Tuesday, July 27, 2010

Pengaruh Game pada Aktivitas

Sebuah percakapan singkat dengan teman se-hobi saya (hahha, main anggapa aja) di suatu sore yang mendung di bawah naungan atap. Saya dan dia sedang makan dan tergelincir dalam percakapan ringan tentang game. Hahaha, saya suka banget topik ini. Bisa dibilang saya game mania, ada banyak game yang saya mainkan untuk membunuh waktu saya belakangan ini.

Dia menanyakan kepada saya perbedaan antara orang yang main game dengan yang tidak dalam kehidupannya?Hmm, paling yang main game lebih gaul lah dan nggak suka deg-degan kalo main,atau juga lebih gampang mengekspresikan pendapatnya, jawab saya(nggak sekeren ini juga saya ngomongnya, ini juga bisikan dalam hati). Kemudian dia bilang bahwa orang tersebut akan terbiasa dengan strategi dan terbiasa untuk menyelesaikan permasalahannya dengan cepat. Berdasarkan observasi saya terhadap diri saya sendiri, kalo membuat strategi, kayaknya saya merasa deh. Pas main game pastinya. Selalu berusaha mencari hidden link buat menyelesaikan masalah tersebut. Nggak mau berhenti main sebelum misterinya terpecahkan.

Teman saya bilang, perbedaan itu dia rasakan saat dia berhenti dalam kurun waktu dari bermain game. Dia lebih sering menunda pekerjaan dan tidak menyegerakan dalam penyelesaian (sama aja yak??). Menurut saya, ini ada hubungannya dengan kerja otak seseorang. Kebiasaan yang membentuk mentalnya dan selalu penasaran akan sesuatu membuat dia menyegerakan dalam penyelesaian game tersebut. Saya juga mengamati teman saya yang tidak terbiasa dengan game. Mereka akan lebih cepat frustasi selama bermain. Karena tidak biasa dalam mencari solusi yang tersimpan dalam program game tersebut. Hmhmhm

Monday, July 26, 2010

Bebersih Kualat



Kebiasaan saya yang terlalu suka bersih-bersih (kecuali mencuci baju), akhirnya menampakkan hasilnya. Karena nggak suka melihat susunan file berantakan di dalam laptop, maka dengan inisiatif yang nggak bisa dibilang cerdas, sayapun men-delete file-file yang tersusun serabutan tanpa saya telusuri apa akibatnya file tersebut saya delete. Dan jeng jeng jeng, CD Drive saya hilang. Semua DVD dan CD yang saya masukkan ke dalam CD Room nggak ada yang bisa dibaca semuaaaaaaaa!!!!. Emaaaaaaaaak, gimana ini?? Seharusnya rasa penasaran saya ditempatkan pada tempat yang seharusnya yak??. Bukan begini!! Sok bersih!!! Hahaha.

Padahal ni, ada kegiatan yang sangat penting yang mesti dilakukan. Meng-instal game buat ngebunuh waktu saya yang bisa dibilang nggak efektif banget dalam masa penantian pemanggilan kerja. Oh, CD Drive lekaslah sembuh, agar saya yang jobless ini ada kerjaan dan motivasi dalam menjalani hari-hari ke depan.

Friday, July 23, 2010

Little Though



Well, sedikit filosofi kenapa blog ini saya beri nama Si Petualang.
Sebenarnya, saya bukanlah orang yang sering melakukan travelling. Saya bukan juga seseorang yang pernah mendaki gunung. Kecuali kalau saya naik mobil ke pusat wisata Gunung Tangkuban Perahu bisa dikategorikan pendakian lho??. Saya hanya seorang manusia yang ingin sedikit mengecap indahnya alam semesta yang diberikan Tuhan kepada saya untuk diamati. Namun, sayang saat ini belum semuanya terwujud.

Ya, saya akan selalu sabar menanti hingga datang saat itu. Saat dimana saya bisa menginjakkan kaki di suatu tempat yang dapat memberikan kepuasan batin kepada saya. Atau karena keinginan itulah saya mulai memiliki minat untuk memasuki dunia pekerjaan yang umumnya dinaungi oleh lelaki. Karena pekerjaan itu dikategorikan sebagai pekerjaan yang memiliki tantangan dan resiko yang sangat tinggi. Rasa penasaran yang membuncah yang terkadang membuat dada saya sedikit tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya.

