Source: klik di sini
Suara deru mesin pendingin masih saja memekakkan telinga, ketika saya dan senior kantor bercakap-cakap mengenai passion. Entah mengapa, akhir-akhir ini lingkaran pembicaran sering bertabrakan dengan istilah satu ini. PASSION.
Kalau boleh saya mengartikannya dalam sudut pandang saya (tentu saja arti ini sudah bercampur baur dengan hasil percakapan dengan teman, membaca, dan menonton video motivasi), PASSION itu adalah segala sesuatu yang kita lakukan dengan senang hati, bisa berjam-jam, waktu berlalu begitu cepat, dan kita bisa tahan melakukannya selama itu.
"Masih dangkal. Lantas apa bedanya dengan HOBI?" cecar senior saya. "Bisa nggak kamu bedakan HOBI dengan PASSION? Itu kalau nggak dipahami baik-baik, bisa dianggap sama lo"
Benar juga, pikir saya dalam hati. Hobi juga bisa dikatakan sebagai sesuatu yang bisa kita kerjakan dalam waktu lama dan kita menikmati melakukannya. Pikiran ini yang harus dibenahi, sesenang-senangnya kita melakukan sesuatu itu tidak bisa dikatakan sebagai sebuah PASSION. Itu hanyalah sebuah hobi saja. Yang terkadang untuk memenuhi hobi tersebut, kita harus mengeluarkan uang.
"Disinilah letak perbedaannya," ujar si senior, sebut saja AB (inisial, biar sedikit misterius). "Hobi adalah sesuatu yang kita sukai dan kadang mengeluarkan uang. Berbeda dengan passion. Passion juga hal yang kita senangi, tetapi juga bisa menghasilkan sumber penghidupan. Ada sesuatu yang dihasilkan, ada pemasukan, dan ada target."
Ya, saya mengangguk setuju. Tapi tergantung sih, apa ingin gainnya dalan bentuk materi atau moral. Bergantung masing-masing pribadi. Passion itu dibagi dalam bidang apa dan bagaimana melakukannya. Bidang apa yang kamu rasa kamu minati: Oil and Gas, Politik, Seni, dan hal-hal lainnya. Bagaimana kamu melakukannya: apa dengan menulis, apa dengan presentasi, apa dengan menggambar? Kita harus melakukan banyak kegiatan untuk mengetahui apa passion kita. Tidak salah untuk mencoba suatu hal untuk mengeksplore passion kamu. Ada banyak kegiatan di dunia ini, kalau perlu dicoba satu-satu untuk mengetahuinya (agak berlebihan kalau ini).
Dia juga menyebutkan sebuah istilah Life Sign (entah benar istilah ini). Life sign adalah tanda-tanda kehidupan yang diperlihatkan pada kita sejak kecil. Sebuah keadaan dimana kita sering sekali terbentur dengan pekerjaan tersebut. Tidak sengaja, kita harus memecahkannya dan itu berulang-ulang dan umumnya kita kurang menyadarinya. Jadi, kita perlu merenung untuk mencoba mengkaitkan tanda-tanda yang sudah diperlihatkan alam buat kita.
Tentu saja ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk mengetahui passion masing-masing, yang pasti passion itu harus keluar dari diri kita. Harus juga dibedakan mana yang passion kita, mana yang hanya pekerjaan yang sekedar ikut-ikutan. Orang lagi ramai disana, pengen juga. Yah, tidak salah mencoba juga untuk mengetahuinya, hanya saja dipilah-pilah apa yang rasanya sesuai dan tidak. Tanpa kita sadari, kita punya daya ukur itu.
Seorang teman pernah memperlihatkan sebuah presentasi motivasi kepada saya dan "memerintahkan"untuk mencoba menuliskan passion saya dengan mengikuti tahap-tahap yang ada di sana. Dan terimakasih buat dia, sekarang saya punya 3 passion yang mau saya kejar. Disana juga dipaparkan, jika passion kamu bukan dipekerjaan, maka luangkanlah waktumu untuk melaksanakannya di awal hari atau di akhir hari, saat pekerjaan yang harusnya kamu lakukan sudah terselesaikan.
Seorang motivator pernah berkata: "Jika Anda tidak mengetahui Passion anda apa, maka lebih baik anda memesan tempat di San Diego Hill" Sedikit kejam, tapi ada benarnya. Buat apa kita hidup, jika kita tidak tahu tujuan kita dilahirkan apa.
