(Suatu saat ingin ke sana. Menikmati kedamaian dalam ketenangan. Rasa-rasanya saya melihat gambaran tempat di novel yang saya tulis. Kasian sudah terkubur hingga 2 tahun belum saya lanjutkan)
Bidang yang saya geluti mewajibkan saya menulis mengikuti grammar dan semua antah berantah yang terkadang membutuhkan tanggapan orang, kritikan, dan hal-hal membangun yang sedikit banyak membuat saya juga terluka, meski saya tahu ada ilmu di sana
Saya sedang tidak mencoba menjadi buta, tuli atau keras kepala
Hanya saja, akan ada kan rasa kecewa dengan buah karya yang tak dirasa sempurna, baik bagi mereka dan tentu saja bagi saya selaku subjeknya
Saya teringat tulisan saya yang sudah terkubur dalam folder folder komputer yang tak lagi sempat saya jamah
Rencana-rencana dan jadwal pembunuh waktu yang saya siapkan sebelumnya sebagai amunisi saya menghabiskan malam sepi sudah tergantikan dengan lembur tak berujung dan sikap tepar sempurna
Entah saya saja yang malas, entah sudah bosan menatap layar selama bekerja, entah inspirasi saya yang sudah terbenam jauh ke dasar sana, yang jelas, tulisan yang sudah saya rangkai masih menanti untuk dilanjutkan.
Lantas, saya juga rindu melakukan perjalanan
Pekerjaan yang tak ada titiknya dan selalu koma, mengubah saya menjadi workaholic.
Sehingga saat libur pun terkadang saya tak tenang mengingat banyak tumpukan pekerjaan yang harus terlebih dahulu saya uraikan tujuannya.
Ya, saya suka berlama-lama dalam penentuan konsep pelaksanaan sebelum memulai
Berlama-lama dalam mencari bahan dan akhirnya waktu menjadi sempit dan hanya hasil alakadarnya yang dapat disajikan
Itu membuat saya sakit, sakit karena ketidaksempurnaan
Sakit karena saya masih banyak kekurangan
Saya rindu dengan mimpi-mimpi saya yang sempat saya bangun dalam diam
Mimpi mimpi yang semakin terasing dengan campuran realita kehidupan yang saya jalani
Saya ingin jadi orang yang tahu fungsinya, tahu dia sedang apa, tau kekuatannya
Saya masih kaku dan masih malu mengakui kemampuan yang hingga sekarang saya masih mencoba memahaminya
Saya bagai kulit lupa kacangnya, lupa akan kemampuan yang saya punya karena ketidakpercayaan diri menggunung yang sering saya pupuk ke dasar bumi
Well, ini hanya catatan redundan..
Mimpi saya masih menggantung dan minta diselesaikan
Saya mau, hanya tunggu waktu
Saya harus sabar, toh orang sabar disayang Tuhan
Peta-peta itu masih saja buram,
tak terlihat jelas dengan warna kusam.
Tapi saya tahu, suatu saat nanti akan ada warna.
Just wait for the rainbow..
(DY - 13102012)

No comments:
Post a Comment