Ini cerita saya akhir-akhir hari. Banyaaaak banget urusan nggak beres-beres mengenai KEUANGAN. Pengen muntah ya, rasanya. Untung saya nggak daftar jadi acounting. Nggak kebayang deh, kalo saya kuliah disana. Pastii udah kuruuus dan stress. Mengapa? Karena tidak balance neraca uang. Tanggung jawabnya itu booooi. Melelahkan.
Sebagian besar hari saya, ya ngurusin uang aja. Kadang ni ya, proyek yang penting jadi lewat dah gara-gara ngurusin uang. Ditambah dengan tipe kerja saya yang harus beres satu, baru bisa melakukan yang lain. Maka dari itu, jikalau ada bos saya ngasih kerjaan dan saat itu saya sedang mengurus UANG yang sebenarnya bikin saya pengen muntah, maka saya tidak akan dengar. Bukan nggak dengar juga sih. Tetapi mereka akan melihat saya tidak terlalu perduli dengan apa yang mereka perintahkan.
Tau nggak masalah yang paling nggak enak? Saat uang nggak sesuai antara yang tertulis dan yang ada di tangan. Mulai deh saya melakukan imajinasi. Mereka ulang kejadian, seperti DERAP HUKUM itu no. Ini dimulai darimana? Berakhir dimana? Apa aja yang sudah saya lakukan? Eneg banget dah, kalo untuk soal keuangan. Kalo uang sendiri, ya nggak apa-apa. Kalo uang orang, apalagi perusahaan. Bisa-bisa saya berakhir di jeruji besi. TIDAAAAK!!! Memang agak berlebihan. Tapi, hidup itu kejam. Jadi kita nggak tahu siapa yang teman dan siapa yang bukan (kagak nyambung apa yang gw omongin)
No comments:
Post a Comment