It has been a long time since I wrote my last blog. With the new story of traveling. And I just forgot to finish my writing about China and the last vacation I had, Thailand. And here I am now, sitting in front of my laptop in South Korea, alone in my journey. Never think to be like this, but it is, alone. So, I should find my way to have a great visit to this country. Not only about my work, but I should explore it. 7 days should be enough.
Switch to bahasa by the way.
DAY (-) 14 to DAY (-) 1| Preparing but not really preparing
Awalnya, saya ada rencana dengan teman kuliah untuk pergi ke Makassar dengan salah satu pesawat komersial, tapi karena suatu alasan kepailitan, kami gagal berangkat. Namun, Tuhan punya rencana lain, saya diikutseratakan dalam salah satu Konferensi Gas Dunia di Negeri Ginseng, Gastech 2014. Yuhuu.
In fact, saya bukanlah orang yang sangat-sangat preparing untuk melakukan perjalanan, kecuali itu adalah mandatori yang harus dipenuhi. Saya tak terlalu menyukai administrasi, tapi saya tahu itu harus dilalui. Jadi, apa yang saya persiapkan sebelum ke Negara Ginseng ini? Ya, khusus administrasi saja. Hehe.
Berikut hal-hal yang administrasi yang dipersiapkan jauh-jauh hari untuk berangkat ke Korea:
1. Visa Korea
Indonesia tidak tergabung dalam negara yang dapat membuat Visa On Arrival di Korea dan mereka sedikit strict dengan negara kita dalam hal perizinan. Kalau ingin lancar, lengkapi semua persyaratannya (Note: saya tak suka administrasi, sebab saya perfeksionis. Everything has to be perfect).
Syarat Visa:
Kewajiban umum yang disampaikan oleh Embassy of The Republic of Korea tidaklah terlalu banyak seperti yang disajikan pada situs ini: click here. Tetapi ternyata, masih ada banyak bunga-bunga lain yang harus dipersiapkan.
- Visa Application Form (donwload the formulir here)
- Passport (minimal 6 bulan berlaku) dan fotokopi. Jika kalian sudah pernah berganti passport, mereka juga meminta untuk dilampirkan.
- Photo (lihat ukurannya pada Visa Application Form - lebih valid seperti itu, karena info suka berbeda) --> saya sedikit tricky dengan hal ini, jika kalian memiliki foto yang lebih besar dari ukuran yang diminta, potong saja dan sesuaikan ukurannya. Hahaha)
- Fotokopi KTP
- Fotokopi Kartu Keluarga
- Pernyataan kemampuan secara finansial seperti bukti tabungan selama 3 bulan terakhir dan Surat Referensi dari Bank.
- Fotokopi NPWP
- Fotokopi SIUP (khusus Perusahaan)
- Surat Referensi dari Perusahaan (apabila perjalanan dilakukan untuk keperluan bisnis)
- Tujuan kedatangan ke Korea (ini sih saya saja yang nambah-nambahin. Biar visa saya nggak ditolak, secara udah bayar Delegate Fee nya Konferensi. Plus, saya belum beli tiket pesawat dan booking Hotel di Korea saat itu. Hahaha).
Cukup banyak pemirsa. Pihak kedutaan sepertinya kurang lengkap ngasih info atau kita saja yang mengantisipasi biar tidak ditolak. Perlu diberi catatan, syarat ini memang sedikit banyak terutama untuk poin 8 - 10, itu lebih kepada perjalanan bisnis. Kalau kalian berniat untuk vacation, yang penting kalian sudah tahu akan tinggal dimana. Info ini penting.
2. Air Ticketing
Saya terbang bersama Korean Air, maskapai milik Korea. Harganya lebih tinggi daripada Maskapai Garuda Air. Awalnya mau naik Garuda Air, tetapi saya kurang beruntung, tiket sudah tewas pas H-7. Mati!! Untung ini perjalanan bisnis, jadi harga tiket ditanggung perusahaan.
