Wednesday, April 11, 2012

Midnight Note

(Source: here)

Hari sudah berganti dari Selasa menjadi Rabu
Jalan di luar pun sudah sepi, menandakan tak berpenghuni
Lampu menerangi jalan-jalan sepi, membiaskan warna jingga di sudut mata ketika memandangnya di luar jendela.

Sunday, April 8, 2012

Old Story - I Love Them

Abu-abu selalu menemani saya, layaknya Putih. Tapi saya sudah pisah dengan mereka, ini kisah 9 tahun yang lalu
(Source: here)

Ada sebuah cerita, cerita dari masa lalu. Cerita tentang adik saya. 
Dia menatap makhluk itu dengan iba di depan sebuah rumah. 
Wajah makhluk itu begitu memelas dan meminta perhatian, terlihat begitu terlantar.
Hatinya luluh saat itu juga dan membawa makhluk itu pulang.

Saturday, April 7, 2012

7th: Short Escape the Rainy Town (Bogor)

(Welcome to Taman Raya Bogor)

Bermula dari percakapan pendek di grup BBM, akhirnya tim backpackeran melangsungkan rencana untuk bertravel ria ke kota hujan, Bogor. Berhubung ini juga cukup lama dan acaranya mendadak dangdut, jadilah perjalanan ini hanya singkat saja bisa saya ceritakan berikut pengalaman saya.

1. Salah naik kereta
Ini pertama kalinya saya naik kereta Commuter. Dengan berbekal tanya sana tanya sini, jadilah saya membeli karcis di stasiun Gondangdia, seharga 7,000 rupiah. Naik ke bagian atas dan bengong. Sendirian. Disana orang pada asyik dengan dunianya. Jadilah saya mendekati seorang perempuan dan bertanya, "kalau nunggu kereta arah Bogor di sini kan ya mbak?" Dia mengangguk (ya eyalah. Secara jalurnya cuma satu.)

Sixth: Ujung Kulon "The West Side of Java"

(Peucang Trip)

Yeah, akhirnya saya punya waktu untuk reka ulang kejadian perjalanan menarik saya ke Ujung Kulon. Wilayah paling ujung baratnya pulau jawa, yang umumnya dikenal sebagai wilayah konservasi Badak Jawa. Perjalanan ini sudah kami rencanakan jauh-jauh hari, dan akhirnya pilihan jatuh ke tanggal 30 September hingga 2 Oktober 2011. Mengapa? Karena grup backpacker kami join dengan grup backpackeran lainnya agar biaya yang dikeluarkan bisa ditekan lebih rendah dengan datang dalam jumlah besar. Prinsip backpacker: lebih banyak yang datang lebih murah biayanya. (>.<)

30 September 2011, Malam
Perjalanan ini dimulai pada Jum'at malam, saat kegiatan kantor berakhir. Umumnya atau malah semua orang yang tergabung dengan backpackeran ini adalah orang-orang yang sudah bekerja a.k.a no mahasiswa. Jadi, mau nggak mau harus ditetapkan jadwal yang nggak tumpang tindih dengan jadwal kerja. Meeting poin untuk peserta yang berasal dari Jakarta ditetapkan di Terminal Kp. Rambutan sekitar pukul 9:00 PM.

Silsilah Keluarga - Klan Nando

 (Source: here)
Proyek pembuatan silsilah keluarga sudah mulai mengudara.
Tiga keluarga kecil sudah mulai bergabung dalam memberikan ide.
Tak sia-sia rasanya dan sudah membayangkan pohon silsilah keluarga ini di pigura di ruang tamu atau di kamar kosan saya yang kecil ini.
Yah, dari sini saja dulu, terus mengumpulkan data, berjalan pelan-pelan.
Biar tidak omongan saja, tetapi ada bukti nyata.

Pintu dan Kunci - Until The Day

(Source: here)
Pintu itu tertutup sementara
Terkunci jauh dalam ruang dan waktu tak berdimensi di sudut hati
Dia rasa dia belum menemukan kunci yang tepat untuk membukanya
Bukan karena dia tak mau membuka
Bukan juga karena dia sengaja menguncinya rapat
Tetapi karena memang pintu itu sedang tertutup begitu saja
Tertutup dengan rapat
Membiarkan ruang di balik pintu itu tetap kosong
Tanpa isi, tanpa jendela, tanpa cahaya
Mengedapkan udara di dalamnya
Dia hanya bisa diam, tak bisa berbuat apa-apa

Sudah ada kunci yang sepertinya mencoba lagi untuk membuka pintu itu
Mencoba untuk memaksa, begitu yang dia rasa
Hanya saja kunci itu tetap tak berguna
Pintu tetap terkunci dan lebih terkunci lagi dan lagi
Semakin rapat dan rapat

Mungkin dia bisa saja membukanya sekarang ini, begitu pikirnya
Tetapi buat apa dipaksakan, toh nanti hanya muncul kesia-siaan
Dia tidak bisa melihat apa-apa di sana
Ruangan itu tetap kosong
Ruangan itu tetap tak juga bercahaya
Ruangan itu tetap tak berjendela
Ruangan itu tetap kelam sebagaimana adanya
Hingga rasa enggan untuk membuka pintu itu semakin kuat dia rasa
Jadi, buat apa? Tak ada gunanya. Setidaknya untuk saat ini.

Biarkan sajalah pintu itu tertutup untuk sementara waktu
Hingga dia menemukan penghuni baru yang mengantarkan kunci yang tepat untuk membukanya
Biarkan sajalah ruangan itu kosong untuk sementara waktu
Hingga dia menemukan penghuni baru yang akan mengisi tempat itu bersamanya
Biarkan sajalah ruangan itu tak bercahaya sementara waktu
Hingga dia menemukan penghuni baru yang menyalakan lilin kecil dan menerangi ruangan itu bersamanya
Biarkan saja ruangan itu tidak berjendela untuk sementara waktu
Hingga dia menemukan penghuni baru yang akan membuatkannya jendela untuknya

Pintu itu hanya satu dengan hanya satu kunci. Ruangan itu hanya satu, hanya cukup untuk satu penghuni lagi.
Kini dia tak mau banyak bicara dan mengira-ngira. Biarkan sajalah penghuni baru itu yang mencarinya.
Jika nantinya ada bunyi KLIK yang menggema, maka PINTU itu terbuka saja. 
Dan dia akan berada di sana, menyambut penghuni baru itu dengan senyum tulusnya. 
"Welcome Home, my Dear. I have waited you Until the Day"
(Pintu dan Kunci)

Friday, April 6, 2012

Known Your Surrounding

 (Source: here)

Pernah dengarkan bahwa manusia adalah makhluk sosial? Bahwa pada dasarnya, seberapa kuatnya kita menyangkal bahwa kita bisa hidup sendiri, kita tak akan bisa hidup tanpa orang lain. Saya sudah menyadarinya sedari dulu, namun terkadang bersifat acuh dan tak perduli dengan keadaan sekeliling saya.

Saya sudah menempati kosan saya yang sekarang, hampir mencapai 5 bulan. Tapi kalau ada yang bertanya kepada saya, siapa saja yang saya kenal di tempat ini, yang jumlah kamarnya hingga 25 kamar, maka saya hanya bisa bilang tak lebih dari seperlimanya saya kenal penghuni kosan ini. Ironis sekali.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...