas kantor. Ternyata sepatu tenis yang sempat dibeli untuk persiapan-survei-namun-gagal-dipakai-gara-gara-survei-dimana-lokasi-yang ditunjuk-buat-saya-ditiadakan terpakai juga. Memang sudah ter-Maktub, sudah tertulis (hahahha, gaya deeh saya sebab sudah baca Sang Alkemis).

Monday, April 16, 2012

The Alchemist (Sang Alkemis)

(Maktub - Semua sudah tertulis)

Saya akhirnya membaca buku legendaris itu, "Sang Alkemis". Berkat pengaruh seorang teman, keinginan saya untuk membaca buku itu terbangkitkan lagi, padahal sudah terkubur dengan berjalannya waktu, sejak zaman kuliah dulu, yang artinya sudah berjalan 1,5 tahun yang lalu. Sekitar 2 bulan yang lalu saya hanya menuliskannya di memo agenda saya. Saya berniat akan membelinya, tapi belum jelas waktunya.

Dan itu terwujud seminggu yang lalu, ketika saya membeli beberapa hal di Gramedia, entah kenapa saya membawa sejumlah uang kesana, padahal saya ke sana untuk keperluan kantor. Bingung karena apa yang saya cari sudah ditemukan, sementara saya harus menunggu teman saya yang ada keperluan di tempat lain, jadilah saya berjalan tanpa arah di toko buku itu.

Happy For You, My Dear Friend

(Source: here)
My friend told me about something
Then I felt excited to hear her story
I am happy for you, my dear friend
Hope Allah always bless your way
Amiiin

When I heard her story, suddenly I wanna jump
Jump and jump and laugh and laugh
Feel the happiness through in my soul
Yeyyy.. you know. Like there is a butterfly in my stomach or a soda in my heart
I am really really happy
Hope you always have a good story my dear friend
You are definitely worth it

Sunday, April 15, 2012

Reactive

(Source: here)

My boss said that I am the most reactive staff in the office
My friend said I am really reactive about anything in the office, and I am so different with my old days in college, the cool one

Saya sadar itu akhir-akhir ini
Saya gampang tersulut akan sesuatu
Saya begitu reaktif
Jadi saya perlu pendingin yang menekan reaktif saya
I need the cool one to cover my reactivity.. ^^

Friday, April 13, 2012

Benalu

Hari ini merdekaaaaa...
Nggak perlu begadang lagi, untuk minggu ini
Tapi ada sedikit yang mengganjal
Dan itu menyebalkan
Seperti bayang-bayang saja, kalau buat enaknya
Heran deh, ada yang begitu di dunia ini??
Apa memang begitu?
Aaaaah,pengen gue sepet sepet dah

Thursday, April 12, 2012

Malam Biru

 (Source: here)

Malam ini saya terdiam di dekat jendela kaca yang membingkai ruangan
Ditemani alunan biola yang terdengar samar dari ruangan sebelah
Dan malam ini rasanya biru
Malam sendu yang mengingatkan saya pada  sebuah kisah dulu

Malam Tenang

(Source: here)

Malam ini bertandang lagi..
Mencoba mengejar matahari.. Berharap dia bersinar cerah kembali
Di pagi nanti..

Langit malam tak kelihatan wujudnya
Terhalang pantulan cahaya dari ruangan yang membuat bayang-bayang berbentuk rupa manusia di kaca sana
Saya tertimbun kertas-kertas berserakan yang melambangkan keseriusan dalam pekerjaan
Sudah habis 4 hari 3 malam untuk menyelesaikan
Namun semua itu diiringi rasa senang dalam mengerjakan
Seperti nasehat seorang teman kepada saya suatu hari
Dalam perjalanan ke tempat yang sering saya tuju akhir-akhir ini

Wednesday, April 11, 2012

Status Chronicle - Menjelang Dini Hari

 (Source: here)

Satu kata: S.E.M.A.P.U.T

Tak tahu mau melakukan pelarian kemana lagi?
Membaca, pusing..
Berjalan-jalan, pusing..
Melihat dunia maya, sudah mati gaya..
Memandang layar, sudah tak mampu..
Tidur, jangan-jangan, masih ada sekian banyak dalam waktu yang tersedia..
Jadilah saya menulis tulisan tak jelas ini untuk membuat saya tetap terjaga..

