Tuesday, December 11, 2012

Lonely Traveler or Not?

If I have a chance, I would like to round the world. Hihihi.

Perlu modal yang cukup nekat buat jadi Lonely Traveler. Meski udah dilakukan sama banyak orang, tetapi modal nekat saya masih cemen men. Lihat orang jalan bawa buntelan segede gaban, mupeng pengen jalan. Lihat orang sibuk bikin catatan perjalanan, jantung ikut berdebar-debar. Lihat orang pasang foto jalan-jalan, penasaran juga pengen barengan. 

Dasar gila jalan, tapi dasar kere juga, gaji sekarang belum cukup ngelakukan perjalanan yang mencengangkan. Plus belum ada istilah dapat cuti pake sebulan, karena masa kerja belum bisa dikategorikan kelamaan. Sebenarnya  nggak boleh gini, misuh-misuh nggak jelas kayak orang susah.


(Source here: Lonely Robot)

Kalau kata Lori dalam film Walking Dead Season 3 Episode 4 (waktu dia nasehatin anaknya Carl pas mau melahirkan. "Kok jadi promosi TV series begini? Hehe"), "Yang paling gampang itu melakukan yang salah. Tetapi usahakanlah untuk selalu melakukan yang benar" (Saya mewek habis-habisan dan sekarang sedang dalam masa berkabung atas meninggalnya Lori, hiks). Makanya niat saya ini mesti dibenerin dulu, bener nabungnya, bener ngumpulin modalnya, bener ngerjain kerjaannya.

Sebenarnya saya juga belum pernah. Kecuali pergi ke kampung sendiri atau cari alamat orang sendiri itu dihitung. Lonely Traveler itu biasanya dilakukan orang yang pas mau jalan nggak ada teman yang kebetulan punya uang dan niat yang sama, atau yang memang lebih suka jalan sendiri. Biasanya dia memilih begitu karena malas repot dan mau pergi kemana aja tanpa ada beban. 

Kalau kamu orangnya yang tipe easy going atau tipe Introvert, paling cocok jadi Lonely Traveler. Si Easy Going akan gampang dan welcome ketemu orang baru, si Introvert akan asik di dunianya sendiri tanpa mau repot beramah tamah. Haha, its depend on your character.

Berikut pendapat saya (ini kok jadi berasa membuat artikel??).

Lonely Traveler 

Keuntungan Lonely Traveler: bebas kemana aja, mau lama-lama atau sebentar, terserah sendiri. Nggak akan ada perdebatan karena kita akan lebih mandiri dan nggak bergantung sama orang yang jalan sama kita, dan kita akan lebih berniat untuk berkomunikasi dengan orang lain karena kita sendirian (ini kalau tipenya Easy Going, ya. Kalau introvert, lain lagi ceritanya).
Kerugian Lonely Traveler: lebih boros karena nggak bisa patungan, nggak ada teman seperjalanan.
Modal: harus punya persiapan matang, berani jalan sendiri, nekat, mau mencari informasi lebih, tidak mudah panik, dan cepat tanggap.
Tambahan: Sebenarnya ada hal lain, meskipun kita jalan sendiri, saya selalu percaya bahwa di setiap perjalanan, kita bakal ketemu orang baik yang bisa jadi teman perjalanan.

Group Traveler (entah ini istilah yang benar)

Keuntungan Group Traveler: biaya lebih murah bisa patungan, ada teman jalan, ada yang motoin..
Kekurangan Group Traveler: adanya perbedaan tujuan, ada batasan waktu, dsb.
Modal: sabar, masing-masing anggota harus ada kemampuan yang bisa diandalkan, nggak boleh gampang ngeluh karena mempengaruhi anggota lain, mandiri, nyantai dan nggak mudah panik.
Tambahan: intinya kalau mau jalan sama orang itu harus satu visi. Menarik sih kalau jalan dengan orang yang memiliki perbedaan karakter, saling melengkapi dan lebih seru. Tapiiii perlu dicatat, visi perjalanan harus sama.

Intinya mah, apapun jenis traveling yang dipilih, perjalanan itu harus dinikmati. Setahun ini perjalanan saya lebih banyak perjalanan dinas daripada traveling pribadi. Tahun depan harus bedaaaa... Hehehe. Target: Bisa jadi guide yang baik..


"Mimpi itu harus diusahakan, tidak hanya dituliskan"
(DY, 11 December 2012)

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...