Tuesday, November 27, 2012

12th: Solo is not about Career because It is not Solo Career (Day 1)

Berbicara tentang bulan November yang saya lalui, tidaklah sepenuhnya membosankan dan dihabiskan di kamar. Catatan kemaren hanyalah catatan saya yang mati kebosanan dan ingin setengah mati hangout bareng teman buat mendaki gunung, namun tak kesampaian. *Dasar anak nakal, disebut-sebut terus. Kalau mama saya tahu, pasti kena jitak.

Sebut saja ini perjalanan saya yang ke-12 dan coba dokumentasikan. Tidak sepenuhnya direncanakan untuk vacation, tetapi untuk menghadiri peristiwa besar sahabat saya yang menikah di Karanganyar (see 11th). Perjalanan ini adalah salah satu perjalanan yang luar biasa yang saya lalui dengan seorang sahabat. Perjalanan bertualang berdua di kota kalem "Solo" hingga nyaris menghapal jalan yang ada di sana.

DAY 1 Kamis, 8 Nov 2012
Tiket yang jauh-jauh hari sudah dipesan dan perlengkapan bepergian yang sudah dipersiapkan adalah menu utama bawaan kami saat itu. Tepat pukul 12 siang, saya dan rekan mengambil izin cuti 1.5 hari untuk segera berangkat ke Solo. Salah satu menu transportasi yang kami pilih untuk menuju bandara adalah "Damri Gambir". Dengan hanya membayar 20.000 rupiah, kami sampai di Terminal 2 Bandara Soeta.

Teman saya terlelap dengan sempurna sementara saya yang duduk di sampinya, tepat di sebelah jendela bergerak dengan resah. Mengapa? Karena saya sedang berpikir keras untuk memulai pembicaraan dengan seorang Jepang di sebelah saya. Hahahha, saya memang sangat hiperaktif sekali. Tetapi karena telat memulai dan tidak menemukan momen yang tepat, kecuali kata "Excuse me" yang saya lancarkan ketika meminta jalan, akhirnya saya nggak jadi bertemaaaaan. Huhuhu.

Saturday, November 24, 2012

Time is moving!!

That spark just went, leave me burning without sense of knowing..
There are a lot of moment that I missed, in my real or my dream.
I stepped up without knowing what would I become, winner or loser.
In fact, that the reason why there is a life, am I right?
Don't go far, dude. It just some piece of useless note
Well, You should know by now

Duduk ditemani deru kipas yang semakin berdebu. Dunia bergerak perlahan meninggalkan patahan-patahan yang tak beraturan. Banyak orang besar berkata dengan berbagai kata bijak mereka, simpang siur dalam keinginan untuk pembuktian yang nyata.

Redundan, adalah pikiran yang mengalir tak beraturan, saling berkait satu sama lain dalam pemaksaan yang berusaha untuk menghubungkan. Jiwa tak lagi tenang dengan keadaan, terus membentuk cabang-cabang yang abstrak dalam kelam. Cahaya sudah lama memudar, sebatang lilin kecil tak lagi bisa menjadikan penerangan. Pikiran ini begitu mencekam. Jeritan ketidakpuasan atau kehilangan yang tak terbantahkan. Tapi jangan biarkan, tolong jangan biarkan jiwa ini pudar. Karena kelamlah yang akan datang, bersiap menanti di ujung jalan.

Tuesday, November 13, 2012

11th: From Jakarta to Karanganyar (Wedding Session)

(Source: here)

Thursday, Hectic Day..
Pekerjaan menumpuk tidak menyurutkan tekad bulat kami (baca: saya dan teman sekantor yang juga sahabat saya sejak zaman batu, *menggenggamkan tangan dengan pandangan menyipit) untuk segera terbang ke Solo. Sebenarnya tujuan utama bukanlah kota Solo, tetapi Karanganyar. Tempat resminya sahabat saya "Ayu", mengakhiri masa lajangnya.

Memang persiapan yang kami lakukan tidaklah begitu matang, karena satu-satunya yang sempat kami pikirkan adalah tiket pesawat promo ke sana yang itu pun diinfokan Ayu dan menjahit baju seragam yang jahitnya pun mepet. Dengan meninggalkan pekerjaan dengan catatan sudah dihand-over dengan member yang lain, kami pun melenggang ke bandara, menenteng satu travel bag dan oh meen tas punggung saya yang entah bagaiman tiba-tiba putus saat saya akan terbang. Bagus-bagus, terpaksa saya melakukan jalan keluar dengan penusukan jarum pentul pada titik-titik yang diperlukan. Hahaha, ketawa ngakak dulu.