Kalau boleh saya mengartikannya dalam sudut pandang saya (tentu saja arti ini sudah bercampur baur dengan hasil percakapan dengan teman, membaca, dan menonton video motivasi), PASSION itu adalah segala sesuatu yang kita lakukan dengan senang hati, bisa berjam-jam, waktu berlalu begitu cepat, dan kita bisa tahan melakukannya selama itu.
"Masih dangkal. Lantas apa bedanya dengan HOBI?" cecar senior saya. "Bisa nggak kamu bedakan HOBI dengan PASSION? Itu kalau nggak dipahami baik-baik, bisa dianggap sama lo"
Benar juga, pikir saya dalam hati. Hobi juga bisa dikatakan sebagai sesuatu yang bisa kita kerjakan dalam waktu lama dan kita menikmati melakukannya. Pikiran ini yang harus dibenahi, sesenang-senangnya kita melakukan sesuatu itu tidak bisa dikatakan sebagai sebuah PASSION. Itu hanyalah sebuah hobi saja. Yang terkadang untuk memenuhi hobi tersebut, kita harus mengeluarkan uang.
"Disinilah letak perbedaannya," ujar si senior, sebut saja AB (inisial, biar sedikit misterius). "Hobi adalah sesuatu yang kita sukai dan kadang mengeluarkan uang. Berbeda dengan passion. Passion juga hal yang kita senangi, tetapi juga bisa menghasilkan sumber penghidupan. Ada sesuatu yang dihasilkan, ada pemasukan, dan ada target."
Ya, saya mengangguk setuju. Tapi tergantung sih, apa ingin gainnya dalan bentuk materi atau moral. Bergantung masing-masing pribadi. Passion itu dibagi dalam bidang apa dan bagaimana melakukannya. Bidang apa yang kamu rasa kamu minati: Oil and Gas, Politik, Seni, dan hal-hal lainnya. Bagaimana kamu melakukannya: apa dengan menulis, apa dengan presentasi, apa dengan menggambar? Kita harus melakukan banyak kegiatan untuk mengetahui apa passion kita. Tidak salah untuk mencoba suatu hal untuk mengeksplore passion kamu. Ada banyak kegiatan di dunia ini, kalau perlu dicoba satu-satu untuk mengetahuinya (agak berlebihan kalau ini).
Dia juga menyebutkan sebuah istilah Life Sign (entah benar istilah ini). Life sign adalah tanda-tanda kehidupan yang diperlihatkan pada kita sejak kecil. Sebuah keadaan dimana kita sering sekali terbentur dengan pekerjaan tersebut. Tidak sengaja, kita harus memecahkannya dan itu berulang-ulang dan umumnya kita kurang menyadarinya. Jadi, kita perlu merenung untuk mencoba mengkaitkan tanda-tanda yang sudah diperlihatkan alam buat kita.
Tentu saja ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk mengetahui passion masing-masing, yang pasti passion itu harus keluar dari diri kita. Harus juga dibedakan mana yang passion kita, mana yang hanya pekerjaan yang sekedar ikut-ikutan. Orang lagi ramai disana, pengen juga. Yah, tidak salah mencoba juga untuk mengetahuinya, hanya saja dipilah-pilah apa yang rasanya sesuai dan tidak. Tanpa kita sadari, kita punya daya ukur itu.
Seorang teman pernah memperlihatkan sebuah presentasi motivasi kepada saya dan "memerintahkan"untuk mencoba menuliskan passion saya dengan mengikuti tahap-tahap yang ada di sana. Dan terimakasih buat dia, sekarang saya punya 3 passion yang mau saya kejar. Disana juga dipaparkan, jika passion kamu bukan dipekerjaan, maka luangkanlah waktumu untuk melaksanakannya di awal hari atau di akhir hari, saat pekerjaan yang harusnya kamu lakukan sudah terselesaikan.
Seorang motivator pernah berkata: "Jika Anda tidak mengetahui Passion anda apa, maka lebih baik anda memesan tempat di San Diego Hill" Sedikit kejam, tapi ada benarnya. Buat apa kita hidup, jika kita tidak tahu tujuan kita dilahirkan apa.


No comments:
Post a Comment