Showing posts with label Family. Show all posts
Showing posts with label Family. Show all posts

Friday, June 22, 2012

Potongan Kenangan bersama Papa

(Source: here)

#Scene 1
Gambar di layar petak itu memperlihatkan bayangan bergerak dengan kecepatan yang tak wajar. Suara teriakan ketakutan mengalun, mengiringi gerakan dengan lengkingan tajam yang semakin tinggi dan tinggi. Dia yang merasa pemberani dan mampu melahap semua tayangan yang ditampilkan di sana, bergerak mundur dan bersembunyi di punggung ayahnya.

"Aku nanti tidur dekat Papa, yaaa!" rengeknya lebih kearah perintah.

#Scene 2
Matanya menatap nanar ke arah bahan masakan yang akan dia buat bersama ayahnya. Dia sangat bersemangat sekali hari itu, ikut dalam kegiatan eksperimen memasak. Dapur kecil yang terbuat dari kayu, tempat dia dan ayahnya berada sekarang, berderak-derak ketika dia dan ayahnya sibuk menyiapkan bumbu masak. Tidak jelas juga dia sedang menyiapkan apa, yang penting bergerak. Begitu pikirnya. Hal ini terpaksa mereka lakukan sebab ibunya sedang bersama kedua adiknya di kampung halaman.

Ayahnya dengan semangat mencoba menggiling cabe. Hal yang tak pernah dia lakukan jika ibunya ada di rumah. Dia, gadis itu, hanya duduk bersimpuh disamping ayahnya dengan mata sipit yang semakin menyipit, saat ayahnya menambahkan bumbu tak biasa saat menggiling. Inovasi, begitu kata ayahnya.

Saat dia duduk bersimpuh lagi di depan nasi dan lauk yang sudah masak, dia tetap makan dengan lahapnya. Makanan itu tetap terasa nikmat dengan perut yang lapar.

#Scene 3
Ayahnya marah besar hari itu. Dia tak ingat mengapa. Yang jelas, saat yang dia ingat adalah saat dengan semangatnya dia mengemasi pakaiannya di kamar dengan berurai air mata. Dia merasa sangat sedih saat itu, merasa sangaaat tidak berdaya dan tidak disayangi. 

Bertanya-tanya mengapa nasibnya begini, padahal dia baru kelas 3 SD. Dia sudah siap, siap untuk lari dari rumah. Buat apa dia tetap berada di sana, jika dia tidak disayangi. Namun, tindakan itu tidak jadi dia lakukan, saat ayahnya menyapa dia lagi dengan hangat. Dia lupa dan dia senang.

Monday, May 28, 2012

Being a Parent

(Source: here)

I learn to be a parent in my age. Not because I gonna married right now (of course, I want to have that status: married woman, wkwkwk) or have a foster child. But because I made a promise. Will not let them alone until they can stand in their own foots. Wkwkwkwk. What do I feel? It is feel so amazing. Doing something faster than it should be. Hope that I can through all of this with a nice move.

I hope this gonna work. I will try doing my best and I hope my brother will also try doing his best effort. 
I hope he can trust me. Do not want he worry about that things, I try to fulfill that. 
I just believe that there will be many ways to reach our dream. Of course in a Good Way. 
Just do not block your dream, brother, because of many things that you should not think. Let me do that, thinking.
As long as I breath, I can be your protector.
Maybe I am not the good one, but I am trying the be a good one.
I am still learning, so let's we through all of this together, brother!!
I can not walk alone, I also need you. Me in my part and you in your part.

Maybe this is not gonna be an easy way. 
But we need to believe and do our best for reach that.
And for the next move, lets Allah decide it.

Amazing Month for Amazing Year
(DY, 28 May 2012) 

Sunday, May 13, 2012

Twinkle Dream

Saya ingin memiliki rumah nantinya
Mungkin seperti gambar ini, meski hanya gambar sebuah jendela yang memperlihatkan pemanandangan luarnya
Sederhana pemandangannya tetapi terasa hangat

Saya tak ingin rumah yang besar
Hanya ngin rumah yang nyaman
Yang memberikan ketenangan ketika saya memasukinya
Yang memberikan kenyamanan bagi siapa saja yang mendatanginya
Tempat pulang yang nyaman bagi keluarga saya kelak

Pikiran ini langsung terlompat ketika saya tak sengaja menemukan gambar ini
Kesan nyaman yang tersirat
Kesan hangat yang melekat
Bahkan dari gambarnya saja bisa dirasakan

Home should be the place for you to come back
Make you conform, Make you be yourself
(13 May 2012) 