Hahaha. Mungkin bisa saya katakan kalau jiwa petualangan saya ada. Namun, belum mendapatkan tempat untuk menyalurkannya. Dulu saya ingin sekali bergabung dengan KMPA, tapi apa daya uang pendaftaran masuknya saja sampe 150ribu. Duit darimana coba. Gagal lah saya. Mungkin saya belum menemukan tempat, belum menemukan teman, yang punya pemikiran yang sama. Hwhahaha,, ayo backpackeran. Semoga aja bisa tercapailah. Penasaran saya!!!! Hwhahah

Biru


Mengapa saya menyebut ini Biru? Karena saya suka biru. Biru melambangkan kelapangan akan sesuatu. Biru melambangkan tentang keluasan yang tak memiliki batas. Coba saja kau lihat laut yang membentang luas di sana. Pantulan langit yang tergambar di atas air menyebabkan laut pun menjadi biru. Langit yang sangaaaaaaaat luas, tanpa ada gradien atau pun batas.

Terkadang hati saya bertanya, akankah hati saya bisa menjadi biru? Biru akan apa pun yang terjadi. Lapang akan apapun yang ada. Biru, seluas laut, atau langit di atas sana. Yang menaungi siapapun di bawahnya. Tanpa sekalipun membedakan apapun di sana.

Biru. Terkadang rasa haru pun dilambangkan dengan biru. Biru. Karena biru itu sendu, biru itu haru, biru itu???

Langka






















Tadi pagi menjelang siang, di saat angin menghembus rumput yang tak kunjung bergoyang (nyampah), saya bertemu dengan Bapak penjual buku, sebut saja pak Ora (singkatan orator, maksa banget deh). Dia adalah bapak yang selalu mangkal dekat mesjid Salman. Mungkin sebagian besar anak dari almamater saya kenal dia, secara si pak Ora jual buku murah meriah. Saya cuma ngemeng doang, beli di sana aja baru dua kali. Hehhee.

Hubungan ama judulnya yang saya sebut Langka, apa coba sama si bapak?? Ya adalaaaaaaah, masak saya ngemeng dia kagak ada maksud terselubung. Nah, si bapak Ora ini, widiiiiiiiih kerenlah pokoknya dia. Langka kali di dunia Indonesia tanah tumpah darahku yang mulia zaman begini. Susah cari orang kek dia sekarang. Langka!! Langka banget!! (beeeh diulang2x).

Saya sebut dia langka karena dia orang yang bisa hapal mati ama buku yang tebalnya Nauzubillah. Sampai hapal halamannya dan paragrafnya dan kalimatnya. Dan ini buku sejarah, sodara-sodara, SE-JA-RAH!!. Pasti banyak yang beranggapan dan bilang: Ya eyaaalaaaah, secara dia jualan buku!! Masak yang jual kagak ngerti apa yang dijual. Tapi kebanyakan sekarang, yang jualan ya komik-komik gitu. Jarang ada yang sampe memahami isinya, posisi paragrafnya, posisi halamannya, saya positif thinking aja kalau dia nggak berusaha memberikan impresi yang baik dengan hanya menghapalkan beberapa kalimat dan halamannya untuk membuat kami, para mahasiswa yang baru aja mengalami pertambahan nama terbengong-bengong saking terkesimanya sama dia, lelaki tak berkacamata punya pemahaman segudang, tapi sayang sudah tua (penting banget). Dia bercerita, seolah-olah mengalaminya juga. Saya sih cuma bisa mesem-mesem, cukup jadi pendengar yang baik, manggut sana manggut sini dengan menyunggingkan senyuman. Hehehe. Saya nggak nyambung lah pokoknya. Sejarah saya nggak bagus-bagus amat, pernah HER dulu pas masa SMA.

