Tulisan ini dibuat hanya untuk melepas semua kepenatan yang menempel di otak akhir-akhir ini. Aku bukanlah seorang penulis yang baik, sehingga rangkaian kata yang mengalir bukanlah puisi indah penghapus penat yang lelah atau pun pelipur lara yang duka.
Aku, hanya seorang manusia yang juga punya ego layaknya manusia lainnya. Berlari dari satu titik tak tampak ke titik lain untuk mencari sesuatu yang terkadang membuatku sendiri pun bingung dengan apa yang dicari. Haruskah aku bertanya pada angin yang bertiup di pagi hari, atau pun pada udara yang memenuhi atmosfer bumi. Mungkin dia tahu apa yang ku cari? Karena dia ada dimana-mana, bisa melihat apa saja dari sisi-sisi yang berbeda. Mungkin aku sedang berusaha mencari rasa bahagia? Ya, jarak kadang tak terlukiskan dengan kata-kata hanya untuk memenuhi hati hingga mencapai sebuah sebutan bahagia.
Apa bahagia itu?
Apakah saat materil yang engkau peroleh cukup tapi hatimu kosong?
Atau apakah sebuah bangunan besar yang bisa engkau tempati dengan keluargamu?
Atau apakah saat engkau menonton sebuah film di suatu waktu untuk mengobati pikiranmu?
Jika engkau bertanya kepadaku, maka aku akan bilang Entahlah. Semua itu bergantung padamu. Saat ini, aku sama sekali tidak tahu apa itu bahagia? Kadang aku bertanya, mengapa aku tidak bisa tertawa lepas seperti mereka. Berekspresi seperti mereka untuk tertawa. Apa yang salah denganku? Aku hanya bisa melihat mereka dari kungkungan kaca yang mengelilingiku. Memagarikubagai beton yang terpancang kuat, namun terlihat begitu rapuh.
Kucoba bertanya kepada teman-temanku, jika aku layak menyebut mereka begitu. Ada apa denganku? Mengapa aku begitu kaku? Mengapa aku tidak selues kalian? Apa itu bahagia? Jika aku mendapat sesuatu yang aku inginkan, wajahku akan tertawa. Tetapi hatiku tidak secerah wajahku. Aku merasa bukan itu yang kucari. Sungguh, bukan itu.
Apa engkau kira aku tidak berusaha?
Aku sudah berusaha.
Ku coba menghabiskan waktuku untuk menonton film seperti orang-orang. Tetapi setelah film berakhir, aku merasa hampa.
Ku coba menghabiskan waktu dengan makan sesuatu yang kuinginkan. Tetapi setelah itu terasa hampa, mungkin hanya perut yang sudah terisi.
Ku coba menghabiskan waktu untuk berjalan-jalan, tetapi setelah itu aku merasa biasa saja.
Oh Tuhan, mengapa aku seperti ini? Selalu selalu selalu selalu merasa hampa. Apa yang kucari dalam hidup ini. Apa tujuan hidupku? Uangkah? Kekayaankah? Kedudukankah? Pandangan di mata orangkah? Apa? Apa? Apa ini dikategorikan sebagai mengeluh? Mungkin dengan cepat engkau akan bilang "Iya Dina, berhentilah mengeluh". atau tidak bersyukur?Aku bersyukur atas apa yang ku terima. Sungguh. Hanya saja aku selalu merasa hampa.
Aku akan berusaha, selalu berusaha untuk mengusir rasa hampa ini. Jika saat itu singgah dalam hidupku, aku yakin bahwa aku akan bisa dengan bangga menyatakan bahwa aku bahagia.
2 comments:
Ya ampun cungki...
aku tidak tahu sedesperate itu kah kau..
hahahahha...
tenang sajoooo... pasti ada saatnya jua kau bertemu jodohmu..
semoga tahun baru 2012 kau sudah bersama jodohmu ya cungki,,,,
Heee, kamu vulgar..vulgar. Main buka kartu segala.. Tidaaaaak!!!!
Post a Comment