Thursday, October 25, 2012

One Chronicle

(Source: here)

"It will be good when you find someone that will be the first and the last later on"

She, my best friend from elementary school, gave me that speech. I laugh of that but couldn't pretend that was false. She was shock when I said "I don't have one until now" and mumbled "How could the girl like you still alone?" I still continued my laugh and though "What could I do? this is me, still alone until now"

Cry or laugh? Well for this time, I choose to laugh. I even couldn't imagine that. Just like a puzzle, make me dizzy. In case, I just curious about what will happen, when, where, who, and how I meet him? Is he my friend? Is he the one whom I know before? Or Is he just a stranger?

I know it would be interesting to meet him. Meet someone who will be mine and make me comfortable  when I am with him. Or when I curious for what has he done, he would say: "I just want you feel comfortable". Ooooh, I miss that moment!! Do I have? Bwahah, I don't know yet. Just gone with the wind.

What would I do now? Hmmm..
First, I would improve my skill in the other parts, Second, I would improve my skill in the other parts. Third, I wanna hike to a mountain, get an invitation to Papandayan, Yippieee. Hopefully, I can get my parent's permission to do this. Fourth, build the network. Love skill, maybe later after I meet him. Aiyayayaya.. What ever!! Hahaha.

Expectation is the root of all heartache
(William Shakespeare)

Saturday, October 13, 2012

Life Travelling


(Suatu saat ingin ke sana. Menikmati kedamaian dalam ketenangan. Rasa-rasanya saya melihat gambaran tempat di novel yang saya tulis. Kasian sudah terkubur hingga 2 tahun belum saya lanjutkan)

Sudah lama sekali rasanya saya tak mencoba mengaitkan kata tanpa aturan
Bidang yang saya geluti mewajibkan saya menulis mengikuti grammar dan semua antah berantah yang terkadang membutuhkan tanggapan orang, kritikan, dan hal-hal membangun yang sedikit banyak membuat saya juga terluka, meski saya tahu ada ilmu di sana
Saya sedang tidak mencoba menjadi buta, tuli atau keras kepala
Hanya saja, akan ada kan rasa kecewa dengan buah karya yang tak dirasa sempurna, baik bagi mereka dan tentu saja bagi saya selaku subjeknya

Saya teringat tulisan saya yang sudah terkubur dalam folder folder komputer yang tak lagi sempat saya jamah
Rencana-rencana dan jadwal pembunuh waktu yang saya siapkan sebelumnya sebagai amunisi saya menghabiskan malam sepi sudah tergantikan dengan lembur tak berujung dan sikap tepar sempurna
Entah saya saja yang malas, entah sudah bosan menatap layar selama bekerja, entah inspirasi saya yang sudah terbenam jauh ke dasar sana, yang jelas, tulisan yang sudah saya rangkai masih menanti untuk dilanjutkan.

Friday, September 28, 2012

Breath..

I feel afraid to start it
I encourage my self, say to my self, "Yes, you can do that, Dina!!
Going extra miles
Fall in the mud
Don't know what to do
Track what can I do
Learn and absorb in one time

Yeah, You should learn!!
Remember this statement from friend of mine.
I say to my self, there is the first step in every journey
Learn more! Learn more!

Bismillahirrahmanirrahiiiiim..
Positive Positive Positive Thinking..


Monday, September 24, 2012

Lintas Peristiwa - Kekuatan Si Jago Merah

Berperan sebagai pelita dan berubah menjadi sumber mara bahaya. Begitulah tepatnya analogi yang sering menggambarkan si Jago Merah. Kekuatannya tak pelak meluluh lantakkan 10 rumah warga di kawasan Kali Pasir, Cikini Menteng. Lokasi kebakaran yang sangat dekat dengan kosan tempat saya berteduh.

(Pemantauan Kebakaran Jarak Jauh)

Pagi ini, Senin (24 Desember 2012), tepatnya pukul 09:30 WIB, salah seorang rekan kerja melihat asap hitam membumbung tinggi dari arah perumahan, tempat kami bermukim. Asap hitam dan tebal itu memenuhi angkasa dan melatar belakangi langit pagi yang terlihat mendung.

Karena posisi kebakaran yang tidak jelas dari arah mana, maka saya dan beberapa rekan kerja langsung menuju TKP untuk memastikan  posisi titik api dan tentu saja menuju kediaman masing-masing untuk mematikan saluran listrik yang mungkin saja masih terpasang. Berharap dalam keadaan was-was bahwa sumber api itu tidaklah berasal dari kosan kami. Alhamdulillah, posisinya cukup jauh dari tempat tinggal kami, namun hanya berjarak 100 m dari posisi kediaman rekan kerja saya yang melihat pertama kali asap tersebut.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...