Sunday, April 29, 2012

Bermain dengan senja

(Source: here)
Senja yang membatasi antara siang dan malam
Perubahan yang memperlihatkan sesuatu yang tak pasti di saat setelahnya
Membutuhkan pelita untuk menerangi jalan-jalan yang akan dilewati
Meskipun begitu, pemandangan senja selalu menawan
Memperlihatkan corak warna alam yang beraneka ragam

Saturday, April 28, 2012

Geli Sendiri

Menatap layar dan membaca tulisan sendiri
Dan saya merasa geli sendiri
Sori kalau kalian baca pengalaman saya di Bali merasa geli
Orang saya yang punya badan dan nulis juga merasa geli

hehehe
Peace

Thursday, April 26, 2012

8th: Tanah Dewata (Final Part)

Saya sudah mulai eneg nulis, gara-gara digangguin sama anak-anak kantor ini. Sebenarnya banyaaaak sekali yang ingin saya ceritakan. Yang jelas hal yang saya ingat orang yang saya tanyai baik semua. Heran deh. Coba saya urut saja ya dalam poin-poin.
1. Sempat saya singgung di Part 3, mengenai keinginan saya bertanya pada Mr. Stephan. Waktu saya mengode-ngode bahwa saya akan ke sana dan bertanya padanya, malah dia yang datang ke saya dan menjelaskan. Itu tempat duduk dia cukup jauh dari posisi saya, dan dia kemari. Ya ampuuuun baiknyaaaa. Saya yang perlu, kok dia yang datang. Si Mr. Stephan sungguh tidak pelit ilmu. Dia mau berbagi dan kalau dilihat-lihat, cakep. Bwahahahah, saya tidak akan memungkirinya. Umurnya berapa sih, jabatan udah setinggi itu kok wajahnya masih imut gitu. Saya galakan mungkin dari dia. Hahaha. Waktu saya meminta fotonya, dia terbahak. "Oooh, of course," begitu katanya.

(Bersama Mr. Stephan)
 

8th: Tanah Dewata, Konferensi yang menyenangkan (Part 3 Tanah Dewata)

Saya sengaja membagi menjadi part-part. Sebab ada banyak yang ingin saya sampaikan dan harus sekarang. Kalau tidak sekarang, saya bisa lupa dan tidak mood lagi. Ini cerita tentang konferensi.

DAY ZERO|23 April 2012
Mencoba untuk membaca bahan dan bingung. Saya ke sini kan mau belajar. Kebetulan saya juga sangat kelelahan. Jadinya pukul 11:30 PM waktu setempat saya tertidur pulas. Untung kamarnya nyaman.

DAY ONE| 24 April 2012
Pagi
Menghabiskan banyak waktu untuk berdandan biar tak lagi dibilang anak-anak. Sehubungan dengan konferensi ini yang akan datang adalah bagian managerial, business development, president director, general manager, dan level sebangsanya, kami harus tidak terlihat kacangan, meski umur ilmu bisnis kami masih sebangsa ciki-cikian. Berbekal blazer baru dan perlengkapan perang seadanya, kami menghabiskan waktu satu jam. Bravo-bravo. Berkat dandan kami melewatkan sarapan. Walhasil perut keroncongan karena waktu sudah menunjukkan pukul 8 pagi. 

8th: Menginjakkan Kaki di Tanah Dewata (Part 2)

Ini adalah Part 2 dari perjalanan singkat saya ke Bali. Reli panjang saya ke Tanah Dewata tersebut akhirnya berakhir juga dengan keinginan ingin balik ke sana. Bukan karena tempatnya yang membuat saya ingin kembali, seperti yang banyak dikatakan orang-orang, bahwa Bali itu begitu indah dan tempat yang sangat cocok buat berwisata, bukan juga karena makanannya, tetapi karena saya mendapat banyak teman di sana. Saya suka suka sukaaaaa. Ternyata memang benar saya cinta berteman, dan pastinya dengan orang yang nyambung dengan saya. Hahaha. Btw, ini cerita sepertinya akan panjaaaaaang sekali.

Persiapan yang Dadakan (11,12, 20 April 2012)
Entah bagaimana ceritanya, saya dan partner kerja saya, Lia a.k.a Cungki, yang dijatahkan hanya mengikuti satu konferensi saja selama setahun, mendapat jack pot untuk mengikut satu konferensi lainnya, dan lucky-nya berdua. Jadilah kita melakukan persiapan dadakan. Pembagian tugas pun dilakukan dengan tak sadar. Lia mengatur untuk pendaftaran dan tiket pesawat, saya mengatur hotel dan segala budget untuk kegiatan selama di Bali.

Persiapan dadakan juga dilakukan dengan diri, seperti membeli blazer (wkwkwk, ngakak guling-guling). Memang lah wanita yaa, kalau berhubungan sama acara, mikirnya "sebaiknya saya memakai apa yaa?"  Selain itu, bwahhahaha, selama ini kami berpakaian masih layaknya anak kuliah. Belum terlihat profesional. Berhubung (ngakak lagi berkali-kali karena ini memang bodoh banget) selama ini, kami hanya berpakaian sangat santai, bahkan pas rapat pernah disangka anak KP. Doeng, tepok jidat.

Monday, April 23, 2012

8th: Menginjakkan Kaki di Tanah Dewata

Pesawat saya terbang malam..
Ditemani lampu-lampu temaram bandara yang mengantarkan pesawat yang saya tumpangi untuk terbang ke tanah dewata
Cuaca bersahabat juga
Dan kini saya menelungkup di sudut kamar memandangi layar
Mencoba menuangkan cerita yang saya simpan dan meminta untuk dikeluarkan
Namun, sepertinya sinyal tidak bersahabat
Jadi saya mau sedikit cerita yang paling saya ingat

Saya dan sahabat saya merasa sedikit asing
Kami yang berjilbab menjadi pemandangan aneh di lokasi tempat kami menginap saat ini
Most of them adalah wisatawan asing yang sedang bercakap-cakap di bar-bar sepanjang jalan
Dan kami, dua orang wanita berjilbab dipandangi aneh berjalan malam di tempat ini
Jadi ini sedikit menggantung dan menarik
Berhubung sinyal sangat menyedihkan, jadi saya benar-benar harus berhenti sekarang..

 -To be continued-

Efek setelah kembali ke Jakarta..
Saya mau ke Bali lagi, ikut konferensi lagi, menjalin networking lagi..
Senaaaaaannnnngg..
It was one of the best moment in my life. Alhamdulillaaaah..


Thursday, April 19, 2012

Kesal

PSV saya sudah nge-pop.. Arrrggghhhh
Hari ini saya merasa diremehkaaaaan...
Kesaaaaaal Tingkat Dewaaaaaaaaaaaaa..
Kesal
Kesal
Kesal
Dan rasa ini menyebalkan..
Hah!!!

Ngomongnya sombong banget..
Memang dia mengingatkan tetapi lebih ke arah meremehkan..
Seolah-olah tidak percaya dengan apa yang saya katakan..
Saya memang sangat reaktif dan itu membuat saya gampang terpancing kesal..
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...