(Source: here)
Lucu Lucu Lucu
Selalu saja nama saya dipertanyakan. Setiap saya memberikan kartu nama saya, mereka selalu menampakkan wajah terkejut: "Hah, Yurika? This name is familiar to us."
Pernah suatu kali, saat saya belajar SKSD dengan seorang Jepang di sebuah seminar. Iya iya, bos mendaftarkan kami untuk ikut serta pada sebuah seminar gas internasional yang diadakan di Jakarta. Senang sekali mendapatkan kesempatan ini. Saat saya memberikan kertas persegi panjang itu kepadanya, dia berkata: "Hah, Yurika? This is my sister's name." Itu adalah kali pertama saya menyadari nama itu. Maksudnya lebih menyadari, dulu sih sadar, tapi ya gitu-gitu aja. Sadar ada kesan Jepangnya, tetapi semakin sadar ketika orang Jepang itu sendiri yang berkomentar. Bwakakakakak.
Suatu kali kedua, saat saya ikut meeting bersama client. Kita juga sebagai representative client pada meeting dengan perusahaan yang berasal dari Jepang. Sang pemimpin rombongan mendatangi kami, dan bertukar kartu namalah kami. Perkenalan dan bla bla bla, lantas dia melihat kartu nama saya. Lagi-lagi ekspresi itu: "Hah, Yurikaaa?? Same with my daughter's name." Dan jadilah dia terkagum-kagum dengan ketidaksengajaan ini. Suasana pun menjadi rame dan sedikit lebih hangat (ini hanya perasaan saya saja, kami datang terlambat, masuk ke ruangan ada banyak orang Jepang di sana. Jujur saja, jantung saya sedikit merosot saat itu. Tapi si Bapak Jepang ini menyapa saya dengan hangat. ^^). Sebenarnya dari lubuk hati yang rada dalam (nggak dalam-dalam amat), saya rada bingung. Bingung kenapa? Karena.. Teruuus kenapa emang kalo sama ya? Kenapa mesti segitunya ya respon mereka? Saya nggak ngerti-ngerti amat.
Tapi saya rada heran deng, kenapaa ya tiap kenalan seringnya nama anggota keluarga mereka. Maksudnya dalam dua kali perkenalan adaaa ajaaa sangkut pautnya. Wohoho. Yak, dilanjut lagi ceritanya..
Dan baru saja (hari ini), saya selesai meeting dengan perusahaan kapal milik Jepang. Sebenarnya Saya sedikit malas untuk ikut serta, sebab kerjaan sedang banyak. Dan deadline yang kami buat adalah hari ini. Lagi-lagi saya butuh inspirasi. Namun, senior memaksa saya untuk ikut sambil merengek-rengek (sedikit berlebihan). "Ikutlaah Diiin. Sebentar aja. Sejam ajalah. Masak aku sendiri, mereka berempat." Jadilah saya menemani dia karena kasihan (wkwkwkkw). Dan saya datang agak belakangan dari si senior untuk mengambil kartu nama.
Jujur saja siiih, saya sudah ketemu sama mereka semua. Tapi secara masih anak jagung, jadi kartu nama yang pernah saya kasih dulu ke mereka, curiga ditempatkan dimana. Hahaha. Dan pertukaran kartu nama itu pun dilakukan. Dan dia memandang lagi, "Hah, Yurika? I feel that I know this name." Dan saya bilang: "My mother liked to watch Oshin when she was pregnant."
Memang benar, saat saya masih di dalam kandungan, Mama sangat senang menonton serial Oshin. Fenomenanya (ini yang paling saya suka), saat mama melahirkan saya, saya putih dan mata saya sipit. Bwakakakka, entah mengapa bisa seperti itu dan kenapa saya tidak putih lagi sekarang (ckckckck). Meski masih menyisakan mata yang sedikit sipit. Jadi teringat.. kemaren, saat saya ke salon, si ibu yang mempermainkan rambut saya (baca: menyalon) mengatakan saya seperti orang Jepang (ketawa ngakak, bisa aje ni si Ibu). Dan lagi-lagi oshin kembali diceritakan sebagai penyebab..
Jadi begitu kisah pendek dari nama Yurika yang nempel di nama saya. Tapi kata mama, ada juga karena saya lahir di bulan Juli dan saat itu juga Tante memberikan nama itu saat dia pelatihan Angkatan Udara di Amerika Serikat. Yayaya, banyak juga ya asal muasal nama ini. Mana tau kan ya, suatu saat saya ke negeri yang mendasari nama belakang saya ini. Yippiiieeee. Karena..
Selalu saja nama saya dipertanyakan. Setiap saya memberikan kartu nama saya, mereka selalu menampakkan wajah terkejut: "Hah, Yurika? This name is familiar to us."