Aaaah, saya lemah..
Segini saja kemampuan saya untuk terjaga..
Tolong hentikan, wahai palu di otak saya!!
Berhenti berdentang!!
Saya harus tetap terjaga!!
Harus!!
Cari kegiatan!!
Seperti??
There is no idea in my head, exclude write in this blog..

Dini hari ini, rasanya panas sekali..
Sebab saya masih berpakaian lengkap saja, tentunya belum juga mandi..
Sebentar lagi pagi menyapa dengan ditandakan adzan shubuh menggema..

Wow, kreatif sekali saya malam ini..Ckckck..terkagum-kagum menatap tembok..
Sudahlah, tak jelas sekali tulisan ini..
Mengada-ada, tak tahu kemana juntrungannya..

Intermezzo in the Office - Midnight Series

(Source: here)

Kalau malam gini, bawaanya berhalusinasi
Tiba-tiba saya merasa perut dan kepala saya sakit
Menatap jam di desktop dan sudah jam 1 dini hari saja, dan mata langsung berkunang-kunang
Sepertinya saya tidak pulang dari kantor (worst case) hari ini, karena ada rapat esok. Terisak di balik kursi meja
Mau vomit aja bawaanya ke belakang

Sampai-sampai percakapan bodoh pun terjadi antara saya dengan seorang rekan.
Dia bilang, "Mungkin gua mandi aja di kantor."
Saya bilang, "Bisa aja. Bos kita kan ada yang pernah mandi juga di sini."
"Tapi nggak ada sabun," dia sedikit sedih
"Ada kayaknya, ada," bergumam tak jelas, mencoba berpikir positif.
"Masak mandi pakai sunlight, cung?" dia sepertinya mulai berhalusinasi
"Iyaa ya, bisa-bisa. Entar kalau tu klien nanya 'kok saya rada kenal ya baunya, mbak?' lu bilang aja. "Oh tidak, Pak. Ini sabun keluaran baru. Mereknya Lemon Kiss', " saya memberi ide menguatkan halusinasinya.

Kuat nggak ya, saya bangun sampai besok?? Saya mencoba mengalihkan perhatian dengan menulis ini, sebagai reminder saya bahwa saya pernah terjaga malam ini. Sudah lama saya tidak begadang. ^^

Sometime we need to look around, then we realize that we just a small part of the world
(Quote by Saya. Salah satu contoh halusinasi nyata???)

Midnight Note

(Source: here)

Hari sudah berganti dari Selasa menjadi Rabu
Jalan di luar pun sudah sepi, menandakan tak berpenghuni
Lampu menerangi jalan-jalan sepi, membiaskan warna jingga di sudut mata ketika memandangnya di luar jendela.

Sunday, April 8, 2012

Old Story - I Love Them

Abu-abu selalu menemani saya, layaknya Putih. Tapi saya sudah pisah dengan mereka, ini kisah 9 tahun yang lalu
(Source: here)

Ada sebuah cerita, cerita dari masa lalu. Cerita tentang adik saya. 
Dia menatap makhluk itu dengan iba di depan sebuah rumah. 
Wajah makhluk itu begitu memelas dan meminta perhatian, terlihat begitu terlantar.
Hatinya luluh saat itu juga dan membawa makhluk itu pulang.

Saturday, April 7, 2012

7th: Short Escape the Rainy Town (Bogor)

(Welcome to Taman Raya Bogor)

Bermula dari percakapan pendek di grup BBM, akhirnya tim backpackeran melangsungkan rencana untuk bertravel ria ke kota hujan, Bogor. Berhubung ini juga cukup lama dan acaranya mendadak dangdut, jadilah perjalanan ini hanya singkat saja bisa saya ceritakan berikut pengalaman saya.

