(Source: here)
Yayaya, dalam hidup, nggak kerjaan aja yang dipikirin. Supaya waktu nggak habis terbuang, maka susunlah strategi dalam melakukan pekerjaan. Biar pekerjaan jadi efisien. Tetapi tetap aja nggak bisa dipungkiri akan ada faktor eksternal dan internal yang akan mempengaruhi kinerja kerja kita. Internal, mungkin masih bisa diatasi, karena itu berhubungan dengan diri kita. Sementara bagaimana dengan eksternal? Nah, itu yang harus kita coba atasi dengan berusaha menerapkan kesamaan persepsi antara kedua belah pihak.
Baiklah, sekarang saya akan mereview sedikit kepada teman-teman sekalian, mengenai tahapan pekerjaan. Sehubungan dengan seringnya saya nyebur ke proyek (eitss, jangan bayangkan bahwa proyek saya adalah proyek pembangunan jalan raya atau kilang minyak. Beluum, saya masih proyek yang di depan-depannya. Proyek pembuatan kajian kelayakan), maka sedikit dan juga banyak, saya memahami prosedur yang sebaiknya dilalui oleh seorang pelaksana proyek dalam pekerjaannya.
Tidak mempengaruhi bahwa itu adalah proyek tahap kajian kelayakan, FEED ataupun EPC, tahapan dalam masing-masing fasa adalah tahapan berulang. Dan setiap fasa akan bisa dimasuki selama fasa sebelumnya sudah memenuhi standar yang dibutuhkan. Kalau bahasa bos saya, setiap fasa akan dihubungkan dengan pintu-pintu keputusan. Ketika pintu itu sudah dibuka untuk ke fasa berikutnya, there is no turning back (*asiiik).



