Saya sudah mulai eneg nulis, gara-gara digangguin sama anak-anak kantor ini. Sebenarnya banyaaaak sekali yang ingin saya ceritakan. Yang jelas hal yang saya ingat orang yang saya tanyai baik semua. Heran deh. Coba saya urut saja ya dalam poin-poin.
1. Sempat saya singgung di Part 3, mengenai keinginan saya bertanya pada Mr. Stephan. Waktu saya mengode-ngode bahwa saya akan ke sana dan bertanya padanya, malah dia yang datang ke saya dan menjelaskan. Itu tempat duduk dia cukup jauh dari posisi saya, dan dia kemari. Ya ampuuuun baiknyaaaa. Saya yang perlu, kok dia yang datang. Si Mr. Stephan sungguh tidak pelit ilmu. Dia mau berbagi dan kalau dilihat-lihat, cakep. Bwahahahah, saya tidak akan memungkirinya. Umurnya berapa sih, jabatan udah setinggi itu kok wajahnya masih imut gitu. Saya galakan mungkin dari dia. Hahaha. Waktu saya meminta fotonya, dia terbahak. "Oooh, of course," begitu katanya.
(Bersama Mr. Stephan)
2. Saya bertanya pada salah seorang presenter. Pertanyaan teknis mengenai technology selection. Si bapak bule itu menjawab dan saya mengangguk-ngangguk. Memang sih kebanyakan memang selalu depend on the owner or the regulation. Selepas saya bertanya dan saat jam makan siang, si bapak yang bernama Mr. Phil (dia juga PresDir dari negeri Paman Sam sana) ini sengaja berdiri dan kembali menjelaskan jawaban dari pertanyaan yang sempat saya tanyakan. Dia bilang pertanyaan kamu bagus, nak. Dan dia menjelaskan banyak hal pada saya dan tidak semuanya saya tangkap (hahaha, perlu membiasakan diri untuk listening ini). Tapi benerah deh niat ngejelasinnya.
3. Saat coffee break, seseorang datang mendekati saya. Dia bilang, pertanyaan kamu tadi bagus dan saya akan memberikan jawaban yang sebenarnya kepada kamu. Dan dia pun menjelaskan panjang lebar. Masa konstruksi, efektifitasnya, dsb. Ya ampuun di bapak itu ternyata seorang PresDir sebuah perasaan asing. Bwakakkak, enaknyoo langsung kenal orang-orang begini.
4. Saat saya cengok sendiri tak punya teman mengunyah, Mr. Alex menyapa saya, bertanya tentang hari kemaren yang saya habiskan. Dengan bangganya saya berkata: "Bapak pernah makan Ayam Betutu beluuum? Enak lo pak." "Memang apa yang membuatnya spesial?" Dan saya bingung, "Hmmmm, nggak tau juga Pak. wkwkkw, makanan khas Bali sih." Sungguh cerdas pernyataan saya ini.
Waktu saya bertanya tentang presentasi itu, dia bilang sudah mempersiapkannya dan akan mengambilkannya buat saya ke dalam ruangan dulu. Yang saya tangkap dia akan memberinya nanti, dan saya bingung. Ni kok orang pada baik ya? Apa memang begini baiknya orang-orang? Kalau memang begitu, saya mau hidup di dunia seperti ini saja (saya memang polos).
(Saya bersama Mr. Alex dan Mr. Conny. Saya gelap sekali, wkwkkw)
Sewaktu Mr. Alex datang dengan usb-nya, saya sedang bercakap dengan bapak No.3. Jadinya serah terima data tersebut gagal terjadi. Saat diruangan dan saya bertanya padanya, dia langsung memberikan kepada saya. Baiknyooo. Saat dia presentasi dan saya bertanya padanya, dia tersenyum dari panggung sana (hwahhaha, serasa melihat teman lama. Sok tua). Ketika turun dia malah meminta maaf karena tidak bisa memberikan jawaban yang memuaskan. Ya Allaaaaaah, saya merasa sangat dihargai di sini.
Bagi saya, Mr. Alex ini adalah teman pertama saya di acara ini. Saat kami berpamitan, dia bilang kalau ada yang mau ditanyai sampaikan saja.
5. Berkenalan juga akhirnya dengan anak sepantaran, namanya Quentin. Si Cungki yang menyapa duluan. Dia dari Perancis, dan lucu juga. Wkwkkw, saat saya bercanda padanya, dia menanggapi serius. Saya stress sendiri. Saat Cungki bercanda, juga ditanggapi serius. Kita jadinya ngakak-ngakak tidak jelas.
(Ini baru deh teman sepantaran, Quentin. Sayang baru kenalan di hari kedua. Anaknya kocak)
6. Karena saya cukup banyak bertanya dan bisa dikatakan ini adalah kali pertama saya bertanya-tanya terus, hingga orang bilang, "Oooh, mbak kerja sebagai konsultan ya? Pantas selama ini banyak nanya". Aaaah, whatever lah yaaa. Yang jelas ini adalah salah satu momen terbaik dalam hidup saya. Sebodoh amat orang sampai bosan mendengar saya bertanya, sebodo amat ada yang mengetawakan perntanyaa saya, yang penting dengan bertanya ini saya mengetahui apa yang tidak saya mengerti plus ada saja orang yang datang kepada saya yang dong-dong ini untuk menjelaskan jawaban dari pertanyaan itu.
7. Ada orang yang menyapa kami saat pulang. Bertanya kami ini darimana dan menyatakan ketertarikannya untuk bekerja sama dengan kami untuk membuatkan Feasibility Study. Wohooooo,, semoga ada yang jadi yaa..
(Saya)
(Cungki)
Overall: Saya sukaaaaaaaaaaaaaa, sukaaaa sekali dengan orang-orang di sini. Nggak semua orang sih yang saya lihat. Saya tertarik untuk mengenal orang-orang yang menurut saya menarik untuk dikenal, dengan kata lain menarik di sini adalah tempat bagi saya untuk bertanya dan berniat untuk menjelaskan. Banyak Alhamdulillahnya deh semua perjalanan ini. Pantas saja orang-orang bialng networking itu menyenangkan




No comments:
Post a Comment