Percakapan yang cukup bisa dibilang singkat itu, memberikan saya sedikit pengetahuan. Pada tau nggak ternyata Pak Soekarno, presidan RI 1 kita itu dulu agamanya Hindu?? (Hahaha, kayaknya gw salah denger, tapi sumpah gw tadi denger gitu deh). Setau saya sih, pak Soekarno Islam. Pada tau nggak ternyata Belanda dulu nggak niat buat ngejajah kita, tapi karena keenakan dapat rempah-rempah sebagai bentuk pembayaran atas jasanya membangun Bumi Nusantara (ntar, dibawah saya cerita dikit yak), dia nggak mau pergi ampe 350 tahun. OMG, lama banget ya?? Udah berapa generasi dia beranak pinak disini? Pada tau nggak nama ITB, waktu pertama kali di bentuk?? Saya mah lupa (sok, dicari aja di google yak!!, buat nambah ilmu sejarah kalian. hehehe), hehehe. Padahal udah 4 taun nginjakin kaki disini. Sumpah, nggak gaoul abis saya.

Jadi, kata si Bapak. Dulunya nama Indonesia itu bukan Indonesia tetapi "Nusantara", suatu kumpulan region yang dikepalai oleh raja-raja di seluruh nusantara. Kemudian, entah atas usulan siapa (kagak dibahas ama si Bapak), maka diundanglah si kompeni Belanda untuk membantu perkembangan di Bumi Nusantara ini. Belanda membantu membangun jalan raya, rel kereta api, dan juga sekolah-sekolah, salah satunya ITB dengan nama lain seperti Hoeg??? (pokoknya googling aja ya). Nah, seperti yang udah saya bilang tadi, sistem pembayaran yang digunakan berbentuk rempah-rempah, namun si Belanda malah keenakan. Ya, itu tadi ampe 350 tahun. Hingga Ir. Soekarno berkata, kalau Belanda tidak juga angkat kaki dari negara kita, maka ini adalah sebuah penjajahan.

Lalu kata si Bapak, sebuah kalimat dari RI pertama kita itu yang membuat kita bisa menang pada buku yang ditulis oleh Ir. Soekarno sendiri tapi dibukukan oleh Bpk M?? (lupa juga) bahwa apa yang menyebabkan kita bisa merdeka. Pada paragraf 2, halaman 9, buku Di bawah Naungan Bendera (sebenarnya saya lupa judulnya, kek mirip deh) dia menulis: "Begitulah rakyat Indonesia kita ini, insyaf akan tragik dirinya, sebagian sama bernaung di bawah bendera hijau, dengan muka ke arah QIBLAH, mulut mengaji LA HAULA WALA KUWWATA ILLA BILLAH dan BILLAHI FI SABILILLAH.

Ya, gitu deeh. Maaf banget, kalo info yang disampaikan nggak lengkap. Secara tadi saya excited banget denger ceritanya. Pokoknya, kalo kalian pada ketemu dengan si Bapak Ora, pasti akan terkesima dengan pengetahuannya tentang negara kita ini di masa lampau. Saya jadi agak-agak merasa kecil gitu deeeh, sebagai generasi muda nggak banyak pengetahuan apa-apa. Hehehe.

Thursday, July 22, 2010

Kostum Oh Kostum

Pernah nggak punya pengalaman kalau kamu salah kostum?
Saya pernah, dan kostumnya berlebihan. Waktu itu, saya mau wawancara perusahaan oil service. Malamnya, saya persiapkan dengan baik. Di frame saya, yang kurang pengalaman ini, saat wawancara harus berpakaian yang rapi jali sekali. Lantas, saya mulai mengekspansi ke kamar teman saya, pinjam-pinjamlah. Teman saya, yang kebetulan juga mendapat panggilan pun jadi ikut-ikutan riweh. Ikutan cari kemeja, ikutan cari celana bahan, ikutan cari sepatu high heels.

Walhasil, dikeesokan harinya kami rapi sekali.
Sangat rapi malah. Sementara orang lain, hanya oh hanya pakai kaus dan celana jeans. Hwahaha. Untuk baju dan celana sih, nggak masalah. Cuma sepatu doang yang agak-agak belibet. Gara-gara saya pake high heels, saya pun jadi menjulang. Jalan jadi leletos dan malah jadi nggak nyaman sendiri. Tanggapan teman saya yang liat saya: Buseeeeeeet, tinggi amat lu???" Saya cuma bisa senyum tengsin. Senyum bego, senyum pasrah. Senyum desperado karena kelelahan bawa-bawa high heels yang nempel di kaki saya. Mau gimana lagi coba? Hehehe...