1. Salah naik kereta
Ini pertama kalinya saya naik kereta Commuter. Dengan berbekal tanya sana tanya sini, jadilah saya membeli karcis di stasiun Gondangdia, seharga 7,000 rupiah. Naik ke bagian atas dan bengong. Sendirian. Disana orang pada asyik dengan dunianya. Jadilah saya mendekati seorang perempuan dan bertanya, "kalau nunggu kereta arah Bogor di sini kan ya mbak?" Dia mengangguk (ya eyalah. Secara jalurnya cuma satu.)

Sixth: Ujung Kulon "The West Side of Java"

(Peucang Trip)

Yeah, akhirnya saya punya waktu untuk reka ulang kejadian perjalanan menarik saya ke Ujung Kulon. Wilayah paling ujung baratnya pulau jawa, yang umumnya dikenal sebagai wilayah konservasi Badak Jawa. Perjalanan ini sudah kami rencanakan jauh-jauh hari, dan akhirnya pilihan jatuh ke tanggal 30 September hingga 2 Oktober 2011. Mengapa? Karena grup backpacker kami join dengan grup backpackeran lainnya agar biaya yang dikeluarkan bisa ditekan lebih rendah dengan datang dalam jumlah besar. Prinsip backpacker: lebih banyak yang datang lebih murah biayanya. (>.<)

30 September 2011, Malam
Perjalanan ini dimulai pada Jum'at malam, saat kegiatan kantor berakhir. Umumnya atau malah semua orang yang tergabung dengan backpackeran ini adalah orang-orang yang sudah bekerja a.k.a no mahasiswa. Jadi, mau nggak mau harus ditetapkan jadwal yang nggak tumpang tindih dengan jadwal kerja. Meeting poin untuk peserta yang berasal dari Jakarta ditetapkan di Terminal Kp. Rambutan sekitar pukul 9:00 PM.

Silsilah Keluarga - Klan Nando

 (Source: here)
Proyek pembuatan silsilah keluarga sudah mulai mengudara.
Tiga keluarga kecil sudah mulai bergabung dalam memberikan ide.
Tak sia-sia rasanya dan sudah membayangkan pohon silsilah keluarga ini di pigura di ruang tamu atau di kamar kosan saya yang kecil ini.
Yah, dari sini saja dulu, terus mengumpulkan data, berjalan pelan-pelan.
Biar tidak omongan saja, tetapi ada bukti nyata.

Pintu dan Kunci - Until The Day

(Source: here)
Pintu itu tertutup sementara
Terkunci jauh dalam ruang dan waktu tak berdimensi di sudut hati
Dia rasa dia belum menemukan kunci yang tepat untuk membukanya
Bukan karena dia tak mau membuka
Bukan juga karena dia sengaja menguncinya rapat
Tetapi karena memang pintu itu sedang tertutup begitu saja
Tertutup dengan rapat
Membiarkan ruang di balik pintu itu tetap kosong
Tanpa isi, tanpa jendela, tanpa cahaya
Mengedapkan udara di dalamnya
Dia hanya bisa diam, tak bisa berbuat apa-apa

Sudah ada kunci yang sepertinya mencoba lagi untuk membuka pintu itu
Mencoba untuk memaksa, begitu yang dia rasa
Hanya saja kunci itu tetap tak berguna
Pintu tetap terkunci dan lebih terkunci lagi dan lagi
Semakin rapat dan rapat

Mungkin dia bisa saja membukanya sekarang ini, begitu pikirnya
Tetapi buat apa dipaksakan, toh nanti hanya muncul kesia-siaan
Dia tidak bisa melihat apa-apa di sana
Ruangan itu tetap kosong
Ruangan itu tetap tak juga bercahaya
Ruangan itu tetap tak berjendela
Ruangan itu tetap kelam sebagaimana adanya
Hingga rasa enggan untuk membuka pintu itu semakin kuat dia rasa
Jadi, buat apa? Tak ada gunanya. Setidaknya untuk saat ini.