Tuesday, May 8, 2012

Cerita tentang Sippo

Pertama kali saya bertemu dengannya, dia masih kecil dengan berbadan gendut dan sangat lincah. Bergerak ke sana kemari, membuat saya ingin memeluknya erat-erat. Jika adik-adiknya diam, dia akan mengejar mereka dan mengajak adik-adiknya untuk ikut bermain dengannya. Tiba-tiba mendatangi adiknya dan memandikan mereka. Saat bermain ke tingkat atas rumah, dia akan selalu menanti adik-adiknya untuk tetap bersamanya. Saat saya berlari mencari posisinya, dia duduk dalam diam, memandangi saya dengan mata bulatnya.
 (Pertama kali berjumpa Sippo)

Sunday, April 8, 2012

Old Story - I Love Them

Abu-abu selalu menemani saya, layaknya Putih. Tapi saya sudah pisah dengan mereka, ini kisah 9 tahun yang lalu
(Source: here)

Ada sebuah cerita, cerita dari masa lalu. Cerita tentang adik saya. 
Dia menatap makhluk itu dengan iba di depan sebuah rumah. 
Wajah makhluk itu begitu memelas dan meminta perhatian, terlihat begitu terlantar.
Hatinya luluh saat itu juga dan membawa makhluk itu pulang.

Saturday, April 7, 2012

Silsilah Keluarga - Klan Nando

 (Source: here)
Proyek pembuatan silsilah keluarga sudah mulai mengudara.
Tiga keluarga kecil sudah mulai bergabung dalam memberikan ide.
Tak sia-sia rasanya dan sudah membayangkan pohon silsilah keluarga ini di pigura di ruang tamu atau di kamar kosan saya yang kecil ini.
Yah, dari sini saja dulu, terus mengumpulkan data, berjalan pelan-pelan.
Biar tidak omongan saja, tetapi ada bukti nyata.

Friday, April 6, 2012

Known Your Surrounding

 (Source: here)

Pernah dengarkan bahwa manusia adalah makhluk sosial? Bahwa pada dasarnya, seberapa kuatnya kita menyangkal bahwa kita bisa hidup sendiri, kita tak akan bisa hidup tanpa orang lain. Saya sudah menyadarinya sedari dulu, namun terkadang bersifat acuh dan tak perduli dengan keadaan sekeliling saya.

Saya sudah menempati kosan saya yang sekarang, hampir mencapai 5 bulan. Tapi kalau ada yang bertanya kepada saya, siapa saja yang saya kenal di tempat ini, yang jumlah kamarnya hingga 25 kamar, maka saya hanya bisa bilang tak lebih dari seperlimanya saya kenal penghuni kosan ini. Ironis sekali.

Thursday, April 5, 2012

Status Chronicle- Jomblo

"Sejomblo-jomblonya jomblo, lebih jomblo lagi kalo ga Sholat. Cinta Manusia ga ada, Cinta Tuhan ga punya"
(Surya Dinando)

Bagus sekali. Sederhana dan Mengena. Mantap.. Nanti saya sambung lagi.

Tuesday, April 3, 2012

My Baibi - Sepenggal Cerita

 (Source: here)

Entah kenapa saya suka saja dengan kata sepenggal, sekeping, sepotong, dsb. Lagi-lagi saya cerita Bibi, ponakan kecil yang saya temui selama cuti kemaren. Dia hobinya manyun kalau tidak mendapatkan apa yang dia inginkan, seperti tidur di dekat saya. Hwahahaha, entah apa istimewanya saya sampai dia suka sekali nempel kemana saya pergi.

Ada banyak cuplikan percakapan lucu atau sedikit bermakna yang saya hasilkan dengan Bibi, masa itu. Mungkin lucunya, lucu bagi saya. Mungkin juga bermaknanya, hanya bagi saya juga. Saya suka dia, dia punya rasa kemanusiaan yang luar biasa. Saya juga merasakannya, sebab saya merasa dia sayang sekali sama saya, semoga tak berubah hingga dia besar nanti. Setiap saya akan bepergian, dia selalu mengantarkan saya ke bandara. Setiap akan tidur, dia selalu ingin bersama saya. Setiap mempunyai sesuatu, dia selalu berbagi kepada saya, bahkan impiannya. Saya suka.
***

Monday, April 2, 2012

Minas - Kota Minyak Itu Kini Gersang

(Source: here)

Saya menghabiskan waktu setengah hari untuk mencapai Minas, setelah kunjungan singkat ke Sungai Indarung. Satu-satunya yang membuat saya terikat dengan daerah penghasil minyak ini adalah keluarga saya. Saya memang tidak suka perjalanan darat yang terlalu lama (entah berapa kali saya mengucapkan ini). Sebab saya selalu mual.