Kesimpulannya: jangan malas nge-update info. Kadang persepsi kita beda ama yang sebenarnya di lapangan..hwhahaha

Mama Saya Itu


Mungkin benar, kalau saya nggak salah tebak. Semua anak di dunia akan berkata: "Ya Mama saya itu wonder woman. Tahan sama penatnya berinteraksi dengan kita, anak mereka yang nakalnya amit-amit cabang bebek".Begitu juga yang saya rasakan saat ini.

Mama saya wonder woman!!
Tahan segala goncangan yang menerpa. Saya nggak habis pikir, apa jadinya saya kalau mama saya bukanlah mama saya yang sekarang. Sabar, penyayang, tabah, teguh, rela berkorban, dan bla..bla..bla. Saking banyaknya, saya tidak bisa memaparkan satu persatu. Di usianya yang nggak bisa dibilang muda lagi, dia tetap mencari nafkah buat kebutuhan kami.

Mama saya itu kuat banget!!!
Di saat subuh, dikala ibu-ibu lain sibuk di dapur menyiapkan sarapan buat keluarganya, mama saya malah mendorong gerobaknya untuk berjualan lontong, pecal, dan gorengan lainnya menuju lokasi keberangkatan pekerja swasta di daerah saya. Jumlah jam tidurnya yang sangat minim sekali, tidur jam 11 malam, bangun lagi jam 2 pagi. Dia nggak ada mengeluh sama sekali. Tapi dasar kami, anak-anak yang nakalnya amit-amit, disela-sela jam tidurnya. Masiiiiiiiiiiiiiih saja teriak-teriak, saling mengadu kalau si ini ganggu si itu, buku si ini diambil si ono, dan pengaduan-pengaduan lainnya yang pasti menjengkelkan di saat mama baru merebahkan tubuhnya di tempat tidur.

Mama saya itu sabar deh!!!
Pernah suatu kali, saya menjadi peran antagonis. Sedang nakalnya amit-amit. Mama marah sama saya. Saya juga ngambek sama mama. Dan kami diam-diaman. Sumpah mati, kagak asik banget. Mau minta jajan susah, lagi kena mrah soalnya. Mau makan, itu kan yang masak mama. Alhasil, saya selalu aja di kamar. Pokoknya nggak enaklah kena marah mama. Tapi walau begitu, mama selalu memberikan hak yang harus saya dapatkan sesuai porsi saya, contohnya jajan tadi. Selalu mama tempatkan di atas TV (tempat transaksi..hehehe).

Mama saya itu seru!!
Tempat curhat semua anaknya. Mau yang cowok atau yang cewek, ya ceritanya ke mama. Kalimat seperti: Ma, aku sebel deh sama si anu-Ma, aku suka sama si itu-Ma, aku mau kerja di sini ah!-Ma, kapan ya aku ketemu jodohku?-Ma, aku pengen masuk jurusan ini!- Selalu keluar dari mulut kami ini. Dan tanggapannya selalu disertai dengan senyum dan nasehat-nasehat khas emaklah pokoknya. Coba deh, pasti seru kan mama saya. Semua anaknya curhat ke dia, nggak pake malu. Itu saya rasa, karena mama saya punya pikiran terbuka.

Mama memberikan keleluasaan kepada kami dalam memilih pilihan hidup kami. Memberikan kami tanggung jawab agar kami bisa jadi orang yang benar. Waktu saya bilang: Ma, kalau misalnya ika kerja terus dapat tempat nan jauuuuuuuuh di sana. Boleh nggak??". Mama bilang: Kalau ditanya ke mama pribadi, mama sedih lah!! anak mama kerja jauh-jauh. Kapan ketemunya ntar. Tapi, terserah ika aja. Kalau merasa cocok dan memang itu keinginan kamu. Silahkan."

