Berbicara tentang bulan November yang saya lalui, tidaklah sepenuhnya membosankan dan dihabiskan di kamar. Catatan kemaren hanyalah catatan saya yang mati kebosanan dan ingin setengah mati hangout bareng teman buat mendaki gunung, namun tak kesampaian. *Dasar anak nakal, disebut-sebut terus. Kalau mama saya tahu, pasti kena jitak.
Sebut saja ini perjalanan saya yang ke-12 dan coba dokumentasikan. Tidak sepenuhnya direncanakan untuk vacation, tetapi untuk menghadiri peristiwa besar sahabat saya yang menikah di Karanganyar (see 11th). Perjalanan ini adalah salah satu perjalanan yang luar biasa yang saya lalui dengan seorang sahabat. Perjalanan bertualang berdua di kota kalem "Solo" hingga nyaris menghapal jalan yang ada di sana.
DAY 1 Kamis, 8 Nov 2012
Tiket yang jauh-jauh hari sudah dipesan dan perlengkapan bepergian yang sudah dipersiapkan adalah menu utama bawaan kami saat itu. Tepat pukul 12 siang, saya dan rekan mengambil izin cuti 1.5 hari untuk segera berangkat ke Solo. Salah satu menu transportasi yang kami pilih untuk menuju bandara adalah "Damri Gambir". Dengan hanya membayar 20.000 rupiah, kami sampai di Terminal 2 Bandara Soeta.
Teman saya terlelap dengan sempurna sementara saya yang duduk di sampinya, tepat di sebelah jendela bergerak dengan resah. Mengapa? Karena saya sedang berpikir keras untuk memulai pembicaraan dengan seorang Jepang di sebelah saya. Hahahha, saya memang sangat hiperaktif sekali. Tetapi karena telat memulai dan tidak menemukan momen yang tepat, kecuali kata "Excuse me" yang saya lancarkan ketika meminta jalan, akhirnya saya nggak jadi bertemaaaaan. Huhuhu.
Tuesday, November 27, 2012
Saturday, November 24, 2012
Time is moving!!
That spark just went, leave me burning without sense of knowing..
There are a lot of moment that I missed, in my real or my dream.
I stepped up without knowing what would I become, winner or loser.
In fact, that the reason why there is a life, am I right?
Don't go far, dude. It just some piece of useless note
Well, You should know by now
Redundan, adalah pikiran yang mengalir tak beraturan, saling berkait satu sama lain dalam pemaksaan yang berusaha untuk menghubungkan. Jiwa tak lagi tenang dengan keadaan, terus membentuk cabang-cabang yang abstrak dalam kelam. Cahaya sudah lama memudar, sebatang lilin kecil tak lagi bisa menjadikan penerangan. Pikiran ini begitu mencekam. Jeritan ketidakpuasan atau kehilangan yang tak terbantahkan. Tapi jangan biarkan, tolong jangan biarkan jiwa ini pudar. Karena kelamlah yang akan datang, bersiap menanti di ujung jalan.
Tuesday, November 13, 2012
11th: From Jakarta to Karanganyar (Wedding Session)
(Source: here)
Thursday, Hectic Day..
Pekerjaan menumpuk tidak menyurutkan tekad bulat kami (baca: saya dan teman sekantor yang juga sahabat saya sejak zaman batu, *menggenggamkan tangan dengan pandangan menyipit) untuk segera terbang ke Solo. Sebenarnya tujuan utama bukanlah kota Solo, tetapi Karanganyar. Tempat resminya sahabat saya "Ayu", mengakhiri masa lajangnya.
Subscribe to:
Posts (Atom)

