(Source: here)
Thursday, Hectic Day..
Pekerjaan menumpuk tidak menyurutkan tekad bulat kami (baca: saya dan teman sekantor yang juga sahabat saya sejak zaman batu, *menggenggamkan tangan dengan pandangan menyipit) untuk segera terbang ke Solo. Sebenarnya tujuan utama bukanlah kota Solo, tetapi Karanganyar. Tempat resminya sahabat saya "Ayu", mengakhiri masa lajangnya.
Friday, Finding the Way
Dengan modal nekat, GPS dan peta kiriman di bb, peta dari undangan pernikahan, pulsa secukupnya dan mobil pinjaman, maka kita pun melakukan lintas jejak dari Solo ke Karanganyar berdua saja. Melakukan survei lokasi tempat pernikahan teman sekalian hadir pada Sesi Lamaran.
(Welcome to Karanganyar)
Sempat berdebat melalui jalan yang mana, tanya sana tanya sini mengenai arah yang benar akhirnya kami sampai di lokasi tepat pada waktunya. Haha. Sebuah gapura besar bertuliskan Kabupaten Karanganyar menyambut kami selepas melintasi Jembatan di atas Sungai Bengawan Solo. Hwahahha, We made it.
Mengenai pakaian yang kami gunakan, well, not really appropriate for the occasion. But who cares about that. Yang penting kita sampai tepat waktu, meskipun bermandikan keringat, bedak yang udah luntur dan bau yang udah nggak karuan.
Saturday, The Day
Bangun pada dini hari, berangkat dengan kecepatan tinggi ke arah Karanganyar bersama dengan 3 penumpang baru. Ya, kami berangkat bersama dengan sahabat saya Dikeu yang sudah nikah setahun yang lalu, suaminya dan anaknya yang imut banget, Rifqii, salam kecup dari tante. Ahaha.
Niat banget datang dini hari demi didandani sama ibu-ibu tukang dandan. Soalnya semua alat makeup saya sudah shortage, jadi dapat tawaran begini, siapa yang menolak. Biasanya juga kalo ikut acara nikahan, saya punya asisten pribadi bagian pendandanan. Namun berhubung acara ini tidak melibatkan asisten saya ini (kalau dia baca, saya bakal dibejek-bejek), maka apalah yang bisa saya lakukan. Hwhahahha.
(Meet & Greet with the new couple)
Acaranya berlangsung khidmat dengan adat Jawa. Tidak ada makanan prasmanan, karena sesuai sistem Jawa, makanan akan langsung diantarkan pada semua tamu. Dapat jatah berfoto dengan Raja dan Ratu Sehari, namun ada beberapa bagian penting yang gagal ("muka saya ketutup kamera, bagooosss"). Jadi apa adanya sajalah. Hahha.
Overall, saya cuma celingak celinguk saja di sana. Bengong antara nungguin makanan yang datang, lihatin orang-orang yang berseliweran, sibuk sama keringat yang ngucur berkepanjangan atau sedikit menjahili si Rifqi imut yang nggak bisa tenang.
Ada perasaan lain yang saya rasakan sewaktu melihat sahabat saya dan suaminya berjalan dengan langkah perlahan di karpet yang membelah kumpulan kursi tamu. Wajahnya terlihat tegang dan begitu diam, berbeda dengan dia yang sehari-hari saya kenal, begitu talk active. Atau bagaimana saya melihat sahabat saya yang sudah mempunyai buah hati di pangkuannya yang sudah mulai terlihat begitu bosan. Dia dan suaminya bergantian menggendong si buah hati jika sajian makanan datang. Atau bagaimana percakapan mereka yang sudah membahas hal yang berbeda dengan yang saya lakukan. Well, untuk ke depannya, dunia saya dan teman saya ini akan berbeda.
Hari itu kami berdiam di sana hingga acara benar-benar berakhir dan hanya sedikit tamu yang tinggal. Hanya sempat berpamitan dengan lambaian jarak jauh dengan Ayu karena mereka sedang melakukan sesi pemotretan. Tak niat mengganggu dan menunggu lebih lama, karena ada kegiatan lain yang harus kami kejar, mumpung masih di Solo.
Happy Wedding's Day, My Dear Friend. Maknai apa yang kamu miliki sekarang dengan sebaiknya, yaa!!
(Karanganyar, 10 November 2012)



No comments:
Post a Comment