Monday, July 2, 2012

Preliminary Note -

Yubuuhuhuhu..
Esok saya sudah di Tanah Rencong.
Negeri paling ujung kiri Indonesia..
Hup hup hup, semangaaat!!!!

Sunday, July 1, 2012

Suram


                                 (Source: here)

Sepi sekali rasanya.
Sesepi perasaan Dian Sastro saat membacakan puisi, yang entah berjudul apa,
"Sepi, sepi dan sendiri aku benci. Aku ingin bingar, aku ingin di pasar. Bosan aku dengan penat, enyah saja kau pekat"

Sedang tidak ada cerita menarik, setidak menarik acara televisi yang ditayangkan.
Hidup yang saya lalui, kalau tidak membosankan, ya datar-datar saja. Hanya sesekali percikan menarik yang numpang lewat dan membias hilang entah kemana.

Sudah berapa kali menulis hal yang berbau muram dan frustasi ini di blog. Sudah jarang menulis sesuatu yang menyenangkan. Suram sekali hidup akhir-akhir ini. Sudahlah, hanya ingin menulis random saja. Tak berniat sengaja menulis sebuah cerita, toh memang sedang tidak ada yang ingin diceritakan.

Gelap dan suram sekali rasanya. Bosan dengan kejenuhan yang sama. Bosan..bosan..bosan. Kata-kata ini menggema berulang-ulang dipikiran ini. Saya sedang sempit hati sekali, dalam keadaan tidak mudah puas. Labil. Ababil. Tak tahu diri.

Mungkin ini sedang menuju fajar dalam hidup saya. Sesuai kata pepatah, bahkan saat paling gelap adalah saat menjelang fajar. Tetapi, apa fajarnya masih lama datangnya? Jika memang begitu, "Turn on the light, please!"......

Flat Flat Flat. Hidup sedang datar, sedatar triplek.

Wednesday, June 27, 2012

Mabok Perfectionist

(Source: here)


Mabok dan semua mendesak.
Gila banget
Semua minta diselesaikan
Semua menuntut
Oh Tuhaaaaan, tolong ridhai pekerjaan saya
Saat ini saya sedang deplesit sekali
Saya tidak bisa multitasking, tetapi ada 8 item pekerjaan yang berasal dari proyek berbeda yang diminta
Hoeks..Ujung-ujungnya kalau pulang saya langsung tepar dan nggak bisa mikir
Saya harus angsur segera, sebelum penugasan dinas ke kota di ujung sana

Ya Allaaaaah, sungguh saya tidak  bermalas-malasan
Tetapi kok kesan yang ditangkap begitu
Saya berusaha, tetapi kan saya butuh waktu untuk saya juga
Saya memang hanya bisa mengerjakan satu pekerjaan dalam satu waktu
Jangan harap saya akan menanggapi dengan seksama jika saya sedang tercebur di satu pekerjaan
Saya harus menuntaskannya hingga akhir, baru saya bisa move on

Mungkin ini dikategorikan mengeluh
Tetapi sungguh, saat ini saya sedang berada pada titik klimaks
Klimaks karena banyaknya
Klimaks karena tidak jelasnya
Klimaks karena saat ini butuh guideline
Hei, meski berusaha, ada titik titik dimana kita mencapai limit dan tak tahu harus berbuat apa
Karena ilmu masih terbatas

Arrggggghhhhhhhhhhhhhhhh...
Begini ni nasib jadi perfeksionis.. Mabok

Monday, June 25, 2012

So, Tell me When will the story begin?

Rhythm of Love
(Source: here)

Hearing this song, just remind me about him.
Ternyata dalam kehidupan nyata pun, saya bisa punya theme song tersendiri akan suatu hal yang saya alami
Saya juga tidak mengerti, hal apa yang menyebabkan saya selalu terngiang-ngiang jika mendengarkan ini
Otomatis otak saya merekam segala ingatan yang saya punya dan merewind nya kembali
Hahahaha, entahlah ini maksudnya apa. Saya juga masih tidak mengerti ini arahnya kemana?

Yang jelas, pikiran saya saat ini sedang tidak stabil alias labil
Aaaaarrrgggghhhh,
Kalau malam datang dan saya sedang sendirian plus tidak punya kerjaan, saya sering mendengarkan lagu ini berulang-ulang. Iramanya yang menenangkan, setenang dulu yang saya ingat
Ini tidak baik, saya sudah tahu itu,
Ini tidak benar jika saya terus berlarut-larut dalam keadaan seperti ini
But who knows, life is suprising
And I just need to wait when will the story begin

We may only have tonight, but till the morning sun your mine, All mine
Play the music low, and sway for the rhythm of love
(Plain White T's - Rhythm of Love)





Friday, June 22, 2012

Potongan Kenangan bersama Papa

(Source: here)

#Scene 1
Gambar di layar petak itu memperlihatkan bayangan bergerak dengan kecepatan yang tak wajar. Suara teriakan ketakutan mengalun, mengiringi gerakan dengan lengkingan tajam yang semakin tinggi dan tinggi. Dia yang merasa pemberani dan mampu melahap semua tayangan yang ditampilkan di sana, bergerak mundur dan bersembunyi di punggung ayahnya.

"Aku nanti tidur dekat Papa, yaaa!" rengeknya lebih kearah perintah.