Biarkan sajalah pintu itu tertutup untuk sementara waktu
Hingga dia menemukan penghuni baru yang mengantarkan kunci yang tepat untuk membukanya
Biarkan sajalah ruangan itu kosong untuk sementara waktu
Hingga dia menemukan penghuni baru yang akan mengisi tempat itu bersamanya
Biarkan sajalah ruangan itu tak bercahaya sementara waktu
Hingga dia menemukan penghuni baru yang menyalakan lilin kecil dan menerangi ruangan itu bersamanya
Biarkan saja ruangan itu tidak berjendela untuk sementara waktu
Hingga dia menemukan penghuni baru yang akan membuatkannya jendela untuknya

Pintu itu hanya satu dengan hanya satu kunci. Ruangan itu hanya satu, hanya cukup untuk satu penghuni lagi.
Kini dia tak mau banyak bicara dan mengira-ngira. Biarkan sajalah penghuni baru itu yang mencarinya.
Jika nantinya ada bunyi KLIK yang menggema, maka PINTU itu terbuka saja. 
Dan dia akan berada di sana, menyambut penghuni baru itu dengan senyum tulusnya. 
"Welcome Home, my Dear. I have waited you Until the Day"
(Pintu dan Kunci)

Friday, April 6, 2012

Known Your Surrounding

 (Source: here)

Pernah dengarkan bahwa manusia adalah makhluk sosial? Bahwa pada dasarnya, seberapa kuatnya kita menyangkal bahwa kita bisa hidup sendiri, kita tak akan bisa hidup tanpa orang lain. Saya sudah menyadarinya sedari dulu, namun terkadang bersifat acuh dan tak perduli dengan keadaan sekeliling saya.

Saya sudah menempati kosan saya yang sekarang, hampir mencapai 5 bulan. Tapi kalau ada yang bertanya kepada saya, siapa saja yang saya kenal di tempat ini, yang jumlah kamarnya hingga 25 kamar, maka saya hanya bisa bilang tak lebih dari seperlimanya saya kenal penghuni kosan ini. Ironis sekali.

Thursday, April 5, 2012

Status Chronicle- Jomblo

"Sejomblo-jomblonya jomblo, lebih jomblo lagi kalo ga Sholat. Cinta Manusia ga ada, Cinta Tuhan ga punya"
(Surya Dinando)

Bagus sekali. Sederhana dan Mengena. Mantap.. Nanti saya sambung lagi.

Beautiful Scenery in My Hometown

Berikut ini saya tampilkan pemandangan-pemandangan yang sempat saya potret. Dari Bukittinggi, di sepanjang perjalanan, hingga di Sungai Indarung (Solok). Saya berharap mungkin kalian ada yang tertarik berkunjung ke daerah ini.





Wednesday, April 4, 2012

Status Chronicle-Insomnia

(Source: here)

Kalau orang selalu update status di jejaringan sosial, rasanya saya suka update status di blog. Mengapa? Sebab
1. Bikin status di blog bisa lebih panjaaaaaang dan lebaaaar.
2. Nggak semua orang bisa lihat apa yang saya tulis, berbeda dengan jejaring sosial lainnya. Hanya orang yang dekat dan kenal saya saja yang menjadi pembaca atau orang yang tidak sengaja terdampar di blog saya.
3. Saya senang sekali bercerita. Lah, itu lah gunanya blog. Lagian blog saya tidak didedikasikan untuk sesuatu yang berbau ilmiah, hehehe.

Tuesday, April 3, 2012

My Baibi - Sepenggal Cerita

 (Source: here)

Entah kenapa saya suka saja dengan kata sepenggal, sekeping, sepotong, dsb. Lagi-lagi saya cerita Bibi, ponakan kecil yang saya temui selama cuti kemaren. Dia hobinya manyun kalau tidak mendapatkan apa yang dia inginkan, seperti tidur di dekat saya. Hwahahaha, entah apa istimewanya saya sampai dia suka sekali nempel kemana saya pergi.