3. Hotel
Persiapan ini juga poin sangat penting. Pastikan bahwa kalian sudah ada tempat tinggal sebelum keberangkatan. Secara, tidak ada izin Visa kalau belum ada tempat tinggal. Untuk share pengalaman saja, saya belum booking hotel saat mengajukan Visa, tetapi saya sudah ancang-ancang tinggal dimana (soalnya ada tertulis pada form pengajuan visa). Tetapi pada akhirnya, saya memilih hotel berbeda di sini, hehehe.
Sekali lagi, karena ini perjalanan bisnis, harga booking Hotel tidak menjadi isu. Saya sebenarnya mau di Hotel yang ratenya low, tetapi karena atasab saya peduli dengan anak buahnya ini, jadi hotel saya dan bos disamakan dengan rate yang hadeeh, nggak bakal mau deh kalo kantong pribadi.
Itu adalah 3 hal utama yang saya persiapkan. Bagaimana dengan yang lainnya, seperti jalan-jalan dan transportasi yang akan saya lakukan selama di Korea? Saya tidak banyak berpikir, hahaha, soalnya saya itu tipe Perspective bukan Judging (saya berkepribadian ESTP) dengan kuote terkenal saya "Ya udah sih, jalani aja dulu, pokoknya yang penting nyampe di tempat". Saya hobi banget khawatir tapi nggak punya solusi sampe harus menghadapi masalah itu.
H-7 saya tertunjuk (sigh) jadi staf yang melakukan ISO di Perusahaan. Tahu nggak artinya? Saya harus mempersiapkan segala dokumen administrasi yang bejubel tapi nggak banyak-banyak amat nan time consuming. Dan Auditnya pada hari H saya akan terbang, kebayang nggak sih gimana saya dapat berpikir untuk jalan dengan segala hal administrasi ini. Nggak saya sama sekali nggak mikir jadinya.
(Visa dan Uang Korea - Tahap Persiapan)
Visa saya akhirnya diapprove sekitar 7 hari kerja. Visa yang awalnya mau saya urus sendiri karena kelengkapan dokumen sudah dirampungkan, akhirnya harus berpindah tangan ke agen travel. Antiklimaks ya? Soalnya saya kan sibuuk, lagian ini juga urusan kerja (ngeles). Harga pembuatan Visa ada disebutkan di situs Embassy yang saya sebut tadi ya.
DAY 1| Tracking and Observing|22 March 2014
Audit ISO saya kemaren rampung pada jam 2 siang dan saya harus berangkat ke bandara pada jam 6 sore. Sampai saya pulang ke kosan pada jam 3 sore, saya belum ada bayangan saya harus naik apa ke Hotel. Ketika sore menjelang, saya mendengar kabar bahwa atasan saya tidak jadi bergabung dengan saya ke Korea, which is mean, saya sendirian di sini. Perasaan saya campur aduk, antara sedih karena bakal garing juga sama excited karena akan bertandang ke negeri orang yang bukan berbahasa Inggris yang berarti tantangannya juga oke. Jadi saya aminkan saja dan harus berani, udah gede ini.
Masih pada H-1 sebelumnya, saya putuskan sebelum berangkat ke Bandara Cengkareng, saya harus putuskan naik apa ke Hotel, bagaimana-bagaimananya nanti saja diputuskan. Ada banyak cara yang bisa kita tempuh, which is by taxi or by subway or by bus.
1. Taksi.
Mau naik taksi, harganya selangit. Meski saya melakukan perjalanan atas nama bisnis, saya tetap nggak rela ngabisin uang sebanyak itu untuk mencapai Hotel, yang setara dengan harga saya pulang kampung ke Padang atau Pekanbaru. Kira-kira harganya berkisar antara 40.000 sampai 90.000 Won Korea (check here) Karena 1 Won sama dengan 10 Rupiah, jadi sama saja dengan 400.000 - 900.000 Rupiah. Perjalanan yang hanya satu jam pemirsa dengan taksi seharga segitu, udah sampe Surabaya kali saya, 1 hari 1 malam, itu aja kelebihan. Jadi opsi ini saya coret.
