(Source: here)
Hari sudah berganti dari Selasa menjadi Rabu
Jalan di luar pun sudah sepi, menandakan tak berpenghuni
Lampu menerangi jalan-jalan sepi, membiaskan warna jingga di sudut mata ketika memandangnya di luar jendela.
Saya masih bertahan di ruang kantor yang masih bermandikan cahaya terang, menandakan bahwa ruangan ini masih berpenghuni dengan lengkap, sekitar 5 orang.
Ada yang mengunyah permen karet untuk menghilangkan rasa kantuk yang mendera, namun tanggung jawabnya untuk diselesaikan masih banyak. Ya, baru sepersembilan dari yang seharusnya. Bukan karena dia malas, tetapi memang begitulah keadaan pekerjaanya saat ini
Ada yang mencoba beristirahat sejenak dengan menelungkupkan case laptop di wajahnya, menghindari cahaya terang
Ada yang mencoba membuat proposal yang deadline hari ini, karena hari sudah Rabu saja
Ada yang mencoba mengganti sebuah konten produk yang akan dirapatkan hari ini juga
Ada yang menemani sambil menyambi dengan pekerjaannya.
Ya, semua punya fungsi masing-masing di ruangan ini, malam ini, renung saya. Semua ada maknanya. Seperti saya yang diajarkan makna sabar untuk menunggu semua tuntas. Mencoba menghitung waktu yang dihabiskan. Jika sepersembilan pekerjaan menghabiskan 4 jam, maka saya harus menyabarkan jiwa dan raga hingga 32 jam ke depan. Serius?? Ondeh maaak, lama juga.
Sekarang saya berdoa sama Allah saja, sebab 24 jam ke depan semua ini harus beres. Dan waktu yang saya perlukan dengan kecepatan normal adalah 32 jam. Yuhuuuu, saya harus cari short cut dan memangkas waktu, karena pada faktanya itu baru setengah dari load menuju tanggal 12 April 2012. Seperti kata senior saya, mereka dulu tidak tidur selama 2 hari. What???? 2 hari tidak tidur?? Tarik napas dan bersabar, ada waktunya seperti ini. Demi masa, semoga semuanya berjalan lancar demi kepuasan batin dalam pekerjaan.
Dan bunyi mesin itu kembali terdengar meminta perhatian. Saya harus kembali ke sana dan memusatkan perhatian saya. Saya masih terduduk di ruangan yang bercahaya terang itu. Sepi memang di luar, namun itu tak menjadi alasan buat saya berhenti sekarang. Life must Go on, Work must Finish, setidaknya dengan target yang sudah saya tuliskan, batin saya.
Dan bunyi mesin itu kembali terdengar meminta perhatian. Saya harus kembali ke sana dan memusatkan perhatian saya. Saya masih terduduk di ruangan yang bercahaya terang itu. Sepi memang di luar, namun itu tak menjadi alasan buat saya berhenti sekarang. Life must Go on, Work must Finish, setidaknya dengan target yang sudah saya tuliskan, batin saya.
Plan the Work. Work the Plan
(Somebody)

No comments:
Post a Comment