
(Source: here)
Sepi sekali rasanya.
Sesepi perasaan Dian Sastro saat membacakan puisi, yang entah berjudul apa,
"Sepi, sepi dan sendiri aku benci. Aku ingin bingar, aku ingin di pasar. Bosan aku dengan penat, enyah saja kau pekat"
Sedang tidak ada cerita menarik, setidak menarik acara televisi yang ditayangkan.
Hidup yang saya lalui, kalau tidak membosankan, ya datar-datar saja. Hanya sesekali percikan menarik yang numpang lewat dan membias hilang entah kemana.
Sudah berapa kali menulis hal yang berbau muram dan frustasi ini di blog. Sudah jarang menulis sesuatu yang menyenangkan. Suram sekali hidup akhir-akhir ini. Sudahlah, hanya ingin menulis random saja. Tak berniat sengaja menulis sebuah cerita, toh memang sedang tidak ada yang ingin diceritakan.
Gelap dan suram sekali rasanya. Bosan dengan kejenuhan yang sama. Bosan..bosan..bosan. Kata-kata ini menggema berulang-ulang dipikiran ini. Saya sedang sempit hati sekali, dalam keadaan tidak mudah puas. Labil. Ababil. Tak tahu diri.
Mungkin ini sedang menuju fajar dalam hidup saya. Sesuai kata pepatah, bahkan saat paling gelap adalah saat menjelang fajar. Tetapi, apa fajarnya masih lama datangnya? Jika memang begitu, "Turn on the light, please!"......
Flat Flat Flat. Hidup sedang datar, sedatar triplek.
No comments:
Post a Comment