Ada banyak cuplikan percakapan lucu atau sedikit bermakna yang saya hasilkan dengan Bibi, masa itu. Mungkin lucunya, lucu bagi saya. Mungkin juga bermaknanya, hanya bagi saya juga. Saya suka dia, dia punya rasa kemanusiaan yang luar biasa. Saya juga merasakannya, sebab saya merasa dia sayang sekali sama saya, semoga tak berubah hingga dia besar nanti. Setiap saya akan bepergian, dia selalu mengantarkan saya ke bandara. Setiap akan tidur, dia selalu ingin bersama saya. Setiap mempunyai sesuatu, dia selalu berbagi kepada saya, bahkan impiannya. Saya suka.
***

Monday, April 2, 2012

Minas - Kota Minyak Itu Kini Gersang

(Source: here)

Saya menghabiskan waktu setengah hari untuk mencapai Minas, setelah kunjungan singkat ke Sungai Indarung. Satu-satunya yang membuat saya terikat dengan daerah penghasil minyak ini adalah keluarga saya. Saya memang tidak suka perjalanan darat yang terlalu lama (entah berapa kali saya mengucapkan ini). Sebab saya selalu mual.

Sewaktu kecil saya lebih memilih kendaraan tak ber-AC dan membuka jendela lebar-lebar. Bernapas dengan menggunakan mulut, agar sama sekali tak mencium bau kendaraan. Sedikit tercium, maka kepitan perut akan semakin erat antara dada dan paha, agar tak ada ruang untuk mual. Hal ini selalu saya lakukan ketika bepergian jauh dan duduk di samping Papa. Aaah, I miss that moment, dan itu sudah lama sekaliii.

Sungai Indarung - Tak Lagi Sama

(Siang di perjalanan)

Matahari bersinar terik siang itu. 7 jam perjalanan darat dari Bukittinggi untuk mencapai tempat tumbuh Mama di kala kecil. Duduk bersama dua keponakan di bagian terbelakang mobil sambil sesekali memotret pemandangan yang menakjubkan di sepanjang perjalanan. Hutan tropis yang lebat, jalanan berkelok yang memisahkan tebing-tebing yang menjulang, sungai yang mengalir di sisi jalan, kebun teh yang menghijau, danau yang terbentang luas atau padi yang menguning menemani mata  (suasana syahdunya semakin terasa ketika saya mendengarkan musik Heaven and Earth-nya Kitaro). 

Bukittinggi - Ternyata Saya Rindu


Malam Sepi
 
Bukittinggi dingin malam itu. Sunyi menyambut kedatangan saya, sudah tidak ada kehidupan di luar, yang ada hanya hembusan angin lembut yang terdengar samar dari hutan bambu di sisi kiri jalan. Gelap di sana, tak ada cahaya. Beruntung, sorotan lampu dari mobil travel yang mengantarkan saya malam itu tetap setia menemani lari kecil saya yang berusaha menembus sunyi jalan menuju rumah Nenek, ibu dari Papa saya. Mereka sempat khawatir karena sunyinya jalan, menawarkan telepon genggam untuk menghubungi keluarga di rumah atau berbagai macam kalimat kekhawatiran lainnya. Terimakasih banyak, teman seperjalanan saya baik sekali.

Dalam lari kecil yang saya usahakan dalam tempo sesingkat-singkatnya itu, ingatan saya terlempar ke masa kecil. Saat saya menatap sebuah rumah di hutan bambu di suatu magrib. Rumah yang hanya muncul dalam selintas tatapan, memperlihatkan seseorang yang melambai-lambai ke arah saya. Tak terlalu ingat, namun rasa mistis itu cukup membekas. Rasa takut yang sempat terselip itulah yang mendorong adrenalin saya untuk terus berlari kencang hingga sampai ke rumah. Ternyata keluarga saya masih terbangun dan sedang menunggu saya di ruang tamu, seperti mengkhawatirkan lambatnya kedatangan saya dari jadwal yang seharusnya. Ya, jam sebelas malam. Cukup lama dan melelahkan.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...