Tambah lagi, katanya beberapa supir taksi nggak paham bahasa Inggris, jadi akan susah kan mau bilang alamat kita dimana. Jadi sebelum saya menginjakkan kaki di Korea, opsi ini masih ragu-ragu saya putuskan. jadi saya menyiapkan print-out alamat hotel saya dalam dua bahasa: bahasa Inggris dan bahasa Korea. Yang pentinga, jangan lupa ada nomor telpon hotelnya. Jadi minta aja pak supir nelpon petugas hotel dengan bahasanya dia untuk bagaimana-bagaimananya cara ke Hotel. See, nggak efektif kan buat kita yang kere.
2. Subway.
Opsi ini menarik juga untuk dipraktekkan, tapi kayaknya nggak oke deh buat perjalanan awal. Harganya memang miring gila (check here), hanya berkisar antara 900 sampai 4500 Won Korea, bisa irit 10 kali lipat dibanding taksi. Tetapi ya itu tadi, nggak menarik karena saya nggak tahu juga posisi tepatnya Hotel saya dimana? Meski saya sudah download aplikasi Android tentang Sistem Subway di Korea (namanya Metroid Subway pemirsa), nggak lucu juga saya nenteng-nenteng koper sama tas backpack sama tas formal sendirian dan nggak paham arah dan nentengnya itu pake naik tangga ampe 3 tingkat untuk hanya mencapai permukaan dengan posisi nanjak, plus perjalanan ke hotel yang antah berantah posisinya.
3. Shuttle Bus
Opsi ini menjadi sangat ideal karena Hotel saya ternyata berafiliasi dengan shuttle bus di Airport, kenapa saya baru sadar opsi ini? Karena itu tadi, saya nggak mikir. Yang ini opsi yang begitu sempurna, tepat sasaran dan nggak repot. Cukup katakan kemana tujuan hotel beres. Catatannya, untuk mempersingkat percakapan dalam bahasa rimba karena kadang-kadang saya nggak kebayang juga mereka ngomong apa (itu pake bahasa inggris ya) mending kalian putuskan kalian mau naik bus nomor berapa. Jadi seperti bus pada umumnya, mereka mempersiapkan trayek yang dilalui setiap bus. List nya dapat dilihat di situs ini (click here). Harganya hanya 16.000 Won Korea (masih mahal lah ya dibanding Damrinya kita), tapi less effort with reasonable price for us, the kere-one. Hahaha, ketawa iblis karena bagaimana saya menemukan lokasi shuttle hasil nanya-nanya di TKP. See, Tipe Perspektif banget nggak itu.
Dan saya putuskan saya mau naik Shuttle Bus ketika sampai di Korea dengan catatan nomor bus saya yang 6702 dengan tujuan Namsan (baru tahu pas lihat list itu, namanya sulit pemirsa, nggak familiar telinga saya). Untuk pembelian tiket bus, kalian bisa beli di counter tiket sebelum keluar Gate No. 4 dan Gate No.11 dan pilihlah nomor bus kalian dan berbarislah di masing-masing antrian yang didepannya ada nomor bus kalian. Ketika akan naik bus, kalian akan ditanya tujuan kalian kemana dan petugas akan memuat koper kalian ke dalam bagasi. Koper kita diberi sticker dan 1 sticker lagi untuk kita pegang. Saat berada di dalam bus, kita diminta menggunakan safety belt (teraturnya), penumpangnya sepi, cuma 7 orangt dari bandara dengan bule mayoritas. Perjalanan ke Hotel berlangsung damai sentosa, dan diantar langsung di depan gerbang hotel. See, gampang kan, nggak mikir banyak dan harga miring (most recommended transportation for the first visit to Korea with bunch of traveling bag)
Namun, sebelum itu saya putuskan untuk beli perlengkapan perang lain
seperti SIM Card dan T-Money di bandara Dan saya baru memutuskan untuk membeli itu
ketika saya berada di bandara, dengan mengingat masa lalu dimarahin bos
karena tidak beli simcard negara yang dikunjungi.