Mama selalu berdoa buat kebaikan anak-anaknya. Mama selalu bertahajud di malam hari dan memohon kesuksesan bagi anak-anaknya. Mama yang selalu menangis setiap kali berdoa. Mama yang menjadi tulang punggung keluarga, saat papa sudah pensiun. Mama yang begitu keras dalam memperjuangkan agar anaknya memiliki pendidikan yang tinggi, namun tetap berhati lembut. Mama yang patut untuk mendapatkan kebahagiaan yang layak di dunia dan akhirat. Mama terbaik yang dihadiahkan Tuhan buat saya. Karena seperti tulisan dari gambar yang saya ambil ini: bahwa saya dihadiahkan seorang malaikat yang bernama Mama".

Kata Mama


Suatu hari, saya dan mama saya pergi jalan ke Pasar Baru. Pasar Baru adalah salah satu lokasi pasar yang sangat disukai emak-emak dan remaja yang suka belanja belinji ke sana kemari sambil nawar sana nawar sini. Sebenarnya yang mau belanja, mama saya dan bukan saya. Sepanjang perjalanan, saya bercakap-cakap dengan mama saya. Memaparkan semua cita-cita saya, tentang apa yang akan saya lakukan ke depannya, setelah saya wisuda nanti. Saya agak-agak mengeluh gitu deh, karena belum juga dapat panggilan kerja sementara teman saya udah mulai banyak nge-job ataupun yang dipanggil buat interview.

Mama saya berkata: "Jangan permasalahkan apa yang Ika dapat ya ka! (saya dipanggil Ika dikeluarga saya). Yang terpenting itu kita selalu usaha dan nggak lupa berdoa. Setiap kita udah punya hak dan porsi masing-masing yang dituliskan oleh-Nya di buku takdir kita. Nggak ada perjalanan yang mulus-mulus aja. Di situ letak seni hidupkan".

Ah, saya emang cinta mama saya. Kata-katanya itu selalu jadi penyejuk hati di kala gundah gulana. Penolak bala. Penenang jiwa. Pokoknya efek kata emak saya ampe sekarang masih terasa, secara baru dua hari yang lalu, sebelum mama saya kembali ke Minas (desa masa kecil saya). Ceritanya saya sudah wisuda, jadi mama saya pergi ke Bandung dengan Bapak buat menghadiri resepsi wisuda.

Terus mama bilang: "Yang penting itu, kita harus selalu bersyukur. Kamu bisa masuk kuliah saja itu adalah sesuatu yang harus disyukuri. Sekarang sudah wisuda pula. Kalau nggak besyukur, nanti Tuhan malah marah. Mau apa kita kalau dia marah??? Iya kan??"

Saya manggut-manggut. Semua kata-kata serangan balik yang biasanya saya lontarkan kalau sedang bercakap-cakap dengannya, lenyap seketika. Memang nggak bisa ditangkis juga sih. Bisa mati saya, kalau Tuhan malah marah. Emaaak, baru sehari kau ke Minas sana, aku kok sudah rindu padamu ya.. (saya nggak biasa teriak-teriak gini di depan mama, nggak biasa mellow-mellow gini..hehe. Jadi biarlah saya teriak di blog ini ya..)

Stress Gila

Lalalalla... Administrasi ini belibet banget sih???
Sebenarnya saya punya account lain, tapi apa mau dikata, ya?? Saya lupa account saya yang lama (ketawa garing sambil guling2x). Nggak apa-apa ya mas blogger..

Sekarang saya lagi bengong, bengong nungguin kapan waktu saya dapat panggilan kerja dan ikut-ikutan pusing layaknya teman saya yang udah mendapat panggilan. Saya juga lagi mikir, mikirin gimana nasib saya ke depannya? Saya benar-benar nggak mau, hanya jadi bagian dari sejarah dunia, atau hanya sebagai orang yang terhitung saat sensus penduduk dilakukan. Saya juga punya cita-cita. Semua orang juga. Cuma waktu saja yang perlu saya tunggu buat menjawab pertanyaan saya ini.

Nah, kan. Kelihatan banget stressnya. Coba baca bahasa saya. Berantakan!!! Tidak mengikuti EYD menurut KBBI. Saya mau buka topik baru ah.. sekian dulu woro wirinya.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...