Saturday, October 5, 2013

Last Breath


(Source: would be updated)

Kemaren, saya masih tertawa hingga tengah malam. Bertandang ke kamar teman dan melakukan hal lain. Ketika saya kembali ke kamar, saya mendapatkan kabar buruk, yang tergeletak kaku di sudut kamar yang sepi.

Tante saya sudah tiada. Saya mengenalnya dengan panggilan Tante I. Tidak terlalu sering saya bertemu dengannya karena posisi tempat tinggal yang tak sama. Setidaknya yang saya tahu, dia adalah orang yang baik. Namun sayang, saya jarang sekali bercengkrama ketika ada kesempatan. Percaya atau tidak, saya diam di lingkungan keluarga besar.

Waktu

Dia pergi dengan tenang di atas kursi di depan rumah. Sebelum menyiapkan kepergiannya, dia meminta maaf ke semua orang yang bersamanya saat itu. Suaminya, supir angkutan yang dia tumpangi, dan tetangganya yang saat itu pulang dari pasar bersamanya.

Dia sempat berkata ketika sedang makan ditengah perjalanan   pulang, "Mungkinkah ini aroma yang saya bawa?" Entah apa maksud pernyataan Tante. Yang jelas, dia seperti merasa kepergiannya sudah dekat.

Tak banyak yang dapat saya ceritakan tentangnya. Kecuali wajah sumringahnya sewaktu saya masih duduk di bangku SMP dan berkunjung ke rumahnya. Atau bagaimana saya duduk di dapurnya. Bermain dengan anaknya.

Saya berharap semoga Tante I beristirahat dengan tenang diperaduan yang terakhir. Dunia memang sudah tak lagi memilikimu, tapi Tante akan selalu saya ingat dengan kenangan yang baik.



You never know about your last breath. Use it as wisdom as you can.
(Saturday, 5 October 2013)

Monday, September 30, 2013

13th: Perjalalan ke Negeri Tirai Bambu (Part 1)

Helloo, woorrllldd!! Long time without any news about happy-happy. Berapa kali kalau saya kilas balik, yang sedih syahdu selalu. Malesin yak. Hehehe.

Memang sudah lamaaa sekali rasanya saya tidak menceritakan pengalaman traveling saya. Perjalanan terakhir dengan ongkos backpacker yang saya lakukan itu, lebih kurang tepat 2 tahun yang lalu. Sudah lama sekali yaa. Naah, sekarang saya mau pemanasan lagi aah, cerita ceriti mengenai pengalaman heng out ke Negeri Tirai Bambu.

Namanya juga anak-anak kampung yang tiba-tiba dapat kabar untuk ditugaskan untuk berkunjung ke Cina.  Jelas lah saya bahagia tralalala. Dapat kesempatan gratis-tis berkunjung ke sana dengan alibi melihat perkembangan kilang LNG Mini. Hehehe, saya beneran kerja kok disana, nyambi lihat-lihat dunia luar. Asoiii.

Ada banyak lokasi yang saya kunjungi saat itu, dimulai dari Timur nya Cina hingga ke Barat Lautnya. Dari Shanghai hingga ke Mongolia. Berbagai macam bangunan, kebudayaan, dan perbedaan sudut pandang saya lihat di sana. Mulai dari ketinggalan pasmina, koper dibongkar sampai kehilangan sekotak jarum pentul.

1. Hangzhou, Kota Paling Romantis di Cina
Perjalanan dengan lama penerbangan total 6 jam akhirnya berakhir juga. Dengan membawa satu tas punggung, saya bersama dengan penumpang lain berbaris di konter imigrasi yang panjang mengular. Namanya baru pertama keluar dari regional Asia Tenggara, saya masih nyambi celingak celinguk melihat manusia-manusia yang sibuk sendiri mengisi lembar kedatangan.

Sampai disana, saya bukannya berselonjor di kasur, tapi langsung berganti baju dengan pakaian formal demi melanjutkan kunjungan ke salah satu kontraktor yang ada di Cina, tanpa mandi tentunya pemirsa. Buahahha. Perjalanan tersebut ditujukan ke sebuah kota yang memakan waktu 3 jam dengan kendaraan darat. Yap, 6 jam di udara plus 3 jam di darat tidak menyurutkan niat kami untuk dinas. Luar biasaa. "Mau gimana lagi yaa?" hehe.

Setelah haha hihi dengan si kontraktor, plus makan siang, plus kunjungan ke sebuah workshop, akhirnya acara tersebut rampung jam 5 sore. Kita pun melakukan perjalanan selama 1.5 jam menuju pusat kota Hangzhou. Benar sekali, tepat di Pusat Kota itulah Hotel saya berada. Syukuuur deeh, saya jalannya atas nama kantor. Kalo nggak manalah kuat hidup dengan biaya mahal begitu. Huahahaha.