1.Sim card
Usaha ini sangat heroik karena jenis mobile phone yang saya gunakan adalah blackberry dimana itu adalah jenis HP yang nggak ngetrend di sini, jadi Sim Card nya repot nemunya. Dengan segala tentengan dan ketidak tahuan lokasi pembelian saya mendatangi setiap counter yang ada tulisan Sim Card dan bertanya, "Do you sell Sim Card?", dan banyak yang bilang tidak. Lalu saya bertanya lagi, "Where I can find that, some store which sell a simcard?" trus si mbaknya jawab "You can go to teeet (penting banget deh gue, bagian nama tokonya gue malah nggak dengar karena nggak jelas. Ngomong apa sih ni orang, huhuhu), go straight forward and you will find there". "Oooh, thank you", dan saya berjalan. Lalu ngetem lagi ke pusat informasi sambil nanya pertanyaan yang sama, dan dia menjawab dengan tidak jelas juga, tepat pada bagian nama Toko. Waktu saya minta dia menuliskan nama tokonya, dia malah mengibas-ngibaskan tangan. Apa coba? Maksud saya kan biar saya bisa langsung nyocokin tulisan sama nama toko (gampang).Untung saja, dengan perntanyaan ke sekian kali saya menangkap sebuah angka di sana, nama tokonya teet25. Jadi berbekal angka itu saya cari nama toko satu persatu. Oalaah, ternyata namanya GS25. Berjalan langsung ke TKP, nemu simcard, pergi ke kasir, mau bayar. Dia nanya jenis HP saya, saya bilang blackberry, sambil rempong ngubek-ubek tas untuk memperlihatkan. You know what she said, "Nooo, you can use it in your phone". Oke, nice, good, beautifull. Lalu saya mengulang lagi pertanyaan saya, "So, do you know where I can find it?", "You can go to ground floor", "Could you write the name of the store for me?", Dia langsung geleng-geleng "No, just go to ground floor" ya elaah, mamaak, susah amat beli Sim Card kalo niat banget beli.
Akhirnya, untuk ke sekian kali saya ke Pusat Informasi, nanya hal lain. "Apakah kamu tahu sebuah toko sim card di Ground Floor?" Dia bilang, "Nggak, itu bukan Ground Floor itu Basement". Lah, "But she said that I should go to ground floor? (sambil nunjuk-nunjuk ke bawah). Dia masih kekeh kalo itu Basement. Lalu saya putar otak, "OK, do you know any store that sell sim card, anything in the downstair?" Trus dia bilang, "Oh mungkin yang diseberang, kamu bisa keluar ke pada Gate 8, trus menyeberang lalu turun ke bawah, trus ada toko namanya teeet di dekat teeet" Alamaak ribetnyo. Waktu dia lihat saya bingung yang menyipitkan mata (dalam hati: Loo ngomong apa siih?), akhirnya inilah satunya orang yang berinisiatif memberikan catatan nama Toko kepada saya bahwa namanya Funny Malling di sebelah KB Bank. Alhamdulillah, terlepas dari ribet amat menuju toko.
Akhirnya saya berjalan untuk mengingat arah yang dia maksud. Di tengah jalan, bertemu dengan petugas bandara yang mendekati saya yang bertanya, "Anda mau kemana?" saya malah jawab "Saya mau beli tiket bus, dimana ya?" Dia jawab di Gate 4 dan 11. Lalu saya nanya lagi, soalnya saya kan niat mau beli Sim card di luar gedung, "Kalo saya keluar, bisa masuk lagi kan?" Dia lihat saya dengan wajah Hello-nya (mean: Hellooo, lu nggak lihat ada pintu enter and exit di setiap Gate), "Yes, off course. Biar aja lah malu daripada salah dan nggak bisa masuk. Nggak beli tiket saya entar.
Lalu keluarlah saya dari gedung melalui Gate 8, keluar, menatap jalan di seberang sambil mikir, kok tidak terlihat ada tanda-tanda toko, sesuatu. Huffh, akhirnya saya masuk lagi, pas ketemu si bapak petugas yang mau keluar. Lalu saya perlihatkan nama toko, dan dia bilang dia nggak tahu. Nya elaah. Saya ganti pertanyaa, Anda tahu ada KB Bank? "Ya, kamu bisa ke KB Bank di arah sana (sambil menunjuk suatu arah di lantai yang sama)". Saya ganti pertanyaan lagi, "Do you know other KB Bank in this airport? Any where?"
