Thursday, May 17, 2012

Finding My Self

(Source: here)

Saya merasa canggung malam ini
Serasa ada lubang kosong yang menganga, menyedot semua kemampuan saya
Lubang itu rasanya besar, memaksa saya untuk menambal lubang dengan potongan kisah yang saya coba rangkum di kepala, memasukkannya dengan paksa
Berharap lubang itu tak lagi memiliki ukuran yang sama, berharap lebih kecil

Saya duduk dalam diam di ruangan ini, ruangan tempat saya berteduh di kala malam datang menyapa
Di ruangan itu hanya ada saya seorang yang ditemani bunyi tuts yang dihentak jari jemari dan derak kipas yang berputar mencoba mengusir panas yang terperangkap
Pikiran saya menggembara kemana-mana setelah pertemuan dengan teman lama
Biasalah, wanita, butuh didengar, butuh diperhatikan, butuh dimengerti

Kami menghabiskan hari dengan bercerita
Membagi suka duka dunia kerja, merah jingga dan kehidupan nyata
Banyak kisah yang terpapar..
Ada yang duka, Ada yang suka
Ada yang datang, Ada yang pergi
Ada yang jauh, Ada yang dekat
Berbagi pengalaman untuk dijadikan pelajaran

Dan setelah itu hati saya kosong, ada yang hilang, ada yang mengganjal
Saya merasa ada yang tidak benar dengan apa yang saya rasakan sekarang
Ini salah dan harus diluruskan
Selalu ada sebersit harapan, meski harapan itu mengambang
Ada banyak hal yang rasanya tak mungkin, namuan itu tidaklah menutup pintu kemungkinan
Selalu ada pintu yang terbuka, jika satu pintu tertutup
Tetapi ini masih salah

Jari jemari saya masih ingin menari
Tetapi pikiran saya tak lagi di sini
Atau hati saya tak lagi berkoalisi
Saya ingin memejamkan mata saja sejenak, berusaha lagi merangkai
Mimpi yang tertunda
Harapan yang mengambang
Usaha yang terhambat
Karena selalu ada jalan keluar untuk semua peristiwa

My Way is still long. I need to define who am I? what I want? 
And for all of the definition, I need a time. Time for me to identify my self, Time for me to understand what I want, Time for me to find my destiny, Time for me to do anything better than I can do now.
(Saya, 17 May 2012) 

2 comments:

lae fitray said...

oh lae this is what we called the quarterlief crisis, i've posted something bout that, maybe you can visit blog of mine theuntitle.wordpress.com , semangkaaaa

Si Petualang said...

awak langsung membayangkan suara kau pas bilang lae. Iya laee, awak udah skimming blog kau. Meeen. baru diisi setelah buat tahun 2009??

Perlu 3 tahun buat kau sadar untuk isi blog lae? mantap!!
Yak, called it Quarter Life Crisis

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...