(Source: here)
Kata adalah Senjata
Mari membahas kata "Cem Mak Mak"
Sedikit tidak berkualitas kalau hanya dilihat dari katanya. Tapi tenang, ini bukanlah bahasa alay atau ababil. Ini adalah bahasa khas aliran keras dan biasanya digunakan untuk mengekpresikan rasa kesal akan suatu hal dan ditujukan pada objek apa saja. *penting banget dah saya bahas.
Berikut percakapan otak kiri dan otak kanan saya yang disusun dalan sebuah wawancara sederhana atas nama ilmu kultural dan perbendaharaan kata. Si penanya adalah otak kiri, sedang si penjawab adalah otak kanan saya.
Mengapa tiba-tiba dibahas?
Sebab saya rindu sekali dengan kata itu. Sempat terkenal semasa kuliah dan tersebar luas di antara genggong saya bahkan ada sedikit percikan pengaruh pada teman himpunan saya. Tentunya yang mengenal sifat asli saya. Kalau yang tidak kenal, paling mikir saya cewek pojokan yang selalu duduk di depan, pendiam , tapi IPK nggak juga tinggi (curhaaaaat..bwahaha).
Intinya saya tadi melihat status teman saya yang kesal akan lamanya mengantri dan bilang kata Cem Mak Mak itu. Hwhahaha..
Apa itu kata "Cem Mak Mak"?
Merasa baru mendengarkan kata ini. Eits, kalau kamu merasa berasal dari Sumatera apalagi Riau, haram hukumnya jika tak mengetahui arti kata ini (seenaknya main pukul rata orang). Kata sederhana yang dalam artinya. Wkwkwkw. Apalagi kalau anda adalah objek yang dikatakan Cem Mak Mak.
Kalau sudah biasa mendengarnya dan tentunya tahu artinya, pastilah kalian hanya akan tertawa terbahak-bahak dan balas mengatakannya kepada si subjek.
Namun jika belum terbiasa dan baru tahu artinya yang benar tak berapa lama kemudian, maka anda akan merasa sedih atau syok dan tak menyangka sambil berkata: "Why Why Why you call me like that? Apa wajah saya setua itu? Apa perilaku saya sudah segitunya ya? Padahal anda belum berkeluarga.
Kalau anda adalah seorang lelaki, maka semakin sedihlah anda. Karena anda dipanggil melewati batas gender yang sudah dikodratkan Tuhan kepada anda (analasis saya mendalam sekali,, merenung dan kagum akan diri sendiri,, bwahahahha).
Namun jika belum terbiasa dan baru tahu artinya yang benar tak berapa lama kemudian, maka anda akan merasa sedih atau syok dan tak menyangka sambil berkata: "Why Why Why you call me like that? Apa wajah saya setua itu? Apa perilaku saya sudah segitunya ya? Padahal anda belum berkeluarga.
Kalau anda adalah seorang lelaki, maka semakin sedihlah anda. Karena anda dipanggil melewati batas gender yang sudah dikodratkan Tuhan kepada anda (analasis saya mendalam sekali,, merenung dan kagum akan diri sendiri,, bwahahahha).
Bagaimana penyebarannya? (Dah macem agama aja, penyebaran)
Penggunaan kata ini sudah mulai tersebar luas bagi orang yang mengenal perantau yang berasal dari daerah Riau aliran keras (seperti saya..ahiakahiak..), apalagi jika orang yang anda kenal adalah orang yang dapat mempengaruhi kemampuan bahasa anda bahkan men-drive anda untuk berbahasa layaknya mereka (lagi-lagi saya, lirik teman yang ikut-ikutan ngomong ala sumatera).
Coba saya ingat-ingat. Dulu sepertinya belum ada kata-kata ini tersebar dan nge-trend. Tapi kenapa sekarang tiba-tiba muncul ya? Saya menyebarluaskannya juga tiba-tiba saat tingkat 2 akhir dan mulai intensive pada tingkat 3 saat kuliah. Ahahahha,, ngakak dulu. Tidak tahulah dimulai dari mana. Saat kata ajaib ini saya praktekkan ke keluarga saya yang di rumah, mereka tetap mengernyit sebentar saat mendengar. Meski tahu artinya, tetapi terlihat bukan kata biasa yang umumnya digunakan di sana.
Jadi, darimana asalnya?
Entahlah. Apa dari saya? Sepertinya sih nggak juga. Tetapi sejak saya mempromosikannya di khalayak ramai, cukup banyak makhluk-makhluk yang terpengaruh (masih kekeh sebagai trend maker, hwhahaha).
Coba ya lihat dengan baik-baik, banyak makhluk yang menggunakan kata ini adalah makhluk-makhluk lulusan dari sekolah gajah yang ada di Bandung. Hwahahha, why why?? Saya juga tak mengerti. Nyebarnya sungguh cepaat.
Kenapa lebih mudah tersebar?
