Sunday, February 12, 2012

My Baibi - Update terbaru

Percakapan ini terjadi tadi pagi (maksudnya antara saya dan adik saya). Kebiasaan meng-update keadaan di rumah selalu saya lakukan. "Ada kabar terbaru apa sekarang?" selalu saya tanyakan. Lagi-lagi, kisah menarik datang dari keponakan saya yang tomboi tapi feminin itu. Bingung kan?

Bibi, tomboi nan feminin. Saya juga bingung dengan komposisi perilaku ni anak. Tidak bisa memakai rambut panjang. Jika melebih panjang yang dia terima, dengan inisiatifnya yang menggebu-gebu akan mengambil gunting dan memotong rambutnya dengan model yang dia suka. Memakai baju sesuai komposisi yang dia suka. Mematching-matching kan celana berwarna A dengan baju B, yang jelas bukan pasangannya, tapi kok bagus-bagus aja ya kalo dia yang makai? Suka memakai baju kembang, apalagi kalau baju itu adalah baju yang ingin dipakai kakaknya. Sempat suatu hari, sewaktu saya pulang ke rumah, Bibi dan Gigin (kakaknya Bibi) juga ikut menginap di rumah. Untuk menyambut saya (nari-nari). Sewaktu habis mandi, dengan kebiasaannya, dia dengan gayanya melenggang ke tas yang mereka bawa. Berisi baju-baju. Dan dengan seenaknya, Bibi memakai baju yang pertama dilihatnya, bagus menurutnya, dan langsung dipakainya. Si Gigin langsung tidak berdaya. Dan muncullah drama ini.

Gigin: Bibiiiiii, jangan lah pake baju akuu.. Eeeeh, aku dah capek-capek merapikannya untuk kupakai, (disertai mata yang berkaca-kaca, mulut yang manyun, dan suara yang bergetar) Kau (sapaan untuk orang kedua, biasa digunakan di daerah Riau karena kulturnya, tapi saya selalu syok kalau di Kau-kan. Bahkan mama nggak pernah meng-kau kan saya. Jadi selalu merasa kejam jika di Kau-kan. Oke, cukup untuk penjelasan Kau-Kau ini) enak-enak aja makai.
Bibi: Sori ya (gaya belagu sambil megang sisir. Rambut dikibas-kibaskan padahal pendek). Aku lihat ini duluan ya.. (ini ni, sifatnya. Weleh weleh)..
Gigin: Bibiiiii (makin tak berdaya)
Bibi: (pergi melenggang tak memperdulikan mata berkaca-kaca sang kakak. Dan tentu saja dengan baju yang sudah terpakai di badan).

Tapi bukan ini yang saya ceritakan. Ini kisah Bibi untuk 3 hari ini, sesuai informasi terpercaya, adik saya Lidia.

Bibi: Kak (karena beda umur, Lidia dipanggil kakak oleh anak-anak kakak saya), adek hari Jumat, Sabtu dan Minggu si-buk.. (gaya menjelaskan seperti orang sok sibuk)
Lidia: Oh ya? Ngapain Bi..
Bibi: (memasang aksi menjelaskan lagi), hari Jumat adek mau menggambar
Lidia: Emang kamu pandai menggambar?
Bibi: Yaaa, bisalah kak (dengan gaya lelah menjelaskan). Orang adek cuma mewarnai aja-nya.
Lidia: Eeeeh, tu ndak menggambar namanya tu do. Itu mewarnai..
Bibi: (ekspresi cuek teteeep dipegang).
Lidia: Terus hari Sabtu ngapain?
Bibi: Sabtu adek mau ikut acara Maulid Nabi..
Lidia: Rame acaranya Bi?
Bibi: Rame lah kak. Sekolah adek jadi bagus lo kak. (bangga)
Lidia: Tau kakak itu nya Bi (maksudnya sekolah bibi). Terus Minggu?
Bibi: Adek mau latihan nari?
Lidia: Nari apa?
Bibi: Nari balet (ingat ya, mata Bibi ini bulat banget dan ada kilauannya. Sumber orang luluh untuk tidak jadi marah adalah saat lihat matanya. Jadi dia menjelaskan dengan mata bulat itu ke Ilid)
Lidia: Emang bisa gitu? (sedikit tidak percaya)
Bibi: Yaaa,bisaaa laah kak. Kan adek latihan (Bibi megang anak yang sangat percaya diri. Saya sukaa sekali)
Lidia: Emang adek tahu bentuk sepatunya kayak gimana?
Bibi: Taulah kaak.. Dari kain gitu ada kerut-kerutnya. Jadi adek sibuk Minggu ini..
Lidia: .... Owkee

Lain lagi saat Bibi ditunjuk jadi mayoret di sekolahnya (Bibi masih TK yaa). Karena bertubuh paling bongsor dan cerewet, jadilah Bibi ditunjuk oleh Bunda (gurunya) sebagai mayoret. Media latihannya, dia cari sendiri.

Caranya: melepaskan tangkai sapu dari sapunya. Menggunakannya sebagai media latihan dengan memuatr-mutarnya bak mayoret professional dan meninggalkannya di tempat yang dia inginkan. Dan melupakannya (nya mrepresentasikan posisi tangkai sapu).

Akibatnya: selalu ada adegan saat sang mama mencari-cari posisi tangkai sapu saat hendak menyapu. Selalu.

Bibiii. Sering banget dengar cerita kamu. Hehehe.. Sampai jumpa bulan Maret Bibi.. Tante mau pulang ni akhir Maret. (Percakapan hati buat Bibi)


(Source: here)

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...