Tempatnya luar biasa. Sangat teratur dan tersusun rapi. Ada berbagai macam moda transportasi di sana. Karena saya dan teman menggunakan jilbab, jelaslah kadang-kadang kita menjadi center of attention. Beda sendiri dari orang-orang yang berpakaian minim. Masalah komunikasi, parah banget. Jaraaang banget penduduk setempat yang mau diajak berkomunikasi dengan Bahasa Inggris, ujung-ujungnya kami berlaga menggunakan bahasa rimba.

Perasaan asing yang seru itu muncul saat saya dan teman saya berencana melakukan perjalanan singkat sore itu. Melihat-lihat danau yang katanya menjadi pusat wisata di daerah itu. Kata mereka, hanya memakan waktu 10 menit dari lokasi hotel yang kami tempati. Dasar oneng dan nggak tahu arah, plus sinyal tak punya, karena saya nggak langsung membeli nomor setempat, jadilah kita melakukan perjalanan dengan meraba-raba. Jalan saja kemana kaki melangkah. Walhasil, hari itu kami sama sekali tidak menemukan lokasi danau yang dicari, tetapi malah sampai ke sebuah lokasi lain yang juga dipenuhi penduduk setempat yang sedang bersantai.

Kiri kanan jalan disuguhi etalase mobil-mobil dengan merek terkenal. Mulai dari Porsche, Ferrari, BWM, sampai mobil lokal Cina yang tidak kalah mutakhirnya. Gedung-gedungnya juga tinggi dengan jalan setapak yang aman untuk pejalan kaki. Bahkan disediakan juga terowongan untuk melakukan penyebrangan dari bawah tanah. Tapi sayang sungguh disayang, kalau kalian berusaha bertanya, mereka akan menatap kalian aneh. Heloooo!!! Berasa jadi salah tingkah deeh. Kadang-kadang bertanya dalam hati, mereka nggak ngerti atau mereka nggak mau tahu, atau mereka merasa aneh dengan kain yang menutup kepala kami ini. Hahaha, whatever lah. Mengpa kami mencoba bertanya, karena melihat tanda dijalan tak membatu. "Waah ini ada Danaunya, tapi cara lihat petanya gimana ya? Ini posisi kita dimana sih? Trus arahnya mesti kemana?" begitulah percakapan bodoh dengan teman saya, sambil tertawa. Menertawakan kenyatan kocak ini.

Tapi tak masalah. Tempatnya oke punya kok. Tempat yang salah tuju tadi. Setengah jam saja kami habiskan dengan berpose di sana. Berhubung hari sudah mulai menghitam.


Esok harinya, barulah kami sempat berkunjung ke Danau West Lake ini. Malamnya juga ding. Berjalan-jalan sebentar setelah ditraktir makan malam di restoran Italia setempat. Begah lah perut pokoknya. Porsinya bejibun. Hoek dah buat perut orang Indonesia. Hahahha. Tempatnya memang luaaaar biasa indah kalau dilihat pada pagi hari. Udara di danau sangat segar, makin segar lagi, saat kami kunjungi sedang hujan deras nan lebat.

Waktu itu, saya dan teman saya jalan sama dua orang rekan seperjalanan lain. Heboh lah, heboh masing-masing maksudnya. Hehehe. Semua spot didatangi, karena memang bener-bener indah, bersih dan sejuk. Semua tempat disusun detail dan terlihat sekali perawatannnya. Katanya si pemandu kami, seenak jidat ngangkat orang jadi pemandu, Hangzhou merupakan kota paling romantis se Cina, banyak orang memilih lokasi ini untuk menghabiskan waktu berbulan madu. Beruntungnyaa sayaaa, nggak harus bulan madu dulu untuk bisa ke sini. Hahaha.

Bersambung...

Thursday, September 26, 2013

September Kelabu

Pertanyaan hari ini yang bikin setengah mateng "kamu udah longgar ya?"
Excuse me... Nggak lihat emang ya, gue ngos-ngosan kerja. Dikit-dikit dipanggil, inilah itulah, bantuin si onolah, beginilah, begitulah. Kayak yang gue ongkang-ongkang kaki aja. Bete banget. Mana tiba-tiba disuruh buat ngubah sesuatu lagi, pas saat gue mencurahkan jiwa raga gue buat ngerjain proyek
yang bisa dibilang mikir sendiri buat simulasinya.

Alamat gue lembur lagi, besok. Mana bakal presentasi sendirian pula. Bahan belum beres karena ngerjain yang lain, plus dianggap nggak punya kerjaan. Siaaal siaal. Susah juga gue diminta sabar. Sering jadi bemper.

Hufff, Septembeer september. Memang kelabu banget buat gue. Nggak ada habisnya. Mau marah, marah ke siapa? Mau nangis, nangis ke siapaa lagi. Sebenarnya, bisa-bisa aja gue ngerjain. Tapi waktunyaaa, waktunyaaaa. Udah gue bela-belain ngerjain kerjaan lain yang katanya "rush". Padahal kerjaan gue nggak kalah rush. Gue belain bantuin orang, pas gue mau kerjain kerjaan gue sendiriii, adaaaa aja.

