"We just need to stay away for a moment to get back home."
"And yes, wherever you feel peacefulness, you might call it home"
Dua buah kata pembuka di sebuah buku yang saya baca. Dua buah kata yang menyatakan tempat untuk pulang, tempat yang nyaman.
***
"We just need to stay away for a moment to get back home."Sebuah kata yang memberikan gambaran sederhana tentang kepenatan manusia akan hidupnya yang terkadang muncul. Haruskah kita istirahat sejenak untuk kembali memulai hidup yang baru? Berhenti sejenak melakukan hal yang sama? Berhenti bertemu dengan orang-orang yang sama?
Beberapa orang meminta cuti untuk merasakan "to get back home". Berhenti sejenak dengan pekerjaan rutin yang sering mereka kerjakan. Mencoba melakukan hal baru yang tidak pernah dilakukan. Mengadakan perjalanan ke tempat-tempat yang cukup jauh untuk menemui orang baru, melepas semua identitas diri dan jabatan. Kembali menjadi orang baru yang memasuki lingkungan baru. Mencari sebanyak-banyaknya pengalaman. Tak ada bilangan waktu yang layak untuk mencari pengalaman sebagai bekal nantinya untuk kembali merasakan ketenangan dan kerinduan untuk pulang.
Istirahat ini pun tak memiliki batas waktu, bisa menit, detik, bulan, bahkan tahunan. Sebuah cara untuk mencari tujuan kehidupan di tengah kebosanan. Mungkin ini bukanlah cara bijaksana jika kita memiliki tanggung jawab selain untuk diri kita sendiri. Jika begitu, maka lakukanlah pekerjaan yang berbeda setiap hari. Pekerjaan yang tidak sama dan belum pernah dilakukan sebelumnya. Begitu sebuah kalimat yang disampaikan seorang teman.
***
"And yes, wherever you feel peacefulness, you might call it home"Kalimat yang menggambarkan kenyamanan. Tak perlu mengenal istilah 5 W 1 H dalam merasakan ini. Tak perlu ada pertanyaan apa, mengapa, dimana, siapa, kapan dan bagaimana untuk merasakannya. Tak ada ukuran waktu yang bisa menjelaskan, bisa saja kita baru pertama kali berada di sana, bisa saja kita baru mengenal orang tersebut, tetapi yang kita rasakan adalah damai, tenang, rasa diterima di sebuah lingkungan. Dan rasa inilah yang sedang saya cari di tengah kegamangan. Sebuah tempat untuk pulang, sebuah tempat untuk ketenangan. Dan terkadang rumah itu jauh dari rumah itu sendiri.
"Love is a "place" that we keep visiting again and again. It annoys us to no end. And for something like this, we may call a home"
(Windy Ariestanty, Life Traveler)
Target ke depan: Daily blog "membuat blog setiap hari".. Cherioo!!
(Windy Ariestanty, Life Traveler)
Target ke depan: Daily blog "membuat blog setiap hari".. Cherioo!!

No comments:
Post a Comment