Karena ini ear catching untuk diucapkan.
Coba dilafalkan "Cem Mak Mak". Enak bukan?? (ngakak lagi).
Apa artinya?
Kata "Cem" sudah tersebar luas. Umumnya sering digunakan oleh orang-orang yang daerahnya sudah terkontaminasi dengan orang Sumatera. Cem itu adalah kata singkat dari Macem atau dalam KBBI adalah Macam. Macam di sini tak juga sesuai dengan arti di KBBI. Kalau di KBBI arti Macam adalah jenis atau variasi. Kalau disini Macam (bahasa akulturasi dari berbagai suku di Sumatera) itu artinya kayak (masih bukan KBBI,, hwhaha) atau seperti, menyerupai, memiliki bentuk seperti, dsb. Jadi saya harap anda semua mulai memiliki gambaran apa itu kata "Cem"
Kata "Mak Mak". Lagi lagi kalau anda sudah sering bergaul dengan AGS (Anak Gaul Sumatera, maksaaaa, biar mirip gitu sama AGJ, akiakaiakaik), maka ini akan mudah untuk anda cerna.Saya rasa kata ini mudah juga untuk dipahami. "Mak Mak" adalah singkat kata dari Emak Emak. Emak emak itu adalah bahasa yang sering didengar di Indonesia yang berarti Ibu Ibu. Lantas mengapa memakai kata Mak Mak kenapa? Kenapa tidak yang lain? Padahal ada banyak kata yang menyatakan arti yang sama seperti: Ibu, Mother, Bunda, Mami, Mama, etc. Sebab yang lain tidaklah enak didengar kalau disingkat (alasan yang memaksa, hwahahah).
Jadi artinya apa Cem Mak Mak itu? (yang nanya mulai emosi)
Bawel banget sih (yang jawab balik emosi dan mulai tak sabar menjelaskan). Artinya "Seperti Ibu-Ibu". Kalau ditulis begini, lebih sopan ya. Tapi kalau saya bilang "Cem Mak Mak", maka maknanya begituuuu dalam menusuk ke hati, menghujam jantung. Apalagi saat melafalkannya dengan intonasi yang benar. Beeeeh, makin dalam lagi maknanya. Bisa-bisa nangis anak orang. Kan sudah saya bilang, ini kata untuk aliran keras.. (mengangguk mantap).
Jadi artinya apa Cem Mak Mak itu? (yang nanya mulai emosi)
Bawel banget sih (yang jawab balik emosi dan mulai tak sabar menjelaskan). Artinya "Seperti Ibu-Ibu". Kalau ditulis begini, lebih sopan ya. Tapi kalau saya bilang "Cem Mak Mak", maka maknanya begituuuu dalam menusuk ke hati, menghujam jantung. Apalagi saat melafalkannya dengan intonasi yang benar. Beeeeh, makin dalam lagi maknanya. Bisa-bisa nangis anak orang. Kan sudah saya bilang, ini kata untuk aliran keras.. (mengangguk mantap).
Cuma saya rada heran, memang nggak general sih penggunaannya. Saat saya berkata pada orang yang baru saya kenal dengan kata Cem Mak Mak, maka mereka akan bingung. Padahal gampang banget deh dimengerti (kata saya yang biasa make, wekekekekek).
WARNING!!
Sekali lagi, "Sakit hati tidak hanya muncul karena niat tapi juga kata-kata yang tidak sesuai tempat. Bahkan batupun bisa hancur jika dihujani air terus-terusan (nggak ada hubungannya..wkwkkw)". Kalau anda tak terbiasa dengan kata ini maka janganlah memakainya di lingkungan yang tidak dikenal. Sebab, orang akan mencap anda sebagai orang yang rada kasar. Padahal sama sekali tidak, kalau ditujukan pada objek yang benar, seperti benda mati. Karena mereka tak punya hati. Hehehe.
Sekali lagi, "Sakit hati tidak hanya muncul karena niat tapi juga kata-kata yang tidak sesuai tempat. Bahkan batupun bisa hancur jika dihujani air terus-terusan (nggak ada hubungannya..wkwkkw)". Kalau anda tak terbiasa dengan kata ini maka janganlah memakainya di lingkungan yang tidak dikenal. Sebab, orang akan mencap anda sebagai orang yang rada kasar. Padahal sama sekali tidak, kalau ditujukan pada objek yang benar, seperti benda mati. Karena mereka tak punya hati. Hehehe.
Demikianlah info mengenai perbendaharaan kata yang ada di Indonesia. Sebuah kata akulturasi dari bahasa-bahasa yang ada di daerah Sumatera. Hmm,, kaya sekali bahasa di Indonesia ini. (berpikir dengan penuh khidmat).

1 comment:
wuakakkak ngakak2 awak baca tulisan kau ni lae... gudss! mari kita lestarikan 'cemakmak'...
Post a Comment