(Source: here)
Senja yang membatasi antara siang dan malamPerubahan yang memperlihatkan sesuatu yang tak pasti di saat setelahnya
Membutuhkan pelita untuk menerangi jalan-jalan yang akan dilewati
Meskipun begitu, pemandangan senja selalu menawan
Memperlihatkan corak warna alam yang beraneka ragam
Dan mungkin sekarang saya sedang bermain dengan senja
Mencari-cari pembawa pelita yang akan menerangi jalan saya
Saya masih buta, ilmu saya masih kurang, itu yang saya rasakan
Hari itu, saat saya bermain dengan senja
Saya memandangi laut sebagai pembatas gradien
Yang memantulkan warna jingga
Berpikir akan hidup yang saya jalani
Sudah benarkah rutenya?
Sudah benarkah orang yang saya temui?
Sudah benarkah ilmu yang saya pelajari?
Sudah benarkah hubungan yang saya jalini?
Sudah benarkah perasaan yang saya pakai?
Kadang hati ini terasa puas, kadang terasa hampa
Hidup memang begini, hati memang begini...
Saat ini saya sedang lelah untuk membahas sebuah masalah
Bahkan mengangkat telepon saja, saya malas
Malas membahas hal yang itu-itu saja
Saya mau hidup, hidup dengan rencana yang saya susun
Semoga rencana ini bisa berjalan
Saya mau egois, setidaknya untuk saat ini
Biar masalah itu mau belajar dan tak hanya perkataan saja
Yang perlu saya lakukan adalah mencari pelita saya, bercerita kepada-Nya
Karena Dia selalu mempunyai solusi dan mengantarkan kepada saya dengan berbagai cara
Senja sudah mulai berubah warna. Warna jingga yang menghitam.
Bermainlah dengan senja dan carilah pelita.
(DY, 29 March 2012)


No comments:
Post a Comment