Dia mengangguk, "Oooh yes, you can go to downstair, In the basement. Go to the elevator and you just go straight, the KB Bank in your left" "Well, thank you." Nyahaahaa, gimana ceritanya ini. Saya turun dengan elevator, jalan aja lah, pokoknya nyari, dan ketemuuuuuu. Hahaha, sempet salah masuk toko juga sih, yang ternyata di sebelahnya. Grauk Grauk.
Nanya sana sini, harganya mahil pemirsa 41.000 Won Korea, dan sempet tidak kompatibel dengan BB saya, tapi akhirnya kompatibel. Ceritanya sih pake paket internet, tapi nggak jalan. Saya pikir bakal jalan, ternyata sampai sekarang nggak jalan-jalan. Ceritanya bisa buat nelpon interlnasional, tapi udah saya ikutin banget petunjuknya, tetap nggak bisa. Kesimpulannya, telpon hanya berlaku untuk lokal Korea dan itu artinya nggak berguna. Karena tujuan awalnya biar saya bisa dikontak atasan saya, tapi atasan saya tidak jadi datang (saya masih berharap bos jadi datang). Jadi saya belanja untuk menjadi tak berguna seharga 410.000 rupiah.
Namun buat siapa saja yang nantinya mau membeli SimCard, mudah-mudahan kalian pakai mobile phone yang banyak beredar di sini (Android - Samsung), please go direct to: Sejajar dengan Gate 8, ada elevator ke arah bawah menuju Basement, setelah keluar elevator, belok kanan, terlihat jalan dengan escalator datar (tipikal bandara) dan terus jalan hingga terlihat KB Bank yang berada di sebelah kiri. Jalan terus dari sana akan terlihat sebuah toko kecil yang menjual berbagai tipe HP, masuk ke Toko di sebelahnya dengan nama Funny Malling.
2.T-Money
Saya sempat baca bahwa kartu ini sangat berguna di Korea, bisa buat naik subway, naik bus sama belanja di 7Eleven atas GS25 (nama mini market Korea). Ketika saya mencari SimCard, saya malah beli ini duluan. Harganya 3000 Won, tapi saya belum sempat gunakan. Besok saya coba untuk menuju ke lokasi Konferensi di KINTEX 1 plus buat jalan-jalan.
Jadi, Sim Card - cek, T-Money - cek, and Tiket Shuttle Bus (KL Limousine) - cek. Harga normal 16.000 Won, karena saya pakai Korean Air, saya hanya bayar 15.000. Lumayaan. Jadi, waktunya ke Hotel. Sampai di Hotel jam setengah 11 AM, tapi saya baru dapat masuk jam 3 PM.
Dongdaemun History and Culture Park
Saya bingung, mau ngapain, awalnya saya bengong-bengong aja di Lobby. Mikir-mikir mau ngapain, masak nongkrong tidak jelas. Jadi saya putuskan jalan, mencari-cari brosur apapun yang hubungannya dengan peta (saya nggak punya peta Korea) yang menunjukkan pusat menarik.
(Peta-peta dan brosur-brosur untuk Pusat Wisata Korea - Should be explored it "Alone")
Ingatkan, saya nggak ada ide tempat wisata di sini apa, dimana? Dan saya dapat di dekat meja resepsionis (bagusnya hotel itu, selalu ada brosur traveling dengan map yang disebar, hahaha). Cek lokasi dan menemukan sebuah pusat menarik di dekat Hotel namanya Dongdaemun History and Culture Park. Entah tempat apa itu, tapi yang jelas bergabung dengan Stasiun Subway. Well, ini adalah salah satu stasiun terdekat hotel.
(Saat perjalanan Hotel-Dongdaemun Park - Pohonnya masih belum berdaun)
Jalan-jalan ke sana, susah juga mencari karena saya sama sekali tidak bertanya kepada orang-orang di sekitar. Pokoknya jalan sesuai peta sambil menyesuaikan apa saja yang bisa disesuaikan. Tempatnya luar biasa gede juga, terdiri dari gedung berarsitektir unik yang didesain menyatu dengan taman. Suhu udara cukup dingin dan kering, tidak baik untuk kulit tropikal seperti kita-kita ini. Mereka menyediakan 3 pameran di dalam gedung: Museum, Design Lab dan Art Hall. Saya tidak masuk ke dalamnya karena ada tiketnya (hahaha) plus ini kan hanya looking around saja tanpa berniat spending money.
