(Source: here)
Pagi yang cerah, saat saya masih menggelindingkan tubuh dari sisi yang satu dan sisi yang lainnya. Menelentang menatap langit-langit kamar yang dicat putih, saya teringat dengan seorang teman. Lalu mengambil bb, mengetikkan pesan dan menanyakan dimana posisinya.
Dia malah mengajak saya untuk pergi ke pasar, "Aku mau bikin sop, Din.". Saya bilang "Oke" dan mau mandi dulu. Dia bilang nggak usah, nanti juga keringatan. Saya bilang mau mandi dulu pokoknya. Dan akhirnya saya mandi. Hahhaa. Selepas mandi dan berpakaian, dia memburu saya lagi. Hiaaaat, katanya mau nungguin 15 menit, ini belum 15 menit udah gedor-gedor pintu. Saya kan harus tampil fresh kemanapun melangkah, hahahha.
Kami berjalan ke pasar. Saya tidak melakukan apa-apa, hanya berjalan saja mengikuti dia membeli bahan-bahan. Seperti saya mengikuti Mama saya kalau berbelanja, hanya jadi bodyguard saja. Seiring berjalannya waktu, saya mencoba mengingat-ingat, rasanya sudah setahun lebih saya tidak ke pasar di jakarta. Wanita yang bersikap seperti pria, membeli makanan jadi atau mie instan. Alasan yang selalu dipakai sih, karena tidak ada kompor.
Bahan lengkap, kembali ke kosan lagi. Dia membeli perlengkapan untuk membuat sup, saya membeli cabe rawit dan tomat, perlengkapan untuk membuat mie instan. Hwahahaha.
Di Kosan
Niatnya sudah oke. Bahannya sudah lengkap. Dan sekarang dia sedang mempersiapkan bahan-bahan tersebut sebelum dimasak.
Bahan Sop Ala Teman (Note: banyak ingredient aneh yang dia pakai. Saya bingung, sop kok pake itu. Meski saya malas masak, bukan berarti saya nggak pandai masak yaa):
- Bunga Kol
- Kacang Kapri
- Kentang
- Wortel
- Lobak
- Jagung
- Ceker Ayam
- Hati dan Ampela
- Seledri, Daun Bawang, Tomat, dan Bumbu Cepat Saji Sop.
Tahapannya (Lengkap dengan percakapan hati):
- Saat membersihkan Bunga Kol: Hadoooooh ini susah banget ngebersihinnya. Banyakan sampahnya daripada yang jadi sayuuur. Iiiiih, gimana sih ini?
- Saat mau membersihkan kacang kapri: (menatap kacang kapri dengan seksama, mengerutkan dahi) "Eh, ini gimana sih cara ngebersihinnya? Begini ya? Atau diginiin? (mana saya tahu, Mama nggak pernah masak sop pake kacang kapri, kirain beli udah biasa pake bahan ini)
- Saat membersihkan Kentang, Wortel, Tomat, Lobak, Jagung, Seledri, Daun Bawang, Hati dan Ampela: (Dia diam saja, tak berkomentar. Sudah biasa sepertinya)
- Saat membersihkan ceker ayam: "Iiiiiiih, susah banget sih ngebersihinnya?" "Adooooh, jorok banget sih ini si ayam. Nggak pernah mandi ya? Bau banget. Harusnya ya ayaaam, kalo mau dipotong itu mandi dulu biar bersiiiih""Iiiih, si Ibuknya ini males banget sih ngebersihin ceker ayamnya. Bauuuk pula" (lalu mencoba mengalihkan pembicaraan "Abangku, kalau makan daging, ngak mau lihat binatang itu pas hidup, lalu kembali lagi ke realita) "Hadooooh, ini sepatunya si ayam susah banget dilepasnya""Baiklah, jarinya si ayam ini aku eksekusi aja satu. Susah banget ngebersihinnya""Pantas aja sop ceker mahal. Susah ngebersihinnya" "Udah-udah, capeeeeek. Segini aja. Mau berbagi. Berbagi aja dengan kucing""Akhirnyaaa, aku menyeraaah juga"
Saya ngakak habis mendengar percakapan hatinya. Tadi dia sempat berkata ceria: "Dinaaaa, nanti kamu bagi yaaa, makan sopnya?" "Maksudmu?" "Iyaaa, kamu kan sudah menemani aku ke pasaaaar. Jadi nanti kamu makan sopnya" "Oooh, jadi karena aku menemani baru dikasih. Kalo enggak, nggak bakal dikasih?" "Iyaaaa dooooong (berkata dengan ceria).
Memanglah ni anak. Saya rasa tak ada masalah dengan memasak sopnya. Tinggal cemplung aja ke wajan dan beres. Meskipun segampang itu, tetap juga belum mood memasak. Hwhahaha. Ni anak nggak serius ini, masaknya. Sekarang lagi memotong bahan-bahan tadi yang sudah dibersihkan. Mengomelnya masih dilanjutkan. "Hadoooooh, nanti klo mau masak. Masaaak aja sendiri. Aku siapin bahannya aja." (entah kepada siapa dia menujukan protesnya ini), atau " Jarikuuuuu sudah kaku. Adooh-adoooh leherku rasanya mau patah, cuma buat sop doang" "Iiiih si ayam itu, kayaknya baru pake kaus kaki baru. Susah banget dilepasnya." (masih membahas si ceker ayam ternyata, bwahahha) dan "Pisau ini nggak tajaaaam. Susaaahkan jadinya motong-motongnya" (Bahkan pisau pun jadi korban. Ckckckck. Bwahahahha)
Udah-udah. Capeeeek. Segini aja. Aku mau berbagiii. Berbagi aja dengan Kucing
(Ceker Ayam Chronicle)

No comments:
Post a Comment