Sewaktu kecil saya lebih memilih kendaraan tak ber-AC dan membuka jendela lebar-lebar. Bernapas dengan menggunakan mulut, agar sama sekali tak mencium bau kendaraan. Sedikit tercium, maka kepitan perut akan semakin erat antara dada dan paha, agar tak ada ruang untuk mual. Hal ini selalu saya lakukan ketika bepergian jauh dan duduk di samping Papa. Aaah, I miss that moment, dan itu sudah lama sekaliii.

Sungai Indarung - Tak Lagi Sama

(Siang di perjalanan)

Matahari bersinar terik siang itu. 7 jam perjalanan darat dari Bukittinggi untuk mencapai tempat tumbuh Mama di kala kecil. Duduk bersama dua keponakan di bagian terbelakang mobil sambil sesekali memotret pemandangan yang menakjubkan di sepanjang perjalanan. Hutan tropis yang lebat, jalanan berkelok yang memisahkan tebing-tebing yang menjulang, sungai yang mengalir di sisi jalan, kebun teh yang menghijau, danau yang terbentang luas atau padi yang menguning menemani mata  (suasana syahdunya semakin terasa ketika saya mendengarkan musik Heaven and Earth-nya Kitaro). 

Bukittinggi - Ternyata Saya Rindu


Malam Sepi
 
Bukittinggi dingin malam itu. Sunyi menyambut kedatangan saya, sudah tidak ada kehidupan di luar, yang ada hanya hembusan angin lembut yang terdengar samar dari hutan bambu di sisi kiri jalan. Gelap di sana, tak ada cahaya. Beruntung, sorotan lampu dari mobil travel yang mengantarkan saya malam itu tetap setia menemani lari kecil saya yang berusaha menembus sunyi jalan menuju rumah Nenek, ibu dari Papa saya. Mereka sempat khawatir karena sunyinya jalan, menawarkan telepon genggam untuk menghubungi keluarga di rumah atau berbagai macam kalimat kekhawatiran lainnya. Terimakasih banyak, teman seperjalanan saya baik sekali.

Dalam lari kecil yang saya usahakan dalam tempo sesingkat-singkatnya itu, ingatan saya terlempar ke masa kecil. Saat saya menatap sebuah rumah di hutan bambu di suatu magrib. Rumah yang hanya muncul dalam selintas tatapan, memperlihatkan seseorang yang melambai-lambai ke arah saya. Tak terlalu ingat, namun rasa mistis itu cukup membekas. Rasa takut yang sempat terselip itulah yang mendorong adrenalin saya untuk terus berlari kencang hingga sampai ke rumah. Ternyata keluarga saya masih terbangun dan sedang menunggu saya di ruang tamu, seperti mengkhawatirkan lambatnya kedatangan saya dari jadwal yang seharusnya. Ya, jam sebelas malam. Cukup lama dan melelahkan.

Friday, March 9, 2012

The Little Explosion..

(Source: here)

Umurnya belum sampai sepuluh tahun waktu itu. Dia adalah anak pindahan dari sebuah kota di Sumatera Barat. Kota dingin seperti Bandung, yang dikelilingi pegunungan membentuk sebuah celukan. Pindah kembali ke kota kecil yang panas itu tidak membuatnya jengah, karena, akhirnya, setelah setahun lamanya dia kembali berkumpul bersama orang tuanya. 

Anak manja yang dipaksa mandiri. Pernah suatu kali, dia berkata dengan tegasnya di balik lengan ibunya,  lebih memilih berkorban untuk menetap bersama orang tuanya daripada jalan-jalan ke Jakarta. Tentu yang lain menjadi tertawa geli karena bentuk pengorbanannya yang aneh. Toh dia tetap harus pergi, karena keluarganya sudah membeli tiket untuk keberangkatan tersebut. Harapan semu.

Thursday, March 8, 2012

My Baibi - Impian Bibi

Bibi, gadis kecil ceria
Pengantar tawa bagi orang-orang sekelilingnya
Tapi tak urung juga dia selalu menimbulkan geraman kecil karena tingkahnya yang terkadang kuakui menyebalkan
Kecil, lincah, hitam manis, dan penuh gaya
Bergerak ceria kesana kemari untuk menorehkan warnanya di setiap sudut hari

Terkadang aku ikut tersedot dengan keceriaannya
Menjadi patner dalam percakapan dengannya
Tentang salah satu mimpinya suatu hari nanti membuka salon

Monday, March 5, 2012

Aku Lebih Baik Tahan, Kak

(Source: here)

Percakapan panjang yang saya habiskan dengan adik lelaki saya, Dino, malam tadi. 2 jam bertukar cerita, atau lebih tepatnya saya mendengarkan keluh kesahnya dan hanya mencoba memberi nasehat-nasehat sederhana. Nasehat yang saya dapat dalam perjalanan hidup saya.