Jadi saya putuskan jalan di dalam taman, ambil dari segala sisi taman (tanpa foto saya, karena wajah saya acak adut turun dari pesawat, belum mandi dengan baju yang entah bagaimana). Perasaan saya, benar-benar berasa di dalam dorama korea. Percakapannya, dan memang mereka stylist sekali. Semua orang menggunakan jaket dingin mereka dengan berbagai model yang menarik, pengunjungnya beragam dari yang muda sampai yang tua. Dan satu yang pasti, sayalah satu-satunya pendatang yang berjilbab dan sendirian. Hehehe.
Lapar, saya putuskan cari KFC. Dan SUSAHnya minta ampun. Sampai sekarang saja, saya belum tahu ada KFC atau enggak di lokasi ini. Pusat jajanan sih banyak tapi kan saya nggak tahu juga mana yang B2 atau nggak. Semua bertuliskan Hangeul, yang artinya saya nggak bisa baca, yang artinya berbahaya. Saya berjuang keras mencari KFC terus berjalan dari ujung hingga ujung, bergerak memutar, entah kemana saya jalan, akhirnya saya menemukan sebuah restoran India dan ada label HALAL. Yang jual masih Korea sih, tapi bismillah sajalah, saya sudah lapar dan lelah. KFC masih tak dapat dideteksi dimana-mana.
Nama Toko: Indian Food - Pooja
Harga: berkisar antara 4.000 - 50.000 Won Korea.
Jenis makanan: berbagai macam Kari Ayam dan Seafood, dan pernak-pernik makanan lainnya.
Yang anehnya tempat makanan halal di luar negeri yang mayoritas umatnya bukan muslim adalah mereka tetap menjual minuman beralkohol dan wine. Nggak sinkron lah buat saya yang Indonesia ini.
Saya membeli satu paket Kari Ayam yang pedas (penting banget item ini buat saya) dan nasi. Total harga 13.500 Won Korea (135.000 Rupiah). Dalam perjalanan, saya membeli minuman bersoda seharga 2.000 Won (20.000 Rupiah). Catatan: mahal? pasti. tapi sepertinya memang harga barang di sini sangat mahal karena mungkin pendapatan mereka juga berkisar segitu. Ini juga karena nilai uang kita yang lebih rendah. hahaha. Makanya banyak orang bahagia ke Indonesia, bagi mereka harga makanan kita murah dengan kualitas yang luar biasa.
That's all for today. Akhirnya saya check in jam 3 PM, setelah bersih-bersih, makan dan solat, saya istirahat. Get a well rest. Kaki saya berasa bengkak karena jalan dan tidur yang nggak nyaman pas di pesawat.
(Tampak luar Hotel - Nggak jauh beda juga dari Indonesia kalau dilihat dari sisi ini)
Pesan Moral hari ini:
- Naik Shuttle bus saja pas awal datang, tapi cek alamat dulu ya pada web yang saya link di atas. Subway saat explore aja, saya belum tahu karena belum pakai, jadi belum bisa banyak cerita untuk moda transportasi ini. Taksi, nanti dulu deh, kecuali lagi kepepet atau memang tajir gila
- Beli simcard kalau ada teman saja di Korea, nggak penting banget lah, udah mahal, nggak bisa dipakai.
- T-Money penting juga untuk dibeli. Besok baru launching penggunaannya, gonna tell you more.
- Harga barang dan makanan, mahal klo sibuk convert ke Rupiah. Jadi jangan kaget ketemu harga selangit.
- Bawa baju dingin sama sarung tangan kalau lagi musim semi, apalagi musim gugur dan winter. Suhu disini dingin dan kering, lebih baik lagi membawa lotion.
Dunia ini luas, jika ada kesempatan untuk mengekplorasinya, maka lakukanlah(DY, Dongdaemun, Seoul, South Korea, 22 March 2014)




No comments:
Post a Comment