Sori yee, banyak banget kata negatif. Soalnya, udah palak kali lah rasanya. Tapi bener deh, kesal banget gue dianggap nggak ada kerjaan. Mentang-mentang nilai proyek yang gue pegang nggak seberapa, bukan berarti kerjaan gue gampang.

Tuhaaaaaaan, kapan keadilan itu dataang #stres, pengen tidur, tapi harus bangun buat ngerjain. Hiks. Bisa nggak sih gue cuti, yang bener-bener cuti?

Monday, July 29, 2013

Terombang Ambing

Yaah, saya benar-benar terjebak. Berasa kerja rodi atau romusha. Tak henti-hentinya berpacu dengan berbagai macam deadline dan mulai menuju ke proses yang tidak sehat. Berasa proyek yang dikerjakan proyek ecek-ecek, padahal kami berusaha mati-matian dan berurai air mata. Ya, itu yang saya rasakan. Tepat pada saat ini, sekarang, saat saya menulis di sini.

Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat dan Senin lagi. Baru menarik napas, sudah Jumat saja. Baru merem dikit, sudah Senin lagi. Rasanya Sabtu dan Minggu lewat begitu saja. Saya sempat berdoa, Wake Me Up, When September End. Serasa berlari terus-terusan di bulan ini. Waktu yang sempit, apa kerja saya yang kebanyakan??


Tuesday, May 28, 2013

Jenuh

Mungkin saya yang salah, tetapi saya jenuh luar biasa. Luarrrr biasaaa sangaaat jenuh dengan semuanya.
Mungkin saya nggak cocok
Mungkin saya nggak pantas
Saya sangat jenuh sekali, sangat
Hingga outputnya saya mengeluh selalu

Sunday, April 21, 2013

Anarki

"Keluar cepat! Jangan sembunyi woi".

Teriakan terdengar begitu keras, dengan bunyi pecahan kaca mengikutinya selepas itu. Campuran suara hiruk pikuk itu langsung membangunkan saya dengan debaran jantung yang kacau balau. Ingatan saya terlempar cepat menuju malam tahun baru yang cukup mengerikan dulu.

Waktu yang mencekam itu berlangsung lebih kurang setengah jam, hilang timbul dalam kejaran-kejaran tak beraturan. Simpang siur membolak balik perut saya yang langsung terduduk dan menyudut di kamar.Saya tak bisa berpikir jernih, selain ketakutan sempurna dengan aksi anarkis di belakang sana.

Lama berselang, setelah sedikit bertanya dengan penjaga rumah, dia mengatakan itu adalah tawuran anak-anak. Haaaah, sungguh benar-benar tidak bisa saya mengerti jalan pikiran mereka. Tidak memikirkan orang-orang disekitarnya dengan kericuhan yang mereka timbulkan.


http://farm4.static.flickr.com/3576/3652702115_1d18f474c9_o.jpg
(Source: here)

Thursday, April 18, 2013

Project Management Overview

(Source: here)
Heyho, berikut penjelasan singkat tentang melakukan kerja.
Yayaya, dalam hidup, nggak kerjaan aja yang dipikirin. Supaya waktu nggak habis terbuang, maka susunlah strategi dalam melakukan pekerjaan. Biar pekerjaan jadi efisien. Tetapi tetap aja nggak bisa dipungkiri akan ada faktor eksternal dan internal yang akan mempengaruhi kinerja kerja kita. Internal, mungkin masih bisa diatasi, karena itu berhubungan dengan diri kita. Sementara bagaimana dengan eksternal? Nah, itu yang harus kita coba atasi dengan berusaha menerapkan kesamaan persepsi antara kedua belah pihak.

Baiklah, sekarang saya akan mereview sedikit kepada teman-teman sekalian, mengenai tahapan pekerjaan. Sehubungan dengan seringnya saya nyebur ke proyek (eitss, jangan bayangkan bahwa proyek saya adalah proyek pembangunan jalan raya atau kilang minyak. Beluum, saya masih proyek yang di depan-depannya. Proyek pembuatan kajian kelayakan), maka sedikit dan juga banyak, saya memahami prosedur yang sebaiknya dilalui oleh seorang pelaksana proyek dalam pekerjaannya.

Tidak mempengaruhi bahwa itu adalah proyek tahap kajian kelayakan, FEED ataupun EPC, tahapan dalam masing-masing fasa adalah tahapan berulang. Dan setiap fasa akan bisa dimasuki selama fasa sebelumnya sudah memenuhi standar yang dibutuhkan. Kalau bahasa bos saya, setiap fasa akan dihubungkan dengan pintu-pintu keputusan. Ketika pintu itu sudah dibuka untuk ke fasa berikutnya, there is no turning back (*asiiik).
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...