#Scene 2
Matanya menatap nanar ke arah bahan masakan yang akan dia buat bersama ayahnya. Dia sangat bersemangat sekali hari itu, ikut dalam kegiatan eksperimen memasak. Dapur kecil yang terbuat dari kayu, tempat dia dan ayahnya berada sekarang, berderak-derak ketika dia dan ayahnya sibuk menyiapkan bumbu masak. Tidak jelas juga dia sedang menyiapkan apa, yang penting bergerak. Begitu pikirnya. Hal ini terpaksa mereka lakukan sebab ibunya sedang bersama kedua adiknya di kampung halaman.

Ayahnya dengan semangat mencoba menggiling cabe. Hal yang tak pernah dia lakukan jika ibunya ada di rumah. Dia, gadis itu, hanya duduk bersimpuh disamping ayahnya dengan mata sipit yang semakin menyipit, saat ayahnya menambahkan bumbu tak biasa saat menggiling. Inovasi, begitu kata ayahnya.

Saat dia duduk bersimpuh lagi di depan nasi dan lauk yang sudah masak, dia tetap makan dengan lahapnya. Makanan itu tetap terasa nikmat dengan perut yang lapar.

#Scene 3
Ayahnya marah besar hari itu. Dia tak ingat mengapa. Yang jelas, saat yang dia ingat adalah saat dengan semangatnya dia mengemasi pakaiannya di kamar dengan berurai air mata. Dia merasa sangat sedih saat itu, merasa sangaaat tidak berdaya dan tidak disayangi. 

Bertanya-tanya mengapa nasibnya begini, padahal dia baru kelas 3 SD. Dia sudah siap, siap untuk lari dari rumah. Buat apa dia tetap berada di sana, jika dia tidak disayangi. Namun, tindakan itu tidak jadi dia lakukan, saat ayahnya menyapa dia lagi dengan hangat. Dia lupa dan dia senang.

Bermain Karakter

(Source: here)

Sebuah percakapan maya yang dilakukan beberapa anggota keluarga saya pada grup keluarga mengarahkan saya untuk iseng-iseng melihat suatu topik yang sedang mereka bicarakan. Topik itu membahas mengenai karakter, pemirsa. Karakter yang didasarkan pada ramalan tanggal lahir. Saya tidak dalam rangka berusaha mempercayai isi yang dituliskan, tetapi ahahhaa, isinya sangat saya sekali. Kok bisa ya?

Isi dari ramalan itu memborbardir karakter saya habis-habisan. Teman saya yang tak sengaja dan sengaja saya perlihatkan mengenai cerita di sana, mengangguk dengan bersemangat mengenai penelanjangan karakter yang dituliskan. Dari hasil hitung-hitungan, saya diperkirakan memiliki Numerologi 1 yang mengatakan bahwa saya adalah orang yang:
"Cara bicaranya blak-blakan, to the point, tidak peduli orang lain telinganya merah atau tidak. Apa yang ada di pikiran itu yang diucapkan. Tidak mau kalah, gengsinya tinggi. Egosentris, tidak akan mengerjakan hal – hal yang tidak memberi keuntungan bagi dirinya ( materi atau non materi ). Mendominasi. Emosinya mudah naik mudah turun. Pagi marah siang sudah bisa tertawa. Tidak menyimpan dendam. Jago dealing tapi malas berurusan dengan administrasi"
Iseng-iseng ini menarik juga. Pantas saja, sehari yang lalu, wajah saya mengkerut luar biasa saat saya tidak menyukai suatu hal. Dan itu terpapar jelas pada wajah saya yang baik ini. Ahhahaha. Kalau teman-teman juga ingin iseng untuk mengetahui karakter kalian, check it out link ini (Numerologi).

Note: Ini jangan dijadikan sebuah tolak ukur ya. Ini hanya iseng-iseng saja.

Thursday, June 21, 2012

Intisari Itu..

(Source: here)

Mencoba mengorganisir adalah sesuatu hal yang sebaiknya dilakukan saat melakukan sebuah pekerjaan.
Mencoba menyampaikan dengan baik adalah sesuatu hal yang sebaiknya dipelajari dalam melakukan sebuah penyampaian
Mencoba mendistribusikan semua informasi kepada semua anggota adalah sesuatu yang sebaiknya diterapkan dalam sebuah team
Mencoba mengendalikan emosi adalah sesuatu yang sebaiknya dihayati dalam melakukan sebuah negosiasi
Mencoba mendengarkan adalah sesuatu yang sebaiknya diprioritaskan dalam menerima sebuah informasi dan pendapat orang lain
Mencoba menghargai adalah sesuatu yang sebaiknya dihiaskan dalam setiap pergaulan

Banyak hal yang saya pelajari dalam dunia pekerjaan yang saya lakukan
Saya memang tipikal yang mudah tersulut emosi
Saya memang tipikal yang hanya bisa fokus pada satu pekerjaan
Saya memang tipikal yang susah terkesan akan seseorang

Tapi sekarang saya tahu, dalam masa bekerja saya
Saya harus banyak belajar hal-hal yang berhubungan dengan manusia
Karena manusia itu unik, manusia itu berbeda-beda

Karakter Manusia itu Ada Banyak. Kita harus selalu, selalu belajar untuk memahami semua karakter itu
(DY - Wednesday night Office) 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...