"Kak, aku sudah belajar mengenai ikhlas" begitulah kalimat awal percakapan kami dimulai.
"Ada apa sekarang, No?" pancing saya. Saya menceritakan ini dari sudut pandang saya sebagai pendengar.

Saturday, March 3, 2012

Uhibbuka Fillah (Aku Mencintaimu Karena Allah)

Jika namamu yang tertulis di Lauhul Mahfudz untuk diriku
Niscaya rasa cinta itu akan Allah tanamkan dalam diri kita
Tugasku bukan mencari dirimu, tetapi mensolehkan diriku

Wahai seseorang yang tertulis di Lauhul Mahfudzku, imamku, dan ayah dari anak-anakku
Engkau yang membersamai perjalananku nanti
Aku percaya kau sedang memperbaiki dirimu
Untuk nantinya menjadi imam bagi tulang rusukmu
Dan juga imam untuk buah hatimu kelak

Jika saja kita bertemu dan kau katakan "Aku mencintaimu karena Allah"
Maka aku akan dengan senang hati menjawabnya: "Ya Allah cintailah pria ini yang telah mencintaiku karena-Mu"

Sumber: Gambar profil seorang teman (Re-post dari blog yang lain)


(Source: here)

Thursday, March 1, 2012

Mereduksi Uncertainty

(Source: here)
Optional

Hujan turun dengan deras tadi pagi
Hujan yang menjadi buah pikiran teman saya yang sedang bersemedi di kamar saya, mengenai bagaimana dia akan menuju tempat wawancaranya, menggunakan taksi kah? ojek kah? atau bajaj kah?
Lantas saya bilang, "Yah kalau saya urusan melamar pekerjaan, opsi taksi jadi pilihan. Biarlah mahal sedikit, asal sampai pada tujuan tanpa basah dan tidak terlambat."

Wednesday, February 29, 2012

Mein Name ist (2)

(Source: here)
Dalam perenungan yang panjang, tiba-tiba saya teringat dengan semua nama panggilan yang muncul dalam perjalanan hidup saya hingga sekarang. OMG, bos saya datang, mau marahin saya. Hup hup hup, siap-siapin jantung, tarik napas dalam-dalam, hilangkan ketegangan otak, dan dibawa dingin.. Pokoknya saya tidak boleh jadi batu hari ini, saya mau jadi ahli jiwa dan raga...

Wednesday, February 22, 2012

Renungan Malam

(Source: here)
Wanita itu bangun di kala orang-orang masih tertidur pulas. Rasa dingin yang menyengat hingga ke sum-sum tulang belakang atau kantuk yang mengantung di pelupuk mata tak jua mampu menghalangi tekadnya untuk bergerak. Ya, dia harus bangun demi masa depan anak-anaknya.

Setiap malam dia bersujud kepada Tuhannya, memohon agar roda kehidupan segera berputar. Agar anak-anaknya diberikan yang terbaik dari yang terbaik. Agar anak-anaknya memiliki kemampuan yang terbaik. Agar nasib anak-anaknya tak sama dengannya. Setiap malam dia merenung, berserah diri pada Tuhannya. Karena dia percaya bahwa Tuhannya akan mendengarkan hamba-Nya yang meminta padanya di sepertiga malam terakhir. Dia percaya bahwa masa terang itu akan datang. Selalu seperti itu, sebelum dia memulai rutinitas sehari-harinya. Rutinitas yang akan selalu dimulainya dengan Bismillah.

Tuesday, February 14, 2012

Mein Name ist

(Source: here)
Lucu Lucu Lucu
Selalu saja nama saya dipertanyakan. Setiap saya memberikan kartu nama saya, mereka selalu menampakkan wajah terkejut: "Hah, Yurika? This name is familiar to us."

Pernah suatu kali, saat saya belajar SKSD dengan seorang Jepang di sebuah seminar. Iya iya, bos mendaftarkan kami untuk ikut serta pada sebuah seminar gas internasional yang diadakan di Jakarta. Senang sekali mendapatkan kesempatan ini. Saat saya memberikan kertas persegi panjang itu kepadanya, dia berkata: "Hah, Yurika? This is my sister's name." Itu adalah kali pertama saya menyadari nama itu. Maksudnya lebih menyadari, dulu sih sadar, tapi ya gitu-gitu aja. Sadar ada kesan Jepangnya, tetapi semakin sadar ketika orang Jepang itu sendiri yang berkomentar.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...