Pernah suatu kali, saat saya belajar SKSD dengan seorang Jepang di sebuah seminar. Iya iya, bos mendaftarkan kami untuk ikut serta pada sebuah seminar gas internasional yang diadakan di Jakarta. Senang sekali mendapatkan kesempatan ini. Saat saya memberikan kertas persegi panjang itu kepadanya, dia berkata: "Hah, Yurika? This is my sister's name." Itu adalah kali pertama saya menyadari nama itu. Maksudnya lebih menyadari, dulu sih sadar, tapi ya gitu-gitu aja. Sadar ada kesan Jepangnya, tetapi semakin sadar ketika orang Jepang itu sendiri yang berkomentar. Bwakakakakak.
Suatu kali kedua, saat saya ikut meeting bersama client. Kita juga sebagai representative client pada meeting dengan perusahaan yang berasal dari Jepang. Sang pemimpin rombongan mendatangi kami, dan bertukar kartu namalah kami. Perkenalan dan bla bla bla, lantas dia melihat kartu nama saya. Lagi-lagi ekspresi itu: "Hah, Yurikaaa?? Same with my daughter's name." Dan jadilah dia terkagum-kagum dengan ketidaksengajaan ini. Suasana pun menjadi rame dan sedikit lebih hangat (ini hanya perasaan saya saja, kami datang terlambat, masuk ke ruangan ada banyak orang Jepang di sana. Jujur saja, jantung saya sedikit merosot saat itu. Tapi si Bapak Jepang ini menyapa saya dengan hangat. ^^). Sebenarnya dari lubuk hati yang rada dalam (nggak dalam-dalam amat), saya rada bingung. Bingung kenapa? Karena.. Teruuus kenapa emang kalo sama ya? Kenapa mesti segitunya ya respon mereka? Saya nggak ngerti-ngerti amat.
Tapi saya rada heran deng, kenapaa ya tiap kenalan seringnya nama anggota keluarga mereka. Maksudnya dalam dua kali perkenalan adaaa ajaaa sangkut pautnya. Wohoho. Yak, dilanjut lagi ceritanya..
Dan baru saja (hari ini), saya selesai meeting dengan perusahaan kapal milik Jepang. Sebenarnya Saya sedikit malas untuk ikut serta, sebab kerjaan sedang banyak. Dan deadline yang kami buat adalah hari ini. Lagi-lagi saya butuh inspirasi. Namun, senior memaksa saya untuk ikut sambil merengek-rengek (sedikit berlebihan). "Ikutlaah Diiin. Sebentar aja. Sejam ajalah. Masak aku sendiri, mereka berempat." Jadilah saya menemani dia karena kasihan (wkwkwkkw). Dan saya datang agak belakangan dari si senior untuk mengambil kartu nama.
Jujur saja siiih, saya sudah ketemu sama mereka semua. Tapi secara masih anak jagung, jadi kartu nama yang pernah saya kasih dulu ke mereka, curiga ditempatkan dimana. Hahaha. Dan pertukaran kartu nama itu pun dilakukan. Dan dia memandang lagi, "Hah, Yurika? I feel that I know this name." Dan saya bilang: "My mother liked to watch Oshin when she was pregnant."
Memang benar, saat saya masih di dalam kandungan, Mama sangat senang menonton serial Oshin. Fenomenanya (ini yang paling saya suka), saat mama melahirkan saya, saya putih dan mata saya sipit. Bwakakakka, entah mengapa bisa seperti itu dan kenapa saya tidak putih lagi sekarang (ckckckck). Meski masih menyisakan mata yang sedikit sipit. Jadi teringat.. kemaren, saat saya ke salon, si ibu yang mempermainkan rambut saya (baca: menyalon) mengatakan saya seperti orang Jepang (ketawa ngakak, bisa aje ni si Ibu). Dan lagi-lagi oshin kembali diceritakan sebagai penyebab..
Jadi begitu kisah pendek dari nama Yurika yang nempel di nama saya. Tapi kata mama, ada juga karena saya lahir di bulan Juli dan saat itu juga Tante memberikan nama itu saat dia pelatihan Angkatan Udara di Amerika Serikat. Yayaya, banyak juga ya asal muasal nama ini. Mana tau kan ya, suatu saat saya ke negeri yang mendasari nama belakang saya ini. Yippiiieeee. Karena..
Everything in life is luck.
(Donald Trump)
(Donald Trump)
Glossary:
-Saya: saya,
-Mereka: umumnya orang jepang (dalam kerjaan sering banget ketemu orang dari negeri matahari terbit ini)
-Mama: ya mama sayalah
-Tante: adeknya papa
Dan saya menulis diblog, padahal bilang tadi ada deadline. Memang ada, tapi inspirasi lagi kosong. Hehehe.. Back to Work..
-Mereka: umumnya orang jepang (dalam kerjaan sering banget ketemu orang dari negeri matahari terbit ini)
-Mama: ya mama sayalah
-Tante: adeknya papa
Dan saya menulis diblog, padahal bilang tadi ada deadline. Memang ada, tapi inspirasi lagi kosong. Hehehe.. Back to Work..

No comments:
Post a Comment