Monday, December 12, 2011
Burn
Rasa ini membunuh saya hingga ke rongga dada. Ingin rasanya mencabik jantung dan menguliti lemak-lemak yang menyelubunginya. Lemak yang secara kasat mata menutup pernapasan saya. Mempersempit rongga dada perlahan dan menusuk tulang rusuk dengan beringas. Helaan napas berulang-ulang tak lagi menjadi alasan untuk melegakan. Hanya kesempitan yang menutup hingga tulang punggung belakang.
Rasa itu muncul dari sebuah pertanyaan. Pertanyaan dari sebaris kalimat dalam kotak pesan. Pertanyaan sederhana yang menanyakan seulas kabar mengenai saudara yang entah dimana. Pertanyaan yang langsung ditanyakan kepada saya. Tapi, pertanyaan sederhana itu tidak bisa saya jawab. Karena pertanyaan itu juga menjadi pertanyaan saya. Saya tidak bertanya kepadanya, saya hanya memendamnya. Memberi waktu baginya untuk lebih dewasa menghadapi hidup. Memberi waktu baginya untuk mengenal dari sisi yang berbeda.
Butuh waktu hingga 3 jam untuk menjawabnya. Melayangkan balasan yang sama sekali tidak menjawab. Hanya mungkin lebih menjadi sebuah pertanyaan lain tentang betapa saya tidak becus jadi seorang saudara. Saudara yang mungkin dianggap sangat tidak perduli tentang yang lain dan pikiran ini membunuh saya. Perlahan-lahan dan dimulai dari rongga dada. Susah sekali rasanya berkonsentrasi. Susah sekali rasanya bercerita. Yang ada hanyalah tangisan terpendam yang menggema di dalam dada ini, dada yang semakin menyempit.
Maafkan saya yang tidak becus ini. Maafkan saya yang tidak terlihat perduli ini. Memikirkan saja rasanya saya ingin menangis. Mengenai kabar tentangnya yang begitu mengiba. Tapi tidak apa-apa, inilah saatnya bagimu untuk bersikap lebih dewasa. Tidak hanya berpikir untuk hari ini, tapi nanti. Agar kamu lebih mandiri dan lebih bertanggung jawab lagi. Saya tahu kamu baik, saya juga merasakan kebaikanmu. Tapi yang saya lakukan, yang lain lakukan, semua adalah untuk kebaikanmu.
This feeling is burning me from inside.
And I sick of that
Labels:
Curhat
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment