Thursday, December 6, 2012

"Life Goes On"

 (Source: here)

Gadis itu mencoba mengalihkan tatapannya, antara jengah dan senang. Mencuri pandangan dan berusaha secepat kilat mengalihkan ke arah lain. Sementara objek di depannya juga melakukan hal yang sama dengan cara yang berbeda. Berlama-lama berdiri di antrian wudhu dan selalu mundur ketika temannya yang lain datang mengantri. Dari yang didengar si Gadis dari dua temannya yang sibuk memperhatikan tingkah polah mereka berdua, Lelaki itu juga berkali-kali memandang ke arah Gadis dan tersenyum sendiri. Ada binar bahagia di sana.

"Apa tidak ada lagi kesempatan buatku?" Itulah kalimat yang selalu dituliskan Lelaki itu ketika mereka bercakap-cakap di dunia maya. Si Gadis selalu gamang jika pertanyaan itu muncul dari si Lelaki. Dia gamang dengan perbedaan yang ada di antara mereka, gamang dengan keterbatasan yang ada, gamang dengan ketidaktahuannya dengan zona yang akan dia masuki jika dia mengiyakan, dan gamang dengan ketidakbiasaannya dengan perasaan yang dia rasakan saat ini.

Gadis itu terlalu banyak berpikir, sehingga pikirannya membuat dia tidak bisa lagi berlaku seperti dirinya sendiri. Ketika perasaan itu mulai menjadi pemeran utama, dia serasa menjauh dari Lelaki itu. Jarak yang terbentang di antara mereka semakin menganga dan melebar. Hanya pandangan atau senyum simpul saja di antara mereka, tak ada lagi percakapan panjang atau lambaian tangan berlebihan seperti dulu. 

Dia senang ketika mengetahui bahwa Lelaki itu memang ada rasa padanya, berarti perasaan yang dia rasakan bukanlah tepukan sebelah tangan. Berulang kali dia mempertanyakan kepastian itu kepada teman-teman yang dia percaya, dan semuanya mengatakan jawaban positif. Ini baru baginya karena rasanya berbeda. Tetapi dia sedikit lelah sendiri dengan perilakunya.

Sebentar lagi dia ingin menyelesaikan semuanya. Jika memang perasaan positif itu yang muncul, karena mereka memang sudah mengetahui perasaan masing-masing. Dia sudah memutuskan bahwa dia tidak lagi ingin menjadi pemain solo. Dia butuh partner, partner yang akan membuat dia kembali menjadi dirinya sendiri. Dia tidak mau berjalan di tempat sebab Hidup Terus Berjalan (Life Goes On).

 "Aku tahu kau sedang terpuruk. Kau bisa mempercayakanku sebagai peneguhmu"
"Sulit bagiku, karena ketika aku berusaha mempercayakannya, kau tampak ragu"
"Aku hanya ragu ketika ada gamang di sana. Tapi aku akan terjaga hingga tengah malam untuk menunggu ragu itu sirna"
"Bagaimana aku tahu bahwa kau masih terjaga hingga tengah malam?"
"Karena aku akan selalu mengirimkan tanda ini padamu setiap 5 menit untuk meyakinkanmu"
(Sepenggal Kisah dari Seberang)

(Source: here)

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...