Berperan sebagai pelita dan berubah menjadi sumber mara bahaya. Begitulah tepatnya analogi yang sering menggambarkan si Jago Merah. Kekuatannya tak pelak meluluh lantakkan 10 rumah warga di kawasan Kali Pasir, Cikini Menteng. Lokasi kebakaran yang sangat dekat dengan kosan tempat saya berteduh.
(Pemantauan Kebakaran Jarak Jauh)
Pagi ini, Senin (24 Desember 2012), tepatnya pukul 09:30 WIB, salah seorang rekan kerja melihat asap hitam membumbung tinggi dari arah perumahan, tempat kami bermukim. Asap hitam dan tebal itu memenuhi angkasa dan melatar belakangi langit pagi yang terlihat mendung.
Karena posisi kebakaran yang tidak jelas dari arah mana, maka saya dan beberapa rekan kerja langsung menuju TKP untuk memastikan posisi titik api dan tentu saja menuju kediaman masing-masing untuk mematikan saluran listrik yang mungkin saja masih terpasang. Berharap dalam keadaan was-was bahwa sumber api itu tidaklah berasal dari kosan kami. Alhamdulillah, posisinya cukup jauh dari tempat tinggal kami, namun hanya berjarak 100 m dari posisi kediaman rekan kerja saya yang melihat pertama kali asap tersebut.
Ini adalah kali pertama saya melihat peristiwa kebakaran di lokasi kediaman saya. Sayangnya, saya tidak bisa melihat lokasi kebakaran, karena tidak ingin menghambat pekerjaan dari pihak pemadam kebakaran yang datang. Dari berita yang saya peroleh, ada sekitar 31 unit mobil pemadam kebakaran yang ditugaskan ke area padat pemukiman tersebut. Mulai dari unit besar hingga yang kecil. Ada banyak pihak berwenang yang lalu lalang di sana, mulai dari polisi, petugas pemadam kebakaran, dan satpol pp. Selain itu, area ini juga dipenuhi orang-orang yang penasaran dengan sumber api dan orang yang was-was kediamannya juga terkena dampak kebakaran tersebut (seperti saya).
(Unit Pemadam Kebakaran menuju Lokasi)
Saya sempat merekam unit pemadam kebakaran yang bersegera datang ke lokasi. Alhamdulillah, kurang dari satu jam, api dapat dipadamkan. Info sumber api masih simpang siur, ada yang mengatakan kebakaran terjadi karena adanya korsleting dari salah satu rumah warga dan ada juga yang mengatakan berasal dari ledakan tabung gas. Yang jelas, api langsung membesar dan menyambar rumah warga yang lain. Tak pelak hanya dalam beberapa saat sebelum dipadamkan, api sudah menghanguskan 10 rumah warga setempat.
(Hiruk Pikuk di sekitar lokasi kejadian)
Memang malang sulit dihindari, nasi sudah menjadi bubur. Yang bersisa hanyalah penyesalan dan kesedihan akan kehilangan. Semoga ini menjadi pelajaran buat kita semua untuk selalu berhati-hati dalam bertindak. Selalu mematikan aliran listrik ketika bepergian dan meyakinkan bahwa pipa tabung gas tidak bocor. Dan tentunya berdoa bahwa kita dihindarkan dari hal-hal yang tidak diinginkan.
Note:
Tanggapan pihak pemadam kebakaran cukup sigap, mengirimkan unit yang cukup banyak.
Sebaiknya, pihak-pihak yang tidak berkepentingan jangan memenuhi area kejadian karena dapat menghalangi pekerjaan pemadaman karena sesaknya lokasi dengan orang yang penasaran.
Mencegah lebih baik dilakukan sebelum semuanya terlambat
No comments:
Post a Comment